Cowok Playboy Itu Pacar Ku

Cowok Playboy Itu Pacar Ku
Trauma


__ADS_3

BAB 15


Sepanjang perjalanan menuju asrama tak sepatah kata pun yang keluar dari mulut Bella hanya airmata yang terus mengalir di pipinya.


Badannya gemetar tangan mengepal erat jaket Alex.


" Bella sebenarnya ada apa? " tanya Kak Alex yang mengkhawatirkan Bella tapi sayang tak satu pun Bella tak menjawab hanya matanya yang menatap tunduk seakan malam itu menjadi sangat mengerikan


Sesampainya di asrama


Alex segera menelpon Vivian yang masih berada dikamar asrama


Alex: Halo dek..


Vivian : Iya Kak.. Ada apa?


Alex : Kakak sekarang ada di gerbang asrama


cepet turun.


Vivian : Iya kak tunggu bentar.


Vivian pun bergegas keluar asrama.


Didepan gedung asrama betapa terkejut dia melihat keadaan Bella dengan keadaan muka pucat, ketakutan dan seluruh baju serta badan yang tak karuan .


"Bella kamu kenapa? " Vivian yang terkejut dan memeluk, melihat keadaan Bella.


Bella hanya menangis memeluk Vivian tanpa keluar satu patah kata pun.


"Dek.. Bawa temanmu kekamar cepat, terus jangan lupa bantu dia ganti baju dan beri support ya.. " ucap Alex.


"Iya kak.. Bella kita ke kamar yuk.. " ucap Vivian.


Vivian pun perlahan memapah Bella sampai ke kamar.


Sesampainya dikamar sahabat sahabatnya nya pun terkejut melihat keadaan bella


"Bella kamu kenapa?? " ucap serentak sahabat sahabatnya yang terkejut dan menghampirinya.


Bella hanya bisa menangis membisu. kakinya seperti lemah, dia pun terduduk depan sahabatnya dengan cepat para sahabatnya pun membantu Bella membersihkan badan dan menemani Bella hingga tertidur.  Dengan rasa Vivian pun segera menelepon Alex dalam perbincangan itu Vivian banyak mengatakan nama Betrand.


"Vivian,ada apa dengan Bella..? " tanya Salsa.


Vivian pun menceritakan semuanya, mereka menjadi geram dengan kelakuan Betrand.

__ADS_1


" Bener-bener ya, tuh anak belum juga puas.!" ucap Salsa yang kesal.


semalam itu mereka tak bisa tidur, Berkali-kali Bella menjerit dan menangis ketakutan.


Sahabatnya hanya bisa mengusap punggung Bella dengan mengisyaratkan menenangkan Bella


Dilain pihak klub zero


" Hai bro.. Kok lama kemana aja makan dulu ya.. " ejek Jojo.


Viko dan Steve pun ikut tertawa meledek Betrand.


" Tadi Bella hampir diperkosa? " jawab Betrand duduk tertunduk.


"Apa! "ucap sahabat sahabatnya.


"Terus gimana keadaan Bella sekarang?? " tanya Jojo yang mulai khawatir


"Trauma berat kayaknya. " ucap Betrand yang menenggak minuman .


"Guys, gimana apa kita bunuh aja! " ucap Viko yang marah besar.


" Preman nya udah aku beresin,  tapi Bella menyalahkan aku tentang kejadian ini.  "ucap Betrand.


" Loh kok kamu yang  dimarahi Bella, anak itu engga tau diuntung udah diselamatin, eh malah disalahin. " ucap Steve menjadi kesal.


"Ya udah tenang besok kita jelasin ke Bella. " ucap Jojo menepuk pundak Betrand


Betrand menanggahkan kepalanya mengingat raut wajah Bella yang sangat ketakutan


" Aku lebih baik pulang, untuk menenangkan diri.." ucap Betrand sambil melepaskan nafas panjang dan berlalu.


Di apartemen Betrand


Semalaman matanya tak fokus selalu teringat kejadian yang menimpa Bella ,sorot mata Bella yang ketakutan membuat dirinya khawatir dengan keadaan Bella, entah dalam hatinya menjadi lebih peka, pikiran hanya tertuju pada kejadian malam itu.


Hingga keesokannya harinya


Diasrama Bella yang terlihat lelah, tertidur dengan sesekali membuat gerakan spontan dalam tidurnya. Satu persatu para sahabatnya yang terbangun dengan lelah setelah mendengar suara teriakan Bella sepanjang malam


" Gimana keadaannya? " tanya Salsa yang sudah terbangun dengan lingkaran hitam matanya.


" Udah lebih baik sekarang dia bisa tidur dengan tenang " jawab Yuanita yang begadang semalaman.


" Vivian kamu ada kelas ga? " tanya Salsa

__ADS_1


" Siang aku baru ada kelas." jawab Vivian


" Okey, kamu jangan kemana-mana sampai salah satu dari kita pulang, hari ini aku bakal buat perhitungan dengan Betrand! " ucap Salsa kesal.


Salsa pun pergi ke kampus dengan penuh emosi, ditengah jalan secara kebetulan dia bertemu dengan Betrand dilorong kampus ,kemudian dengan raut kesal Salsa menarik Betrand ke dalam ruang kosong


"Betrand kamu apain Bella, kamu perkosa!! " bentak Salsa marah, rasanya dia ingin menampar Betrand


"Gimana keadaan Bella sekarang?? " tanya Betrand dengan raut wajah khawatir.


"Enak aja kamu nanyain keadaan Bella udah tau dia trauma berat  dengan baju yang robek robek, muka pucat !! " ucap Salsa dengan penuh kebencian


" Sa... tolong bilangin ke Bella sumpah semua itu bukan suruhan aku?! " lirih Betrand menyakinkan Salsa


" Terus aku harus percaya?!" Salsa yang melotot tak percaya.


"Sumpah Sa... Itu semua bukan aku!" Betrand memohon menyakinkan Salsa


"Awas ya kalau ada apa apa dengan Bella,  kamu duluan yang aku cari inget itu ,!" ucap Salsa yang menunjuk ke wajah Betrand langsung pergi meninggalkannya.


" Betrand, ada apa Salsa cari kamu? " tanya Steve yang heran


Betrand hanya terdiam makin khawatir dengan keadaan Bella.


"Steve ,tolong kamu cari tau tentang Bella dan siapa aja yang akan memerkosa Bella malam itu kamu ngerti.!" ucap Betrand dengan tegas.


" Okey.. " Steve menyetujuinya.


"Ada apa Steve?  "tanya Viko yang menghampirinya dari belakang.


"Aku heran ama Betrand ga pernah sampai segitunya sama cewek sampai aku harus cari tau tentang kejadian Bella semalam, apa keadaan Bella benar benar kacau ?" ucap Steve kebingungan


Viko hanya mengangkat kedua bahunya.


" Ya udah nanti kita bantu dia cari tau tentang Bella " ucap Viko menepuk pundak Steve


Rasa bersalah Betrand terus mengiang mengingat keadaan Bella malam itu.


Rasa penasarannya semakin tinggi akan sosok para preman yang sudah membuat Bella trauma, tangannya terus meraba gelas minuman dengan tatapan kosong, dengan bibirnya yang sesekali melipat, Malam itu terasa sepi ditengah ramainya suasana Kafe Zero,walaupun Victoria sedang menggodanya seakan tak mempan baginya.


Nafasnya sesekali keluar panjang


" Sayang kamu kenapa? " goda Victoria yang menepelkan dagunya dipundak Betrand


" Engga... Engga apa-apa " jawab singkat Betrand menggelengkan kepalanya

__ADS_1


Dengan cuek Victoria mencium pipi Betrand dengan manja sedangkan Betrand hanya membalas dengan senyum kecil sambil melirik kecil dengan ujung matanya


__ADS_2