Cowok Playboy Itu Pacar Ku

Cowok Playboy Itu Pacar Ku
Kecelakaan


__ADS_3

Pagi itu mereka berangkat bersama ke kampus, tak ada bedanya dengan hari-hari sebelumnya semua berjalan seperti biasa, hingga diparkiran Jojo dan semuanya sudah menunggu kedatangan Betrand dan Bella,


Sesampainya disana mereka saling menyapa dan....


" Halo... ponakan kecil aja apa kabar.? " tunduk Viko menyapa bayi dalam kandungan Bella


" Baik... " jawab Bella dengan senyuman


" Bella aku boleh pegang ponakanku..? " pinta Jojo


" Engga usah, biar aku wakilkan! " tolak Betrand yang langsung mengelus-elus perut Bella


" Hai semua, lagi apa nih kayak asik banget.. " sapa Vivian yang datang bareng Salsa dan Yuanita


" Oh... lagi nyapa ponakanku.! " tegas Viko


" Ponakan... siapa? " tanya Vivian yang bingung


" Keponakan kita lah..! " jawab sombong Steve


" Siapa? " Vivian yang semakin bingung


Steve menepuk Betrand dengan bangga


" Bella kamu hamil? " tanya Vivian yang terkejut


Dan Bella mengangguk sembari memegang perut, tentu saja Vivian menjerit kaget yang membuat para cowok menutup telinga, kemudian Salsa dan Yuanita yang kaget dan mempercepat jalannya mendekati Vivian.


" Ada apa? "tanyanya


" Bella... Bella hamil anak Betrand " jawab gugup Vivian


" Betul...Bella kamu hamil anak Betrand? " tanya Salsa yang seakan tak percaya


" Ya.. Iyalah anakku masa anak orang lain, Bella kan istriku. " ucap Betrand dengan bangga


Bella yang dipeluk oleh sahabatnya seraya mengucapkan selamat


" Betrand, kamu tenang aja selama di kampus kita akan jaga keponakanku tercinta. " ucap bangga Yuanita lalu memegang perut Bella


" Betrand.. Liat Yuanita aja boleh pegang Keponakan kita... masa kita engga boleh. " ujar Jojo yang sirik

__ADS_1


Akhirnya mereka tertawa larut dalam kebahagiaan


Dikampus mereka berjalan bersama yang bahagia ini adalah Hari-hari terakhir mereka berkumpul, karena hari Wisuda pun tinggal menunggu hari.


Didalam kelas Pak Bimo mengumumkan untuk mengadakan pegelaran treatrikal sebagai pertunjukan terakhir mereka di fakultas seni.


Semua tampak bersemangat dan menyanggupi acara tersebut dan sibuk berlatih dengan judul yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu.


Hingga dua hari ke depan semua mahasiswa berlatih dengan sungguh-sungguh


Bella yang saat itu sedang hamil pun merasa bersemangat hingga di sore hari,


Bella tampak lelah Badannya terasa remuk,


Berbaring adalah hal yang sangat dia impikan, setelah mandi dan menyantap malam makan, dia langsung mewujudkan impiannya ,


malam itu terasa nikmat tak seperti biasa ranjang itu terasa nyaman, empuk dan lembut baginya seperti berbaring diatas awan,


Sedangkan Betrand yang sudah mulai terbiasa dengan prilaku Bella yang mulai meninggalkan Betrand sendirian di ruang keluarga, Betrand malah lebih fokus dengan pekerjaannya ketimbang memikirkan hal-hal yang negatif.


Malam itu menunjukkan pukul 11 malam setelah Betrand selesai bekerja, dengan maksud akan beristirahat, Bella yang sudah tertidur menunjukkan wajah meringisnya,


tapi Bella tak menjawab mata terus memejam, mungkin dia terlalu lelah gumam Betrand yang dilanjutkan tidur dengan memeluk Bella.


**×***/*/


Pagi harinya Betrand yang bangun lebih awal sengaja engga membangunkan Bella yang terlihat sangat lelah ,perlahan Betrand bangun lalu keluar kamar untuk sarapan


" Bi.... Bella masih tidur, jangan bangunkannya.. Kasihan kecapean, nanti kalau dia bangun jangan suruh dia ke kampus ya... " tutur Betrand yang khawatir


" Baik Tuan... " ucap Bi Wina menyanggupi


Betrand akhirnya meninggalkan Bella untuk bekerja


Tepat jam 10 pagi Bella yang lelah pun bangun dengan mata yang masih mengantuk Bella menatap jam, alangkah terkejut dia setelah melihat jam


ya ampun aku kesiangan ucap batin Bella dengan cepat dia berlari ke kamar mandi untuk segera pergi ke kampus.


Dengan cepat cepat Bella berdandan dan merapihkan diri, lalu bergegas keluar kamar tapi sewaktu menuruni anak tangga rumah tiba-tiba perutnya terasa sakit aduh...Sakit.. Bella meringis kesakitan lalu jatuh dari anak tangga terakhir dan menjerit.


Sontak Bi Wina yang sedang mencuci baju berlari menghampiri Bella yang sudah duduk dilantai

__ADS_1


" Nona... Kenapa? " ucap Bi Wina


" Bi...Sakit... Sakit. " jawabnya yang meringis kesakitan memegang perut


" Sini Bibi bantu bangun. " peluk Bi Wina membangunkan Bella yang kebetulan saat memakai celana putih, ketika Bi Wina melirik alangkah terkejutnya dia melihat celana yang dipakai Bella terlihat bercak darah.


Bella yang meringis kesakitan tak kuat menahan untuk berdiri dengan sigap Bi Wina menelpon ambulans, dalam waktu setengah jam ambulans datang dan membawa Bella ke rumah sakit.


Sepanjang jalan Bi Wina berusaha berkali-kali menelepon Betrand tapi alhasil tak satu panggilannya Betrand jawab karena saat Betrand sedang melakukan rapat penting.


Sesampainya dirumah sakit Dokter pun dengan cepat menolong Bella yang meringis kesakitan, tak butuh waktu yang tak lama Bella pun akhirnya tertidur setelah dokter memberinya obat menenang dan obat penghilang sakit.


Sementara Betrand yang sedang rapat mulai menunjukkan wajah kesal dengan suara ponsel yang terus bergetar, dengan nada kesal Betrand mengangkat panggilan tapi sayang panggilan itu tak terangkat, sekali lagi ponsel itupun berbunyi tapi kali ini hanya berupa pesan singkat dengan raut wajah yang sudah kesal Betrand membuka pesan singkat


(Tuan... Nona.. dirumah sakit tadi terjatuh dan sekarang pendarahan. )


Dengan terkejut Betrand pergi tanpa pamit dia berlari keluar dari ruang rapat sambil memanggil Sekertaris Adi


" Adi cepat bawa saya ke rumah sakit Bella pendarahan, tolong bilang ke asisten Tia handel semua urusanku hari ini? " ucap gugup Betrand


Sekertaris Adi dengan cepat melangkah mengambil mobil dan mempercepat lajunya menuju rumah sakit.


Sesampainya disana tanpa pikir panjang Betrand lari meninggalkan Sekertaris Adi yang masih di dalam mobil


" Suster UGD disebelah mana? "


" Bapak lurus saja belok kanan. " jawab Suster


Dengan melangkah cepat Betrand mencari keberadaan Bella, sesampainya di UGD langkah Betrand terhenti air mata tiba-tiba menetes takala melihat istrinya yang terkujur lemah dengan tangan di infus.


" Bi... Bella kenapa? " tanyanya dengan lemas


" Maaf... Maafkan Bibi tak menjaga Nona dengan baik, Nona tadi mengalami pendarahan. " ucap Bi Wina dengan nada menyesal


" Bi... Tolong jaga Bella saya mau bertemu dengan dokter. " ucap Betrand yang lalu pergi keruang Dokter kepercayaan yang telah ditunjuk oleh keluarga besarnya.


" Siang Dokter. " sapa Betrand membuka pintu


" Betrand.. masuk. " jawab Dokter


" Gimana kabar Bella. " tanyanya dengan sedih.

__ADS_1


__ADS_2