
Betrand yang masih tertahan didalam kelas sudah mulai kesal dengan sikap manja para mantannya.
" Silvia, Victoria udah lepas! " kesal Betrand makin bertambah saat para mantanya enggan melepaskan
" Kenapa, bukannya ini yang kamu suka. " Silvia yang mencoba menggoda
" Udah. Kamu mau ketemu dengan Pak Rizky dulu. " ucap Betrand
" Jadi kalau udah ketemu dengan Pak Rizky kita boleh bercinta lagi dong? " sahut Victoria yang engga mau kalah
" Kalian ini kenapa ! Kita udah putus ngapain juga kayak begini! " ketus Betrand
" Emangnya kenapa apa kamu udah bosen sama kita. " celetuk Silvia yang mulai kesal
" Iya, aku udah bosen. aku terus kalian mau apa! " tegasnya
" Betrand apa sih kelebihan si pembokat itu sampai kamu tunduk sama dia ! " ketus Silvia
" Apa kamu bilang dia pembokat!" tegas Betrand bernada lantang
" ....Asal kalian tau dia istri aku bukan pembokat. " ucap Betrand menunjuk-nunjuk kearah Silvia dan Victoria
" Betrand kamu itu banyak berubah, lebih baik aku ajarkan lagi cara bersenang-senang. " jawab Victoria menenangkan Betrand dan mendekatinya
" Engga usah kalian ajarkan, yang harus belajar itu kalian ,engga maukan kalau aku panggil kalian dengan pelakor.! "
ucapnya yang tersulut emosi, kemudian pergi dengan amarah.
Setelah sampai didepan kantor, Betrand yang masih kesal berusaha menenangkan diri, secara kebetulan Pak Rizky keluar dari kantornya.
" Betrand. " sapa Pak Rizky yang sedikit terkejut
" Iya pak. "
" Masuk.. "
Didalam kantor Pak Rizky mulai menceramahi Betrand
" Betrand ,kamu tau peraturan kampus ini, selama dalam bimbingan skripsi mahasiwa harus wajib hadir, sedangkan kamu dari 10 kali pertemuan hanya satu kali dan sisanya daring. "
" Tapi pak bukannya daring juga sama. "
" Tidak, karena aturan kampus itu yang dipake adalah pertemuan tatap muka bukan daring, jadi mulai pertemuan selanjutnya kamu harus hadir kalau tidak skripsimu akan gagal. " tegas Pak Rizky menjelaskan
" Baik pak untuk selanjutnya saya pasti akan hadir. Sekarang saya pamit. " ucap Betrand yang lalu keluar dari kantor
Setelah Betrand diceramahi bergegas dia pergi ke kantin, dia engga mau Bella menunggu lama dan mencurigainya lagi.
Dengan cepat Betrand melangkah, tapi sayang godaannya selalu saja muncul disaat dia terburu-buru
__ADS_1
" Kak.. Siang? " sapa seorang gadis
" Iya ada apa? " langkahnya yang terhenti
" Ini.. " ucap gadis itu memberikan coklat
" Apa ini? "
" Selama ini saya udah berusaha mencari tau tentang kakak. aku Semoga kaka mau menerima coklat ini. "
" Siapa namamu? "
" Helena, Kak. " jawabnya
ya ampun ada-ada aja rintangan mau ketemu istri batin Betrand menahan kesal
" Helena, maaf saya engga bisa ambil coklat itu, kita kan engga saling kenal, saya harap kamu bisa kasihkan ini ke teman atau yang lain. " ucap Betrand menolak
" Tapi coklat ini buat Kakak, saya mohon terima. " lirih Helena
Betrand yang mulai kesal, ingin marah salah engga marah juga salah ,akhirnya dengan pasrah Betrand mengambil coklat itu
" Okey, aku ambil makasih ya.. " ucapnya dengan tegas dan berlalu
" Kakak... Kakak tunggu! " Helena menahan Betrand dengan memegang jaket yang dia pakai
" Ada apa lagi! " ucap Betrand menatap kesal
"Engga, ngerti! " bentak Betrand kesal
Sesampainya di kantin Betrand berjalan cepat duduk disebelah Bella sambil menghela napas membuang kekesalannya,
Bella yang melihatnya sedikit ikut terdiam karena dia tau dan paham kondisi Betrand kalau sedang menghadapi masalah, Dengan maksud akan melanjutkan akting Bella akhirnya menghentikannya dan memberi perhatian penuh
" Ada apa sayang? " tanya Bella sembari memegang pipi
Betrand hanya menggelengkan kepala
" Nih minum juicenya. " sahut Bella menyodorkan juice alpukat yang tersisa setengah gelas lagi.
Apa bener dandanannya kayak pembokat, kalau dia berdandan terus cantik si Riko, Jerry, Leo, Adi Ferdi bahkan Jojo bakalan rebut dia lagi. Sial nih anak, harus aku apain biar cantik tapi engga dikerumuni para lebah
Gumam Betrand memandang Bela dari atas ke bawah berkali-kali.
" Eh Ada apa? " tanya Bella menggoyang-goyangkan tangannya
" Emm... Engga-engga apa-apa. " jawab Betrand menyuruput kembali
" Mami udah makannya? " tanya Betrand
__ADS_1
" Udah ,kenapa Papi laper mau Mami ambilkan makan siang? " tawar Bella
" Engga-engga usah ,hari ini apa masih ada kuliah? " tanyanya sembari menyeruput juice
" Masih jam 2, kenapa?"
" Engga-engga apa-apa. " jawab Betrand menahan kesal
sial masih lama juga ! kenapa aku jadi engga nyaman diam dikampus gumam Betrand berusaha tenang.
" Nih..! " ucap Betrand melemparkan coklat pemberian Helena.
" Dari siapa? " tanya Bella heran, karena Betrand sangat jarang memberikan coklat apalagi diberikan dengan cara dilempar.
" Pasti dapat pernyataan cinta. "sindir Jojo dengan santai.
Mendengar itu Bella tiba-tiba menjadi sesak dalam diamnya, Betrand yang langsung menyadari perubahan wajah Bella cepat-cepat mengambil tangan lalu menempelkan telapak tangan Bella di pipinya dan mengusap-usap kemudian tersenyum
tenang aja sayang!
" Tenang aja Bel, Betrand udah jinak ." sambung Viko menyindir
" Jam berapa sekarang? " tanya Betrand
" 13.30 Yuk ...Kita masuk lagi. " ajak Bella memegang tangan Betrand dan memberi senyuman manisnya, melihat itu sedikit ada rasa tenang dihatinya bukan karena pelajaran yang menumpuk tapi para gadis yang mulai membuatnya sesak.
Kejadian itu terus berlangsung selama dia di kampus, untuk pertama kalinya dia melihat para gadis yang kecentilan merasa benci.
Siang itu tepat pelajaran Pak Bimo, Bella dan Betrand yang masuk dengan berpegangan tangan untuk saling mensupport satu sama lain
" Bella, aku dibelakang engga apa-apa? " tanya Betrand karena Bella telah duduk terlebih dahulu, Bella hanya mengangguk setuju
Betrand pun melangkah duduk di kursi paling belakang bersama sahabatnya, dan Pak Bimo memulai perkuliahan.
Baru Setengah waktu kuliah, Silvia masuk kedalam kelas dan melirik lalu tersenyum melangkah mendekati Betrand tanpa memperdulikan Bella sebagai pacarnya.
Bella yang ikut menatap Silvia merasa terbakar hatinya saat Silvia duduk disamping Betrand, lalu tersenyum menantang.
Melihat itu Bella membuang tatapannya dengan menahan emosi.
Dan perkuliahan pun selesai Betrand yang mulai merasa tak nyaman dengan hadirnya Silvia di sisinya segera berdiri meninggalkannya, tapi siapa sangkan ide jahat Silvia membuat heboh.
Disaat yang Betrand tengah berdiri dan melangkah, Silvia menarik jaket Betrand sekuat-kuatnya sampai Betrand hampir tersungkur menghadap wajah Silvia dan tak sengaja menciumnya didepan umum, semua mahasiswa yang hadir pun terkejut tak terkecuali Bella yang kaget tanpa bisa berkata-kata,
Dengan penuh emosi Bella menghampiri dan menarik Betrand lalu menampar Silvia
" Apa maksudmu tampar aku ! " teriak Silvia memegang pipinya yang merah dengan tato tangan
" Dasar pelakor! Apa mau fighting! " bentak Bella menanggalkan jaketnya.
__ADS_1
" Udah... Bella udah malu.? " Vivian memegang bahu Bella sambil melirik ke seisi kelas, para mahasiswa saling memegang ponsel asik merekam kejadian tersebut.