Cowok Playboy Itu Pacar Ku

Cowok Playboy Itu Pacar Ku
Pertunangan


__ADS_3

Didalam Mobil


" Papi... Marah? " tanya Bella yang merasa bersalah


" Engga... Papi tau memang susah menghadapi seseorang seperti Riko untuk Mami. " jawab Betrand dengan santai


"....Papi anter Mami dulu nanti baru, Papi kembali ke kantor "lanjut Betrand


***


"Pak Beni cari tau secara detail tentang Bella? " ucap Tuan Riko yang menatap jalan


" Tapi pak... " sahut Pak Dani


" ...Dalam kamus ku tidak ada kata tapi LAKSANAKAN! " ucap Tuan Riko melirik dengan ujung matanya. Bella aku akan pastikan kamu menjadi milikku apapun resikonya gumam Tuan Riko.


Malam harinya


" Papi.. Nanti Mami pergi agak pagi menurut jadwal kita semua harus kumpul jam 7 ,jadi sarapan besok Papi sendiri aja dulu ya..." ucap Bella


" Iya engga apa-apa...Nanti papi menyusul aja setelah dari kantor." jawab Betrand


------


Hari Pertunangan pun tiba, Bella yang saat itu berangkat lebih pagi meninggalkan Betrand yang masih tertidur.


Acara pertunangan Vivian berlangsung disalah satu hotel berbintang karena acara akan dimulai nanti siang, sehingga seluruh keluarga besar dan sahabat sudah siap-siap untuk merias diri sedari awal, tak terasa waktu pun cepat berlalu dan acara pertunangan pun akhirnya dilaksanakan dengan begitu meriah.


Vivian yang begitu cantik dengan gaun gold nan elegan begitu pula dengan semua sahabatnya yang menggunakan gaun peach membuat semuanya mata undangan terkagum melihat pemeran utama dan pendamping berjalan melalui para undangan.


Tampak Bella berjalan sangat anggun di belakang mengikuti langkah Vivian, Betrand yang saat itu melihat terpana dengan kecantikan Bella, sembari bertepuk tangan mata Betrand berkedip dan kepala sedikit menunduk menandakan dia mengagumi akan kecantikannya.


Acara pun berjalan dengan khimat. Vivian pun selalu mengumbar senyum selama acara berlangsung, begitu pula dengan Erik yang bahagia saat menyematkan cincin di jari manis Vivian yang cantik dengan hiasan ala india.


Semua undangan memberikan ucapan selamat kepada Vivian dan Erik.


Setelah acara inti berlangsung, waktunya para undangan menikmati jamuan makan yang sudah disediakan. Para undangan saling bercengkerama, berbaur satu sama lain.


Dari Belakang Bella, Betrand mendekat dan memeluknya


" Sayang kamu cantik hari ini. " ucapnya yang berbisik lembut ditelinga Bella.


" Papi... " ucap Bella yang langsung memeluk Betrand dan Menciumnya


" Apakah nyonya Betrand mau menandakan bahwa laki-laki dihadapanmu ini sudah ada yang punya." ucap Betrand sambil memeluk manja


" Iya biar semua tau cowok playboy ini adalah pacarku. " jawab Bella mencubit pipi Betrand dengan manja


" Tapi sayang... Sekarang julukan pacarmu bukan lagi cowok playboy kelas kakap. " ucap Betrand


" Terus... "


" Cowok yang paling beruntung dan bahagia. " jawab Betrand merapihkan helai rambut Bella


" Atau mau Mami panggil bucin aja.. " ejek Bella

__ADS_1


" Emmm.. Tapi lebih bagus panggil Papi cowok siaga. "


" Siaga? "


" Ya... Siaga selalu ada buat menyenangkan pacar bidadarinya " ucap Betrand yang bahagia


Bella pun tersenyum malu


Dari jauh Jojo melambaikan tangannya agar Betrand menghampirinya.


" Sayang tunggu sebentar ada yang panggil Papi. " ucap Betrand melepaskan pelukan dan pergi berbincang-bincang.


Disaat Bella sedang dimenikmati jamuan dari jauh tampak tersenyum sedikit lebar Tuan Riko mendekat


" Hai.." sapanya


" Halo... Tuan Riko. " jawab Bella membalikkan badan.


" Hari ini Nona Bella sangat cantik sepertinya pemeran utama pun kalah dengan kecantikan Nona.. " ucap Tuan Riko menyanjung Bella sembari mencium punggung tangan Bella


" Terima kasih Tuan Riko telah menyanjungku sepertinya anda lebih tepat menjadi pelukis daripada sebagai seorang CEO" jawab Bella


"Kenapa? "


" Dalam menilai sesuatu deskripsi anda lebih terlihat abstak. " jawab Bella dengan sinis.


" Nona Bella ini sangat berlebihan dalam memuji, hanya saja saya memandang anda lebih dari sekedar lukisan abstak tapi suatu karya seni yang tak ternilai harganya." sahut Tuan Riko.


bener-bener ini laki-laki harus aku apakan biar dia pergi dari hadapanku gumam Bella kesal


Bella makin terasa skak mat setiap berbicara dengannya, dari belakang Betrand melangkah dan tangannya tanpa ragu memeluk pinggang Bella.


" Apa kabar Tuan Riko, ternyata dunia memang sempit ya.. " ucap Betrand sambil mengangkat gelas


" Kabar saya baik Tuan Betrand, seperti apa yang saya katakan sebelumnya kita tidak tau takdir dihadapan kita, buktinya kita bisa bertemu lagi disini mungkin kita ini berjodoh. " ucap Tuan Riko memandang Bella.


Tentu saja perkataan ini membuat Bella kesal ,hingga Bella menatap tajam penuh benci ke arah Tuan Riko sedangkan Tuan Riko tersenyum sepertinya penuh kemenangan.


Betrand pun sedikit kesal andai saja bukan diacara penting ini mungkin aku sudah tonjok dia ! gumam Betrand menggenggam erat gelas ditangan.


" Sayang... sebaiknya kita memberi selamat kepada Vivian " ajak Bella sambil mengusap-usap dada Betrand


" Sampai jumpa lagi.. Tuan Riko" pamit Betrand memeluk Bella dan Berlalu


Tuan Riko yang berdiri sendiri menatap Bella dari jauh, tatapannnya seakan tak berkedip hanya mengumbar senyum takala Bella tak sengaja meliriknya.


" Pak... " ucap Pak Dani berbisik serius


" Menarik... " sahutnya yang kemudian menyeruput sampanye


------


" Vivian selamat ya.. " ucap Bella yang gembira


" Makasih.. " sahut Vivian sambil cipika-cipiki

__ADS_1


" Erik... Awas kalau kamu berani menyakiti Vivian ini! " ujar Bella mengepalkan tangan


Mereka semua pun tertawa mendengar Bella yang seperti anak-anak


" Sayang....tau engga Yuanita dan Steve.... " ucap Bella yang terpotong


" Pacaran.. " sambung Betrand


" Ternyata hanya aku yang baru tau. " ucap sedih


" Kemana aja.. Nona Bella sampai gosip lama pun baru tau. " sahut Salsa meledek


" Biasalah Betrand terlalu memanjakannya jadinya kepo. " sambung Vivian


" Kamu nich.. " ucap Bella yang manja memukul dada Betrand


" Loh kok... Aku yang kena marah. " ucapnya tersenyum


" Sebel... tau.. " ucal Bella menghentakkan kaki


" Kalau ini sebel engga. " ucap Betrand yang beranj mencium Bella didepan semua sahabatnya


" Wah... Sebernanya siapa sih yang punya acaranya. " ucap Erik memalingkan wajahnya begitu pula dengan para sahabatnya


" Merinding tau liat kalian. " ucap Viko


Wajah Bella pun memerah karena malu dan menutup wajahnya didada Betrand sedangkan Betrand tersenyum bahagia sembari tak lepas memeluknya.


Ring... Ring


Betrand" Halo... iya... okey... " ucapnya dan menutup ponselnya


" Siapa? " tanya Bella


" Sekertaris Adi.." jawab Betrand dan mengobrol kembali


" Erik... Aku mau tanya.? " ucap Bella


" Ya... Apa? "


" Kamu kenal dengan Tuan Riko.?" tanya Bella


" Riko... "


" Iya dari perusahaan SF. " lanjut Bella


" Dia...Kenapa? "tanya Erik membalikkan pertanyaan


" Dia itu nyebelin tau... Masa Bella mau dia rebut. " ucap Vivian dengan cerewet


" Dia sepupu dari ayahku. " jawab Erik


" Oh... Sepupumu.. " sahut Vivian yang menutup mulutnya karena malu


" Kenapa? "tanya Erik

__ADS_1


" Engga... Engga apa-apa " jawab Bella dengan senyuman kaku pantesan dia ada disini ternyata sepupunya gumam Bella


__ADS_2