
Tiba malam hari para pelayan pun dengan ramah mengantar para tamu untuk beristirahat, semua anggota keluarga tampak bahagia tak lepas saling memberikan senyuman kehangatannya.
" Kak Bella, kamu kamarnya dimana? Kita satu kamar yuk... Udah kangen ingin ngobrol kayak dulu lagi. " ucap Fina sambil memegang tangan Bella seraya tersenyum membujuknya
Tapi Bella yang sebelumnya sudah diperingati iya tentu saja dia tak mau mengingkarinya dengan perlahan melepaskan pegangan Fina dia menjawab " Engga boleh, semua sudah diberi kamar masing-masing, kamarmu adalah kamar yang terbaik disini. " jawab Bella sambil tersenyum manis
" pelayan tolong antar adik saya ke kamarnya. " Bella mulai memerintah pada pelayannya dan pelayan itu mengangguk menyetujuinya
Sial! aku harus beda kamar... Sombong amat emang ini akan menjadi milikmu, lihat aja akan aku ambil semua milikmu gumam Fina kesal sambil melirik ke belakang melihat Bella yang jalan berbelok berseberangan dengannya.
Bella yang sedikit menatap dengan ujung matanya hanya bisa terdiam menggelengkan kepala kenapa ciko memilih perempuan macam dia, ucap batin Bella yang tertunduk seakan menyesali pilihan adiknya
Tepat didepan kamar Bella saat dia akan membuka pintu, pintu itu terbuka dan dibaliknya ada Betrand yang menyambut hangat, Bella membalas dengan senyuman.
dengan memandang sang calon istri Betrand menarik Bella masuk ke dalam kamar dan mendudukkannya di atas ranjang,
Sambil tertunduk Betrand mengusap-usap punggung tangan Bella.
" Sejujurnya dulu aku begitu bangga dengan julukanku , aku begitu bahagia saat para gadis mengelilingiku, aku senang saat mereka memperebutkanku, aku seperti aktor utama dengan begitu banyak penggemar, sampai mereka rela memberikan semuanya dengan percuma hanya sekedar ingin berdiri disampingku, tapi sekarang aku julukan itu sangat mengganggu seperti bom waktu yang setiap saat akan meledak, setiap hari jantung ini selalu tak tenang terlebih rasa was-was terus menghantui saat kamu jauh dari mataku " tutur Betrand yang masih mengusap-usap punggung tangan Bella yang lembut dan mencium tangannya ,kemudian dia menatap mengharap.
Matanya seakan sanyu,bola mata bergerak untuk dalam menggali lebih dalam ke dalam hati Bella, dia tau menaklukkan Bella akan lebih sulit dari sebelumnya, perlahan dia menyelipkan rambut Bella di belakang kuping dan memegang pipi Bella yang lembut
" Yakin kan kamu kepadaku, tolong beri aku kesempatan untuk membahagiakanmu, berjanjilah padaku kalau kamu tak akan tergoyahkan lagi." ucap Betrand seraya mencium tangan Bella
Bella hanya memberi senyuman melihat calon suaminya mengutarakan isi hatinya. Betrand bergeser duduk di lantai merebahkan kepalanya di pangkuan Bella pandangan sedih terpancar dalam wajahnya seakan setelah ini Bella akan pergi menjauh, Bella dengan lembut membelai rambut Betrand
" Sudah malam, bagaimana kalau kita istrahat. " ajak Bella
Betrand tertanggah menyetujuinya, lalu dia berdiri memeluk Bella dan menarik selimbut agar Bella bisa berbaring terlebih dahulu
" Istirahatlah aku kembali ke kamar. " ucapnya sambil merapihkan selimbut seraya mencium kening Bella kemudian berdiri pamit
" Kenapa kamu tak tidur disini.? " Bella menahan memegang Betrand dengan yang sudah berpaling
Mendengar itu Betrand yang memunggungi Bella berbalik hatinya bahagia, ini pertama kalinya Bella meminta dia untuk tidur bersama dengan tulus, Betrand mengangguk beralih ke samping kasur dan merebahkan badannya disamping Bella, Bella pun mendekat mengangkat tangan Betrand agar dapat dijadikan alas bantalnya.
Betrand hanya dapat menatap senyum dengannya.
__ADS_1
" Selamat malam suamiku. " ucapnya seraya mencium pipi Betrand dan memejamkan mata.
" Selamat malam juga istriku semoga kau mimpi indah. " balas Betrand mencium kening Bella dan menutup mata
Keesokan harinya
Betrand yang perlahan membuka mata dan mengalihkan pandangannya ke samping dimana Bella tertidur nyenyak, matanya lemah saat Bella sudah bangun lebih dulu, dia menyadarkan diri duduk dan napasnya keluar panjang , dan kembali ke kamar untuk menyegarkan diri, memang antara kamar Bella dan Kamarnya terdapat pintu sebrangan, jadi dia tidak perlu keluar kamar jika ingin kembali.
Sedangkan Bella sudah berada di ruang keluarga bersama Bunda dan Mamah menikmati teh pagi sambil merasakan hangatnya sinar pagi.
Tak lama satu persatu anggota keluarga Betrand dan Bella pun hadir dan berkumpul
Fina yang saat itu baru keluar dari kamar dengan berdandan cantik, mengharapkan perhatian Betrand disaat Bella tak ada, mulai dengan ide liciknya Fina melangkah mencari keberadaan kamar Betrand, langkah demi langkah Fina mulai memberanikan diri dengan wajah pelanga-pelongo dia berjalan menyisir satu persatu kamar, tapi sayang dia niatnya dihadang kepala pelayan yang telah berdiri dihadapannya
" Anda mencari sesuatu Nona.. " tanya kepala pelayan yang berdiri tegap
" A-aku hanya ingin mencari ruang keluarga seperti aku ke sasar. " jawabnya dengan gugup
Kepala pelayan pun mempersilahkan Fina untuk mengikutinya
sial gagal lagi aku mendapatkan perhatian Betrand umpat Fina yang kesal
dengan menutupi niat busuknya denhan tersenyum bergabung dengan yang lain.
Betrand yang tak lama turun dengan memakai baju casual dan celana jeans, sejenak Fina terpana melihat ketampanan Betrand jantungnya tiba-tiba berdetak kencang saat dia melihat Betrand memamerkan senyuman manisnya.
Betrand yang berjalan cepat-cepat menghampiri Bella dan mengacuhkannya yang sudah menunjukan wajah melelehnya.
" Selamat pagi... Maaf saya kesiangan " sapa Betrand yang mulai tak sungkan mencium kening Bella di depan kedua orang tuanya.
" Mau teh.? "Bella menawarkan diri.
Betrand menggelengkan kepalanya dengan manja seraya pindah duduk disamping Bella dan memegang tangannya
Bella yang mengerti apa kebiasaan Betrand dan meminta pelayan membuatkan kopi creamy susu minuman yang biasa Betrand minum di pagi hari.
" Pak Arya, hari ini kita akan kembali pulang, terima kasih atas jamuan dan pelayanannya, semuanya bagi saya sangat luar biasa. " ucap santai Pak Indra
__ADS_1
apa! dia pulang enggak mau aku ingin tetap disini, aku belum beraksi apapun gumam Fina yang kesal
" Pak Indra kenapa pulang tinggallah beberapa hari lagi, kita sudah lama tak mengobrol santai macam ini. " balas Pa Arya
iya benar beberapa hari ini lagi, jadi aku bisa menggoda Betrand gumam Fina mengangguk
" Maaf Pak Arya bukannya saya tak mau mengobrol lama tapi satu bulan menjelang pernikahan anak-anak itu waktu yang sangat pendek, jadi saya ingin mempersiapkan semua agar lancar. " jawab Pak Indra yang terlihat sungkan
" Memang satu bulan itu, memang tak lama.. Kalau begitu semoga kita diberikan kesehatan untuk dapat menyaksikan anak kita saat pernikahan " sahut Pak Arya
" Ya... Ya... " sambung Pak Indra dengan gembira
" Ayah... Betrand dan Bella pun akan pulang hari ini untuk menyelesaikan tugas yang sedikit tertunda, saya ingin bulan depan nanti sudah tidak ada lagi gangguan. " sahut Betrand
" Bella jaga dirimu ya.. ingat biar Betrand dan Bi Wina saja yang mengurus, tugasmu hanya menjaga kesehatan agar cantik saat ijab kobul. " ucap Bu Prisillya sembari mengumbar senyum, Bella tersipu malu
Sore pun menjelang saatnya keluarga Pak Indra untuk berpamitan
Fina yang sedikit memasang muka kusamnya merasa kesal niat liciknya sampai sekarang belum terlaksana
Hingga tiba dibandara
"Pah... Mah.. Ini tiket kalian, Maaf saya dan Bella tidak bisa pulang bersama dengan kalian. " ucap Betrand sembari memberikan tiket
" Tak apa-apa, jaga diri kalian jangan sampai sakit ya... " ucap Bu Tina seraya mendoakan
Bella dan Betrand mengangguk dan bersalaman pamit
sedangkan Fina hanya melongo heran dia lupa untuk meminta Bella mengajaknya
Setelah mereka pergi, meninggalkan Pak Indra sekeluarga barulah wajah Bu Tina menjadi suram
" Fina sepertinya Mamah akan mempertimbangkan kembali hubunganmu dengan Ciko. " ucap tajam Bu Tina
" Kenapa Mah.. " Fina yang berpura-pura tak bersalah
" Kamu membuat malu keluarga Mamah saja, tau akan begini Mamah tak mengizinkan kamu ikut. " ucap Bu Tina mengutarakan kekesalannya
__ADS_1
" Mah... Maaf Fina hilaf. " ucapnya tertunduk bersalah.
Tapi Bu Tina tak mengindahkannya