
Betrand dan Bella sudah pergi meninggalkan sahabatnya yang masih berkumpul,
"Mami udah laper? " tanya Betrand menggenggam erat tangan Bella
" Laper banget. " jawab Bella manja dan membalas memegang lengan Betrand
Sore itu mereka sengaja sebelum ke kantor mampir dulu ke restoran itali
" Mbak.. Saya pesan spagetti dan minumnya juice alpukat "
"Sama tapi saya minta kopi " sambung Betrand memberikan daftar menu.
wajahnya senang bener abis jadi peran utama wanita batin Betrand bergemit dengan menatap sinis
" Sayang, gimana kabar Yuanita?" tanya Betrand
" Baik.... Baik-baik aja, malah Mami salut dengan Yuanita orangnya kuat, kalau Mami mungkin bisa nangis 4 hari 4 malam" ujar Bella berkata jujur
" Silahkan menikmati. " ucap pramusaji menyajikan hidangan
" Asik... udah laper banget " ucap Bella dengan mata laparnya dan mengosok-gosokan kedua tangannya.
Selama mereka menyantap hidangan, Betrand yang merasa cemburu gerakan garpunya dengan kasar mencari perhatian
kenapa nih anak? Apa dia tau tentang berita diforum. gumam Bella.
Suasana pun semakin canggung
apa dia engga mau jujur udah ketemu dengan si Riko batin Betrand yang mulai geram,
Bella yang melihat prilaku Betrand
, dia berusaha memulai percakapan
" Sayang tadi, aku ketemu dengan Tuan Riko." Bella yang berusaha jujur
Tuan Riko, Tuan apaan!
" Aku ketemu dia engga sengaja tadi dikampus. Sayang dia hebat loh masih muda , pintar, sekarang dia jadi pembisnis muda terus sekarang dia udah bisa jadi narasumber hebat ya... " ucap Bella dengan canggung
Betrand yang sedang menikmati hidangan terhenti dan menatap tajam seraya melipat bibirnya menutupi rasa kesal.
" Kamu bilang hebat...." ucap Betrand bersandar
"....Coba bandingkan, waktu smp aku udah mandiri orang tuaku di Inggris dan aku disini, dari SMA aku udah belajar bisnis sampai aku mempunyai saham di perusahaan YK 1%
dan sekarang sahamku diperusahaan 15% ,kau tau dengan nilai saham itu kedudukanku di perusahaan sebagai apa, oh ya aku juga masih muda dan asal kamu tau berbagai universitas selalu mengundangku untuk menjadi narasumber.
Sekarang aku tanya, lebih hebat siapa aku atau dia? " sindir Betrand menatap tajam
" Ya....Hebat Papi ,pacar Mami." jawab Bella yang mengusap-usap punggung tangan Betrand
" Pacar! " ucap Betrand dengan tegas
" Bukan.. Suami.... Ya suami " Bella yang tersenyum canggung lalu mencium punggung tangan Betrand
gila nih anak! Matanya serem abis
Betrand pun tersenyum sinis dan melanjutkan makan
__ADS_1
fuh ,gini jadinya kalau punya cowok cemburuan
Batin Bella mengomel dan melanjutkan makan
Didepan restoran Betrand seakan belum puas dengan rasa cemburunya melirik tajam ketika Bella sedang asik menatap jalan dengan santai
" Sekarang Mami mau kemana?"
aduh jawab apa? Kalau bilang ke kampus pasti kena sindir lagi, ya apa boleh buat mengalah aja.
Bella menatap wajah Betrand kesal dengan senyuman manisnya
" Gimana kalau Mami ikut Papi, Mami kangen... Udah 24 jam engga ketemu Papi? " jawab Bella dengan manja
Betrand menatap sedikit memberi senyum lalu "Ayo.. " jawabnya singkat
fuh ...Tenang ... Tenang sabar... sabar , emang kalau ngadepin cowok cemburuan harus gini ya... untung cakep
Guman Bella tersenyum centil masuk kedalam mobil.
Selama perjalanan Bella menjadi lebih centil dan ganjen untuk menenangkan Betrand, tangannya dia elus-elus sesekali dia cium dan menempelkannya di pipinya.
kemudian Bella berusaha memanjakan Betrand , berusaha agar Betrand engga cemburu lagi.
Di perusahaan Bella semakin genit ternyata cara itu ampuh membuat Betrand melupakan cemburu senyumnya semakin merekah dengan sesekali mencubit dagu Bella dengan gemes
" Tia ,bapak datang engga? " tanya Sekertaris Adi yang pelangan-pelongo melihat ke dalam kantor
" Udah... Tapi ada Nona Bella " jawab Asisten Tia dengan akrab
Pintu kantor diketuk saat Bella sedang memanjakan Betrand duduk dipangkuannya
" Maaf pak, hari Bapak ada rapat dengan perusahaan SF. "
" SF" ucap singkat Betrand
bukannya itu perusahaan Riko, apa dia janjian ama Bella batin Betrand bergemit lagi rasa cemburunya muncul lagi dengan mata menatap tajam kebawah.
" apa bisa di undur. " Betrand bernada tegas menatap Sekertaris Adi
" Tidak... Rapat ini sudah dijadwalkan seminggu yang lalu, andai kata di undur akan mempengaruhi proyek kita.
sial ! aku lupa harus ada rapat dengan si Riko, Ada Bella disini lagi , apa mereka janjian ketemu biar aku cemburu
Betrand menatap tajam Bella
jangan bilang kalau kamu berprasangka aku janji ketemu dengannya gumam Bella menatap Betrand dan menggelengkan kepala
" Dimana dia sekarang " ketus Betrand kesal
" Sudah ada diruang tunggu. "
Apa ! dia udah disini, kalau aku sembunyikan Bella juga udah engga ada waktu. okey kita liat aja ,kalau kalian bermesraaan di depanku , engga perduli masalah proyek berhasil atau engga . Aku bakalan buat perhitungan dengan kalian
" Suruh dia masuk!" tegas Betrand menatap tajam
ya ampun gimana nih, auranya mulai serem lagi ,Riko jangan cari masalah ya..
batin Bella menegang saat Tuan Riko masuk menghampiri Betrand dengan santai
__ADS_1
" Hai , apa kabar? " sapa Tuan Riko
menyodorkan tangan untuk berjabat tangan
" Baik... silahkan duduk " jawabnya singkat.
" Apa kabar, Nona Bella? " sapa Tuan Riko mencium tangan Bella di depan Betrand
" Ehem... silahkan duduk. " ucapnya mengakhiri jabat tangan mereka
Matanya yang menggerilya melihat Riko terus memandang Bella dengan senyuman kecil
" Sayang.. Sini " ucap Betrand melambai meminta Bella menghampirinya
Bella yang sedang berdiri disamping meja kantor mendekat menghampiri Betrand yang sudah lebih dulu duduk disofa
" Ada apa? " tanyanya sambil berdiri
" Sayang,, Papi mau bilang maaf hari ini engga bisa anter Mami ke dokter. " ucapnya sambil mengusap-usap perut Bella
Bella terperanjat kaget
apa ini! Jangan bilang kalau kamu ngebohong aku hamil gumam Bella melotot
Apa mau ngelawan ! Betrand membalas melotot
Engga... Engga aku engga berani Bella yang langsung memasang senyum
" Iya...Iya engga apa-apa. " jawab Bella memberikan setengah senyumnya
" Mami bisa kan pergi dengan Bi Wina, nanti kalau sudah selesai, telpon Papi ya.. biar Papi jemput. " ucap Betrand sekarang dia mengusap-usap punggung Bella
" Iya ,Mami pergi sama Bi Wina aja, sekarang Mami pergi dulu." pamit Bela mencium tangan Betrand
" ....Tuan Riko saya pergi dulu. " lanjut Bella
" Silahkan hati-hati dijalan, jaga kehamilanmu semoga Nona Bella dan bayinya sehat. " ujar Tuan Riko mengikuti akting Betrand.
Bella yang keluar dari kantor merasa kesal senyumnya menyeringai dasar laki-laki cemburuan tangannya mengepal sambil mengangkat dan pergi.
" Tuan Riko silahkan kita lanjutkan. " ucap Betrand
Dalam sejam mereka saling berdiskusi dengan serius sampai diakhiri pembicaraan
" Pak Betrand, saya merasa puas dengan kerja sama ini semoga terus berlanjut dengan baik hingga akhir. " ujar Tuan Riko
" Terima kasih atas kepercayaan anda dengan perusahaan kami. " sambung Betrand
" Pak Betrand ,anda jangan terlalu banyak berakting, saya sudah berjanji tidak akan mengganggu atau merusak hubungan kalian kecuali kalian udah engga bisa bersama, saya pasti akan ambil kesempatan itu dengan cepat. " sindir Tuan Riko dengan santai
Betrand yang tersindir tak mau merasa skak mat
" Hari itu pasti tak akan ada untuk anda. "
" Anda tau selama ini saya melakukan semuanya untuk seseorang yang sangat saya suka. " Tuan Riko terus menyindir
"Tapi, anda tau saya melakukan ini untuk seseorang yang sangat saya cintai. " balas Betrand
" Okey, semoga anda dan istri beserta anak selalu bahagia. " pamit Tuan Riko menyudahi percakapan.
__ADS_1
Betrand memadang setengah senyumnya mempersilahkan Tuan Riko untuk keluar.