Cowok Playboy Itu Pacar Ku

Cowok Playboy Itu Pacar Ku
Maukah kamu menikah denganku


__ADS_3

Siang pun berganti sore rencana Betrand untuk melamar Bella akan segera terlaksana .


Mulailah ia beraksi bersama para sahabatnya


" Sayang... Papi pergi dulu nanti kita ketemu di Kafe Alex." ucap Betrand


" Ada apa di Kafe Alex? " tanyanya penasaran


" Liat aja nanti. " ucapnya dengan mengedipkan mata dan mencium kening Bella


Bella sore itu sedikit tak enak hati, dia takut Tuan Riko mendekatinya lagi dan membuatnya lebih canggung.


Ring... Ring..


Bella : Halo...


Betrand : Mami... Papi udah beres kerjaannya kita ketemuan ya... sekarang di Kafe Alex.


Bella : Ya udah tunggu Mami mau ganti baju dulu.


Betrand : Jangan lupa pakai baju yang kemarin Mami beli ya..


Bella: Iya...


Betrand: Nanti Sekertaris adi jemput


Mami...Okey


Bella :Okey...


jawab Bella menutup teleponnya dan bergegas berganti baju dan merapihkan dandannya yang dibantu penata rias yang sudah Betrand siapkan.


Setelah semua selesai Bella pun berjalan keluar dari ruang ganti dengan gaun merah dengan punggung sedikit terlihat dan belah bawah sampai setengah paha, tentu saja saat itu Bella terlihat lebih seksi.


Dia berjalan perlahan melewati pintu koridor tempat undangan berlangsung dengan anggunnya Bella berjalan perlahan tapi pasti, saat itu pula Tuan Riko tak sengaja melihatnya hingga dia benar-benar terpaku akan kecantikan Bella. Tuan Riko seakan terhipnotis dengan keanggunan Bella, hingga dia berjalan mengikuti Bella dari belakang.


Di depan lobby sudah tersedia mobil sedan hitam elegan menjemput Bella .Dengan senyuman Bella memasuki mobil yang disupiri oleh Sekertaris Adi


" Silahkan masuk Nona.. " ucap Sekertaris Adi membuka pintu


" Terima kasih... " jawabnya


Dan mobil pun berlalu meninggalkan hotel


Dengan rasa penasaran Tuan Riko mengikutinya hingga sampai di depan Kafe Alex.


****


Bella malam itu turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam kafe kok gelap.. Apa Betrand engga salah nyuruh aku kesini gumam Bella bingung karena dia tau kalau Kakak Alex tidak ada di Kafe.


Bella membuka pintu dan masuk sejak dia bingung sambil terus memanggil Betrand ,sampai lampu pun menyala Bella tampak terkejut karena seluruh ruang telah berubah menjadi sangat indah dengan balon berwarna pink yang berserakan dilantai, lilin-lilin cantik berderet dari pintu masuk dan lantai yang penuh bunga mawar .Disana Betrand pun terlihat sangat tampan dengan jas stelan hitam nan elegan dangan memakai dasi kupu-kupu berwarna hitam memegang buket bunga mawar... Bunga kesukaan Bella


" Papi ini ada apa? apa hari ini anniversary kita? " tanya Bella yang kagum dengan suasana romatis dan menerima buket dari Betrand


" Bella, kita mengambil sumpah bersama hari ini. Kita akan berubah selamanya, dan aku akan menerima semua semua perubahan itu dengan bahagia. Aku berjanji untuk selalu menghormatimu, percaya padamu, melindungimu, dan melakukan apa pun untukmu dengan semua kekuatanku untuk membuatmu bahagia. Ini janjiku padamu, ambillah tanganku dengan begitu kita bisa mulai memasuki hidup bersama dalam kebahagiaan.... Bella maukah kamu menikah denganku?" ucap Betrand yang berlutut dengan memegang box kecil berisi cincin berlian.


Airmata Bella tak terbendung mendengar Betrand melamarnya. Dari jauh terdengar suara para sahabat mensupport nya

__ADS_1


" Terima.... Terima... " ucap serentak para sahabat


Bella pun mengangguk dan Betrand segera menyematkan cincin dijari manis Bella dan memeluknya


" Terima kasih. ..." ucap Betrand mencium bibir Bella


Semua bertepuk tangan bahagia


" Sayang....Moment ini orang tua kita semua liat. " ucap Betrand berbisik


Bella sedikit terperanjat dan melirik kearah Steve dan Salsa yang memegang tablet yang sudah terhubung dengan kedua orang tua Bella dan Betrand. Dalan pembicaraan mereka semua mengucapkan selamat


" Sayang...selamat ya... semoga selalu bahagia dan Betrand papah tunggu di rumah secepatnya." ucap Pak Indra


" Sayang...selamat , Pak Indra akhirnya kita sekarang berbesan. " sahut pak Arya dengan bahagia


" Iya-iya Pak Arya saya tunggu kunjungan anda di rumah kami " ucap Pak Indra


Malam itu semua bahagia terutama Bella dan Betrand sudah tak sungkan berpelukan di depan orang tuanya walaupun hanya lewat video call.


Dan para sahabatnya memberi selamat atas kebahagiaan mereka.


" Sayang... Apa Papi yang merencanakan semuanya? " tanya Bella yang memeluk pinggang Betrand


" Iya dibantu Jojo, Steve, Viko dan Adi. " jawab Betrand


"....Suka? " lanjut Betrand


Bella mengangguk dan mencium pipi Betrand


Akhirnya Mereka menikmati makan malam romantisnya.


Dan para Sahabat-sahabatnya berpamitan meninggalkan mereka berdua yang sedang bahagia


" Papi... Mami engga nyangka....Papi akan melamar Mami.. " ucap Bella


" Kenapa Mami engga suka Papi lamar? "


" Bukan begitu, tapi ini seperti mimpi. " jwab Bella


Betrand hanya tersenyum, setelah selesai makan Betrand menyodorkan tangannya


" Cantik....Maukah berdansa denganku? " ajak Betrand


" Iya.. " jawab Bella menerima tawaran Betrand untuk berdansa diiringi lagu romantis malam itu seakan hanya milik berdua.


" Sayang makasih udah mau mempercayai kebahagianmu kepadaku. " ucap Betrand


" Sayang... semoga selalu bahagia sampai akhir hayat kita. " sahut Bella


" Sayang... " ucap Betrand dan menciumnya


" Papi malam ini... Papi tampan banget. " ucap Bella memegang pipi Betrand


" Mami cantik... Seksi.. " sahut Betrand


dengan tangan memeluk pinggang Bella

__ADS_1


" Papi suka... "


Betrand mengangguk dan tersenyum


" Ada apa? " tanya Betrand yang menatap Bella fokus keluar kafe


" Engga.. Engga ada apa-apa, " jawab Bella menggelengkan kepala


" ....Papi kita pulang yuk... Kayaknya Mami udah ngantuk. " ajak Bella


" Yuk... " sahut Betrand memegang tanganya


Selama perjalanan siapa yang tadi diam diluat gumam Bella melamun


" Kenapa?" tanya Betrand yang sedang menyetir


" Emm.. Engga... Engga. " jawab Bella


sesampainya di apartemen


Bella berjalan dengan keadaan melamun hingga dia hampir tersandung


" Aduh.! " ucap Bella yang sempoyongan karena menginjak gaun dengan sigap Betrand menahan Bella agar tidak jatuh.


" Mami engga apa-apa? " tanya Betrand yang menahan badan Bella


" Engga.. Engga apa-apa, cuman Mami masih belum biasa pakai gaun kayak gini" jawab Bella


".....Mami kekamar dulu ganti baju. " lanjut Bella melangkah


Betrand menatap curiga


" Papi... Papi.. " panggil Bella diluar kamar


" Ya ada apa? " tanya Betrand yang sudah berganti baju


" Kesini..!" ucap Bella yang berada dikamar


Betrand pun perlahan masuk kedalam kamar melihat Bella dengan rambut terurai disematkan didada hingga punggungnya terlihat, jantung Betrand pun berdetak kencang.


" A-ada apa? " tanyanya gugup


" Tolong Mami retseletingnya susah dibuka " ucap Bella dengan kedua tangan berusaha memegang retseleting


" Oh... " Betrand mendekat dan perlahan membantu membuka sampai pinggang bawah. Tangannya menjadi gemetaran menahan rasa keinginan tahuannya untuk melihat sesuatu dibalik gaun


" U-udah.. " ucap Betrand yang langsung keluar kamar lalu menutupnya, dibalik pintu dia memegang dada menahan detak jantung yanh berdetak kencang.


****


Dari luar Kafe moment itu terlihat oleh Tuan Riko yang duduk didalam mobil, dia tertunduk sambil memegang dada


" Tuan.. Tuan baik-baik aja. "tanya Pak Beni yang melihat dari spion


" Jalankan mobilnya kita pulang. " ucap Tuan Riko


Selama dalam perjalanan Tuan Riko menatap kosong kearah langit mobil

__ADS_1


__ADS_2