Cowok Playboy Itu Pacar Ku

Cowok Playboy Itu Pacar Ku
Maaf


__ADS_3

Hari ini , hari pertama mereka masuk kampus .


Sebenarnya Bella enggan masuk ke kampus terlebih lagi dia satu kampus dan satu kelas dengan Betrand tentu saja untuk menghindarinya pun pasti tak akan mungkin.


Sedangkan bagi Betrand, ini adalah kesempatan baginya untuk meminta berbaikan lagi dengan Bella


Diruang kelas Bella sengaja memilih duduk lebih pojok , dia meminta agar Yuanita dan Salsa mau menghalangi agar tak terlihat oleh Betrand.


Tak lama Betrand datang di gerbang pintu masuk kelas, sejenak dia menatap Bella dengan rasa rindunya tapi Bella menggeserkan diri, menyembunyikan badan dan wajahnya.


Betrand tertunduk masuk ke kelas seakan tak melihatnya.


Dan berjalan duduk di kursi paling belakang, matanya terus menatap ke arah Bella , hatinya menahan rasa sedih seakan dia dan Bella berjarak sangat jauh.


" Hai.. Apa kabar? " sapa Jojo


" Baik.. "jawabnya dengan tetap memandang Bella


" Bagus juga ini jaket....Dari siapa? Boleh dong pinjam? " sindir Jojo


" Dari istriku, mana mungkin aku pinjamkan. " ucap Betrand dengan lugas dan kembali menatap Bella


Bella yang mendengarnya melihat dengan ujung mata yang meruncing.


Selesai kelas Bella cepat-cepat merapihkan buku dia tak mau kalau dia harus bertemu dengannya.


Bergegas Bella keluar dari kelas, Betrand yang melihat segera menyusulnya hingga dia menyusuri koridor kampus dan bertemu dengan Betrand


" Bella..! " ucap Betrand menarik Bella kedalam sebuah gudang kosong


" Mau apa! lepaskan! " bentak Bella memberontak


" Sayang maaf, aku engga selingkuh, I love you. " lirih Betrand memeluk erat Bella


" Lepas... Lepasin engga!" ucap Bella memuluk-muluk punggung Betrand dengan keras


" Terserah kamu mau menamparku, menghinaku, asalkan kamu senang... Aku terima. " ucapnya dengan erat memeluk Bella.


Sekuat tenaga Bella berusaha melepaskan pelukan Betrand dan sekali lagi dia menamparnya dengan keras , lalu keluar meninggalkan Betrand tertunduk memegang pipinya yang sakit.


Bella pun berlari keluar kampus, sampai di taman,ketika itu Salsa melihat Bella yang terengah-engah dan menariknya.


" Ada apa? " tanyanya dengan khawatir


" Sa... " ucap Bella memeluk Salsa melepaskan napas panjang


" Udah... Udah..." sahut Salsa


Mereka pun berjalan menuju asrama, Sementara Betrand mengikutinya dari jauh.


Keesokannya,Betrand sudah berdiri didepan gerbang asrama dengan membawa satu kresek sarapan pagi.


" Pagi...Bella ini sarapannya. " ucap Betrand menyambut Bella dengan senyum manisnya tapi Bella tak menghiraukannya.


Semenjak hari itu Betrand benar-benar dibuat bucin oleh Bella, dia hanya bisa mengikutinya dari belakang, kemana pun Bella pergi Betrand selalu mengikutinya, walaupun banyak gadis yang menyatakan cinta, Betrand selalu mengatakan " Aku sudah menikah" selalu dan selalu itu yang Betrand katakan,


Hingga Jojo dan yang lain mulai geram dengan tingkah laku Betrand.


Disaat Betrand sedang terdiam sendiri di taman kampus Jojo dan steve menarik Betrand untuk pergi.


" Mau kemana? " tanya Betrand yang bengong

__ADS_1


" Ikut aja. " ucap Jojo menyeret Betrand


" Aku engga mau bentar lagi Bella mau pergi ke Kafe Alex aku harus menemaninya " ucap Betrand melepaskan pegangan tangan Jojo


" Sadar...Sadar Betrand, dia udah engga cinta lagi sama kamu! " bentak Jojo yang kesal dengan kelakuan sahabatnya


" Dia bukan engga cinta tapi masih marah bentar lagi juga dia maafin aku. " jawab Betrand menghibur diri sendiri


" Betrand.. Aku engga ngerti Bella kasih makan apa sih sampai kamu berubah drastis gini, mana harga diri kamu! Sadar kamu sama Bella itu udah putus! " ucap tegas Jojo


" Jojo... Aku sama Bella itu udah nikah tau! " balas Betrand lalu pergi meninggalkan Jojo


" Sabar... Sabar... Sekarang dia bukan lagi cinta dengan Bella tapi sudah terobsesi. " ucap Steve meratapi nasib sahabatnya


Sementara itu Salsa mulai kesal dengan tingkah laku Bella yang menurutnya kelakuan sudah tak lazim lagi.


" Bella...Aku harap kalian baikan aja, aku kasihan sama Betrand tiap pagi dia selalu nunggu kamu ,mengikuti kamu sampai Kafe ,malamnya dia menunggu dan mengikuti sampai ke asrama ,apa kamu engga merasa kasihan ? " tanya Salsa


" Kasihan...Sorry aku harus kasihan dengan orang macam dia.!" jawab Bella, sekarang dia benar-benar membenci Betrand orang yang pernah dia cintai.


" Okey... Okey gimana kalau sekarang kita ke Kafe udah lama udah engga makan diluar." ajak Vivian dengan semangat


" Okey.. " ucap mereka dengan kompak.


Dikafe Bella dan semua sahabatnya mulai memesan berbagai menu , semua tampak senang kata sindir dan ledek terus mengalir diantara mereka


" Pelayan... Saya minta bill nya.? " ucap Bella memanggil pelayan


" Sudah dibayar Mbak. " jawab pelayan Kafe


" Siapa? " tanya Bella sambil memegang kartu Atm


Dengan rasa penasaran sama Bella mendekati laki-laki tersebut , Alangkah terkejutnya Bella setelah dia melihat ternyata yang Betrand duduk sendiri sambil menyuruput orange juice


" Apa maksudmu dengan ini.!" seru Bella


" Apa.? "ucap Betrand dengan santai


" Betrand udah aku bilang kita ini udah putus, ngapain kamu terus mengikutiku. " geram Bella dengan kelakuan mantan pacarnya.


" Kita ini udah nikah sayang bukan pacaran. " lirih Betrand


" Tolong jangan ganggu lagi aku,..Ngerti! " ucap Bella sambil menyiramkan orange juice ke muka Betrand, sontak para sahabatnya terkejut dan menarik Bella keluar dari kafe sedangkan Betrand hanya diam mengusap mukanya yang basah.


Diluar Kafe... Salsa dan yang lainnya mulai geram dengan kelakuan Bella yang menurut mereka semakin keterlaluan


" Bella, apa kamu engga kasihan sama dia.! Apa kamu suka menghina dia didepan umum! Apa kamu belum puas menyiksa dia! Engga disangka aku punya teman yang engga punya hati. " geram Salsa kesal dan pergi meninggalkan Bella sendiri.


Bella hanya bisa diam dalam kemarahannya.


Sementara itu


" Halo, Betrand kamu dimana sekarang? "


tanya Viko dalam panggilan


" Di kafe. "


" Cepat ke Kafe Zero, kamu pasti suka. " bujuk Viko


" Okey aku kesana sekarang. " jawab Betrand menutup panggilannya

__ADS_1


Sesampainya disana


Jojo, Steve dan Viko sudah menunggu


" Ada apa? " tanyanya dengan lemas


" Kenapa bajumu, apa diluar hujan. " Sambung Steve bertanya


" Ada apa? " Betrand menanyakan kembali


" Ini lihat. " ucap Viko memberikan setumpukan berkas


" Apa ini? "


" Ini hasil BAP dan visung wanita malam itu, ternyata cairanmu engga ada dalam tubuh dia. " jawab Viko


" Terus, tentang BAP nya dalang dari kejadian kemarin itu adalah Silvia. " ucap Jojo


Betrand yang mendengarnya geram ,tangannya mengepal kesal


" Mau kemana kamu! " tanya Viko


Betrand yang kesal pergi ke tempat dimana Silvia berada


Disana terlihat Silvia sedang asik berjoget bersama sahabatnya dan Betrand dengan kesal menariknya


" Ada apa?" tanyanya dengan santai


" Lihat ini, aku akan tanya sekarang, apa kamu dibalik kejadian malam itu. " ucap Betrand yang mulai menegang


" Emangnya kalau aku kenapa? " jawabnya dengan belagu


" Apa mau kamu! " Betrand yang mulai mengeraskan rahangnya


" Aku hanya ingin kamu merasakan ditinggal dengan orang yang kamu cintai di atas ranjang dengan cara yang menyedihkan " ucap sombong Silvia


Ingin rasanya Betrand menampar Silvia dengan ucapannya


" Untung aja kamu perempuan, kalau engga!" ucap tajam Betrand dengan menahan tangannya yang sudah terangkat


" Ingat wanita yang kamu suruh, sudah mendekam di penjara tunggu aja saat tiba waktunya kamu mengikutinya. " ucap Betrand mengancam Silvia kemudian pergi kembali ke Klub Zero


Di Klub zero


" Darimana kamu.? " tanya Viko


Betrand hanya diam tertunduk menahan kesalnya terhadap Silvia


" Betrand gimana hubunganmu dengan Bella? " tanya Viko


Sekali lagi Betrand terdiam


" Biasanya kalau masalah rumah tangga kayak gini sering terjadi dengan orang tuaku, malahan mereka sempat mau cerai, tapi sampai sekarang tak jadi, kamu tau kenapa? Mereka bilang engga mungkin kalau mereka harus bercerai karena orang tua ku terlalu sayang dengan anaknya, mereka tak sanggup kalau mereka menjadi egois dan menelantarkan anak-anaknya. " ujar Viko


saat itu pula Betrand terdiam dengan kata-kata Viko


anak... ya.... aku harus punya anak dari Bella dengan begitu Bella engga mungkin ninggalin aku gumam Betrand ,raut wajahnya berubah menjadi cerah senyumnya terlihat merekah lagi.


" Makasih... Makasih kalian memang sahabatku, " ucap Betrand berdiri dan pergi


" Hey,! Kamu mau kemana? " ucap lantang Viko memanggil tapi Betrand hanya melambaikan tangannya saja.

__ADS_1


__ADS_2