Cowok Playboy Itu Pacar Ku

Cowok Playboy Itu Pacar Ku
Menemukan anak yang hilang


__ADS_3

Di bandara Z, Betrand yang lebih dulu datang dengan muka kusamnya, hari itu Sekertaris Adi sudah menunggu lebih awal .


Tampak dari jauh Sekertaris Adi melambaikan tangan, kemudian dengan muka kusut Betrand mendekat lalu melangkah cuek disamping Sekertaris Adi enak aja aku dikacangin gumam Sekertaris Adi yang tertegun melihat wajah Betrand yang kusut


" Mana Nona Bella? " tanyanya mencairkan suasana.


" Diculik! " ketus Betrand melangkah menjauh menuju area parkir.


Sekertaris Adi masih memandang sekeliling area penjemputan untuk memastikan.


" Ngapain kamu! " tanya Betrand yang kesal


" Aku hanya memastikan ." jawab Sekertaris Adi yang masih memandang sekeliling


"Hei... Engga ada Bella, dia diculik! " sahut Betrand menepuk pundak Sekertaris dan melangkah kembali


" Diculik! " ucap Sekertaris Adi mengikuti langkah Betrand dengan cepat.


Betrand sesaat tak banyak bicara sampai dia masuk kedalam mobil. Selama dalam perjalanan Betrand hanya bisa uring-uringan


" Emangnya Bella kemana? " tanya Sekertaris Adi dengan pura-pura bodoh.


" Kan...Udah aku bilang dia diculik, " bentak Betrand


" Iya.. Diculik sama siapa? " tanya Sekertaris Adi yang sedikit menenangkan Betrand


" Bunda... " jawabnya yang dilanjutkan dengan omongan kekesalan


Ya ampun nih nak segitunya ama cewek gumam Sekertaris Adi menggelengkan kepala melihat wajah Betrand yang kusut dari kaca spion


Sesampainya di apartemen


" Eh.. Tuan muda selamat datang... Mana Nona Bella.? " tanya Bi Wina yang melirik kebelakang


" Kenapa sih, tanya dia mulu!" Bentak Betrand dengan yang pergi kesal ke dalam kamar


" Kenapa? " tanya Bi Wina dengan nada pelan


" Nona Bella ikut Nyonya ke Inggris.. " jawab Sekertaris Adi berbisik, Bi Wina hanya bisa menahan senyum melihat prilaku Tuannya yang kembali seperti anak kecil.


Wajah Bi Wina terlihat bahagia, hingga membuat Sekertaris Adi penasaran


" Bi...Kenapa tersenyum? " tanyanya dengan heran


" Bibi hanya bahagia aja melihat Tuan muda kembali seperti dulu." jawab Bi Wina yang melangkah menuju dapur sedangkan Sekertaris Adi semakin penasaran sambil melirik ke arah kamar Betrand, dalam hatinya semakin penasaran, hingga Sekertaris Adi mengikuti Bi Wina ke ruang dapur.

__ADS_1


" Bi... Emang Betrand gitu ya... Sifatnya? " tanya Sekertaris Adi sambil menujuk kearah kamar Betrand yang masih tertutup


Bi Wina semakin lebar senyumannya dengan tangan yang terus memegang piring mempersiapkan makan siang


" Bi ...Benar.. " Sekertaris Adi yang terus mengikuti Bi Wina yang bolak-balik menata piring diatas meja


" Apa sih.. Nak Adi ini penasaran aja. " jawabnya dengan santai


" Bi...Benar.." Sekertaris Adi yang memegang tangan Bi Wina Sambil menatap ke arah kamar dan memperlihatkan senyum bahagia Bi Wina pun duduk dikursi dan menatap Sekertaris Adi


" Dulu waktu Tuan Muda masih kecil, setiap keinginannya tak terpenuhi memang digitu.. " jawab Bi Wina yang masih tersenyum bahagia.


" Kan itu waktu kecil... Sekarang dia udah dewasa, bukannya itu kekanak-kanakan? " sahut Sekertaris Adi yang tak mendengar puas dengan jawaban dari Bi Wina.


" Tapi sifat itu sudah lama hilang, sejak Tuan Muda tidak serumah lagi dengan Tuan dan Nyonya...Nak Adi tau dibandingkan Tuan Muda yang dulu sama yang sekarang ,Bibi lebih suka Tuan Muda yang seperti ini. " ujar Bi Wina dengan santai.


" Kenapa.. Bi.?" tanya Sekertaris Adi yang menyimak perkataan Bi Wina.


" Karena Tuan Muda sekarang menjadi lugu ,imut, menggemaskan dan jujur.. Kalau dibandingkan sebelum bertemu Nona Bella.. Bibi lebih sedih karena tiap hari kalau engga mabuk pasti tengkar dengan Tuan Besar. " ujar Bi Wina yang terlihat seperti menemukan anaknya yang hilang .Bi Wina berdiri kembali ke dapur mempersiapkan menu makan.


Sedangkan Sekertaris Adi hanya melamun memadang kamar Betrand.


Dan tak lama Betrand pun keluar dari kamar, Setelah mandi dengan memakai baju oblong dan celana pendek dia menuju meja makan


" Sudah Tuan.. Sebentar ya.. " jawab Bi Wina sambil membawa semangkuk sayur dan meletakkannya diatas meja


" Adi jangan pulang, makan dulu. " pinta Betrand sambil mengambil sepiring nasi


Sekertaris Adi hanya mengangguk.


Disaat Betrand akan melahap satu sendok nasi dia terdiam dan melepaskan sendok ditangannya.


" Kenapa? " tanya Sekertaris Adi yang terhenti saat ingin melahap


" Kangen... Kangen Bella... Pasti lama disana. " jawab Betrand dengan nada sedih.


Bi Wina yang saat mengerti dengan sifat Betrand pun menghampiri dan duduk di sebelahnya sambil mengusap punggung Betrand lalu berkata


" Tuan...Tenang aja Nona juga pasti kangen sama Tuan...Tuan makan aja dulu nanti kalau Nona Bella tau Tuan engga makan, Nona Bella pasti sedih. " bujuk Bi Wina yang berkata seperti membujuk anak kecil


" Tapi Bi... " sahut Betrand menatap sedih


" Tuan.. Kan bisa akhir minggu ini pergi ke sana sekalian ajak Nona Bella pulang. " ujar Bi Wina menyemangati Betrand


Sejenak Betrand terdiam berpikir dengan mengerutkan alis dan bola mata menatap kearah dinding

__ADS_1


" Adi... Pekerjaan minggu ini padat engga? " tanya Betrand yang mulai serius


Sekertaris Adi pun bergegas mengambil ipad dalam tasnya dan melihat jadwal Betrand selama seminggu kedepan


" Untuk minggu ini tidak ada urjen. " jawab Sekertaris Adi


" Bagus... Berarti aku bisa membereskan sampai hari kamis dan jumat siang aku bisa langsung jemput Bella ke Inggris. " jawabnya dengan semangat


"....Sekertaris Adi tolong jadwalkan pertemuan dengan klien siapa pun yang minggu sekarang pindakan ke minggu depan,dan ingat perubahan jadwal ini jangan sampai orang luar tau.. Okey. " ujar Betrand dengan semangat


Aduh... Mulai dech.. Pasti aku lagi... Aku lagi gumam Sekertaris Adi yang pasrah dan mengangguk mengiyakan perintah Betrand.


Hari itu Betrand mulai semangat lagi dan mulai tak mengeluh sedangkan Sekertaris Adi dan Bi Wina hanya saling pandang melihat kelakuan Betrand yang paling Bi Wina suka, sedangkan Sekertaris Adi mulai mengerti sifat Betrand yang kekanak-kanakan.


*****


Sementara itu di Inggris


Di area penjemputan penumpang sudah menunggu kepala pelayan beserta supir telah siap untuk menyambut kedatangan mereka.


Dengan langkah elegan Pak Arya dan Bu Prisillya mendekati


" Selamat siang Tuan dan Nyonya ,silahkan..." ucap kepala pelayan yang mengikutinya dari belakang.


Selama dalam perjalanan Bella tak banyak bicara hanya tersenyum dan mengangguk mendengar Bu Prisillya yang terus mengobrol karena tau sejak turun dari pesawat Bella terlihat gugup


Tampak dari jauh pagar yang menjulang tinggi tempat apa ini? Apa aku memasuki cerita dongeng atau ini mimpi? atau ini hanya dejavu gumam Bella yang masih terpana dengan keadaan sekitarnya. Sebelum memasuki rumah terlihat hamparan bunga-bungan nan indah dengan para pegawai yang membungkuk hormat, hingga didepan pintu para pelayan sudah berbaris berderet menyambut Pak Arya dan Bu Prisillya


" Selamat datang kembali. " sambut para pelayan dengan membungkuk


Tampak tersenyum, salah satu Sekertaris mendekati Pak Arya


" Siang pak...Selamat datang... " sambut Sekertaris Eko yang mengikuti langkah Pak Arya ke salah satu ruang yang terlihat lebih formal beserta Kak Tio dan Kak Derry.


" Bella kenalkan, Dia Pak Tedi Kepala Pelayan disini. " ucap Bu Prisillya


" Selamat siang....Selamat datang dikediaman Tuan Arya Anggara. " sahut Kepala pelayan dengan membungkuk


" Pak Tedi, ini Bella calon istri Betrand .Untuk beberapa hari Bella akan tinggal disini, tolong layani dia dan antar dia ke kamar tamu disamping kamar Betrand. " Seru Bu Prisillya memberi tugas.


" Baik... Nyonya.. "sahut Kepala Pelayan


" Sayang... Kamu istrahat dulu, nanti kita ketemu diwaktu makan malam. " ucap Bu Prisillya yang masih memegang tangan


" Baik Bunda. " jawab Bella

__ADS_1


__ADS_2