Cowok Playboy Itu Pacar Ku

Cowok Playboy Itu Pacar Ku
Jojo suka Bella


__ADS_3

BAB 18


Siang itu di kampus


Jojo yang sedang berjalan sendirian secara kebetulan melihat Bella yang sedang asik melamun di taman lapangan bola,dengan santai dia menghampiri Bella untuk menyapanya.


"Hai lagi ngapain  kok sendirian?Mana sahabatmu yang lain?" ucap Jojo yang duduk disebelah Bella.


Bella pun menoleh dan tersenyum


"Oh yang lain...Lagi pada ke perpustakaan. " jawab Bella dengan santai sembari mengoyang-goyangkan kakinya.


" Kamu sendiri kenapa sendirian, Mana yang lain? " Bella balik menanyakan.


" Oh, biasalah mereka kalau ga cari mangsa ,ya lagi pacaran,? " jawab Jojo.


Mereka pun tersenyum, "Dipikir pikir kampus ini indah ya lapangan bola nya juga bagus.. " ucap bella sambil kembali mengoyang-goyangkan kakinya


" Kenapa kemarin beda ya ?" ucap jojo melirik Bella


Bella tersenyum dan mengangguk.


" Bel.. Sorry ya aku mau tanya kamu kenapa kemarin bisa sering berantem ama Betrand, terus sekarang malah damai, apa ada hal yang bikin kalian..... " ucap Jojo yang penasaran.


" Maksud pacar.. Ya engga lah. Aku kemarin sering cekcok ama dia juga engga tau itu secara tiba tiba aja, mungkin karena dia sering bully aku jadi aku lawan dan aku ga suka kalau ada yang petantang-petenteng, sok jago, sombong. lalu masalah kita jadi damai itu juga karena dia udah ngejelasin kejadian malam itu secara terperinci beberapa hari kemarin dia ngajak aku kekantor polisi untuk ngebuktiin para preman itu engga ada hubungannya dengan dia... "  ucap Bella sambil duduk santai.


" Oh ya Jo.. Kamu udah berapa lama kenal Betrand? " tanya Bella.


" Sejak smp,  Kenapa gitu? " jawab Jojo.


" Betrand sifatnya emang gitu ya,  selama aku dulu sering berantem ama dia, aku nilai dia kayak kurang perhatian.. " ucap Bella.


" Perhatian cewek..? "  ucap Jojo sambil tersenyum.


" Bukan.. Perhatian orang tua." Ucap Bella  sambil  tersenyum.


" Sebenarnya Betrand anak orang kaya, kedua orangtua nya sekarang tinggal di luar negeri disini dia sendirian. Dulu dia tinggal sama orangtuanya disini tapi karena usaha orangtua berkembang pesat suka tidak suka mereka pindah, jadi rumahnya besar itu diisi sama dia dan para pembatunya hingga jadi kesepian.. " ucap Jojo


" Emang dia ga punya kakak? " Bella melanjutkan bertanya


"Sebenarnya dia anak ketiga dari tiga bersaudara ,kakak yang pertama udah menikah dan yang kedua ikut ayahnya mengurus perusahaan." jawab Jojo


Bella hanya menggangguk


" Dia enggak ikut orang tuanya pindah?"


"Karena Betrand anak paling akhir, dia sedikit manja dan keras kepala dia enggak mau pindah bilangnya dia lebih kerasan tinggal di rumah besar itu, ya walaupun akhir dia harus pindah ke apartemen " ucap Jojo


" Pantesan..." ucap Bella.

__ADS_1


" Kenapa ngeselin? " ucap Jojo.


" Sangat ngeselin banget. " ucap Bella  kesal


" Sebenarnya dia hanya cari perhatian aja tapi karena dia gak tau caranya...Ya hasilnya itulah." ucap Jojo sambil tertawa dan Bella ikut tertawa.


" Bella.. Kamu ternyata asik juga ya kalau diajak ngobrol. " ucap Jojo


" Emangnya selama ini aku ngeselin ya.. " ucap Bella senyum


" Enggak.. Enggak ngeselin cuman kemarin kita belum sempat ngobrol santai aja. " ujar Jojo.


mereka terdiam memandangi luasnya lapangan bola


" Udara ya enak ya.. " ucap Jojo


Bella pun mengangguk


Bip.. Bip.. Bip.. 


Suara pesan dari ponsel bella.


Ria: Bella masih di kampus? mau kerja ga?


Bella :Iya tunggu aku lagi dijalan.


jawab pesan Bella.


" Kamu masih kerja dikafe itu apa ga takut pulang nya kan suka malam.. " tanya Jojo


" Ya sebenarnya sih rasa takut ada tapi kalah sama perut " ucap bella sambil memegang perut dan tersenyum serta mengedipkan mata.


" Yuk aku pergi dulu.. " ucap Bella sambil melambaikan tangan. Jojo membalas melambaikan tangannya.


Setelah Bella pergi


" Jojo ngapain kamu senyum senyum sendiri " ucap Viko yang mengejutkan Jojo


"Enggak.. Enggak ada apa? " ucap Jojo mengusap dada


" Kita ke klub yuk yang lain udah pada nungguin nih. " ucap Viko. Mereka pun pergi ke klub Zero.


Klub Zero


" Kenapa lambat kayak cewek aja.. " ucap Betrand.


" Bukan lambat paling cari dulu mangsa tapi gak dapet.. " ucap Steve ngeledek.


" Guys kok  cuman berdua mana cewek nya.. " tanya Viko sambil menuangkan minuman.

__ADS_1


" Enggak ada ya sementara ini jomblo dulu aja.. " ucap Steve.


" Betrand tadi aku ketemu ama Bella.. " ucap Jojo.


" Terus  kalian ngomong apa? " tanya Betrand sambil cuek.


" Aku liat dia merasa bahagia  raut muka senang enggak ada raut dendam kayak dulu lagi " ucap Jojo.


Betrand pun tersenyum,


" Wah... Akhirnya kampus kita tentram lagi dong " ucap Viko meregangkan tangannya.


" Bro.. Aku perhatiin  Bella cantik juga ya kalau lagi senyum... Senyuman nya manis.? " ucap Jojo tersenyum


" Wah, jangan jangan kamu suka nya sama Bella " tanya  Steve merangkul Jojo.


Jojo saat itu tersenyum


" Kalau, aku suka emang ga boleh? " ucap Jojo sambil meneguk minuman


Sementara Betrand terdiam terpaku dengan perkataan Jojo.


" Kamu ngobrol apa ama Bella? " tanya Betrand


"Cuman saling mengenal aja. " jawab Jojo santai


" Aku mau tanya, kalau dia jadi pacar aku, kalian setuju ga? " tanya Jojo.


" Ga salah nih yang aku dengar? " ucap Viko terkejut


" Emang dia semenarik itu ya, sampai Jojo si anak kalem mau incer Bella yang cerewet itu. " ledek Viko.


" Sebenarnya waktu Betrand sama Bella saling ejek raut muka marahnya, kesalnya, dan senyum jahilnya imut banget. " ucap Jojo yang terpesona


" Bentar-bentar apa kamu lagi mengungkapkan perasaanmu. " ujar Steve


Jojo hanya tertunduk tersenyum


" Betrand kamu kenapa kok diam. " tanya Steve


" Aku mau pulang dulu udah ngantuk." jawabnya sambil berdiri dan pergi meninggalkan sahabatnya yang masih asik mengobrol


" Jo...Kapan kamu mau nyatain ama Bella?" tanya Steve


" Aku mau pdkt dulu kalau dia ngerespon, aku ga akan pikir lama-lama lagi. " ucap Jojo dengan yakin


" Ya udah kita dukung!" sahut Viko dengan semangat


Selama dalam perjalanan malam itu Betrand mengingat kejadian-kejadian yang pernah dia dan Bella alami hingga di dalam kamar apartemennya dia masih mengingat raut marah dia ,teriak dia ,kata-kata dia, ejekan dia, tertawa dia tak terasa Betrand pun sampai tersenyum-senyum sendiri mengingat kelakuannya dengan Bella , jantungnya mulai berdebar kencang , kemudian dia pun merubah mimik wajahnya menjadi sedih ketika mengingat kejadian malam yang mencekam itu ,hal itu membuat Betrand merasa bersalah,tanpa sadar malam itu Betrand membuka status medsos Bella dalam kolom galerinya banyak photo Bella yang ceria dengan senyum manisnya hingga dia memfollow Bella

__ADS_1


ternyata kamu cantik juga ucap Bertrand dalam senyumnya sambil memperhatikan salah satu photo Bella sampai dia tertidur.


__ADS_2