
Pagi hari menjelang keadaan kamar asrama sungguh kacau, sisa hiburan semalam.
Sisa makanan yang berserakan bersatu dengan kaleng-kaleng soda, Salsa yang bangun lebih awal memaksakan diri bertarung dengan dingin air pagi itu. setelah jiwa terkumpul dengan derasnya air, Salsa yang masih tak sadar dengan keadaan kamar asramanya berjalan mendekati meja belajar mempersiapkan buku-buku kuliahnya, hingga dia terkejut diantara buku-buku kesayangannya ,bersatu dengan kertas bungkus sisa kwetiau semalam menempel.
"ih.. " ucap Salsa merinding mencuil kertas nasi dan mata tersadar akan sampah yang berserakan.
" Ya... Ampun. " Salsa menepak dahi dan teringat kejadian semalam
" Bangun... Bangun " desak Salsa membangunkan semua orang, mereka yang masih diselimbuti rasa ngatuk tak kuasa untuk membuka mata kerena terhalang penuhnya perut sisa semalam
" Bangun... Bangun...Cepat nanti ibu penjaga datang kita juga yang repot " ucap Salsa dengan kesal membangunkan semua sahabatnya
" Apa sih Sa... Berisik tau masih malam nih! " sahut Yuanita membantah perintah Salsa dengan menguap
" Udah pagi... Cepat bangun, lihat kamar kita akan udah kayak tempat sampah, nanti kalau Bu penjaga tau kita pasti kena hukum. " sahut Salsa mengoyang-goyangkan badan Yuanita
" Iya.. Iya.. Kamu bangunin lagi yang lain, aku mau mandi dulu. " jawab Yuanita yang menguap
Vivian dan Bella akhirnya terbangun mendengar perdebatan Salsa dan Yuanita
" Ada apa sih pagi-pagi udah ramai. " celetuk Bella menggosok-gosok matanya
" Lihat kamar kita jadi kotor, nanti Bu penjaga datang kita pasti kena hukum " Salsa yang kekeh sambil memunguti sampah.
Bella yang masih mengantuk pun berdiri bangun dan membantu Salsa memunguti sampah bersama Vivian.
" Kalian udah bangun... Bagus.. Bagus.. Cepat rapikan. " ucap Yuanita sambil mengeringkan rambut setelah menyegarkan diri
Vivian dan Bella yang mendengar hanya bisa memoyongkan mulutnya.
" Yuanita kamu baik-baik aja? " tanya Vivian
" Baik... "
" syukur dech... " sambung Bella dengan tenang, ternyata Yuanita lebih kuat dari pada dirinya dalam menghadapi masalah percintaan.
***///
Siang itu Bella berjalan seorang diri merasakan sesuatu di perutnya, suara orkestra terus bergema, mengharapkan cacing-cacing yang berdemo di dalam perut berhenti.
Dari jauh terdengar samar-samar suara laki-laki memanggilnya, Bella yang menyengir menahan para pendemo memalingkan badannya
" Bella... Bella.. " Suara itu berkali-kali terdengar membuat Bella menanggahkan kepala dan memejamkan mata kesalnya.
" Hai... Mau kemana? " tanya Tuan Riko menepuk pundak Bella
" Apa... " cetus Bella
" Kenapa... Sakit? " Tuan Riko memandang Bella dari atas ke bawah
" Eh... Kamu engga.. Cuman.. " perkataan itu berhenti takkala pendemo bersuara lagi.
Tuan Riko yang mendengarnya hanya bisa menahan bisa tawa.
" Kita ..Makan siang bareng yuk. " ajak Tuan Riko
__ADS_1
" Engga... Engga usah, aku bisa ke kantin kok ." sanggah Bella menolak ,tapi berbeda dengan pendemo yang tidak bisa kompromi
" Udah... Udah.. Aku traktir. " sekali lagi Tuan Riko mengajak
Dengan terpaksa Bella pun menyerah dan mengikuti Tuan Riko ke sebuah kafe di depan kampus.
"Apa kabar? " Tuan Riko memulai percakapan
" Baik... Kamu.. " balas Bella
" Baik.. "
" Eh.. Kamu lagi apa disini, aneh bener? " tanya Bella menajamkan matanya
" Aku tadi habis menghadiri seminar. "
" Seminar apa?" Bella yang mulai kepo
" Seminar bisnis, kebetulan aku tadi jadi narasumber, hebat engga.. " ucap Tuan Riko dengan sombong
cih dasar kutu buku gitu aja hebat gumam Bella menyengir
" Kenapa? "
" Engga... Engga apa-apa, " jawab Bella menutupi isi batinnya.
Bella dan Riko pun berjalan dengan pembicaraan ringan yang diselingi senyuman sindiran
" Bella, boleh aku tanya sekali lagi? " ucap Tuan Riko dengan tatapan tak puas
" Apa aku udah engga punya kesempatan untuk jadi pendampingmu? " tanya Tuan Riko dengan perlahan
Bella yang mendengarnya tiba-tiba tersedak kaget
"Uhuk... Uhuk... Eh kutu buku awas aja kalau sekali lagi bilang aku hajar kamu! " jawab Bella mengepalkan tangannya.
Tuan Riko pun tersenyum geli melihat wajah marah Bella.
" Kenapa kamu ketawa? "
" Akhirnya, kamu kembali menjadi Bella yang dulu. Bella yang ceplas-ceplos " ucap Tuan Riko dengan santai.
Setelah menutup pendemo Bella berpamitan dan kembali ke kampus, untuk mengikuti kelas selanjutnya, tapi siapa sangka kehadiran Tuan Riko menjadi masalah bagi Bella.
Sepanjang jalan mata mahasiswa menampakkan kesinisannya, Bella yang acuh tak acuh masuk menghampiri sahabatnya yang sudah duduk terlebih dahulu
" Ada apa? " tanya Bella dengan sedikit curiga, tatapan Bella berkeliling memperhatikan mahasiswa yang lain berbisik dengki kepadanya
" Sa... Ada apa sih, aku rasa ada yang aneh dikelas ini.?" Bella yang mulai curiga
Salsa pun mengeluarkan ponsel dan membuka forum akademisnya
" Nih.. Lihat." jawab Salsa memberikan ponselnya
Dengan rasa penasaran Bella mengambil dan membaca hal apa yang membuat heboh seisi kampus, tapi hal yang tek terduga terjadi di forum kampus photo Bella bersama Tuan Riko terpangpang dengan topik PELAYAN PLAYBOY MULAI BERKHIANAT .
__ADS_1
Tentu saja Bella mulai geram dengan topik ini
" Sa... Siapa yang buat.! " Bella yang kesal sembari meremas ponsel.
" Engga tau.. Biasanya berita ini bisa siapa aja yang unggah. " tutur Salsa yang pasrah
Bella hanya bisa menahan amarahnya pasti Betrand tau tentang topik ini gerutu Bella sambil mengepak buku ke atas meja
Dan memang terbukti disaat Betrand sedang memeriksa file terdengar bunyi pesan forum, dengan cuek Betrand dengan membukanya, dengan sedikit kaget Betrand membaca dan memandang photo Bella dan Tuan Riko, seketika itu Betrand menelepon
Betrand : Halo ,Mami dimana? "
Bella : Dikampus, kenapa?
Betrand : Mami tadi ketemu dengan Pak Rizky ?
Bella: Ketemu, kenapa? "
Betrand : Bilang sama Pak Rizky tunggu Papi, Papi ada urusan tentang skripsi sama dia
Bella : Okey. Mami tunggu
Betrand dengan cepat merapihkan setumpuk perkerjaan dan bergegas keluar dari kantor
" Kalian handel semua pekerjaan saya, hari ini saya ada urusan mendadak! " tegas Betrand tanpa pikiran panjang lalu pergi
" Ada apa? " tanya Asisten Tia
" Engga tau... " Sekertaris Adi menjawab singkat dan kembali mengetik.
Dengan cepat Betrand melaju menuju kampus, setibanya disana Betrand yang terlihat terburu-buru tak memperdulikan para fans menyapanya yang dia ingin tau adalah keberadaan Bella,
Betrand: Halo Mih... Dimana?
Panggil Betrand yang mulai kesal
Bella : Di tempat duduk suporter lapangan bola!
Mendengar itu Betrand berlari cepat menghampiri Bella, pikiran negatifnya selalu bersandar saat dia melihat Bella berbicara manja dengan Tuan Riko.
Setibanya di lapangan bola, Betrand tersenyum melepas napas panjang setelah melihat Bella sedang berkumpul dengan semua sahabatnya, Betrand hanya bisa tersenyum menggelengkan kepala menepis semua pikiran negatif, Dengan langkah pelan melepas lelah Bertrand berjalan dan duduk disamping sang kekasih hatinya
" Udah lama nunggu? " sapa Betrand
" Ya ampun, sayang bikin kaget aja. " kejut Bella mengusap dada
" Hai, semua. " sapa Betrand menyapa
" Hai" jawab serentak
" Boleh aku pinjam istriku? " sindir Betrand memegang tangan Bella
" Silahkan... Silahkan bawa kita udah engga butuh! " ledek Vivian mendorong Bella hingga menepel di dada Betrand
" Ya udah... Kita pamit dulu dah.. " ucap Betrand melambaikan tangan.
__ADS_1