
"Bella, kamu baik-baik aja? " tanya Riko dengan memandang Bella yang sedikit pucat
" Aku baik-baik aja. " jawabnya sedikit tertunduk
Bella jujur padaku sekarang, aku akan membantu menjauh darinya gumam Riko menatap lembut Bella
" A-aku mau ke toilet dulu. " pamit Bella bergegas pergi
sontak para pria berdiri
" Sayang, mau aku temani? " Betrand menawarkan diri
" Engga usah aku bisa sendiri. " jawabnya
Setelah Bella pergi
" Seperti Bella sedang sakit.? " sindir Riko
" Dia hanya lelah. "
" Bagaimana kalau saya bawa dia ke rumah sakit. " ucap Riko menawarkan diri, berharap dapat menarik Bella dari tangan Betrand
" Engga usah repot-repot, tadi kita udah dari sana. " tegas Betrand
" Aku tau kalian sudah putus, saya harap kamu mau melepaskan dia, saya lihat dia engga bahagia denganmu. " Riko memberi sedikit ancaman
" Jangan banyak berandai-andai , kamu tau tidak ada kesempatan untukmu merebut Bella dariku. " sekali lagi Betrand menegaskan statusnya
Sementara itu di dalam toilet Bella terdiam
apa yang harus aku lakukan, aku ingin sekali pergi dengan Riko tapi keegoisanku telah Betrand rebut, tapi jika aku menurut dengan Betrand ,apa dia benar-benar bisa berubah?
Ya Allah, apa yang harus aku lakukan,
batin Bella bergemit dengan resah
Sesudah Bella selesai tepat didepan bangku resto dia menatap kedua pria berdiri menyambutnya dengan menyodorkan tangannya masing-masing
Bella peganglah tanganku, aku akan buat mu lebih bahagia lagi ,akan aku buat aku melupakannya gumam Riko dalam senyumnya
Bella sayang kembalilah padaku, aku janji akan buatmu permaisuri di duniaku gumam Betrand
Apa yang harus aku lakukan tatap Bella memandang kedua pria yang sama-sama mencintainya.
Akhirnya Bella memutuskan memengang tangan Betrand.. Dengan senyum bahagia Betrand menyambutnya dan mempersilahkan Bella duduk disebelahnya.
sedangkan Riko mengepal tangannya dengan kecewa.
" Betrand aku ingin pulang." pinta Bella dengan nada pelan
" Baik... Riko kita pulang dulu. " pamit Betrand memeluk Bella keluar dari restoran
Didalam mobil Betrand memegang erat kedua tangan Bella seraya berkata
" Sayang terima kasih udah memilihku, sejujurnya aku takut kamu memilihnya dan meninggalkan ku, sungguh kejadian tadi begitu mengerikan jika kamu memilihnya." lirih Betrand
" Aku memilihmu hanya ingin memberikan kesempatan terakhir, jika saja dimasa depan kejadian kemarin terulang lagi.. Jangan keegoisanku yang kau rebut andaikata aku hamil pun kamu tak pantas menerima pengampunanku. "ancam Bella
" Terima kasih.. Terima kasih sayang, aku pastikan kejadian kemarin tak akan terulang lagi. " jawab bahagia Betrand sambil terus mencium punggung tangan Bella.
Selama dalan perjalanan Betrand tak hentinya menunjukkan senyuman merekahnya.
dengan sesekali mencium tangan Bella.
Sedangkan Riko masih tetap diam dalam resto pandangan kosong
Bella apa kamu tak yakin kalau aku akan membahagiakanmu, berkali-kali dia mengecewakanmu, kenapa kamu tetap bertahan dengannya. gumam Riko menatap photo kebersamaannya dengan Bella.
__ADS_1
Malam hari di apartemen
Bella yang saat itu sedang asik menonton televisi
" Sayang aku udah siapkan makan malam, kita makan dulu. " ajak Betrand
Bella hanya mengangguk dan menurut, Malam itu Betrand melanyaninya dengan baik
" Sayang besok kita ke rumah Papah ya... " ucap Betrand
" Ada apa? "tanya Bella
" Kita percepatan pernikahan kita, aku engga mau kalau nanti kamu hamil dalam kondisi kita belum nikah. " ucap Betrand
bener juga kalau aku hamil pasti jadi aib buat kedua orangtuaku
" Okey besok kita pulang, tapi aku ingin bertemu dengan wanita malammu. " tegas Bella
" Wanita malamku siapa? "
" Wanita yang sudah kamu tiduri. " sindir Bella
" Sayang, aku engga pernah meniduri dia. " bantahnya
" Boleh aku ketemu dengannya? "
" Buat apa?"
" Hanya untuk memastikan tindakannya dan tindakanmu. " ucap Bella menatap tajam
" Baik... Terserah... Apa mau kamu, kalau gitu sekalian aja sebelum kita berangkat, kita mampir dulu ke kantor polisi. " jawab Betrand
Setelah mereka menyantap santapan malam
Bella kembali ke sofa untuk menonton lagi Sedangkan Betrand dari belakang merasakan hal aneh dalam dirinya.
Betrand mendekat dan memeluk Bella
" Kamu kenapa...Ayo kita ke kamar ? " Bella yang mulai sedikit khawatir
Bella pun menidurkannya ,saat Bella akan bangun badannya tertahan dengan kedua tangan Betrand yang melintang di punggung Bella
" Bantu aku... " ucap nya dengan sedikit mendesah
" Apa"
Kemudian tanpa ragu lagi Betrand menidurkan Bella dan menindihnya kembali
" Adikku tadi berontak, aku engga bisa menjinakkannya, bantu aku menjinakkan adikku. " ucap Betrand lalu, dia beraksi kembali
Bella yang sudah mulai terbiasa seakan terhipnotis dengan aksi gerilyanya,matanya terpejam takala Betrand menjamah dirinya
kali ini aksi Betrand seperti membubuhkan narkotik yang membuat Bella menjadi ketagihan.
Keesokannya
Bella dan Betrand telah siap untuk pulang ke rumah Papah dan Mamah, sebelum itu mereka mampir sejenak untuk menginterogasi wanita malam di kepolisian
Sesampainya disana
"Kamu jangan ikut aku masuk tunggu aja sebentar disini." ucap Bella dengan tegas.
Betrand hanya bisa menganggukkan kepalanya
Didalam penjara, sekali lagi Bella bertemu dengan wanita yang membuat dia membenci calon suami sendiri
" Apa kabar? " tanyanya dengan sinis
__ADS_1
" Baik,Nyonya. "
" Aku engga akan bertele-tele... Hanya satu yang akan aku tanyakan, siapa dalang dari semua ini, siapa yang menyuruhmu melakukan ini! " tanya kejamnya
" Dia Phoniex." jawabnya dengan sedikit menyesal
" Phoniex... Siapa dia? "
" Aku engga tau, diklub semua orang memanggilnya Phoniex. Nyonya... saya minta maaf atas kejadian kemarin, andaikata semuanya akan berakhir begini tawaran Phoniex tidak akan aku ambil. " ucapnya dengan menyesal
" Berapa kamu mendapatkan uang dari dia? "
" Dua juta. "
" Okey, aku hanya bisa kasih saran jangan kamu berbuat seperti itu lagi ." ucapnya lalu pergi meninggalkan wanita malam
Diluar kantor polisi Betrand mendekat dengan wajah khawatir
" Kamu engga apa-apa? " tanyanya memegang erat tangan Bella yang dingin.
Bella hanya menggelengkan kepalanya
" Betrand kamu kenal dengan Phoniex? " tanya Bella
sejenak Betrand diam seribu bahasa
" Kenapa diam, kamu kenal ? " tanyanya sekali lagi
" Kenal. "
" Siapa? "
" Silvia. "
" Silvia! Kamu tau masalah ini dari awal? " ucap Bella yang kaget mendengarnya
Betrand mengangguk
" Kenapa kamu engga bilang dari awal! " lanjut Bella dengan kesal
" Sebenarnya aku ingin memberitahukanmu, sepertinya kemarin Mami masih kesal dari aku urungkan untuk menceritakannya. Maaf semuanya kesalahanku. " tutur Betrand
" Kamu udah urus si Phoniex itu? " tanya Bella
" Sudah. "
Selama dalam perjalanan Betrand pun mulai menceritakan kejadiannya
Kemudian mereka berangkat ke rumah Pak Indra dan Bu Tina
Beberapa meter menuju ke rumah
" Pak Supir berhenti sebentar? " ucap Bella manahan mobilnya
" Ada apa? "
" Apa kamu yakin mau datang ke rumah orang tua ku setelah apa yang terjadi ?" tanya Bella menyakinkan Betrand
" Tenang aja, laki-laki berani berbuat berani bertanggung jawab. " jawabnya dengan tersenyum mencubit manja dagu Bella
" Pak supir Ayo jalan lagi. " ucap Betrand
Sesampainya didepan rumah
Sejenak Betrand terdiam kenangan kelam saat dia diusir dan dipukuli Ciko dalam keadaan marah masih membekas dalam ingatannya.
" Kenapa..? " tanya Bella yang lebih dulu
__ADS_1
Betrand menggelengkan kepala seraya berkata " Engga.. Engga apa-apa. "
Betrand mulai menarik napas panjang tangannya sedikit mengepal memberanikan diri kembali untuk bertemu kedua orangtua Bella.