
Sore ini menjadi hari yang paling Betrand tunggu, bagaimana tidak mereka akan melakukan sesi pemotretan prewedding, waktu yang sangat Betrand tunggu.
Dengan semangat dia menjalankan mobilnya ke studio photo yang sudah dia booking tiga hati sebelumnya
Berbagai sesi mereka photo tampak calon pengantin menikmati sesi ini.
Tiga jam sudah mereka berphoto, Bella terlihat tampak kelelahan duduk lunglai diatas sofa, Betrand dengan sigap memesan juice alpukat kesukaan Bella
" Sayang minum dulu.. " ucap Betrand menyodorkan segelas juice alpukat
" Makasih... Sayang apa sudah beres? "
" Sepertinya sudah. " jawab Betrand menyakinkan diri.
" Syukur dech. " sahut Bella merebahkan badannya
" Mau aku pijitin.?" ucap Betrand dengan sigap memegang pundak Bella
" Engga ah... Malu. " tolak Bella yang sedikit bergeser
" Kenapa ?" tanya Betrand mendekat menggoda Bella
Bella semakin gugup mata bermain melirik malu kearah sembarangan , dia takut ada seseorang yang melihatnya
" Sayang....Pulang yuk. " ajak Bella
" Ayo.. " jawab Betrand dengan semangat
" Tapi makan dulu ya.. Sebelum pulang. " Bella yang mulai merengek lapar
" Baik... Tuan Putri. "
Malam itu mereka menikmati berbagai menu seafood, Bella yang benar-benar lapar tanpa basa-basi dia menikmati santapan makan malam dengan lahap melupakan Betrand yang ada dihadapannya
" Lapar.. Nyonya.. " sindir Betrand menatap manja
Bella yang sedang dilaut lahapnya terhenti menatap kaku, baru sekarang dia melakukan makan malam lupa dengan calon suaminya.
Bella yang penuh mulutnya dengan makan hanya memberikan senyum dan anggukan
" Hati-hati makannya nanti tersedak. " ucap Betrand mengelap bumbu di ujung bibir Bella
kemudian Betrand pun ikut menikmati menu seafood yang sudah tersedia.
Tepat di basement saat Betrand selesai memakirkan Bella hanya diam tak bergerak
" Kenapa? " tanya Betrand yang mulai khawatir
" Sakit perut.. " rengek Bella
" Apa engga apa-apa. " tanyanya semakin khawatir
" Engga, tadi aku kebanyakan makan.. " rengek Bella dengan manja
__ADS_1
" Bisa jalan? "
" Bisa tapi pelan-pelan ya.. " lanjut Bella
Betrand pun memapah Bella masuk kedalam lift dan masuk kedalam apartemen
" Bibi... Bibi..! " ucap Betrand dengan lantang
"Iya tuan.. " jawab Bi wina yang melangkah cepat
" Cepat ambil obat sakit perut " Betrand memberi perintah tegas
" Kenapa dengan Nona..?" ucap Bi Wina melangkah cepat menghampiri
" Tadi makan seafood kebanyakan sekarang dia bilang kekenyangan "
" Sini biar bibi yang urus.. "
Bi wina mengambil minyak angin dan mengusap-usap punggung Bella hingga dia bersendawa
" Gimana sayang? " tanya Betrand
" Udah.. Makasih." jawab Bella
" Nona nanti lagi jangan sampai kekenyangan lagi.. ya.. " ledek Bi Wina
Tak lama terdengar dering ponsel Betrand
" Ya.. Halo... Okey sebentar lagi aku kesana. " ucap Betrand menutup ponselnya
" Jojo, ada urusan penting.. Mami tidur aja dulu.. Aku pergi dulu. " pamitnya bergegas pergi
" Bentar! " Panggil Bella menahan langkah Betrand
" Ada apa? "
Bella yang sedang berbaring disofa memejamkan matanya dan memanyunkan bibirnya dengan manja
Bi Wina tertunduk malu,
" Saya ke belakang dulu. " ucap Bi Wina
bergegas pergi meninggalkan mereka
Betrand yang menahan gelisah berubah menjadi menahan senyum dan menggelengkan kepala , kemudian mendekat
" Emuah.. " Betrand memberi kecupan di bibir Bella
Bella menggelengkan kepala dan menunjuk kearah pipi kanan, kiri lalu kening dan dagu
" Udah dong... Kapan Papi berangkatnya? " ucap Betrand
Bella yang semakin manja dia menggelengkan kepala dan menunjuk ke semua wajahnya. Sambil tersenyum Betrand mengecup ulang seluruh wajahnya.
__ADS_1
" Bobo ya...Aku engga akan lama. " pamit Betrand membelai rambut Bella dengan lembut.
Dengan cepat membawa mobilnya ke klub Zero, sesampainya disana tanpa basa-basi Betrand menghampiri Steve, Jojo dan Viko
" Ada apa? " ucapnya yang sedikit terengah-engah
"Steve putus cinta "
" Kenapa bukannya kemarin baik-baik aja. " ucap Betrand yang langsung duduk
" Lihat nih" ucap Jojo menyodorkan undangan pernikahan berwarna merah
" Aku... Aku udah berusaha menyakinkan dia, aku bisa membahagiakannya apapun yang dia ingin akan aku penuhi, tapi apa yang dia bilang kekayaanku belum seberapa dibanding dengannya. " tunduk Steve memegang kepala menahan rasa kesal dan sedihnya.
Malam itu Betrand dan yang lain engga meninggalkan Steve yang sedang kacau, mereka semua memutuskan untuk pulang ke apartemen Steve untuk menemaninya
" Trand... Yuk.. Kita pergi. " ajak Viko
" Tunggu sebentar aku kasih kabar dulu ke Bella. " jawab Betrand menahan mereka untuk meninggalkan klub, tak lama
" Udah... " lanjut Viko menanyakan
Betrand menganguk kemudian mereka semua pergi ke apartemen dengan memapah Steve yang mabuk berat
Malam itu Steve benar-benar berada di titik jatuh ke dalam jurang, dia seakan tak peduli lagi dengan apa yang dihadapannya, ke terpurukan Steve benar-benar menjadi boomerang, di dalam apartemen dia hanya bisa mengecoh tak karuan menghardik perempuan yang telah meninggalkannya dan mengutuk dirinya.
Jam 3 pagi ecohan Steve akhirnya berhenti, sahabatnya yang sudah merasa lelah menemani ikut tertidur tergeletak diruang televisi, entah berapa banyak minuman yang mereka minum, berapa kali steve muntah-muntah, berapa kali dia berteriak membenci dirinya yang sudah jatuh cinta dengan perempuan yang salah.
Dengan kepala yang terasa sakit Betrand terbangun pagi itu, dengan mata yang masih terpejam dia meraba-raba mencari ponsel untuk mengabarkan keberadaan, dia tak mau Bella mencurigainya.
Pagi itu tepat pukul 7 dia membuka mata melihat sekeliling ruangan yang berantakan sisa-sisa kaleng bir, dengan sempoyongan dia berdiri berjalan menuju kamar mandi untuk menyadarkan diri dari rasa pusing.
Setelah merasa segar Betrand menatap Steve yang sudah terbangun mata menatap meja dengan tatapan kosong
" Kamu baik-baik aja? " tanya Betrand memberi segelas air hangat
Steve hanya mengangguk
"Trand... Begini rasa ditinggalkan orang yang dicintai, dulu waktu kamu terpuruk kita anggap kamu lebay, ternyata rasanya memang begini, kemarin aku bilang dengannya andaikata dia sedikit aja bilang aku mencintaimu dan tak mau berpisah dariku, aku rela jika harus melawan kedua orang tuanya atau bahkan kawin lari, tapi kata-katanya sangat menyakitkan dan juga sangat merendahkan harga diriku." ucap Steve menyindir dirinya sendiri
" Terkadang penyesalan datang diakhir, tenanglah, Tuhan sudah memberikan yang terbaik bagi kita, andaikata dipaksakan juga akan saling menyakiti, alangkah lebih baik kan seperti ini walaupun menyakitkan tapi aku yakin kamu pasti bertemu dengan seseorang yang jauh lebih baik dari dia. " tutur Betrand menyemangati
tak lama suara dering ponsel Betrand berbunyi
" Bentar dari Bella..."ucapnya dengan pelan
Betrand pun menjauh dari steve dan mulai percakapannya yang sesekali bernada manja, terlihat jelas wajah dengan aura penuh cinta membuat iri semua orang yang melihat.
" Kalau mau bulan madu jangan disini.! " ucap Steve menatap sinis penuh iri
" Maaf.. " jawab Betrand yang malu dengan muka memerah
" Bella mengkhawatirkanku, dia menanyakan aku sudah makan belum? Mau ke kampus engga? Mau dibawain apa nanti ke kampus? " lanjut Betrand tersipu malu
__ADS_1
" Cih... Sombong amat... Tapi aku benar-benar iri dari awal kamu tau kalau dia itu jodohmu sedangkan aku yang menyakinkanku diri ternyata dibodohi.. " Steve yang mulai menyalahkan diri sendiri
" Sudahlah nanti juga akan membaik dengan sendirinya, yang penting sekarang kamu harus move on... Okey... Ya udah sudah aku mau ke kampus dulu, aku engga mau istriku lama menungguku... Yuk... bye" ucap Betrand berpamitan meninggalkan mereka bertiga