
Di perusahaan
Betrand dan Bella seperti biasa memasuki kantor bersama, tepat diatas meja Bella terdapat satu batang coklat silverqueen besar berhiaskan pita berwarna pink, yang kebetulan Betrand tak melihatnya
Begitu Bella duduk dia mengambil dan membuka kartu yang menempel diantara pita
**pagi semoga harimu menyenangkan dan mendapatkan hari yang manis semanis coklat ini.
dari Leo**
Isi tulisan didalam kartu
lebih baik aku kasihkan aja ke asisten Tia daripada jadi masalah gumam Bella yang berdiri mendekati Asisten Tia
" Mbak ini aku punya coklat untuk ,Mbak aja." ucapnya
" Kenapa? "
" Aku bawa banyak. " cakap Bella berbohong
" Ya udah... Makasihnya. " sahut Asisten Tia menerimanya.
Betrand yang melihat dari balik jendela, dia saat itu tak curiga dengan hal yang terjadi.
Hari semua bekerja seperti biasa tidak ada hal yang membuat Betrand dan Bella saling curiga, hingga di siang hari saat Bella sedang pergi ke bagian pemasaran dan seorang kurir mendatangi kantor Betrand
" Siang pak.. " sapa kurir bunga
" Ya " ucap Sekertaris Adi
" Silahkan anda tanda tangan disini. " sahut kurir menunjukkan surat jalan yang perlu ditanda tangani.
" Terima kasih " ucap kurir dan kemudian pergi.
Betrand yang saat itu berjalan di depan ruang rapat bersama stafnya yang sedang membicarakan pekerjaaan terhenti melihat buket bunga du meja Bella
" Sekertaris Adi, dari siapa? " tanyanya
" Belum saya liat, pak. " jawab Sekertaris Adi
Betrand pun mengambil buket itu dan membaca kartu yang ada didalamnya.
**semoga bunga ini menjadi inspirasi mu dan cantik seperti mawar ini
salam rindu
Riko**
Betrand yang mulai cemburu meremas kartu dan menyuruh Sekertaris Adi untuk membuangnya.
Didalam kantor Betrand yang mulai tidak fokus dalam bekerja mata menatap tajam kearah meja Bella ,yang belum datang.
Dari jauh dengan santai Bella berjalan seperti tak terjadi apa-apa.
" Adi...suruh Bella masuk. " ucapnya dengan tegas
" Baik pak... "
Betrand yang memandang dari balik jendela melihat Sekertaris Adi menunjuk Bella masuk kedalam kantor, Bella pun terlihat tersenyum manis dan mengangguk cih seneng banget gumamnya
Tok.. Tok..Tok..
__ADS_1
" Masuk" cakap Betrand yang pura-pura membaca file.
" Papi panggil Mami. " sapanya dengan tersenyum
Betrand menegakkan kepala dan menutup tirai jendela
" Ada apa kangennya? " ucap manja Bella merangkul Betrand
Tapi Betrand dengan angkuh melepaskannya
" Ada apa? " tanya Bella heran
" Berapa kali Mami ketemu dengan Riko?" tanya Betrand menatap tajam
" Riko... Riko mana? " tanyanya kembali.
" Riko dari perusahaan SF. " ucap Betrand dengan nada cemburu
Sejenak Bella berpikir
" Yang pertama waktu kita ketemu di kafe itu... Dan yang kedua waktu dia datang ke kantor, emangnya kenapa? "
" Bener engga pernah Mami ketemu di belakang Papi.? " tanya Betrand yang masih engga percaya
" Iya..Ada apa? " tanya Bella yang masih penasaran
" Ikut aku... " ucap Betrand memegang tangan Bella dan masuk kedalam kamar
" Ada apa? " tanya Bella yang makin penasaran
Betrand langsung menciumnya dengan bergairah dan mendorongnya ke atas ranjang Bella hanya terdiam melihat Betrand yang begitu bernafsu mencium Bella dengan dengan tangan membuka kancing baju dan tanpa basa-basi berpetualang di salah satu gunung kembar Bella.
" Ada apa sayang? " tanya Bella menghentikan ciuman Betrand dan memegang pipi Betrand
".....Selingkuh.. Ya engga mungkinlah. " sahutnya yang mencium manis
" .....percaya dech engga ada dalam kamusku kata berselingkuh. " ucap Bella menyakinkan Betrand
Betrand pun bangun dan duduk disamping Bella merapikan bajunya yang berantakan begitu juga dengan Bella.
" Liat aja... Kalau Mami selingkuh." ucapnya memegang dagu Bella
" Mau apa? " tanya Bella yang manja
" Papi bakalan ngelakukan apa yang di luar pikiran Mami." ucap Betrand mengancam.
dan pergi keluar kamar kembali ke meja kerjanya sedangkan Bella terdiam melihat Betrand dengan mata yang menatap tajam kepada dirinya.
" Papi... Mami keluar dulu. " ucapnya pamit
" Iya.. " sahut Betrand dengan cuek
" Papi jangan marah... Senyum dong... " cakap Bella merangkul Betrand
" Iya... " jawab Betrand dengan senyum terpaksa. Dan Bella mencium pipi Betrand lalu keluar dari kantor.
Kejadian itu terus terjadi selama Tiga hari berturut-turut hingga kejadian Leo memberi coklat pun Betrand mengetahuinya, tentu saja Betrand mulai kurang mempercayai kesetiaan Bella saat itu. Walaupun Bella menyakinkannya tetap saja Betrand tak percaya hingga pertengkaran diantara mereka pun sering terjadi, Bella yang terus bersedih di setiap malam , merasa bingung harus berbuat apa lagi agar Betrand mempercayainya.
Sedangkan Betrand mulai pergi ke Klub Zero untuk melampiaskan rasa amarahnya.
" Betrand udah empat hari kamu pulang kerja langsung kesini sebenarnya ada apa? " tanya Steve
__ADS_1
"Bella selingkuh tapi dia engga jujur. " ucao Betrand yang menegak minuman
" Bella selingkuh... Engga mungkin. " jawab Jojo yang tidak percaya
" Tiap hari dimeja Bella pasti ada coklat dan buket bunga. " cakap Betrand
" Dari siapa? "tanya Viko
" Loe dan Riko. " sahut Betrand
Jojo tersenyum " Sebentar.... Sebentar Bella yang selingkuh apa ada yang hanya mengaguminya yang membuat kamu cemburu. " cakap Jojo
Betrand hanya terdiam
" Kenapa kamu engga nyuruh Bella jangan kerja aja... Kan gampang... Lagian mereka engga tau apartemenmu ,jadi kalau mereka kirim sesuatu ke apartemenmu baru kamu boleh curiga. " cakap viko memberi ide
sejenak Betrand mempertimbangkannya.
Keesokannya Betrand yang terbangun lebih pagi dan bersiap itu berangkat. Di ruang makan terlihat Bella sibuk menyajikan sarapan sebelum berangkat kerja
" Eh... Papi udah bangun, makan dulu... Baru aja Mami mau ke kamar bangunin Papi. " ucapnya
Betrand yang langsung duduk dimeja makan tanpa mengatakan sesuatu, dengan cekatan Bella melanyani Betrand layaknya seorang istri
" Makan.. " sahut Bella yang duduk disamping Betrand
" Hari ini Mami jangan ke kantor. " ucap Betrand dengan lugas
" Kenapa? "
" Mulai hari ini dan selanjutnya Mami engga usah pergi lagi ke kantor. "
" Terus gimana dengan KKN Mami. " tanyanya
" Semuanya udah Papi serahin ama Asisten Tia, dia yang akan urus KKN Mami nanti kalau semuanya udah beres Mami tinggal buat laporan aja ke kampus. "
" Kenapa Papi mengatur Mami.. Selalu mengatur ini.. Mengatur itu. " ucap Bella yang kesal
" Oh... Jadi Mami ingin cari perhatan si Leo dan Riko itu! " Betrand yang bersuara lantang
" Mami bilang...Mami engga tau apa-apa, masa Papi engga percaya.!" ucap Bella yang kesal dan meninggalkan meja makan.
Betrand pun menghampiri Bella yang duduk di sofa televisi
" Mami...Kita mau nikah aku engga mau semua berantakan dengan adanya pihak ketiga. " ucap Betrand menjelaskan
" Mami tau tapi tolong jangan gini. " ucapnya dengan kesal
" Mami...Papi cemburu... Sangat cemburu kalau ada yang suka dengan Mami... Papi takut Mami pergi dari Papi.. Jadi tolong nurut ama Papi ya.. " ucap Betrand memeluk Bella
" Terus apa kerjaan Mami disini.. Papi udah larang Mami kerja di kantor dan dikafe, terus Mami harus kerja apa? " ucap Bella yang memelas
" Mami bisa belajar menjadi istri yang baik dirumah menjaga apartemen ini. "
" Tapi Mami butuh uang untuk simpanan Mami, buat kirim uang di rumah, buat bayar kuliah. " ucap Bella yang memohon
Betrand mengeluarkan kartu kredit dalam dompetnya
" Kalau Mami butuh sesuatu pakai aja ini " ucap Betrand memberikan kartu kredit ketangan Bella
" Betrand... Aku suka dan sayang sama kamu bukan karena uang kamu,, Aku juga bisa berusaha sendiri. " ucap Bella mengembalikan kartu
__ADS_1
" Bella.. Sayang kamu adalah calon istriku, wajar kalau aku ingin menyenangi istri, jadi diam dirumah biar aku yang kerja ya... " ucapnya sembari mencium kening Bella dan pergi ke kantor