
Ke sore harinya seperti yang telah dijanjikan Salsa dan Yuanita datang berkunjung, saat itu Bella yang sedang asik rebahan di atas sofa menikmati cemilan buatan Bi Wina sambil menonton televisi
" Silahkan masuk " sambut Bi Wina membukakan pintu
" Bella nya ada Bi.. " tanya Salsa dengan sopan
" Ada, " jawab Bi Wina dengan ramah
" Hei, Nyonya apa kabar santai amat? " sapa Yuanita dari ruang keluarga
" Hei, sini-sini. " sambut Bella dengan senang sambil menepuk sofa
" Gimana kabar mu sekarang? " tanya Salsa sambil ikut memakan cemilan
" Baik.. Oh ya gimana kabar dikampus? " tanya Bella
Salsa dan Yuanita hanya bisa diam saling berpandangan karena mereka sudah berjanji sama Betrand engga akan membocorkan kejadian di kampus
" Kenapa kok.. Diam? " tanyanya sekali lagi
" Itu.. Itu.. " ucap Salsa dengan kikuk
" Udahlah aku tau kok.. Kejadian di kampus kalian engga usah menutupinya. " jawab Bella dengan santai
" Dari mana kamu tau? " tanya Yuanita kaget
" Ini. " Bella menunjukkan artikel forum Kampus
" Terus, menurut gimana? " tanya Salsa yang resah
" Tenang aja aku engga apa-apa kok.. Aku percaya Betrand udah berubah, aku yakin dia setia, " jawabnya dengan santai
" Kamu engga cemburu.? "
" Enggak, mereka kan cuman penggemar " jawabnya dengan cuek
" Syukur dech kalau gitu kita tenang. " sahut Yuanita mengusap dada
Dan mereka semua akhirnya larut dalam obrolan ringan, Bella sudah yakin dengan kesetiaan Betrand selama ini.
Malam harinya Salsa dan Yuanita pun berpamitan ,Bella yang saat itu merasa lebih baik dari hari-hari sebelumnya.
Jam telah menunjukkan pukul 10 malam, tapi Betrand tak kunjung datang rasa resah dalam hati Bella menyeruak, prasangka buruk pun terus mengintainya, sesekali dia melihat artikel sekolah akan tetapi dia menyanggahnya dia yakin Betrand tak mungkin mengkhianatinya lagi.
Bella yang berusaha melepaskan berpikiran positif pun terganggu.
kemana nih anak udah malam dia belum juga pulang batin resah Bella.
akhirnya dia berusaha menelepon Betrand berkali-kali tapi sayang tak satu pun panggilannya yang di jawab saat dia merasa putus asa, akhirnya Bella menelepon Sekertaris Adi sambil untuk memastikan keberadaan Betrand
__ADS_1
Bella. : Halo, Sekertaris Adi maaf malam-malam mengganggu
Sekertaris Adi : Halo, ya Nona Bella apa bisa saya bantu?
Bella : Apa Betrand ada dikantor?
Sekertaris Adi : Iya, bapak ada di kantor sedang rapat mungkin sebentar lagi selesai.
Bella: oh gitu ya.. Nanti tolong sampaikan kalau sudah selesai telpon balik.
Sekertaris Adi : Baik , Non.
jawab Sekertaris Adi yang langsung menutupnya
ternyata prasangka ku terlalu buruk, syukur lah dia ada dikantor. gumam Bella dengan tenang.
Sepanjang malam Bella terjaga menunggu kabar darinya tapi sayang hingga dini hari kabar dari Betrand yang kunjung dia dapatkan hingga Bella tertidur di kamarnya.
Pagi harinya Bella yang tersadar bergegas keluar kamar berharap Betrand ada di apartemen
" Bi...Betrand pulang engga tadi malam. ?" tanya Bella menghampiri Bi Wina yang sedang merapihkan ruang keluarga dan menatap ke arah kamar Betrand
" Tuan muda sepertinya engga pulang Non. " jawab Bi Wina yang melanjutkan pekerjaannya lagi.
Dengan penasaran Bella memdekati kamar Betrand berharap dia ada dikamar.
Berarti malam tadi dia engga pulang gumam Bella yang sedih, dia memang berharap Betrand pulang , dia ingin mengatakan bahwa dia percaya dengannya, dia percaya dengan kesetiaannya, tapi sayang kata-kata itu tak bisa terucap,
Ya udah mungkin malam ini dia pulang batin Bella memberi semangat.
Tiga hari sudah Betrand tak pulang hanya Sekertaris Adi yang datang untuk mengambil baju ganti.
" Sekertaris Adi, mana Betrand.? " tanyanya sambil pelenga-pelongo
" Jam segini Bapak ada di kampus. " jawab Sekertaris Adi
Bella pun bergegas menelepon Jojo
" Halo, Jo... Betrand ada? " tanya Bella
" Dia engga ada baru aja pulang, ada apa? " ucap Jojo
" Sudah tiga hari Betrand engga pulang, aku telpon juga dia engga diangkat, tolong bantu aku ,tanya sama Betrand apa masih marah sama aku. " tanya Bella bernada sedih.
" Marah.. Sama kamu, ya... Engga lah dia hanya lagi sedang sibuk aja. Gini aja nanti kalau aku ketemu sama dia, aku suruh hubungi kamu gimana? " Jojo menenangkan Bella
" Ya udah ,makasih. " jawab Bella menutup teleponnya
*//*///
__ADS_1
Sebenarnya saat itu Betrand ada di kampus Jojo berusaha berbohong dengan mengatakan Dia tak ada ditempat.
" Bro.. Apa kamu engga kasihan sama Bella, Kamu dengar sendirikan nadanya sedih gitu, apa kamu mau PHP in dia? " tanya Jojo
" Mana mungkin aku aku PHP istri sendiri." sanggah Betrand
" ...Tenang aja nanti malam aku pastikan pulang, ya udah aku balik kantor dulu, masih banyak yang harus aku kerjakan." pamit Betrand
Jojo dan yang lain hanya bisa menggelengkan kepala dengan apa yang dilakukan Betrand.
Tiba malam hari, Betrand pulang ke apartemen dengan membawa 100 kali pengaduan tentang Bella yang lagi galau.
Malam itu untuk menghibur Bella tak lupa Betrand membawakan buket bunga mawar, bunga kesukaan Bella.
Didepan pintu apartemen hatinya yang berdebar kencang serasa penuh dengan kerinduan yang mendalam.
" Selamat malam. " ucapnya pertama kali saat membuka pintu,
" Tuan muda selamat datang. " sambut Bi Wina dari balik dapur
" Mana Bella Bi.. " tanyanya dengan tatapan mengelilingi ruangan
" Di kamar sepertinya Nona sedih. " jawab Bi Wina dengan pelan sambil menunjuk kearah kamar Bella
Betrand yang tersenyum mengedipkan mata, perlahan dia mendekati kamar Bella untuk mengejutkannya.
Perlahan tapi pasti Betrand membuka pintu kamar Bella dan melihat sang kekasih yang terdiam melamun menatap ponselnya
" Sayang, apa kabar? " sapa Betrand mengejutkan Bella
Bella yang sedang melamun pun tersadar dan menatap asal suara itu berasal wajahnya yang suram berubah cerah dengan senyuman yang merekah, Bella melompat dari ranjang dan berlari memeluk Betrand
" Ya ampun Mami tiga hari engga ketemu jadi berat gini. " ucap Betrand meledek
" Papi...Mami kangen" ucap Bella dalam gendongan Betrand sambil memegang pipi Betrand dengan kedua tangannya
" Papi juga kangen sama Mami. " balas Betrand sambil memberi ciuman kerinduan di bibir Bella
" Kemana aja? Mami takut Papi masih marah ama Mami tentang kejadian itu. " lirih Bella
" Mana mungkin sayang, Papi bisa marah sama Mami.. " balas Betrand sembari menurunkan Bella dan membelai rambutnya
" Terus... Selama tiga hari Papi kemana aja,?" tanyanya
" Tiga hari ini Papi dari kantor lalu ke kampus, dan begitu seterusnya. " jawabnya sembari mengajaknya keluar kamar
" Bohong, kenapa Papi engga pulang. " keluh Bella yang mulai manja
" Beneran, pekerjaan Papi banyak belum lagi tugas kampus, Papi hanya engga mau Mami ikut kecapean temani Papi yang tiap hari begadang. " ucap Betrand yang duduk di sofa keluarga.
__ADS_1