Cowok Playboy Itu Pacar Ku

Cowok Playboy Itu Pacar Ku
Cincin pasangan


__ADS_3

"Bella udah malu... Malu ?" Salsa membantu menahan emosi Bella


" Apa mau kamu... Ayo dimana!" ucap Bella dengan wajah yang merah padam


" Sayang udah. " ucap Betrand menahan memegang dada Bella


" Apa udah! Kamu suka dicium dia! " bentak Bella menatap Betrand yang penuh amarah.


" Bukan... Gitu sayang. " sahut Betrand memeluk Bella


" Dasar kalian! " tunjuk Bella menghempaskan tangan Betrand dan pergi dengan kesal


Sementara Betrand menujuk benci tepat diwajah Silvia dan pergi menyusul Bella yang diikuti oleh semua sahabat.


Betrand berlari mengejar Bella dengan langkah cepat, hingga tepat didepan mobil, Betrand menarik tangan Bella dan memeluknya


" Tenang... Tenang sayang. " ucapnya mendekap kuat pelukan Bella.


Bella yang masih diam dengan napas yang tak beraturan dan tatapan marah.


" Tenang... Tenang. " ucapnya berkali-kali sambil mencium kening Bella menenangkannya


Tangan Bella yang masih mengepal di pegang dan ditempatkan dipinggang Betrand.


Hari itu kemarahan Bella sudah sampai di puncaknya andaikata tak ada yang menghalanginya tadi perkelahian antara Bella dan Silvia tak mungkin bisa dihindarkan.


10 menit berlalu Betrand tetap memeluk erat Bella, setelah merasa tenang Betrand memegang pipi Bella dengan kedua tangannya.


" Kita pulang yuk.. " tatap lembut Betrand


Bella hanya bisa mengangguk


Selama dalam perjalanan sampai di lobby apartemen Bella hanya bisa diam dengan cuek Bella melangkah sendiri hingga didalam apartemen Bella memasuki kamar dengan membantingkan pintu, Bi Wina terkejut melihat majikannya yang terlihat emosi.


" Tuan, ada apa dengan nona? " tanya Bi Wina yang khawatir


" Tadi dikampus Bella mendapatkan sedikit masalah. " jawab Betrand menghela napas dan pergi ke kamar untuk berganti baju.


Tak butuh waktu lama untuk Betrand berganti baju. setelah dia berpakaian santai Betrand segera turun, dia tak mau Bella curiga jika dia tak ada


Kemudian sambil menunggu Bella keluar dari kamar , dia melanjutkan membuka email-email pekerjaan kantor yang sedikit tertinggal.


Sekertaris Adi : Halo.. kamu hari ini akan ke kantor?


Betrand : Hari ini aku engga akan ke kantor, Aku engga bisa meninggalkan Bella sendirian di apartemen


Sekertaris Adi : Apa Nona Bella sakit?

__ADS_1


Betrand : Engga, hanya emosinya sedang tak stabil. Kalau ada perkerjaan tolong kirim lewat email dan jika butuh tanda tangan besok sebelum kamu ke kantor bawa kemari.


Sekertaris Adi : Okey.


Satu jam sudah Bella dikamar ingin rasanya Betrand masuk dan menenangkannya, tapi niat terkurung dia takut emosi Bella akan meledak-ledak lagi.


Dua jam telah berlalu Bella mulai membuka pintu kamar dengan keadaan kacau dan rambut yang acak-acakan, dia seperti tak perduli jika Betrand memperhatikan dibalik meja kerjanya


Hingga Bella berdiri tepat didepan dispenser dengan mata yang bengkak Bella meminum segelas air dingin dan kembali duduk di sofa untuk menonton televisi, Betrand terus memperhatikannya, dengan berhati-hati Betrand mendekati dan duduk disamping Bella yang sedang asik memainkan remote televisi mengacak-acak channel


" Sayang, kamu lapar? " tanya Betrand pertama kali


Bella tak bicara hanya mengangguk


" Mau makan apa biar Bi Wina siapin? mau makan dirumah atau mau makan diluar? " tanya Betrand kedua kali


Bella sambil duduk bersila menatap tajam kewajah Betrand


" Ada apa? " tanya Betrand dengan cemas


" Ciuman tadi ide siapa kamu atau dia! " tanya Bella dengan tegas


" Jujur aku engga tau dia bakalan menciumku, semua hanya kebetulan. " ucap Betrand berusaha menyakinkan


" Cih..! " Bella seakan tak percaya dengan apa yang Betrand katakan


" ...Okey. "


Bella sejenak terdiam ingin rasanya ia menolak ajakan Betrand tapi apa daya pendemo dalam perutnya berbunyi membuat harga diri menjadi turun dalam waktu seperdetik.


" Ya sudah, Sayang mandi dulu dandan yang cantik kita berangkat sekarang ya.. " ucap Betrand memasang senyum lembutnya.


Bella yang masih terdiam angkuh tak memperdulikan kata-kata ajak Betrand , lalu pendemo itu berunjuk rasa lagi sebenarnya ia ingin sekali ribut dengan suara orkestranya tapi lagi-lagi suara itu berbunyi bahkan terdengar lebih keras.


Betrand dengan senyum memegang perut Bella


" Ayo kita makan, aku engga mau kalau Mami sampai sakit, ya.. Sayang"


Dengan terpaksa Bella menuruti kehendak Betrand, kembali ke kamar untuk mandi dan berdandan.


15 menit berlalu Betrand pun sudah siap menunggu di sofa.


Dan Bella akhirnya keluar kamarnya, sore itu


Bella yang berdandan cuek hatinya tak mendukung untuk tampil cantik maksimal di depan Betrand


"Bi.. Kita pergi dulu, Bibi engga usah masak, kita malam ini kita makan diluar. " ucap Betrand sembari pamit sedangkan Bella hanya terdiam mengikuti langkah betrand Betrand keluar apartemen

__ADS_1


Bi Wina yang melihatnya merasa sedih, tak biasa Bella bersikap dingin dan dia tak berani mencampuri urusan majikannya.


" Sayang, kamu mau makan apa? " tanya Betrand sambil menyetir mobil


" Terserah dech yang penting kenyang. " jawabnya dengan nada yang masih sinis


Akhirnya mereka berdua mampir di kedai pinggir jalan yang menjual sop kambing.


Bella yang masih terdiam duduk tak ada satu pun kata yang terucap dari mulutnya,


Sore itu Bella seperti bom yang bisa meledak kapan pun dan dimana pun.


Dengan hati-hati Betrand melayaninya.


Setelah selesai makan mereka pun lanjut ke sebuah mall


" Mau apa kesini? " ketus Bella


" Aku mau ajak kamu kesuatu tempat. " jawab Betrand membantu membukakan pintu mobil dan memegang tangan Bella.


Mereka berjalan menyusuri satu demi satu toko yang asik menjajakan pakaian-pakaiannya di makenin bermerk ternama, hingga sampailah mereka di toko perhiasan, Betrand memperlihatkan satu persatu perhiasan yang dijajakan


" Malam, Pak bisa saya bantu? " sapa pramusaji


" Saya mau beli cincin pasangan. " jawabnya dengan mata yang masih menatap perhiasan


" Boleh saya tau buat pernikahan atau pertunangan. "


" Dua-duanya. " jawabnya singkat


Pramusaji itu pun dengan luwes melayani mereka menunjukan berbagi macam dan jenis cincin


" Buat apa, beli cincin? " tanya Bella dengan nada rendah


" Sayang aku beli untuk mengikat aku dan kamu. "


" Aku sudah punya dua cincin. " ucap Bella menunjukkan dua cincin cantik di kedua jari manisnya, hasil Betrand melamarnya selama dua kali


" Itu belum cukup, yang ini untuk mengikat aku agar tetap disampingmu. " jawab Betrand menyematkan cincin ketiganya dijari tengah


Betrand menyodorkan tangannya agar Bella mau menyematkan di jari manisnya, Bella mengikuti keinginan Betrand dengan menahan senyumnya


" Sekarang semua orang tau dan memandang kita seperti suami-istri ,juga seluruh gadis-gadis penggemarku akan tau sudah tidak ada kesempatan untuknya menggantikan kamu. " ujar Betrand memeluk dan mencium kening Bella


Seketika itu hati Bella merasa tenteram bukan karena cincin yang sudah terpasang di jari-jemarinya tapi keinginan Betrand yang sudah mulai berubah.


Hai para pembaca , terima kasih sudah setia dan mendukung novel ini. Sekarang author sudah menambahkan gambar visual pemeran Cowok playboy itu pacar ku, semoga kalian suka. 😀😀

__ADS_1


__ADS_2