Cowok Playboy Itu Pacar Ku

Cowok Playboy Itu Pacar Ku
Tour 2


__ADS_3

Melihat raut wajah Bu Tina yang sedikit curiga Bella tersenyum menggoyangkan badan Mamahnya


" Udah...Mah jangan berpikir negatif, kita berangkat ya.. "


" ...Oh ya Mamah dan Papah lapar engga? " tanya Bella mengingat sebentar lagi masuk jam makan siang


" Engga kenapa? " tanya Bu Tina


" Sebentar lagi, waktunya makan siang,sekalian Bella mau bawakan makanan kesukaan Betrand" Bella mengajukan ide


" Boleh sekalian aja, biasanya Betrand makan apa? " tanya Bu Tina yang antusias


" Ada tempat kafe kesukaan Bella dan Betrand. " Bella memberi sedikit teka-teki


"...Pak ke Kafe Alex. " perintah Bella


" Baik, Nona ." sahut supir.


Mobil berjalan berlalu keluar dari kampus menuju Kafe Alex.


Setelah melaju selam 30menit, mereka sampai


" Bella... Ada apa kesini semua sehat? " sambut Kak Alex dengan senyuman


" Kak, kenalin ini Papah dan Mamah Bella. " ucap Bella memperkenalkan


" Halo...Saya Alex. " sambut Alex


" Pah, Alex adalah pemilik Kafe ini, selama ini Bella ambil kerja paruh disini. " ucap Bella


"....Kak Alex sudah anggap sebagai kakak Bella sendiri, dia kakak dari Vivian teman sekamar Bella. " lanjut Bella menjelaskan


" Terima kasih sudah menjaga anak Bapak, kamu pasti kerepotan dengan sifat manjanya. " ujar Pak Indra


" Tidak.. Tidak sama sekali, pak . Saya yang merasa beruntung mempunyai adik sepintar dan semandiri Bella, karena dia Kafe saya menjadi lebih baik dan ramai." ucap Alex menyanjung Bella


" Bapak tau salah satu menu favorit dikafe kita adalah buatan Bella. "Alex melanjutkan menyanjung


" Boleh saya tau? " tanya Bu Tina yang penasaran


" Pasta with sauce orange. " jawab Alex memandang hebat wajah Bella


" Benarkah. " sahut Bu Tina yang bangga


" Kak.. Sebenarnya resep itu buatan Mamah, saya hanya mengulik sedikit menambahkan dalam resep ." sahut Bella yang sedikit malu-malu


" Ternyata bakat memasakmu dari Ibu... " Ucap Alex dengan bangga


Mereka akhirnya terlibat percakapan ringan saling sanjung terasa, senyum Pak Indra dan Bu Tina semakin merekah mendapatkan anak putri di negara orang diterima dengan baik.


" Kak.. Bella pergi dulu, mau antar makanan ini buat Betrand ,sebentar lagi sudah jam istirahat." ucap Bella mengakhiri percakapan dan pamit


Didalam mobil


" Sayang, Mamah bangga sama kamu, kamu bisa menjaga nama baik keluarga kita. " ucap bangga Bu Tina ,Bella pun tersenyum bahagia


Tour terakhir mereka mengunjungi kantor tempat Betrand bekerja PT. YK entertainmen


Pak Indra dan Bu Tina semakin melongo melihat calon mantunya bekerja.

__ADS_1


" Bella...Ini kantor Betrand? " Pak Indra yang seakan tak percaya


" Ayo masuk. " Bella menarik Bi Tina dan Pak Indra untuk masuk dengan bangga.


Dari depan resepsionis para karyawan membungkuk dan menghormat setiap Bella melewatinya.


Pak Indra semakin diam tak banyak bicara, mulutnya semakin kaku dengan rasa bangga


Di depan lift khusus Bella dan kedua orangtua berdiri tepat.


" Papah tau lift ini khusus untuk para direksi ." ucap Bella memasuki lift yang mewah


" Lift ini mewah banget. " ucap Pak Indra yang melotot kagum, matanya tak henti memerhatikan tiap sudut lift hingga pintu terbuka, Bella berusaha menarik Pak indra yang masih terdiam


" Pah, ayo.. " Bella menarik tangan Pak Indra dengan paksa


" Selamat siang, Nona Bella. " sambut salah satu resepsionis membungkuk


" Ada lagi resepsionis? " tanya Pak Indra sambil menunjuk, Bella hanya tersenyum sembari menarik Pak Indra


Tepat didepan kantor Asisten Tia memyambut


" Siang, Nona Bella apa kabar? " tanya Asisten Tia dengan sopan


" Baik. "


" Apakah tugas skripsi anda masih ada kesulitan? " Asisten Tia lanjut bertanya


" Untuk saat ini belum ada ,oh ya kenalkan ini orang tua saya " ucap Bella memperkenalkan


" Selamat datang di kantor kami. " sambut Asisten Tia


" Iya.. iya... " jawab Pak Indra


" Iya, Non... Mungkin sebentar lagi selesai. "


" Ya sudah, saya masuk dulu. " jawab Bella menarik kedua orangtuanya masuk kedalam kantor Betrand


" Apa nona dan ibu bapak mau saya bawakan minum? " Asisten menawarkan


" Buat saja satu kopi, teh dan minuman saya. " Bella memberi perintah


" Baik, Nona. " jawab Asisten Tia dan berlalu pergi meninggalkan kantor


" Nak, itu Asisten Tia yang kamu bicarakan? " tunjuk Bi Tina


" Iya, Mah... Dia yang membantu Bella selama skripsi. " jawab Bella mempersilahkan duduk


" Mamah... Mamah sini lihat! " teriak Pak Indra yang sedang menatap didepan kaca


"....Indah bukan! " ucap kagum


Pak Indra semakin kepo, dia melihat seisi kantor dari dinding hingga tempat duduk direktur


" Mah lihat... Ganteng engga Papah. " ucap Pak Indra dengan menggoyang-goyangkan kursi


"....Mah lihat ada photo anak kita dengan menantu. " ucap pak Indra menunjukkan


" Pah, sudah malu sama menantu kita, jangan kampungan gitu dech. " cakap Bu Tina menarik Pak Indra dari tempat duduk.

__ADS_1


Tapi perkataan Bu Tina tak didengar, Pak Indra menatap fokus ke satu pintu disebelah meja kerja


"Itu kamar Pah , tempat Betrand istrahat kalau dia kerja lembur." ucap Bella


Dengan penasaran Pak Indra membuka dan melihat isi dari kamar tersebut


" Mah lihat kamarnya kayak hotel bintang lima. " ucap Pak indra dengan gaya kampungan melihat setiap sudut kamar


" Gimana, pah. ?" tanya Bella bangga


" Papah bangga.... Bangga. " jawabnya keluar dari kamar dan duduk disofa tamu


" Pak, bu... Silahkan dinikmati. " ucap Asisten Tia menyajikan minum


Tak lama dari balik jendela Pak Indra melihat sang menantu berjalan gagah bersama dua laki-laki dengan membawa map.


" .....Pokoknya saya tak mau tahu proposal ini harus beres jam 3." suara tegas Betrand terdengar sampai dalam ruangan


setibanya Betrand membuka pintu, dia terkejut melihat istri dan mertuanya ada dihadapannya


" Papah.. Mamah...Kalian." ucap kaget Betrand dengan mengibas-ngibas tangan memerintahkan karyawannya untuk segera keluar.


" Betrand, aku minta maaf menganggu kerjamu, tapi Papah dan Mamah penasaran ingin lihat kantor dimana kamu kerja. " ucap gugup Bella yang merasa bersalah, karena dia tau aura wajah Betrand dari luar tak bersahabat.


" Engga... Engga apa-apa, kenapa kamu engga bilang Papah dan Mamah mau kesini, saya bisa minta Asisiten Tia menyiapkan makanan istimewa. " jawab Betrand sambil mengusap rambut Bella dengan lembut


" Nak, Maaf kalau Mamah dan Papah tak sopan, kita hanya ingin makan siang bersama. " ucap Bu Tina yang canggung


" Mamah, engga apa-apa... Malahan Betrand senang kalian kesini . Setidaknya kalian tahu dimana saya bekerja dan apa pekerjaaan saya." jawab Betrand dengan sopan


" Mah...Pah kita makan dulu nanti kita ngobrol lagi. " ucap Bella mengakhiri perbincangan.


Siang itu mereka menyantap makan siang dengan tersenyum dan tertawa lepas


Bella yang memperhatikannya semakin menyayangi calon suaminya.


" Nak Betrand, sekarang Papah sama Mamah tidak akan ganggu kamu, tadi Papah liat kamu begitu sibuk, jadi kita mohon pamit mau jalan-jalan lagi. " pamit Pak Indra yang langsung berdiri


" Pah.. Mah maafkan saya engga bisa temani kalian berkeliling kota. " sahut Betrand dengan canggung


" Engga apa-apa Mamah ngerti, kok. Tapi inget jangan terlalu fokus jaga kesehatan ya.. " ucap lembut Bu Tina


" Bella sini ada yang aku ingin bicarakan. "


ucap Betrand menarik tangan Bella


" Ada apa? "


" Mami bawa dompet.?"


" Bawa ,kenapa? "


" Mami bawa kartu kredit. "


" Mami bawa kartu pink sama atm. "


" Nih bawa dulu kartu ini, ajak mereka jalan-jalan, Maaf Papi engga bisa temani, proyek ini harus lolos minggu depan, Mami ngerti." ujar Betrand memberi kartu hitam


" Tapi kartu ini? " Bella sedikit enggan menerimanya

__ADS_1


" Udah pake aja, nanti kalau sudah selesai mandi Mami baru kembalikan, ingat jaga nama baik suamimu ya... " ucap Betrand sambil mengedipkan mata


" ...Tapi jangan lupa udah orang tua kita pulang, Papi minta balasannya. " lanjut Betrand dengan genit , hingga wajah Bella memerah.


__ADS_2