
Dini hari Bella bangun lebih awal dan perlahan menyelimbuti Betrand yang masih tertidur nyenyak, dengan mengendap-endap Bella berjalan dan menutup pintu agar tak menganggunya untuk melanjutkan tugas, tak terasa pagi pun menjelang ,Bella segera merapihkan buku dan laptopnya agar tak diketahui oleh Betrand ,segeralah dia mempersiapkan sarapan pagi
" Papi sudah bangun." sambut Bella yang langsung merangkul Betrand
" Mami bangun jam berapa? " tanyanya dengan curiga
aduh ketahuan dech.. Bella yang merasa bersalah, gugup dia menjawab " Jam.. Jam.. " Mata Bella yang terus bergerak
" Jam 4." sahut Betrand membenarkan dengan berdiri tegak menatap tegas
"Anu... Anu... Mami ingin... " Bella yang terbata-bata menjawab kaku dengan wajah Betrand beraurakan kesal
" Mami, engga lelah? Engga ngatuk? " Betrand menatap tajam sambil memegang dagu dan mengangkatnya sedikit.
"Eng-enggak... Mami engga lelah. " ucap Bella melepaskan rangkulan
Betrand hanya diam dan pergi mempersiapkan diri dan Bella menghela napas lalu menyiapkan sarapan pagi,
" Papi engga ke kampus.Bukannya kita ada pembahasan dengan Pak Rizky ? " tanya Bella yang melihat Betrand telah siap memakai baju kantor
" Ada rapat penting hari ini, Papi udah konfirmasi dan akan ambil sesi kedua nanti siang."
"....Mami pergi ke kampusnya sendiri dulu ya.. " lanjut Betrand yang terburu-buru
" Iya... Iya engga apa-apa, nanti Mami pake G-car aja. "
" Ya udah, Papi berangkat lebih dulu, oh ya tunggu Papi di kampus jangan keluyuran. " ucap cepat Betrand dan pergi.
******
Selama di kampus Bella dibuat sangat sibuk dengan tugas-tugasnya, hari itu sedikit membuatnya stress, berbagai tugas yang dia kerjakan hampir saja gagal, hingga merasa putus asa andai saja aku engga ikut Bunda ke Inggris, tugasku tak akan sesulit ini keluh Bella menghela napas panjang yang suntuk,
" Kenapa ngelamun? " Vivian menepuk dari belakang
" Ya ampun kaget tau! " teriak Bella mengusap dada
" Kenapa? " tanya Salsa menghampiri
" Tugas ku gagal.. " keluh Bella
" Kenapa bisa gagal, bukannya kemarin semua beres, apa tentang skripsimu? " Yuanita yang telihat simpatik
" Kalian tau Skripsiku buatan Asisten Tia, bimbingan kemarin dosen tau ,... Parahnya aku harus buat revisi... " Bella yang merengek kesal menahan amarah
Salsa hanya bisa menepuk punggung Bella menenangkannya sementara Vivian dan Yuanita menggelengkan kepala ,mengasihani kesialan Bella,
Bella terus merengek meminta solusi kepada semua sahabatnya ,disaat rengekan masih berlaku Bella mendapatkan tamu yang tak diundang
" Hai, Bella apa kabar? " sapa Jasmine yang masih sombong
"Ada apa? " ketus Bella kesal
" Kenapa, menyesal? " Jasmine yang mulai sok tau dengan keadaan Bella
__ADS_1
Mendengar itu Bella dan sahabatnya hanya mengerutkan alis keheranan
" Menyesal... " ucap Bella berdiri melipat tangan
" Ternyata gosip dikampus lebih cepat dari pada aktis utama. " Jasmine yang sombong berdiri tegak ,dengan mata merendahkan Bella
" Maksudmu? " Bella berusaha mengikuti alur perkataan Jasmine
" Jangan sok kudet dech , aku hanya berharap kamu baik-baik aja dan bersiap dengan perkataan orang yang mungkin sedikit menghina. " ucap Jasmine yang mengancam
Disaat seperti ini Bella semakin terpancing emosi, dia merasa mempunyai jalan untuk meluapkan emosi kesesalannya, Kayaknya sedikit tamparan di mulut iblis ini
akan merasa puas tanpa pikir panjang Bella yang sudah mengangkat tangan, akan tetapi tindakannya terhalang dengan pelukan Betrand dari belakang.
" Sayang, i miss you. " ucap Betrand bahagia dan membalikkan badan Bella tepat didepannya
" Ada apa? " tanya Bella yang masih diselimbuti emosi
" Kenapa,,Mami marah, sama siapa? " Betrand mulai khawatir dengan keadaan Bella, mendengar itu Bella menahan emosi dengan melipat tangan dan membuang pandangan
Betrand mengerti arti pandangan Bella karena disitu ada Jasmine, dengan senyum manisnya Betrand membalikkan badannya kembali dan merangkulnya.
" Mami tau, proyek yang Papi pegang...Akhirnya akan tercapai... Mami tau kalau proyek itu sukses, Papi bisa kabulkan semua keinginan Mami dan masa depan kita akan cerah. " ucap Betrand sambil memengang perut Bella.
Melihat tindakan ini Jasmine dan semua sahabatnya Bengong
" Bella kamu hamil? " tanya Vivian berdiri dan ikut mengusap perut Bella
" Betrand, beneran Bella hamil.?" Salsa yang seakan tak percaya
" Kalau sudah menikah, wajar kan kalau hamil. " ucap Betrand yang tak bersalah,
semua yang mendengar hanya terdiam memandang Betrand yang bangga
Ring... Ring... Ring
" Ya halo.. Okey tunggu saya pulang sekarang.! " jawab Bella dalam panggilan telepon
" Siapa? "
" Mamah sama Papah ada diapartemen. " jawab Bella kaget
" Papah dan Mamah ada diapartemen, bagus kita kasih tau kabar gembira ini " sahut Betrand dengan semangat
"....Sayang kita pulang yuk. " lanjut Betrand mengelus-ngelus perut Bella dan pergi,
sambil merangkul layaknya suami mendampingi istri yang hamil.
Melihat itu
" Sa... Apa bener Bella hamil? " ucap Yuanita memandang tanpa kedip
" Aku juga engga tau. " Salsa yang menjawab terbata-bata
__ADS_1
Disaat sadar, Vivian memandang Jasmine
" Sepertinya yang harus menerima perkataan dari semua mahasiswa kamu dech, judulnya perempuan pengkhayal mengharapkan cinta sang playboy. " ucap sinis Vivian.
Mendengar itu Jasmine semakin kesal ide jahatnya ternyata tak mempan.
*****
Dalam perjalanan pulang
" Papi.. ngapain sih buat gosip, Mami hamil.! " ketus Bella
" Siapa yang buat gosip Mami hamil... Mereka aja yang mendeskripsikan perkataan Papi. " sahut Betrand yang tak mau kalah
sayang aku sengaja buat gosip itu , agar kamu tak terganggu dengan kehadiran Jasmine gumam Betrand yang terdiam
" Sayang...Papah sama Mamah, bilang mau kesini?" Betrand yang berusaha mengakhiri percakapan
" Engga... Papah sama Mamah engga bilang mau kesini, kira-kira ada apa ya? " Bella menjadi terfokus dengan kedatangan orang tuanya
" Sayang... Kita beli dulu makanan buat orang rumah. " ucap Betrand membelokkan mobilnya kesalah satu kedai makanan dan cake.
Sesampainya di lobby apartemen dengan semangat Bella berjalan meninggalkan Betrand yang tertinggal diparkiran
" Mamah! " teriak Bella dari depan pintu berjalan cepat menyambut dan memeluk Bu Tina dengan erat.
" Kamu sehat? " tanya Bu Tina membelai rambut Bella
" Sehat,..Mamah dan Papah bagaimana kabarnya? " ucap Bella yang masih memeluk Bu Tina
" Sehat... Sehat. " jawab Pak Indra mengusap kepala dengan rindu.
" Mah... Pah... Kenapa tak memberitahu dulu sebelumnya ,Kita ... Bisa jemput kalian dibandara. " sambut Betrand memberi salam
" Papah sama Mamah mau kasih kejutan buat kalian. " sahut Pak Indra mengelus rambut Betrand
" Papah sama Mamah udah makan? " tanya Betrand mempersilahkan kedua mertuanya untuk duduk
" Belum.. " jawab Bu Tina
" Bi... Tolong siapakan makan malam yang istimewa buat mertuaku. " ucap Betrand dengan lantang
" Baik, Tuan Muda. " Bi Wina menganggukkan kepala
Pak Indra mendengar itu merasa bangga mempunyai menantu yang bisa membahagiakan anak putrinya, sore pun berganti malam, saatnya makan malam sudah tersedia,
" Tuan ...Nyonya silahkan. " ucap Bi Wina memotong percakapan mereka
" Mah, kita makan dulu. " ajak Betrand dengan sopan
Kedua orang tua Bella mengiyakan dan mereka berkumpul diatas meja untuk melepaskan rindu.
Malam itu Bella kembali seperti menjadi anak kecil, tingkah lakunya sedikit manja didepan orang tuanya.
__ADS_1