Cowok Playboy Itu Pacar Ku

Cowok Playboy Itu Pacar Ku
Kenangan


__ADS_3

Komplek Luxury garden


Dengan kecewa Tuan Riko masuk kedalam rumah dan mengambil album di lemari kerjaanya.


Tampak photo-photo masa SMA yang penuh kenangan.


" Tuan... Maaf jika saya lancang? " ucap Pak Beni menghampiri


" Ada apa?" tanya Tuan Riko sambil menatap album


" Apakah anda kenal dengan nona Bella.?" tanya Pak Beni


sejenak Tuan Riko terdiam dan tersenyum


Mulailah Tuan Riko menceritakan masa lalunya


" Kenal... Dulu saya adalah korban perundungan. Bella hadir saat saya berada sedang bully oleh teman-teman seangkatan. Mungkin Pak Beni menganggap kehidupan saya sama seperti sekarang. Kenyataan Kehidupanku 180 derajat terbalik dengan sekarang. Disaat aku terpuruk hingga putus asa Bella lah yang menyemangatiku untuk tetap hidup dan berdiri. " ucap Tuan Riko menatap photo Bella bersamanya.


"Tapi mengapa Nona Bella tak mengenali anda? " Pak Beni melanjutkan pertanyaan


" Dulu saya berkacamata ,orang-orang bilang saya adalah anak bermata empat, si kutu buku, anak jadul. Aku ingat setelah selesai istirahat teman-teman yang biasa membullyku datang untuk meminta uang jajan, hal itu bagi saya sudah menjadi kebiasaan. Saya tak pernah membalasnya hanya bisa tersenyum sambil memberikan seluruh uang jajan, tapi satu hari setelah mereka mengambil semua uang jajan, mereka pula memukuliku hingga babak belur. Hanya Bella yang berani menghentikan mereka .Dan mengantarku ke UKS " ucap Tuan Riko


"Apa waktu itu anda tidak mengatakan suka dengan nona Bella?. " tanya Pak Beni


" Apa boleh buat aku hanya merasa duniaku dan Bella sangatlah jauh. " ucap Tuan Riko


" Apakah dulu anda tidak menyatakan cinta? " tanya Pak Beni


" Sempat saya ingin menyatakan cinta, walaupun gugup saya pernah berusaha melakukan pernyataan cinta, tapi sayang Bella sudah pacaran dengan Tony. Tak lama dia pun putus. Saya penasaran, kenapa Bella bisa putus dengan Tony, setelah saya menyelidiki ternyata dia lebih suka cowok pintar, sedikit itu menjadi acuan saya untuk giat belajar agar dapat perhatian Bella dan dia juga pernah bilang dia suka cowok berduit agar apapun yang dia mau dia bisa memilikinya. " ucap Tuan Riko


" Jadi anda belajar bisnis? " sahut Pak Beni


" Iya saya belajar bisnis, saya mau nanti apapun yang Bella mau bisa saya penuhi, ternyata dia sudah berpacaran lagi dengan Zaki, sedangkan saya hanya bisa menjadi penggemar rahasianya saja saat itu hingga saya kehilangan kontak dia. Setelah berapa tahun dengan tak terduga saya bertemu lagi dengannya." jawab Tuan Riko


" Tapi sekarang anda sudah berbeda, apakah anda akan mengejar nona Bella.?" tanya Pak Beni menyemangati


" Sebenarnya saya ingin menyatakan ungkapan cinta ini apapun resikonya walaupun dia sudah bersuami, tapi... Setelah tadi melihat senyum itu, senyuman indah pertama kali aku lihat selama SMA ,dia begitu bahagia aura cinta dan sayangnya keluar begitu besar. Rasanya saya hanya bisa selamanya menjadi penggemar rahasianya saja. " ucap Tuan Riko menutup albumnya


" Tuan maaf bila saya lancang menayakan kembali, apabila ada kesempatan untuk mengambil Nona Bella apakah anda akan ambil? apa lagi mereka sebenarnya belum menikah.? " tanya Pak Beni


" Apabila kesempatan itu ada, saya tidak mau menyia-nyiakannya. Saya harap pun begitu, mempunyai kesempatan untuk membahagiakan dia. " ucap Tuan Riko


" Saya doakan anda mempunyai kesempatan itu. " ucal Pa Beni membungguk hormat dan pergi berlalu meninggalkan Tuan Riko diruang kerjanya.


Bella akankah aku mempunyai kesempatan untuk membahagiakanmu gumam Tuan Riko sambil menghelas napas panjang dari keluar dari ruang kerja menuju kamar tidurnya


*****

__ADS_1


Setelah Bella berganti baju dia keluar untuk menonton televisi, disana pula Betrand sudah lebih dulu duduk disofa dengan santai.


" Belum ngantuk ." tanya Betrand dengan tangan menyambut


" Belum.. " jawab Bella menghampiri dan bersandar di dada Betrand


" Ada apa? Papi lihat setelah pulang dari Kafe Mami melamun aja. " tanya Betrand sambil memainkan jari jemari Bella


"Tadi waktu di Kafe Mami melihat mobil hitam parkir di depan Kafe ,tapi waktu Mami menatapnya mobil itu malah pergi.. " ucap Bella. Sejenak Betrand terdiam, saat Bella menatap Betrand tersenyum.


" Besok siang kita ke rumah Papah. Dua hari kemudian Ayah dan Bunda akan datang untuk menentukan tanggal pernikahan kita. " ucap Betrand


" Besok siang! " tanya Bella yang kaget


" Iya, kenapa? "


Bella yang terdiam sambil memegang dada.


" Kenapa? "


" Terasa mimpi sebentar lagi aku akan menikah. " ucap Bella malu-malu


" Mami bahagia? "


Bella mengangguk tertunduk malu, Betrand mengangkat dagu Bella dan menciumnya.


" Bella i love you " ucap Betrand


".....Bella aku engga bisa menunggu nanti.


" desah Betrand


Bella hanya menerima serangan demi serangan


" Bella aku pasti akan bertanggung jawab. " Betrand yang terus melakukan aksinya


" Bella relakah kamu memberikan semua kehidupanmu sekarang? " tanya Betrand sambil mengusap rambut Bella


" Sayang tunggu lah sebentar setelah kita bertemu kedua keluarga kita, diriku akan seutuhnya milikmu. " jawab Bella


" Apa kamu tidak percaya aku ? "


" Aku percaya, tapi kenyakinanku akan utuh sepenuhnya setelah kedua orang tua kita bertemu dan saling menjadi silahturahmi sebagai keluarga besar. Hari itu tak akan lama. " jawab Bella mencium kening Betrand


" Baiklah aku tunggu hari itu. " ucap Betrand langsung tidur terlentang memeluk Bella dan memiringkan kepala Bella agar bersandar di dadanya


hari itu pasti tiba semua akan menjadi milikmu gumam Bella dalam hati dengan mencium kecil dada Betrand yang kekar.

__ADS_1


Malam itu Bella masih memikirkan siapa yang berada di balik mobil itu.


Keesokannya


Tak seperti biasa hari itu Bella bangun lebih siang daripada Betrand. ketika dia membuka mata dikamar itu ternyata hanya dia sendiri di kamar tidurnya.


Dengan mata sedikit mengantuk dia keluar sambil mengosok-godokan mata


" Udah bangun. " sapa Betrand yang menyiapkan sarapan


Bella senyum dan mengangguk


" Mandi, berdandan sana biar lebih seger ." ucap Betrand memegang pipi Bella, Bella mengangguk dan kembali kamar untuk membersihkan diri.


30 menit berlalu Bella sudah siap dan terlihat cantik dengan model fashion casualnya.


" Sini kita sarapan. " ucap Betrand


"....Hari ini Mami harus coba masakanku. " ucap Betrand melanyani Bella


" Papi yang masak? " tanyanya seakan tidak percaya.


" Iya... tenang aja walaupun Bi Wina ada dan selalu melanyani, aku tetap bisa masak " jawab Betrand


" Engga percaya? " sahutnya meledek


dan menyantapnya


" Gimana? " tanya Betrand


" Emmm... Enak... Enak. Bi... Ini masakan Bibi ya.. " ucap Bella


Bi Wina senyum


" Tuh kan buat Bibi bukan buatan Papi. " ledek Bella berlari dari ruang ke ruang televisi


" Kamu nih memang Pacar yang manja. " ucap Betrand dan mengejarnya.


Melihat mereka berdua bahagia Bi Wina ikut merasa bahagia juga. Tuan muda kecilnya yang dulu manja sekarang sudah menjadi laki-laki dewasa.


Semoga kalian selalu bahagia doa yang Bi Wina ucapkan dalam bathinnya.


" Sayang...Kita berangkat jam 12 jadi kita harus pergi jam 11 "


" Okey. "


Mereka akhirnya berkemas dan berangkat.

__ADS_1


__ADS_2