
Hari pun telah terik Bella yang berjalan menuju kantor berharap agar Betrand bisa berubah, dia akui tentang kejadian semalam dia salah, Bella hanya ingin meminta maaf atas tindakannya, tapi sayang tujuannya tak bisa dipenuhi. Sesampainya di kantor sosok suaminya pun tak tampak dengan kecewa Bella kembali ke apartemen dengan harapan bisa membujuknya nanti malam,
Sedangkan Betrand mulai menenangkan hatinya, dalam perjalanan dia hanya memikirkan bahwa dia sangat bangga memilih Bella sebagai istrinya, dengan banyak orang yang begitu menyanyanginya.
Hingga di kantor dengan santai Betrand dengan masuk ke dalam ruang seperti biasa tanpa sadar Betrand duduk di kursi direktur.
" Adi masuk. " ucap Betrand dari balik kantor
" Ya pak, ada apa ?" tanya Sekertaris Adi
" Apa jadwal saya sekarang? " lanjut Betrand bertanya
" Siang ini kosong , Pak. "
" Ya udah, anda boleh kembali. " ujar Betrand memerintah
" Pak, tadi Nona Bella datang kesini bawa nasi kotak. " tunjuk Sekertaris Adi di meja tamu
Betrand yang sedikit kaget menatap kearah meja
" Ya sudah, makasih. " tutur Betrand,
yang kemudian dia menghampiri kotak nasi yang Bella beli di kafe Alex
Betrand: Hallo sayang..
Bella : Papi, tadi Mami kesana Papi engga ada.
jawab Bella dengan nada manja
Betrand : Iya Papi harus ketemu dengan klien.
maaf Mami kesini, Papi engga ada.
Bella : Engga apa-apa
Betrand: Sayang, tunggu aku pulang ya..
ucap Betrand sambil mengecup
Bella : Iya
__ADS_1
Siang itu Bella dengan sabar menunggu Betrand di apartemen untuk mengucapkan kata maaf.
Hari menjelang sore Bella mulai membuat santapan makan malam sebagai tanda permintaan maafnya, Berusaha dia membuat makanan kesukaan Betrand, sore pun menjelang berubah menjadi malam ,Bella mulai harap-harap cemas semoga Betrand pulang tepat waktu, matanya mulai tak tenang sesekali menatap pintu yang tertutup rapat
Pintu pun terbuka dan Betrand mengucapkan salam kepada seisi rumah, mendengar itu Bella mulai terlihat bahagia dengan sigap dia mengambil air hangat lalu segera menyambut Betrand
" Selamat datang. " sambut Bella dengan memasang wajah cantik
" Makasih sayang. " jawab Betrand mengambil segelas air dari tangan Bella
" Papi mau makan dulu atau mandi dulu? " tanya Bella
" Mandi dulu, terlalu gerah hari ini. " jawab singkat Betrand meninggalkan Bella di ruang keluarga
Bella hanya bisa terdiam sedih melihat suaminya yang masih dingin, ingin rasanya Bella menyusul ke dalam kamar tapi dia tak mau memancing emosi Betrand, dengan sabar Bella menunggu di ruang keluarga dengan sesekali menatap kamar, malam itu terasa lama menunggu Betrand keluar dari kamar.
Betrand yang sudah segar segera turun untuk makan malam, mendengar langkah Betrand keluar kamar Bella segera menghidangkan dan menyambut Betrand dengan wajah penuh cinta.
Betrand saat itu hanya terdiam tanpa menanyakan sesuatu hal pun terhadap Bella, sedangkan Bella tak ingin memulai pembicaraan dia takut akan menyinggunya kembali, malam itu semua tampak sepi hingga selesai makan malam Betrand kembali ke meja kerjanya sedangkan Bella merapikan sisa makan malam di atas meja.
Hari semakin malam tapi mereka tak satu pun memulai percakapan, dengan berani Bella mendekati Betrand
" Sayang... Aku mau minta maaf tentang kejadian kemarin... Mami akui... Mami salah.... Mami khilaf kalau Mami adalah perempuan yang bersuami. " ucap tunduk Bella berharap
" Bagaimana kehidupan Mami sebelum kita bertemu? " tanya dengan curiga
" Maksudnya? "
" Bagaimana Mami kenal dengan mereka?" Betrand menegaskan pertanyaannya
Bella mulai bercerita tentang masa lalunya sebelum bertemu dengan Betrand
" Hanya itu... " ucap Betrand menyakinkan
" Iya hanya itu kami semua murni teman dan hanya sebagai kerabat. " jawab Bella
menegaskan perkataannya.
Dengan menunjukan senyum tipisnya Betrand menarik Bella dan merangkul lalu mendudukkannya di pangkuannya.
" Sayang sebenarnya, Papi bahagia bersuamikan Mami, Mami wanita spesial semua menyanyangimu tanpa syarat, semoga Mami selalu istri yang selalu aku banggakan. " ucap Betrand mengecup kening Bella dan menggendongnya ke dalam kamar.
__ADS_1
Semenjak hari itu Bella berusaha merubah diri, memanga benar setiap orang pasti akan melakukan adaptasi dalam suatu keadaan. Begitu juga dengan Bella yang mulai mengadaptasi diri, sekarang dia bukan lagi perempuan yang bebas tapi seorang perempuan yang telah bersuami, Hari-hari Bella berusaha melakukan yang terbaik bagi suaminya.
Begitu pula dengan Betrand, dia mulai melakukan adaptasi, dia paham dia bukan lagi laki-laki lajang yang bisa seenaknya bermain atau berteman dengan siapa saja, tanggung jawabnya pun bertambah bukan hanya untuk diri sendiri tapi dia telah jadi kepala keluarga.
Satu minggu sudah mereka beradaptasi, walaupun masih terasa kaku mereka tetap melakukan secara alami dan menikmati suasana tersebut.
" Sayang, nanti siang aku jemput ingat bawa baju yang dibutuhkan saja." ucap Betrand berpamitan untuk kerja
Bella mengangguk setuju
Hari ini adalah hari mereka untuk berangkat ke Inggris, karena minggu depan akan diadakan pesta pernikahan mereka, sebab itu yang telah ditetapkan , karena ini pesta pernikahan akbar, yang dihadiri seluruh undangan yaitu semua kolega dan kerabat jauh dari keluarga besar Bapak Arya Anggara yang tak bisa hadir pada saat ijab kobul.
Tiba siang hari Betrand menjemput Bella dan Bi Wina yang sudah siap.
" Hanya ini? " tanya Betrand menunjuk dua buah koper
" Iya ini aja. " jawab Bella
Akhirnya merek pun berangkat bergegas ke bandara, setibanya di disana waktu masih lama untuk take off, dengan santai Betrand menjaga Bella, dan Bi Wina memasuki ruang tunggu karena masih tersisa setengah jam lagi untuk berangkat.
Tiba-tiba wajah Bella terlihat pucat, tangannya menahan kepala yang tertunduk
" Kenapa? " tanya Betrand dengan dengan khawatir
" Engga tau pusing ." jawabnya menggelengkan kepala
" Bi, tadi Bella sebelum berangkat makan dulu engga.? " tanya Betrand cemas
" Setahu saya engga Tuan. " jawab Bi Wina yang ikut gelisah
" Mami kebiasaan suka lupa makan, pasti maagnya kambuh. Bi tolong belikan soup dan makan lembut buat Bella. " ujar Betrand yang semakin khawatir
" Baik, Tuan. " sahut Bi Wina yang bergegas pergi ke kantin
Sementara Betrand yang khawatir berusaha menenangkan dengan mengusap-usap perut Bella
" Ini Tuan. " ucap Bi Wina menyodorkan satu kantong kresek makanan
" Sini Papi suapin. " ucap Betrand yang meniup suop krem yang masih panas.
Selama dalam perjalanan di pesawat Bella terlihat tak sehat sesekali mengusap-usap perutnya yang sakit, Hari itu Bella seperti sedang mabuk pesawat, penerbangan hari itu bisa terbilang agak repot Betrand yang biasa tenang mulai merasa gelisah dengan tingkah lalu istrinya.
__ADS_1
Perjalanan terasa semakin lama dan panjang.
Bella tak hentinya memegang kepala dan memegang perutnya, matanya tertutup seakan menahan rasa pusing, sedangkan Betrand terus memijat-mijat kepala Bella dan mengusap-usap perut untuk meringankan rasa pusing yang dirasakan istrinya.