Cowok Playboy Itu Pacar Ku

Cowok Playboy Itu Pacar Ku
Rindu 2


__ADS_3

Bella yang terlihat merindukan Betrand tak mau tangannya terlepas dari genggaman Betrand


" Sayang Papi mau mandi dulu ya.. " ucap Betrand berusaha melepaskan genggaman tangan Bella dengan lembut


" Engga mau nanti Papi pergi lagi. !"sahut Bella menggelengkan kepala.


" Engga sayang Papi ,malam-malam gini Papi mau kemana. " ucap Betrand dengan senyuman geli nya menatap Bella yang begitu manja


"....sebentar ya... Sebentar aja" lanjut Betrand perlahan melepaskan genggaman Bella


dan pergi untuk menyegarkan diri.


Betrand meninggalkan Bella yang sedang cemberut di sofa sambil memandang dirinya


Sedangkan Betrand hanya mengedipkan mata yang menggerakkan mulutnya " Tunggu sebentar. " ucapnya dengan sangat pelan.


Dan Bella melipat tangan dengan penuh kesal


Setelah Betrand masuk kedalam kamar, Bella mengendap-endap masuk perlahan kedalam kamar dan menguping di balik pintu kamar mandi memastikan Betrand benar-benar mandi.


liat aja aku engga akan pergi dari kamar ini, kalau aku pergi ke kamarku nanti dia mengendap-endap keluar rumah lagi gumam Bella dengan manja.


Betrand yang selesai mandi terkejut saat mendapati Bella tengah duduk bersila di ranjang menunggunya


" Ya ampun kaget Mami ngagetin aja." ucap Betrand yang sedang mengosok rambutnya yang basah


" Emang kenapa, engga boleh Mami disini! " ucap Bella melipat tangan


" Kenapa, istri Papi jadi engga percayaan gini. " ucap Betrand tersenyum mendekat


" Mami hanya engga mau Papi tinggalin lagi Mami sendirian lagi.!" sahut Bella


Betrand hanya bisa menampilkan senyumnya yang indah , dia pun mendekat hingga sisa jarak 5 cm dari wajah cantik Bella


" Papi kangen. " ucapnya yang dilanjutkan dengan melepas kerinduan , Bella yang saat itu juga yang merasa hausnya kasih sayang seakan terbayar penantiannya selama ini.


Seketika itu Betrand melakukannya dengan lembut hingga tak ada jarak bagi mereka, bibir Betrand yang menyentuh bibir lembut Bella seakan marshmallow yang lembut dan manis membuat rasa hausnya semakin bertambah.


Tangannya yang mulai berpetualang di pegunungan fuji terasa dingin yang bisa membuat Betrand semakin terhipnotis, sedangkan Bella yang terbiasa dengan serangan lembut Betrand semakin dirinya terlena, desahan pun semakin jelas terdengar membuat sang junior ikut campur dalam petualangannya.


Tangannya yang ingin memulai petualangan ke tempat lain tertahan.


" Jangan...Tunggu sebentar lagi aku akan berikan surga terindah untukmu. " ucap Bella berbisik lembut ditelinga Betrand


Sejenak Betrand terdiam dan tersenyum badannya berpindah ,dia akhirnya melentangkan diri mengakhiri petualangan sambil menutup mata dengan lengannya sembari tersenyum, dia lupa akan janjinya tak akan melampaui batas.


" Papi marah. " tanya Bella yang bersandar di dada Betrand yang bidang


Betrand hanya menggelengkan kepala


" Ayo kita tidur udah malam. " ajak lembut Betrand memeluk rindu kekasihnya

__ADS_1


*/*/*


Pagi hari Bella sudah menyiapkan sarapan kesukaan Betrand, lalu membangunkannya dari mimpi indah tadi malam.


Betrand yang masih mengantuk berusaha membuka mata dengan lelah, karena baru malam tadi dia merasa nikmat tidur malam setelah tiga hari dijajal pekerjaan yang begitu padat.


Dimeja makan Bella mulai melayani Betrand layaknya seorang istri


" Mami mungkin selama tiga hari kedepan Papi akan pulang larut malam, bahkan kemungkinan akan tidur di kantor. " ucap Betrand sambil menyantap sarapan pagi


" Emangnya ada apa? " tanya Bella


" Papi sedang mengerjakan proyek reality show yang melibatkan beberapa negara, kebetulan negara kita menjadi tuan rumahnya, Papi dipercaya untuk menjalani proyek ini, " jawabnya dengan bangga


" Wah hebat dong, Papi berusaha dengan baik ya, " Bella memberi semangat


" Mami tau hasil dari lolosnya proyek ini.? " ucap Betrand memberi teka-teki


Bella menggelengkan kepala


" Ayah bilang 1% dari sahamnya akan jatuh ketangan Papi belum lagi bonus dan Kak Derry dan Kak Tio itu artinya saham Papi akan naik 2% dan semua keinginan Mami pasti Papi kabulkan. " lanjut Betrand mengucap dengan bangga


" Emangnya proyek apa sampai begitu besar keuntungan? " Bella yang mulai kepo


" Ajang internasional yang diikuti 40 negara. " jawab Betrand


" Wah hebat dong ,kalau gitu Mami doakan semoga semua lancar dan pacar.. " ucap yang dipotong Bella


" Iya, proyek suamiku berjalan dengan lancar. Amin. " lanjut Bella memberi doa


" Bella, tentang artikel di kampus.... kamu percaya dengan aku? " tanya Betrand dengan serius


" Mami percaya sama Papi...Tenang aja. " jawab Bella mengelus punggung tangan Betrand


" Makasih ya.. Ya udah sekarang Papi pergi dulu, Papi udah bilang dengan pihak kampus untuk minta izin tiga hari, jadi mulai hari ini Papi langsung berangkat ke kantor ya.. " pamit Betrand sembari memberika piring kecupan dikening Bella dan seperti biasa Bella mencium punggung tangan Betrand


" Jaga rumah baik-baik ya... " ucap Betrand melambaikan tangan.


Mulailah Betrand dan Bella menyibukkan dengan urusan masing-masing, Bella yang masih dalam masa skor hanya bisa mengikuti pekuliahan dengan daring.


Bella : Halo ,Salsa kita kumpul yuk di mall XX


Salsa : Okey.. kita ketemu disana,


Bella : ajak yang lain juga ya.


Salsa : Okey.


---@@@


Sementara itu Silvia yang saat itu sudah menyewa salah satu preman untuk menyelidiki hubungan antara Betrand Bella berbuah manis. Silvia akhirnya mengetahui kalau mereka hanya membuat kebohongan, tentu saja ini menjadi satu-satunya kunci untuk kehancuran mereka

__ADS_1


" Nona Bagaimana selanjutnya, saya menunggu perintah anda? " tanya preman tersebut .


" Untuk sementara itu, engga usah kamu melakukan apapun, kita tunggu waktu yang tepat, " jawab Silvia sambil memberikan satu amplop yang berisi uang gepokan.


Preman tersebut tersenyum puas setelah melihat isi amplop dan pergi.


--@@@@


Bella siang itu pergi ke Mall XX untuk bertemu dengan semua sabahatnya


" Bella! " teriak Vivian melambaikan tangan


" Hai kalian kok lama? " keluh Bella


" Sorry, tadi aku ada konseling dulu. " jawab Vivian


" Okey ,sekarang kita pergi. " ajak Salsa dengan semangat.


" Bella kamu udah ketemu dengan Betrand? " tanya Yuanita


" Udah tadi malam dia pulang. "


" Terus. "lanjut Yuanita


"Dia bilang tiga hari kedepan ,bakalan sibuk sekali kemungkinan akan tidur dikantor. " jawab Bella dengan santai


" Kamu percaya.? "


" ya.. Iyalah, sebagai seorang istri harus percaya dengan suaminya kan.. Udah ah, kita kemana sekarang.? " ucap Bella


menghentikan pertanyaan yang menurut Bela tak masuk akal


" Bella nanti kita ke toko buku yuk, ada buku yang harus aku beli. " ajak Salsa


" Boleh, jadi sekarang kita mau kemana? " tanya Yuanita dengan santai


" Kita ke toko baju disana aja yuk. " ajak Vivian menarik tangan Bella.


Didalam toko


" Vi... Mas Erik mu gimana kabarnya? " tanya Bella sembari memilih-milih baju


" Baik, kalian tau dia itu pekerja keras, kemarin kita baru lihat perumahan... Kata Mas Erik sesudah nikah nanti kita bakalan tinggal disitu. " jawannya dengan bangga


" Wah, selamat ya... Jadi kapan kalian akan adakan upacara pernikahannya? " tanya Salsa


" Sesudah wisuda, kalau kamu Bella kapan ?" Vivian balik bertanya


"Sama setelah wisuda," jawabnya dengan malu-malu


" Kayaknya nanti ada yang lomba malam pertama nih,. Hehe. " ledek Yuanita

__ADS_1


Vivian dan Bella memerah karena malu.


__ADS_2