
Hari wisuda pun tiba, pagi hari Bella sudah bangun dan mandi untuk siap berangkat ke kampus walaupun dia harus duduk di kursi roda, Betrand yang sudah siap dengan baju toganya menghampiri Bella yang sedang berdandan
" Mami yakin mau menghadiri wisuda ini? " tanya Betrand yang jongkok menatap khawatir
" Iya... Izinkan Mami terakhir kali ini, Mami janji engga akan turun dari kursi ini. " ucapnya memohon
" Apa Mami yakin dengan keadaan nanti? " sekali lagi Betrand memastikan
" Maksudnya? " Bella balik tanya dengan mengerutkan dahi
" Papi hanya takut ada kata-kata yang kurang enak yang bikin Mami stress, dan badan akhirnya akan berpengaruh dengan anak kita. " ujar Betrand
" Engga apa-apa.. Mami engga perduli, tapi apa Papi malu kalau Mami ke kampus dengan cara begini, pasti dibilang Mami cacat. " tutur Bella sambil mengusap rambut Betrand menatap sayang
" Engga perduli... Mereka engga tau apa yang kita alami. " jawab Betrand menyakinkan Bella
" Okey... Kalau gitu kita berangkat " ajak Bella dengan semangat
Selama dalam perjalanan Betrand tak hentinya khawatir, walaupun dia tersenyum dengan memegang tangan Bella tapi senyuman seakan tak bisa menutupi kekhawatirannya.
Sesampainya di parkiran seperti biasa Jojo, Steve dan Viko sudah menunggu di parkiran disusul dengan Salsa, Yuanita dan Vivian yang menghampiri menjemput Bella
Bella pun datang, Betrand yang dengan sigap mengeluarkan kursi roda lalu menggendong Bella, memindahkannya dari mobil ke kursi roda
" Kalian sudah lama? " sapa Bella dengan senyum semangat
" Engga,, kita juga baru datang. " sambut Salsa yang berpelukan dengan Bella yang dilanjutkan dengan Yuanita dan Vivian
" Bella apa kamu yakin mau masuk? " tanya Vivian
" Iya... Kalian tenang aja. " balas Bella sambil menepuk tangan Vivian menyakinkannya.
Dengan perlahan mereka berjalan bersama dengan hati-hati Betrand mendorong Bella yang sedang berpegangan tangan dengan Yuanita
Sesampainya di gerbang fakultas tak diduga Bella bertemu dengan Jasmine yang sedang asik berjalan sambil mengobrol dengan temannya
" Bella..? " tanya Jasmine yang menghentikan langkahnya
" Jasmine,, apa kabar? " tanya Bella dengan senyum
Tapi berbeda dengan Betrand dan semua sahabatnya yang mulai khawatir
" Baik... Bella selamat ya atas pernikahan kalian, katanya kamu lagi hamil? "ujar Jasmine
__ADS_1
Jasmine saat itu mulai bisa move on dengan situasi ini setelah dia berkali-kali berusaha menghancurkan hubungan Bella dan Betrand, berkali-kali juga dia terperosok ke dalam jurang yang salah, yang hampir menghancurkan kehidupan dia dan orang tua
ke dalam kebangkrutan.
" Iya... Makasih.." sambut Bella dengan senyuman
" Ya udah, aku pergi dulu. " pamit Jasmine
Setelah Jasmine melangkah menjauh
"Bella dia bisa move on. " tanya Salsa yang heran
" Iya kali... " jawab singkat Bella
Dan mereka berjalan kembali
Kemudian mereka bertemu dengan Silvia, perempuan yang sudah membuat hubungan mereka benar-benar hancur saat itu.
Dengan tampak tak bersalah Silvia mendatangi Bella, sepertinya tak pernah dia tak pernah puas dengan kelakuannya yang bikin orang sengsara.
" Hai... Bella... Kenapa? " tanyanya dengan nada menyindir
Bella tak menjawab matanya tetap tertuju kedepan
Mendengar itu Yuanita pun geram rasanya dia ingin mencakar mulut iblisnya.
Sedangkan Betrand yang berdiri di belakang Bella melangkah dan jongkok menatap Bella kemudian tersenyum lalu mengeluarkan headset dari tasnya, dengan berusaha tenang Betrand memasangkannya di kuping Bella untuk mendengarkan musik penenang yang khusus untuk ibu dan bayi.
" Kenapa... Apa kamu malu punya cewek cacat sampai harus ditutupi kupingnya." ucap Silvia
Betrand yang saat itu jongkok dengan kesal dia berdiri dan menatap sinis
" Sayang udah aku bilang, kamu tuh engga pantas untuk dia sekarang aja dia udah nyusahin kamu, apalagi nanti... Kamu itu cowok terpopuler dikampus masa mau dengan cewek cacat macam dia. " tutur Silvi yang tanpa malu menggandeng tangan Betrand didepan Bella.
Dengan raut yang makin kesal Betrand melepaskan rangkulan tangan Silvia dengan kasar
" Beruntunglah kamu.. Karena kamu seorang perempuan, kalau tidak jangan harap hari ini kamu masih bisa melihat dunia. " ujar Betrand yang marah
" Tampaknya.. aku memang cewek cantik yang harus menyadarkan dari hipnotis cewek cacat. " ucap Silvia
Dengan mengepal tangan Betrand berusaha tenang ,Dia mengambil ponsel dalam saku celana sambari membuang wajah
Betrand: Halo Tino...
__ADS_1
Tino : Halo... Adik ipar.... Ada apa nih ...Apa adikku baik-baik aja..
Betrand : Istriku... Baik-baik aja.... Tapi boleh engga adik iparmu meminta sesuatu?
Tino : Boleh... Selama itu untuk kebahagian Adikku
Betrand : Aku hanya ingin kakak ipar sedikit memberi pelajaran tata krama untuk phoniex, karena phoniex sedikit nakal udah mengganggu istri dan bayinya
Tino : Phoniex....Okey tenang aja dia akan aku beri pelajaran tambahan
Betrand : terima kasih..
ucap Betrand yang sengaja dia lakukan dengan cara memakai pengeras suara
Tentu aja Silvia merasa kaget wajah dari yang terlihat sombong berubah menjadi tegang,...Saat Bella dan Betrand melangkah meninggalkan Silvia
" Tunggu... Apa hubunganmu dengan Tino dan apa hubungan Bella dengan Tino? " tanya Silvia menahan langkah Betrand
Betrand hanya diam dan melepaskan tangan Silvia kemudian melangkah lagi
" Hei..! apa hubungan Bella dengan Tino! " teriak Silvia yang tak digubris oleh Betrand
Dengan berusaha tenang Bella, Betrand dan semua sahabatnya berjalan memasuki aula, bergabung dengan riuh pikuk mahasiswa yang terlihat bahagia dan saling memberi selamat atas kelulusan mereka, Bella dengan tenang duduk disamping Betrand dan sahabatnya, tangan mulai sedikit bermain menahan rasa gugup, Betrand yang sedang asik mengobrol dengan Jojo sejenak melirik dan memegang tangan Bella seraya memberi support dan memberi senyuman yang menenangkan.
Acara pun dimulai satu per satu sambutan dari rektor dan para dosen terus berganti hingga tiba acara puncak pembagian ijazah.
Satu per satu mahasiswa berjalan ke podium ,hingga tiba saat Bella terpanggil ke depan yang bersamaan dengan Betrand.
Dengan rasa gugup Bella memegang kursi roda yang hendak melajunya, tapi siapa sangka Betrand berdiri dan menggendong Bella berjalan menuju podium, kejadian itu tentu saja membuat seluruh mahasiswa terpana dengan aksi Betrand hingga gosip mulai terdengar.
" Betrand turunkan aku.. Malu. " ucap Bella yang sesekali menutup wajahnya dengan topi toga
" Diam kamu adalah istriku , ibu dari anak kita,. aku engga mau hanya hal sepele kayak gini anak kita bakalan sakit. " tegas Betrand dengan mata tetap tertuju kedepan.
Langkah demi langkah Betrand fokus dan tenang menaikin anak tangga lalu menghampiri satu persatu dosen yang mengucapkan selamat .
" Selamat ya.. Bella dan Betrand, kenapa Bella di gendong? Apa dia sakit? " tanya salah satu dosen
" Engga bu...Bella sedang hamil anak saya, saya engga mau dia kecapean hanya untuk berjalan ke podium. " ucap Betrand dengan lugas
" Wah... Selamat... Selamat, kapan kalian menikah? " tanya Bu dosen yang sedikit kepo.
" Dua bulan yang lalu. " jawab Betrand yang sedikit menunduk.
__ADS_1