
Makan malam pun tiba ,dalam kamar Bella hanya bisa terdiam kaku antara canggung berada dirumah calon mertua atau melihat kemegahan kamar yang dia isi.
matanya memandang lurus diarah taman memperhatikan satu persatu bunga-bunga yang tertara rapi, apakah aku menjadi cinderella? jika iya ,aku tidak mau bangun, aku ingin menikmati sebentar saja. Wahai mimpi indah jangan kau pergi jauh beri aku waktu menikmatinya.
terdengar suara ketuk pintu dan seorang pelayan meminta Bella agar lekas turun
" Nona muda, anda diminta turun untuk makan malam. "
Setelah hilang suara itu Bella bersiap-siap merapihkan diri agar tidak mengecewakan calon mertuanya .
Malam itu dengan langkah anggun Bella melangkah mengikuti pelayan yang sudah berdiri untuk mengantarkannya.
Gejolak hati tidak bisa dia pungkiri bagaimana suasana makan disini, apakah aku bisa mengikuti cara makan mereka? Bella semakin ciut menghadapi keadaan nanti. Perlahan Bella menuruni anak tangga hanya dengan memakai kaos oblong dan celana treining, dia sadar bajunya pasti tidak pantas apalagi duduk disana mungkin hanya sebagai debu saja bagi keluarga yang terhormat ini.
Semua keluarga memandang dan memberi senyum tapi raut wajah Pak Arya terlihat kaku
" Sini sayang... " ucap Bu Prisillya mempersilahkan Bella untuk duduk disampingnya.
Mulailah para pelayan menyajikan berbagai jenis makanan, Bella yang saat itu terbungkuk senyum, " Kamu suka... " terdengar Bu Prisillya menanyakan Bella yang masih tertunduk
" Suka... " jawab gugupnya, ini rasanya dia menandahkan kepala memandang seluruh anggota keluarga tapi kepalanya yang seakan menolak
" Bella jangan gugup... Santai saja" ujar Kak Derry menenangkan Bella, wajahnya yang sedikit meledek lalu menatap istrinya yang cantik
" Bella... " panggil Kak Liliana yang ikut tersenyum geli
" .....Bunda pantas saja adik manja kita begitu menyayangi Bella, ternyata Bella ini polos." ucapnya dalam senyum
" Tenang saja kita tidak akan melahapmu." ujar Kaka Derry yang terus menggoda Bella.
Wajah Bella seketika itu memerah malu kepala semakin tertunduk
" Sudah... Sudah... Dia makin malu, sebaiknya kita makan. " Bu Prisillya mengakhiri percakapan diatas meja dan memulai menikmati santapan diatas meja.
makan apa ini rasanya seperti makan berbintang jauh dari masakanku, tapi kenapa Betrand malah menyukai masakanku Batin Bella berkata, mata dan lidah yang kagum dengan rasa masakan.
__ADS_1
" Nanti Bunda mau dong dimasakin sama Bella? " pinta Bu Prisillya yang mengharap ,
masakanku, bagaimana ini... Masakanku tidak seenak ini, apakah ini sindiran, bagaimana aku disini , apa yang harus aku perbuat Bella yang terhenti ditengah makan
" Kenapa? " tanya Bu Prisillya memandang lembut
" Ti-tidak apa-apa." jawab Bella yang memulai lagi melahap sajian dimeja.
Makan malam pun selesai dengan cekatan Bella berdiri untuk merapihkan piring-piring sisa seluruh anggota keluarga
" Bella mau apa kamu? " tanya Bu Prisillya hendak berdiri meninggalkan meja makan
" Mau beresin piring Bunda. " jawab Bella dengan tangan yang cekatan merapikan piring makan
" Sudah...Sudah, ada pelayan. Kita duduk saja diruang keluarga. " ujar Bu Prisillya menyudahi Bella bekerja lalu melangkah menjauh, Bella pun mengikutinya dari belakang.
Semua anggota keluarga mulai duduk santai Pak Arya yang biasa memasang wajah tegas berubah menjadi tenang dan santai jauh dari kesan hitler .Satu demi satu percakapan mereka mulai yang pada akhirnya Bella merasa seperti dirumah sendiri, senda gurau terus terlontar dari masing-masing anggota keluarga, Bella mulai sedikit mengikuti alur pecakapan mereka
Ditengah percakapan terdengar dering telpon dari ponsel Kak Derry ,terlihat Kak Derry tersenyum tipis dan berdiri mengalihkan panggilannya ke smart TV.
Betrand yang berada di ruang kerja, menatap seisi ruangan,kemudian tatapannya hanya tertuju pada Bella yang sedang duduk santai disebelah Bu Prisillya.
Kak Derry dan Kak Lililana mulai melontarkan ledekan-ledekan ringan dibarengi dengan tawa puas.
Bella pun akhirnya mengerti mengapa sosok Betrand selalu menjadi sorotan. Mata Bella tak henti berbinar, senyumanya tak henti diperlihatkan, wajahnya yang tenang membuat semua orang melihatnya nyaman tak terkecuali Betrand yang semakin fokus memperhatikannya dibalik layar laptop. Hingga selesai percakapan senyum manis Bella terus terlihat mengingat kata-kata lucu dan lugu calon suaminya.
" Bella.. Istirahat... Sudah malam besok kita lanjutkan kembali " terdengar suara Bu Prisillya dari belakang punggung Bella sambil menepuk pundak, Bella pun tersenyum dan pamit yang ditemani seorang pelayan.
Malam itu Bella mulai merasa seperti dirumah sendiri, keluarga yang akan dia diami jauh dari perkiraannya, pikiran-pikiran buruk seketika hilang takkala mengingat canda tawa lepas, hati mulai menantapkan akan takdirnya saat itu.
****
Keesokan harinya
Bella sengaja bangun lebih awal, dia tau untuk mengambil hati calon mertua tentu saja harus berbuat yang baik-baik. Pagi itu jam menunjukkan pukul 5 pagi, Bella bergegas membersihkan diri dan pergi menuju dapur, walaupun baru pertama Bella menginap, sedikitnya dia mulai paham dengan situasi letak dapur berada.
__ADS_1
Tampak di ruang keluarga para pelayan yang mulai bekerja, Bella perlahan menuruni anak tangga , kepalanya sedikit memanggut menyapa satu persatu pelayan yang dia lewati.
Dengan hati yang masih gugup Bella perlahan membuka pintu dapur, disana sudah banyak para pelayan yang sedang membersihkan dan menyiapkan menu masakan untuk sarapan nanti, dengan perlahan Bella mendekat
" Maaf boleh saya bantu? " ucapnya kepada salah pelayan yang sedang sibuk mengiris wortel
" Nona siapa? " tanya pelayan yang terhenti dan memandang mengerutkan alis
" Saya Bella.. Saya.. " ucap Bella yang terhenti saat menjawab pertanyaan pelayan tersebut.
"Nona Bella... Ada apa anda kemari, apakah ada yang perlu saya bantu.? " tanya kepala pelayan yang sudah rapi berjalan dari balik dapur
"Saya ingin membuat sarapan untuk semua orang. " jawabnya dengan gugup, tangannya yang saling berpegang dan jari jemari sedikit bermain
" Tidak usah anda duduk saja diruang keluarga nanti pelayan akan memberikan anda segelas susu hangat. " ujar kepala pelayan dengan tegas menolak permintaan Bella
" Tapi saya ingin membuat sarapan. " Bella yang kekeh dengan keinginannya.
" Mohon jangan menyulitkan kami disini Nona " ujar kepala pelayan yang semakin tegas
Bella yang tertunduk kaku mendengar perkataan kepala pelayan, kepalanya hanya mengangguk pamit dan pergi
" Tolong jangan anda kesini lagi. " ucap kepala pelayan bersuara lantang. Bella hanya terdiam tanpa menoleh kebelakang ,
Di ruang keluarga Bella barulah mengeluarkan nafas panjang ya ampun tegas banget Bella berkata dalam hati sambil mengusap-usap dada.
Matanya melirik ke dibalik jendela,terlihat hamparan pemandangan indah ,matahari yang mulai menampak diri begitu anggun menyinari sang alam
" Nona ini susu hangat anda. " ucap salah satu pelayan dan Bella hanya mengangguk
indah... Benar-benar indah Bella yang merasakan sinar matahari yang menyoroti badannya, hangat-hangat , nafasnya menghirup udara sejuk , suasananya begitu tenang dan damai
" Sudah bangun. " terdengar suara Bu Prisillya dari belakang, Bella membalikkan badan dan membungkuk sembari memberi senyuman selamat pagi.
" ...Indahnya.. " Lanjut Bu Prisillya mendekat berdiri disebelah Bella kemudian menatap dengan penuh kasih sayang Bella mengangguk dan kembali memandangan depan.
__ADS_1