
Siang itu Betand bergegas pulang ke apartemen ,
" Bi... Apa Bibi punya kerabat di kota ini? " tanya Betrand
" Ada, kenapa Tuan ? "
" Bi... Bibi tau kan masalahku dengan Bella. Hari ini aku mau selesai semuanya, tapi saya engga mau ada orang ketiga, jadi saya minta Bibi ambil cuti dulu selama satu minggu, setelah itu Bibi boleh kerja lagi. " ucap Betrand memberi saran
" Baik.. Tuan saya doakan semoga Tuan Muda dan Nona Muda bisa bersama lagi. " jawab Bi Wina, dia pun pergi mengemas baju dari berpamitan
okey semua udah, berkas barang bukti sudah, tinggal ajak Bella datang kesini gumam Betrand dengan semangat
Sore harinya Betrand bergegas pergi ke Kafe Alex dia yakin Bella pasti sedang bekerja.
Sesampainya disana, keyakinannya tepat sekali dari dalam mobil Betrand menatap lembut sang kekasih sedang melanyani pelanggan setianya.
Saat itu Betrand tak menghampiri Bella, dia datang menghampiri Alex untuk meminta izin untuk membawa Bella dengan berbagai banyak urusan, dan Kak Alex menyetujuinya karena dia tau Betrand dan Bella sedang tidak akur.
Betrand segera menarik Bella yang sedang memegang nampan
" Hei! kamu mau bawa aku kemana! " bentak Bella kesal
Betrand tak banyak bicara, dia memaksa Bella untuk masuk kedalam mobil kemudian mereka melaju secepat mungkin ke apartemen
Didepan lobby apartemen
" Betrand, apa maksudmu dengan membawaku kesini? " ucap kesal Bella
" Nanti kamu juga tau. " tegas Betrand
Tapi Bella kekeh tak ingin mengikuti Betrand masuk kedalam apartemen, dengan terpaksa dia pun menggedong Bella untuk masuk ke dalam apartemen dan menurunkannya.
" Okey... Sekarang kamu mau apa! " ucap sombong Bella dengan memegang pinggang
" Lihat ini. " ucap Betrand menunjukkan setumpukan berkas dan laptopnya
" Apa ini.? " Bella yang belaga sok
" Ini bukti kalau aku engga berselingkuh. " jawab Betrand sambil memulai video pernyataan dari wanita malam
" Buat apa kamu mau menunjukkan ini, sudahlah Betrand kita ini udah putus, lepaskan aku ... Okey. " ucap Bella dengan santai lalu dia pun berdiri untuk pamit
Tentu saja kesempatan ini tak mungkin Betrand sia-siakan
" Bella...Apa lagi yang harus aku lakukan agar kamu percaya kalau aku engga selingkuh? " ucap Betrand dengan lantang
" Sudah.... Semua udah berlalu aku udah engga cinta lagi sama kamu, aku harap kamu dapatkan perempuan yang lebih baik. ya.. " ucap Bella
__ADS_1
" Engga... Aku engga mau yang lain aku mau kamu. " ucap Betrand menahan Bella
" Betrand aku mohon ya.. " lirih Bella
" Engga... Aku ingin kamu.! " Nada Betrand mulai meninggi, lalu Betrand menarik Bella masuk kedalam kamar Bella
" Betrand mau apa kamu! " teriak Bella
" Kamu adalah istri aku ,ternyata selama ini aku udah terlalu memanjakan kamu Bella! ' ucap Betrand mendorong Bella hingga jatuh terlentang diatas ranjang
" Betrand... Kamu mau apa! "ucap Bella dengan mata yang melotot
" Aku mau...Kita punya anak.! " ucap Betrand sambil menanggalkan satu persatu pakaiannya
" Gila... Kamu Betrand sadar! " ucap Bella
Saat itu rasa takut terlukis di wajah Bella melihat Betrand yang menggerilya.
" Iya aku gila ,kamu harus hamil Bella.. Kamu harus hamil. " Betrand dengan terkekeh dengan ucapannya,tangannya memegang erat tangan Bella tepat diatas kepala.
" Betrand aku mohon sadar... Sadar " rintih Bella memohon airmatanya pun mulai mengalir
" Iya selama ini aku sadar, kalau aku harus mengikuti kata hatiku bukan kata hatimu. " ucap Betrand yang tepat menindih Bella
" Okey.. Aku percaya kamu engga selingkuh,, aku percaya... Aku mohon." tolak Bella meringis saat Betrand mulai beraksi.
" Bella, aku udah engga bisa menahannya lagi kamu harus hamil sayang" ucap Betrand terus melakukan aksi kejinya, bibirnya terus menyentuh lembut dengan ganas.
" Iya... memang tapi apa hasilnya kalau kamu minta putus...Aku engga bisa terima" ucap Betrand menyentuh lembut gunung kembarnya.
Kemudian Betrand merebut kesucian Bella dengan paksa
" Sayang kamu boleh meminta rumah, kendaraan, apartemen ini bahkan keuntungan saham dari proyek baruku tapi jangan kamu mengatakan putus, aku engga bisa terima. " ucapnya sambil mencium rambut Bella yang wangi, setelah Bella terkulai lemah,
Betrand menjadikan tangannya menjadi bantal dan memeluk erat Bella yang sudah tak berbaju.
" Tapi wanita itu? "ucapnya dalam lemah
" Aku sudah bilang ,aku dan dia engga ada apa-apa, sekarang dia udah aku jebloskan ke penjara. "
" Penjara. ?"
" Iya dengan tuduhan pencemaran nama baik." jawab Betrand yang mulai memainkan tangan Bella dengan lembut dan mencium pundak Bella yang putih.
" Terus perempuan yang kamu ajak kencan? "
" Siapa? "
__ADS_1
" Semua juga tau ...Semua terpangpang di forum kampus "
" Oh.. Dia Diana aku engga sengaja ketemu dengannya, dia menyodorkan bill pesanannya didepan pelayan jadi mau tidak mau aku harus mentraktirnya, hanya itu aja...Sayang kamu itu Nyonya rumah ini... Kamu adalah ibu dari anak-anak kita, aku engga mau kalau nanti ibu dari anak-anakku bukan kamu" ucap Betrand membalikkan badan Bella
".... Sayang aku benar-benar cinta kamu. " ucapnya mencium bibir Bella
" Kamu mau lagi. " tatap lemas Bella.
" Tentu aja, aku pastikan aku akan lebih lembut. " ucap Betrand, dan dia pun memulainya
Kali ini Bella tak banyak melawan dia pasrah menerima serangan lembut Betrand.
Malam itu Bella dibuat tak berdaya berkali-kali Betrand menyerangnya. rasa cinta Betrand sekarang sangat mengerikan, membuat Bella tak bisa lagi berkata-kata seakan dia tak mengenal lagi sosok orang tercinta ini.
Pagi harinya Betrand bangun lebih awal untuk membuat sarapan pagi bagi kekasihnya.
setelah selesai Betrand kembali ke kamar mendekat dan menatap wajah Bella yang masih tertidur lemah
" Sayang bangun. " ucap Betrand membelai rambut Bella dengan nada lembut
" Ada apa? " jawab Bella dengan suara khas bangun tidur
" Kita sarapan dulu. " ucap Betrand mencium bibir Bella
Bella hanya diam dengan badan ditutupi selimbut
" Aku udah buat sarapan kesukaanmu. " lanjut Betrand sambil mencium punggung tangan Bella
Bella pun terbangun dan duduk dengan masih memegang selimbut menutupi dadanya.
" Aku mandi dulu. " ucap Bella menggeserkan badannya terlihat ceceran darah berserakan di seprai
Bella hanya terdiam mengingat kejadian semalam dan menatap Betrand yang terlihat bahagia.
Perlahan Bella mengambil baju handuk di sampingnya dan berdiri lalu Betrand mendengar suara rintihan Bella saat dia akan berjalan
" Kenapa sayang, sakitkah? " tanya Betrand mendekat
ya sakit tau! dasar engga punya belas kasihan menyiksaku sepanjang malam. kesal Bella dibalik senyumnya
" Sini aku gendong. " lanjut Betrand menggendong Bella ke kamar mandi.
Setelah selesai Bella perlahan keluar dari kamar mandi, Betrand pun menggendong kembali dan membawanya duduk di kursi meja makan.
" Aku siapkan sarapannya sekarang ya.. " ucap Betrand mendudukkan Bella dan melayaninya
" Bi Wina kemana? "
__ADS_1
" Dia lagi berkunjung ke rumah kerabatnya. " jawab Betrand
"...Sini aku suapin ya.. " lanjut Betrand memegang sendok yang sudah berisi nasi goreng.