
Malam itu hanya tinggal keluarga inti saja yang bermain kartu, disela permainan Ayah mulai berbicara dengan nada yang sedikit serius.
" Betrand apa kamu sering memasukkan perempuan ke apartemen? " tanya Ayah sambil melempar kartu
" Belum pernah Yah.. baru Bella aja. " jawab Betrand dengan santai
" Apa kamu serius dengannya? "
" Iya, dek.. kamu jangan suka nyakitin hati perempuan...kasihan anak orang. " ucap Kak Derry menyele.
" Betrand serius, Yah... Betrand berencana untuk ngelamar dia. " jawab Betrand
" Kapan? "
" Sesudah kita lulus."
" Kapan? "
" Lima bulan lagi.. Apa Ayah suka ama Bella? " tanya Betrand
"Ayah engga akan pilih-pilih perempuan. Asalkan dia dari keluarga baik-baik Ayah setuju aja. " jawab Ayah
Malam itu Ayah mulai menasihati Betrand layaknya orangtua menasihati anaknya yang akan menjalani kehidupan rumah tangga hingga Ayah pun berdiri mengakhiri permainan dan berjalan masuk ke kamar untuk beristirahat begitu juga dengan Kak Tio dan Kak Derry yang menyusul masuk kamar
" Dek... ini kamar Bella. " tanya Kak Tio yang agak canggung
" Iya Kak.. engga apa-apa Bella tidur ama Bi Wina. " jawab Betrand
Kak Tio dan Kak Derry tidur dikamar Bella sedangkan Betrand tidur di sofa keluarga.
Malam itu Betrand sedikit tidak bisa tidur, dia mengingat apa yang Ayah sarankan. Malam itu dengan serius memikirkan untuk memantapkan hatinya agar bisa melamar Bella.
Pagi itu Bella terbangun lebih awal sekitar jam 4 karena dia merasa kedinginan setelah tidur di karpet dengan mata yang masih mengantuk Bella mengosok matanya dan melihat Bi Wina yang mulai duduk terbangun
" Non... sudah bangun? " tanya Bi Wina
Bella hanya mengangguk dan melipat selimbut bekas dia pakai.
Bella dan Bi Wina bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan beranjak ke dapur karena hari ini akan banyak orang yang akan sarapan Bella dan Bi Wina akhirnya memasak lebih awal agar setelah para tamu bangun nanti sarapan sudah siap.
Dengan cekatan para wanita memasak Bi Wina tersenyum saat melihat Bella yang begitu serius memasak seperti seorang koki.
Pagi itu Bella pun sedikit bingung dengan menu sarapan yang akan dia sajikan sehingga berbagi macam masakan dia masak .
Betrand pun terbangun dengan wanginya masak dan berjalan menuju dapur
" Emm harum banget masak apa? " tanya Betrand yang memeluk Bella dari belakang dengan dagu menempel di pundak Bella
" Udah bangun " senyumnya
Betrand pun ikut senyum dan mengangguk dan mencium pipi Bella
"Malu diliat Bibi.. " sahut Bella yang memerah
Betrand pun berdiri tegak dan meregangkan badannya kemudian menempel kembali
" Masih ngantuk. " tanya Bella dengan manja
__ADS_1
Betrand hanya mengangguk
" Ya udah tidur lagi aja sana.. " ucapnya sambil mengusap pipi Betrand dengan lembut
" Jam berapa sekarang? "tanya Betrand
" Jam 6, kenapa? "
" Bentar lagi Ayah bangun mau sarapan. " jawab Betrand yang membalikkan badan dan duduk dikursi meja makan.
Tak lama memang benar Ayah, Kak Tio dan Kak Derry keluar dari kamar dengan dandan yang sudah rapi
" Baru bangun? " tanya Kak Derry yang baru keluar dari kamar
" Dari tadi.. Ya udah aku mau mandi dulu. " ucap Betrand berjalan menuju kamar yang sudah diisi Ayah untuk istirahat
" Mandi sana biar segar. " ucap Ayah menepuk pundak Betrand
" Iya... Yah." jawab Betrand yang masih menguap.
sedangkan Bella yang hampir selesai masak mulai menyajikannya ke meja makan
" Masak apa Bella harum banget? " tanya Kak Derry yang sedikit bungkuk mencium aroma masakan
" Cuma masak masakan sederhana mudah-mudahan Ayah, Kak Tio dan Kak Derry menyukainya. " ucap Bella yang menuangkan air hangat untuk mereka
Dan tak lama kemudian para Sekertaris pun datang yang telah siap bekerja
" Eh.. semua ayo kita makan dulu. " ajak Ayah yang sudah duduk dimeja makan
semua para Sekertaris tersenyum mengangguk menghampiri dan mereka segera mengambil piring untuk sarapan
Ayah : Halo... Bunda.. Tunggu bentar
saat itu Ayah langsung berdiri dan mengalihkan pembicaraannya melalui Smart Tv, tentu saja semua terlihat jelas seisi ruangan.
" Hai anak-anakku apa kabar ?" ucap Bunda melambaikan tangan
mereka mengangguk dan mengacungkan jempol
" Lagi asik sarapan ya... kelihatan enak? " ucap Bunda
" Iya bun... buatan calon mantu. " ledek Kak Derry
" Siapa... Bunda jadi penasaran. "
" Coba Bunda tebak? " tanya Kak Derry
" Apa yang masak Jasmine.? " tanya Bunda dengan polos
Bella yang mendengar didapur terdiam tertunduk
" Bukan.. Bukan.. Bunda" sahut Kak Derry
" Terus siapa? "
" Bella. " jawab Kak Tio
__ADS_1
" Bella, siapa?"
" Pacar Betrand yang waktu dia kenalin dulu acara pernikahanku." jawab Kak Derry
Bunda sedikit mengerutkan alis
" Boleh Bunda ketemu ama Bella. " ucap Bunda
" Bentar... Bella! " panggil Kak Tio
Bella berjalan tertunduk dan memberi hormat
" Pagi Tante... " sapa Bella
" Oh ...Bella maaf bunda lupa lagi, Betrand ini Bella yang kamu ceritakan itu? " tanya Bunda
" Iya bun.. Calon mantu Bunda. " ucap Betrand dengan bangga
" Kayaknya enak nih... masakannya sampai Ayah engga mau ngomong ama Bunda. " sindir Bunda
" Pastilah.. Bun.. Ayah aja udah nambah dua kali. " ajek Betrand
" Bella kapan-kapan Bunda mau dong dimasakin ama Bella. " ucap Bunda menggoda Bella
" Iya Tante... " jawabnya dengan senyum
" Ya udah Bunda tutup dulu telponnya, nanti Bunda sambung lagi da.. da.. " ucap Bunda melambaikan tangan
Setelah mereka menghabiskan sarapan
" Pak sudah waktunya anda berangkat. " ucap Sekertaris Ciko
" Jam berapa penerbangannya? "
" Satu jam lagi, pak. " jawab Sekertaris Adi
Ayah pun bergegas berdiri dan memakai jas kemudian menghampiri Bella
" Bella...Om berangkat dulu...Terima kasih atas sarapannya semuanya enak. " ucap Ayah
" Iya... Makasih Om. " ucap Bella yang langsung mencium punggung tangan Ayah dan Ayah pun mengelus rambut Bella sembari tersenyum kejadian ini membuat Betrand tersenyum bahagia.
" Kita berangkat dulu ya.. " pamit Ayah
Betrand dan Bella tersenyum.
Setelah pintu tertutup Betrand yang langsung melepaskan nafas panjang dan meregangkan badannya seperti melepaskan semua beban, kemudian memeluk Bella
" Apa sih malu ama Bibi... " ucap Bella
" Engga apa-apa... Toh Ayah dan Bunda juga udah tau paling kalau keciduk langsung ditarik kawin. " sahut Betrand dengan gemes
" Udah ah.. Aku mau bantu Bibi beresin meja makan. " ucap Bella melepaskan pelukan Betrand
" Apa... Aku!" ucap Betrand meninggikan suaranya
" Eh.. Mami mau bantu Bibi beresin meja makan, apa Papi mau melepaskan pelukan sayangnya.. " ucap Bella dengan senyuman manjanya
__ADS_1
" Cium dulu.. " ucap Betrand menunjuk ke pipi kanannya
Bella pun dengan pasrah mendekat untuk menciumnya tapi dengan cepat Betrand malah mencium bibir Bella. Bella yang kaget dengan cepat dia melepaskan ciumannya dan berjalan cepat menuju dapur, sedangkan Betrand tersenyum.