
Betrand pun datang dengan membawa semua pesanan para gadis
" Vi... pindah. " ucap Betrand
" Kenapa harus pindah? " tanyannya
" Karena kamu duduk disamping istriku. " jawabnya
" Iya.. Iya tuan muda aku pindah. " sahut Vivian berpindah duduk.
" Oh ya aku mau kasih pengumuman " ucap Vivian dengan bahagia
" Apa? "
" Minggu depan aku sama Erik mau tunangan. " jawab Vivian dengan gembira
" Selamat ya... " sahut para gadis yang ikut senang
" Kapan acaranya? " tanya Yuanita
" Minggu depan, jadi kalian datang ya.. "
" Aku ikut senang ya.. " sahut Bella sambil memegang tangan Vivian
" Sayang ya... Kita sekarang jomblo. " ucap Yuanita dengan nada sedih karena Salsa dan Yuanita baru saja putus ,dan Salsa pun ikut mengangguk
" Kalau kalian gimana? mau tunangan dulu atau langsung nikah? " tanya Vivian
" Langsung nikah. " jawab Betrand dengan bangga
" Kapan? " tanya Salsa, Yuanita dan Vivian yang penasaran
" Udah wisuda kita langsung nikah. " jawab Betrand sambil memeluk Bella
" Uhuk.. Uhuk.. " Bella yang langsung tersedak
" Wah.... Selamat.... Selamat kita tunggu undangan ya.. " sahut para sahabat sembari berjabat tangan kepada Betrand dan Bella.
Didepan mall DD
" Kalian jangan dulu pulang ya... " ucap Vivian menahan para sahabatnya.
" Iya... Kita tunggu."
Tak lama Erik pun datang
" Maaf sayang aku telat. " ucap Erik yang memeluk Vivian
" Kenapa lama? " tanya Vivian dengan manja
" Tadi dijalan macet. " jawab Erik membelai rambut Vivian
".....Makasih ya.. Udah mau temenin Vivian. " ucap Erik
" Iya engga apa-apa? Ya udah kita pulang dulu." pamit Salsa melambaikan tangan dengan Yuanita
" Kita juga pulang... Sampai nanti.. " ucap Bella pamit meninggalkan mereka berdua
Diparkiran
__ADS_1
" Mami engga nyangka Vivian mau tunangan. " ucap Bella membuka pintu mobil
" Kenapa sirik? " tanya Betrand yang memasangkan sabuk pengaman Bella
" Engga... Seneng aja... Tapi dia bakalan manja banget engga ya... Ke Erik. " obrolannya yang penasaran
" Ya...namanya juga sama pacar pasti manjalah, Mami juga manja ama Papi. " sahut Betrand mencubit hidung Bella
" Aduh sakit! " jawab Bella yang mengusap-usap hidungnya dan Betrand tersenyum
Ring... Ring.. Ring.
Betrand : Halo ya.. Okey nanti aku kesana? "
ucap Betrand yang langsung menutup telponnya
" Siapa? "
" Jojo ngajak ketemuan di Klub Zero. " jawab Betrand sambil menyetir mobil
" Aku mau ikut. "
" Ngapain kesana? "
" Ingin tau aja tempatnya kayak gimana? "
" Ga, boleh disana tempatnya engga bener. Sekarang Papi anter dulu Mami pulang baru Papi kesana. "
" Engga mau ingin ikut. " ucapnya dengan sangat manja
" Engga boleh cantik ya... " jawab Betrand
" Papi ada perlu ama Jojo"
" Kalau gitu Mami ikut"
" Engga boleh.. "
Bella malam itu cemberut hingga didalam apartemen, setelah Bella masuk.
" Masih marah. " ucap Betrand dari belakang
Bella hanya diam dan duduk menonton televisi
" Papi pergi dulu ya.. " pamit Betrand
"Kalau Papi pergi Mami ikut! " jawab Bella yang makin manja
" Ya udah Papi engga akan pergi " sahutnya sembari masuk ke kamar
" Mau kemana! "
" Ke kamar mau ikut. " senyum Betrand
" engga" jawab Bella mengambil remote televisi
" ....Mau kamana? " tanya Bella sambil melirik cemburu
" Mau minum, kenapa? " tanya Betrand yang berjalan kedapur mengambil segelas air hangat dan duduk disamping Bella yang masih cemberut
__ADS_1
" Masih marah.. Kan aku janji engga akan pergi." ucapnya sambil mengambil remote televisi ditangan Bella
" Ga.. Percaya pasti Mami tidur Papi langsung pergi. "
" Terus biar Mami percaya apa? " tanyanya sambil tersenyum melihat Bella yang begitu kekanak-kanakan
" Tidur bersama malam ini gimana? " tantang Bella dengan polos
" Okey... Kebetulan besok kita harus kerja dan berangkat lebih pagi karena aku ada rapat. " jawab Betrand dengan semangat
bodoh... apa yang aku katakan dengan menantangnya tidur bersama.. apa kamu engga takut dia melakukan hal yang diatas wajar ! gumam Bella menyalahkan diri sendiri
"Yuk... " ajak Betrand yang mematikan televisi dan memegang tangan Bella masuk ke kamar Bella
Jantung Bella makin berdetak tak karuan sambil menggenggam kerah bajunya dia mulai berpikir yang aneh-aneh,
Diranjang Betrand mulai bergeser dan menepuk ranjang
" Sini tidur... " ucap Betrand dengan senyum genit nya
" Emmm... Aku mau ke air dulu. " jawab Bella yang berjalan cepat ke kamar mandi.
Bella kamu jangan tertidur pulas, laki-laki kalau ada kesempatan pasti mereka ambil.. Kamu jangan kalah sama laki-laki.. malam ini kamu hanya pura-pura tidur sampai dia terlelap dan kamu harus begadang jangan sampai kasih dia kesempatan gumam Bella mengangguk menyakinkan diri sendiri.
Dengan perlahan Bella keluar dari kamar mandi, disana terlihat Betrand sedang serius mengetik komputer
" Masih ada kerjaan? " tanya Bella yang berjalan mendekati
" Engga... Engga ada kerjaan." jawab Betrand menutup laptopnya dan menyimpannya dilemari kecil disamping ranjang
Bella dengan perlahan naik keatas ranjang dan menarik selimbut
"Inget.. Kita hanya tidur bareng engga lebih dari itu. " ucap Bella yang mengancam
" Iya.. Aku tau.. " jawab Betrand menarik Bella dan memeluknya
Malam itu Bella memandang wajah Betrand yang sedang tertidur aku engga nyangka cowok yang dulu aku paling benci sekarang jadi cowok yang paling aku sayangi .Malam ini aku merasa malam yang paling nyaman.. Pelukannya sangat hangat, aku seperti engga mau melepaskan pelukan ini gumam Bella yang makin erat memeluknya dan Betrand pun mencium kening Bella. Saat itu pula Bella tersenyum indah, dan mulai menutup matanya, pipinya yang bergerak bergeser mencari rasa aman didada Betrand dan Betrand dengan mata terpejam tersenyum dan membelai rambut Bella.
Dalam setengah sadar dia mendengar Betrand yang mengobrol entar dengan siapa
" Okey.. Aku tau... Nanti kita ketemu.. " suara Betrand dengan tegas keluar dari kamar.
dasar cowok yang engga bisa di percaya gumamnya dalam keadaan setengah sadar.
Kemudian ditengah malam Bella mendadak merasa kehausan dengan mata yang masih diselimbuti rasa ngantuk dia terbangun dan menoleh kebelakang yang ternyata Betrand memang tak tidur dengannya.
Bella berjalan keluar kamar menuju dapur untuk mengambil segelas air .
sambil dia meneguknya Bella mulai berpikir dasar laki-laki pembohong! ucap Bella sambil menatap tajam ke arah kamar Betrand
Dengan hati yang kesal perlahan Bella
berjalan kearah kamar Betrand liat aja kalau kau engga ada dikamar.. Besok aku bakalan marah besar. Perlahan Bella membuka pintu kamar dan memandang ke dalam yang ternyata disana Betrand terlihat tertidur pulas, raut muka Bella kembali bahagia karena Betrand menuruti keinginannya, Bella pun kembali ketempat tidur dan mempercayainya.
Di pagi hari seperti biasa Bella bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan untuk Betrand, setelah siap Bella bergegas membangunkan Betrand yang masih tertidur
dan mereka pun sarapan bersama.
" Semalam Papi kemana... kok engga ada dikamar? " tanya Bella yang sedikit sinis
__ADS_1
" Sekertaris Adi telepon, dia bilang proyek yang di ajukan perusahaan GG diluar negeri ada perubahan, jadi aku harus buka email untuk melihatnya." jawab Betrand sambil menyantap sarapannya.