Cowok Playboy Itu Pacar Ku

Cowok Playboy Itu Pacar Ku
Peran Utama


__ADS_3

" Ada apa! " terdengar suara lantang memecah kerumunan mahasiswa yang asik melihat pertarungan gratis


" Kalian ikut saya! " tegas dosen konseling menunjuk kearah Bella dan Silvia


Dengan amarah yang masih diatas ubun-ubun mereka pun mengikuti dosen konseling.


Bella dan Silvia hari itu menjadi buah bibir seluruh kampus seakan mereka adalah peran utama semua mahasiswa menatap kaget dengan keadaan yang berantakan.


Hingga dalam kantor Pak dosen menggebrak meja


" Coba kalian ceritakan semua jangan ada ditutup-tutupi! " ucap dosen


Mereka pun mulai menceritakan semua kejadian walaupun terdapat kata-kata yang mulai menyerangi satu sama lain. Tentu saja karena masih ambang emosi Bella dan Silvia saling tak mau terima ejekan yang akhirnya pertarungan ronde kedua pun hampir terjadi di dalam kantor


" Sudah ! Sudah.!" teriak Dosen yang terdengar sampai keluar kantor


Betrand yang berada di luar kantor semakin khawatir dengan keadaan Bella, dengan terpaksa Betrand masuk dan melihat pak dosen yang tak mampu melerai kedua gadis yang sedang emosi.


"Betrand bagus kamu disini , tolong bantu saya menenangkan gadis penjambak ini. " ucap Dosen menunjuk kearah Bella dan Silvia dan kembali duduk


Betrand dengan berusaha santai menghalangi Bella dengan memeluknya.


" Nona Silvia lebih baik anda pulang dulu biar saya yang menghukum gadis ini. " ujar Dosen dengan lembut dan menatap sinis kearah Bella


Tentu saja Bella tersinggung dengan pilih kasih dosen


" Pak kenapa dia engga dihukum, jelas-jelas dia yang salah ,kok malah aku yang dihukum!" bentak Bella yang tak terima


" Diam kamu kalau kami terus mengoceh saya akan cabut beasiswamu.!" tegas Dosen konseling, seketika itu Bella merasa tak terima dengan perlakuan Dosen


Silvia yang tersenyum dengan menatap sinis puas mendengar hukuman Bella


Tentu saja Silvia bisa bebas berkelakuan semena-mena di dalam kampus karena dia adalah salah satu anak yang berpengaruh di kampus dan salah satu pendonasi dana kampus,


Mendengar itu Betrand pun tak tinggal diam


" Apa saya tak salah dengar Pak. Anda akan meloloskan Silvia dan menghukum istri saya. " ucap Betrand yang tak terima dengan prilaku Dosen


" Maaf, Betrand dia istrimu? " ucap Dosen yang terbelalak kaget


" Iya, Bella ini istriku apa anda tak lihat. " jawab Betrand menunjukan cincin ditangan Bella dan Betrand


" Ya ampun maaf saya tak tau, kapan anda menikah? " tanya Dosen mengalihkan permasalahan


" Dua minggu kemarin. " jawab Betrand dengan penuh percaya diri sedangkan Bella menatap kaget ke wajah Betrand

__ADS_1


waduh bingung juga kalau saya hukum Bella dia akan mencabut donasi beasiswa seluruh kampus, kalau silvia yang dihukum donasi fasilitas kampus ,sial! gumam Dosen


" Ya sudah... Sudah... kalian saya skor satu minggu, Kalian semua keluar dari kantor saya sekarang ." jawab Dosen mengibas-ngibas tangannya dengan menyerah.


" Pak , saya dihukum, kan dia yang mulai !" Silvia terkekeh dengan kebenarannya.


" Apa kamu bilang!" Bella yang masih tegang,


tangan Bella sudah tak terkontrol ingin rasa menjambak kembali mulutnya sampai jontor.


Betrand dengan sigap menghalagi tapi kakinya yang masih bergerak bebas melanyang dan hampir kena di perut Silvia, Betrand yang mulai menahan kesal menggendong Bella keluar dari kantor,


Aksi Betrand mengendong Bella diposisi depan dengan menarik perhatian mahasiswa ,bagaimana tidak Betrand menggendongnya seperti bapak menggendong anaknya.


Sampai di dalam kelas semua sahabat Bella. dan Betrand sudah berkumpul menunggu kedatangan Bella dan Betrand


Diturunkanlah Bella dibangku dan Betrand duduk disampingnya melepas rasa lelah karena saat Bella emosi bebannya terasa lebih berat.


"Viko minta minum. " pinta Betrand


" Nih.. "


Betrand membuka botol minum yang meneguknya hingga tersisa setengah botol lalu diberikan ke Bella


" Minum dulu biar tenang. "ucapnya dengan sabar


Lalu suara tangisan pun pecah dengan keras, Salsa dan yang lain hanya bisa mengusap-usap dan menenangkan Bella


Sedangkan Betrand melepaskan napas panjang dan tertunduk diam.


" Dia duluan yang nampar aku hiks... Hiks. " ucap Bella disela tangisnya.


Betrand pun mengirim pesan melalui chatnya dengan Jojo karena dia tak mau Bella naik darah lagi ( tolong bereskan semuanya cek cctv siapa dalang dari semua ini ) isi pesan.


Jojo pun menggangguk ngerti


" Bella aku pergi dulu ya... Sorry engga bisa lama ada janji. " pamit Jojo


tak lama Lusi datang dan menyapa seisi kelas


" Hai, sorry ganggu sayang yuk...Kita pergi. " ajak Lusi dengan sopan mengajak Steve untuk pergi, melihat itu Yuanita mulai menegang dan langsung membuang muka, Vivian yang melihat keadaan Yuanita memegang erat tangan Yuanita pertanda memberi senyum dan support.


" Bro... Aku duluan " pamit Steve dengan cuek


Bella yang saat teringsak-ingsak sedikit diam karena merasa kasihan dengan keadaannya sahabatnya.

__ADS_1


Setelah semua sahabat Betrand keluar Bella mulai memasang aksi manjanya.


" Sayang kita kerumah sakit yuk.. " ajak lembut Betrand


Bella yang saat merasa sangat dimanjakan mengangguk dan mengangkat kedua tangan kepingin di gendong lagi dengan pasrah Betrand menggendong Bella kembali.


" Besok kalian kalau engga sibuk ke apartemen ya, temenin aku." pinta Bella memelas


" Okey. " jawab kompak sahabatnya


*****


Dalam perjalanan ke rumah sakit Betrand hanya bisa diam menahan rasa kesal dan capek bekas mengendong Bella.


Sedangkan Bella hanya bisa merintih kesakitan dengan muka lebam disekujur tubuhnya


Sebenarnya kejadian Bella berkelahi sudah terjadi dari masa dia SMP , tapi karena itu orang tuanya tak pernah memanjakannya hanya bisa memarahi,, dan luka-luka yang dia peroleh harus diobati oleh dia sendiri.


Tapi sekarang , Bella benar-benar Betrand manjakan, perhatiannya membuat dia layaknya seperti anak kecil dengan nada luka yang dia dapatkan sekarang aja pacarnya mengajak ke rumah sakit untuk berobat dan dari tadi Bella selalu digendong dengan sabar.


" Sayang sakit. " manja Bella memegang pipinya yang lebam


" Maaf.. " ucap Betrand yang sambil menyetir


Mendengar itu rintihan Bella terhenti dan menatap


" Kenapa minta maaf? "tanyanya


" Agar-agar aku kamu sampai begini. Jika aku tau dia akan melakukan pengeroyokan, dari awal aku pasti mencegahnya. " ucap Betrand


yang terhenti tepat didepan rumah sakit


Bella yang tadinya meringis kesakitan hanya bisa terdiam mendengar rasa bersalah dari calon suaminya


" Sayang, aku janji hal ini tak akan terulang lagi. " ucap Betrand memegang pipi Bella dengan lembut dan Bella mengangguk dalam sandaran tangan Betrand.


Mereka memasuki ruang UGD dan dengan cekatan para suster menangani Bella


" Pak apa akan menginap di sini atau pulang? " tanya suster yang berharap mendapatkan uang


" Sayang, gimana mau pulang atau menginap? " tanyannya balik.


" Pulang aja, Mami engga bentah tidur dirumah sakit. " jawab Bella


Mendengar itu suster pun pasrah dan pendapatan keuangannya pun hilang.

__ADS_1


" Ya sudah, saya akan buatkan resep untuk luka lebam dan penghilang rasa sakit juga antibiotik. " ucap Suster melangkah meninggalkan Betrand dan Bella.


__ADS_2