Cowok Playboy Itu Pacar Ku

Cowok Playboy Itu Pacar Ku
Indah


__ADS_3

Diasrama, malam itu Yuanita terlihat bahagia dia berjalan sembari bersuil, langkah berjalan santai wajahnya memancar kebahagiaan, tanpa sadar kejadian malam tadi membuat diri merasakan jatuh cinta lagi .


Didalam kamar asrama Yuanita membaringkan badannya melepas napas panjang dengan senyuman cantik.


Dia udah sampai belum ya... tanya Yuanita sembari memandang ponselnya, ingin rasanya dia mengetik mananyakan kabar nya


Kaku... Tentu saja kaku dia dan Riko bukanlah pasangan sebenarnya tapi entah kenapa keadaan benar-benar ini membuat Yuanita tersenyum


Yuanita malam itu tak bisa tidur pandangannya menatap langit menanti kabar dari Riko


apa aku kirim pesan saja.. Nanyain apa dia udah sampai belum? ....Ach jangan nanti dia sangka aku mengejar-ngejar dia... gumam Yuanita batin terus perang pikirannya malam itu menjadi kacau, ponsel pun terus dia mainkan mengetik kata-kata yang ingin dia kirim lalu dihapus, terus dan terus dia lakukan hingga tanpa sadar pesan pun dia kirim


Ya ampun terkirim.. giman nih? Sial apa yang harua aku perbuat sekarang kamu akan Ach! aku bisa gila kalau gini... Aduh gimana nih Yuanita terus mengumpat diri sendiri merengek malu menggosok-gosok kepala yang tak jelas dan menyalahkan diri sendiri


ya udah aku lebih baik mati aja, atau aku jadi cacing aja membuat lubang ke tanah dan menghilang gumamnya yang pasrah memukul guling.


bip... bip...bip


Suara pesan masuk pun terdengar apa dia membalas pesanku batin Yuanita deg-degan, perlahan tapi pasti Yuanita membuka pesan dan ternyata pesan itu balas dari Riko, dengan jawaban singkat ( udah... Selamat malam)


dia membalas pesanku... Dia membalas yey!


Gumam Yuanita bahagia hingga jingkrak layaknya orang yang sedang jatuh cinta


"Selamat malam juga. " ucapnya pelan-pelan


Keesokannya


Sang pasangan baru pun baru tiba dari bulan madunya. Bella yang bahagia terus menempel pada Betrand, sedangkan Betrand memegang manja Bella


" Taksi! " teriak Betrand melambaikan tangan


" Sayang... Akhirnya sampai juga di rumah. " ucap manja Bella


" Iya... Mami capek? " ucap Betrand membelai manja rambut manja


Hingga sampai di apartemen


Tok... Tok.. Tok...


" Silahkan masuk... " sambut Bi Wina


" Bibi! "sapa Bella memeluk rindu Bi Wina yang seperti ibunya


" Nona Muda selamat datang... " sahut Bi Wina membalas pelukan Bella


" Uh... Capek... " ucap Betrand melepaskan badan disofa


" Capek... Sayang " Bella menyandarkan badannya di pundak Betrand


Betrand mengangguk manja

__ADS_1


" Tuan Muda...Nona Muda silahkan diminum. " ucap Bi Wina menyajikan minuman


" Makasih ya...Bi.." sambut Betrand


" Ach... Mami mandi dulu gerah. " ucap Bella mengipas-ngipas tangannya


Kemudian dia berjalan menuju kamar hendak mengambil baju ganti dengan heran seisi baju dalam lemarinya hilang


" Bi... Bibi baju Bella kemana !?" ucap Bella mendekati Bi Wina yang sedang menyiapkan makan malam


" Udah Bibi pindahin ke kamar Tuan Muda. " jawab Bi Wina


" Oh... " sahut Bella mengangguk dan melangkah polos ke kamar atas


" Mau kemana? " tanya Betrand yang masih duduk disofa ruang keluarga


" Mandi, emang kenapa? " Bella balik bertanya sambil menunjuk ke kamar atas


" Mandi! " sahut Betrand mendengar dengan antusias


" Iya , ada apa? "


" Aku juga gerah. " jawab Betrand semangat


" Jangan bilang..... " ucap Bella berjalan cepat menuju kamar yang disusul dengan langkah cepat Betrand, mereka pun berjalan cepat masuk ke dalam kamar sambil melempar senyum


Malam hari nya


" Besok.... Mau manjain Mami.." jawab iseng Betrand


" Ih... Papi serius! " sahut manja Bella menggoyang-goyangkan tangan Betrand


" Besok mau ke kampus.. Kalau Mami ?" ucap Betrand


" Mau ke hati Papi.. " balas ledekan Betrand


" Mau ke hati Papi ya... Boleh... Boleh... Mau kapan sekarang atau nanti. " sambut Betrand sambil menggigit kecil ujung bibir menandakan munculnya rasa gemas kepada sang istri


" Udah ah! Besok kita bareng ke kampus ya... " ucap Bella


" Ya.. Iyalah harus bareng masa masing-masing sih! " jawab Betrand mencubit manja hidung Bella


Bella membalas dengan senyuman


***/*/


Keesokannya


Pagi -pagi Bella dan Betrand berangkat bersama ke kampus, tak banyak yang tau jika mereka sudah resmi menjadi suami istri karena mereka belum mengumumkan secara resmi penikahan mereka kepada publik, tapi sejak mereka menikah 180 derajat Betrand berubah selama dalam perjalanan kaca mobil yang biasa terbuka untuk menunjukkan karismanya sekarang tertutup rapat hingga tiba diparkiran yang biasa para sahabatnya telah menunggunya hari itu tak satu pun yang ada, memang mereka tak memberitahukan kalau hari ini mereka akan datang ke kampus.


tepat di jalan menuju kampus terdengar seseorang memanggil mereka dari belakang

__ADS_1


" Betrand !" teriak Viko memanggil


" Kalian ...kapan datang? " tanya Viko menyambut gembira


" Kemarin. " jawab nya dengan santai


"Kenapa engga kasih tau kitakan bisa jemput." sahut Steve merangkuk leher Betrand


" Engga usah" ucap Bella


" oh... aku tau engga mau diganggukan" Viko memulai ledekannya


" Ya... Iyalah merekakan pengantin baru masa kita ganggu. " sambung Jojo


" Nyonya Bella kita pinjam dulu suami tercinta.. Boleh. " ucap Viko dengan sedikit membungkuk


Bella mengangguk


Betrand yang berjalan dirangkul Steve tampak menatap manja kepada Bella, dan Bella hanya tersenyum berjalan bersama para sahabatnya


" Bro... Gimana malam pertama? " tanya penasaran Jojo


" Malam pertama Biasa aja tuh.. " jawab Betrand dengan menunjukan wajah yang memerah


" Eh... enak mana dengan bergaul dengan para pacar-pacarmu yang dulu? " lanjut Steve mengorek lebih dalam


" Ya enak inilah! rasanya jauh lebih dari indah dan nikmat dari pada pacar-pacar yang dulu. " jawab Betrand dengan sombong


" Maksudnya? "ucap Jojo yang seakan kepo


" Ah... Udah kalian ini kayak engga ada kerjaan aja. " sambung Betrand dengan wajah memerah


" Eh... kamu nih sekarang kalau ditanya pasti aja menghindar, kenapa malu? " lanjut Steve meledek


" Malu apa... Ngapain malu. " jawab Betrand dengan sedikit gugup


" Terus kenapa wajahmu dari tadi memerah. " lanjut Steve


" Merah, wa-wajarlah sekarang cuaca disini menjadi panas. " jawab Betrand mengibas-ngibas wajahnya


" Panas atau panas... " ucap Steve yang swakan tak puas dengan ledekannya


" Udah ah... A-aku mau masuk kelas. "


Betrand berjalan cepat menghindar pembullyan mereka


Dalam kelas pun Betrand yang duduk paling belakang hanya bisa menatap penuh cinta pada Bella yang duduk di didepan. Ujung penanya terus menyentuh lembut seluruh bibir Betrand yang merah seakan dia tak puas akan bulan madunya


" Udah nanti malam bisa tenang aja halal kok... " tepuk Jojo sambil meledek Betrand


Sekali lagi wajah Betrand memerah ,gugup tersenyum dengan perkataan Jojo.

__ADS_1


Pagi itu pandangannya tak fokus, pikiran masih terbayang suasana bulan madu yang indah dimana Betrand merasa seluruh dunia menjadi sangat indah. Kehidupan merasa sangat lengkap dengan kehadiran Bella disisi sebagai istri yang sah.. Dia yakin dengan begini Bella tak akan pernah meninggalkannya lagi.


__ADS_2