
BAB 14
Saat di depan kantor Alex
"Halo, iya...Aku ingin dia merasa menyesal udah ada di kota ini, kamu ngerti ,aku engga mau ada kata gagal okey!!" nada Betrand dengan penuh dendam.
Ternyata obrolan itu terdengar oleh Bella yang sedang berdiri dibalik kantor .
"Bro... Yuk. gimana Bella ?" ucap Viko terdengar pula oleh Bella.
Bella terkejut apa salah aku sampai Betrand mau mengusirku dari kota ini benar-benar laki-laki kejam ucap dalam hati Bella yang sedih dan kecewa dengan kelakuan Betrand yang sangat keterlaluan.
Bella pun keluar dari kantor Alex dengan perlahan, dari saat itu Bella enggan mendekati Betrand dan sahabat sahabatnya mendadak jika dia melihat Betrand hatinya menjadi ciut tak ada keberanian.
Dilain pihak Betrand ingin Bella mendatanginya untuk mengatakan minta maaf atas semua yang terjadi tapi sampai makanan mereka habis Bella tak kunjung datang.
"Sayang, yuk pulang...Kamu tunggu siapa? " tanya Victoria
Betrand hanya menggelengkan kepalanya saja
" Yuk, berangkat. " ajak Steve setelah dia membayar tagihannya
Betrand melepaskan nafas panjang.
Akhirnya mereka pun pergi dari kafe Alex.
" Bro.. Tenang aja besok kita masih bisa ketemu kok...Ngomong aja besok okey.. " ucap Viko.
Betrand pun mengangguk dan berlalu.
Siang hari itu dikafe kedatangan banyak pengujung sehingga apa yang dikatakan Betrand tadi tak dihiraukan oleh Bella, sampai tiba malam hari.
Malam harinya kafe pun tutup
" Bella, udah terlalu malam mau kakak antar? "ucap Alex yang sedikit khawatir.
"Ga usah kak.. masih siang ko. " jawab Bella dengan santai melupakan kejadian siang hari.
__ADS_1
"Ya udah kamu hati-hati dijalan ya, kalau ada apa-apa langsung telpon kakak " ujar Alex
"Okey kak.. sekarang Bella pulang dulu. " Bella berajak pamit dari kafe Alex
Malam itu suasananya sedikit sepi maklum jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.
dengan rasa berani Bella pulang sendirian.
Tiba- tiba setelah jauh dari kafe, dia merasa ada yang mengikutinya ,matanya dengan gugup melirik sesekali ke belakang, tangannya merapat erat memegang jaket dengan hati yang ketakutan Bella mempercepat langkahnya menjauh hingga di jalan yang sepi.
Preman itu terus mengikutinya dengan berjalan sempoyongan.
" Cantik, sendirian mana pacar nya atau
belum punya? ," ucap preman sambil menunjuk senyum mengerikannya .
Bella yang sedang berjalan tertunduk sendirian dihandang tiga orang preman yang sudah mabuk parah, pada saat itu Bella hanya bisa mundur perlahan ketakutan.
" Jangan takut disini pacarmu ha.. ha.. ha" ucap preman itu yang tertawa dengan bau alkohol yang mengenyat
Sontak Bella semakin ketakutan bibirnya bergetar, wajahnya seketika berubah pucat . Dia berlari sekuat tenaga tapi apa daya langkah cepatnya tersandung dan dia pun tersungkur dijalanan.
" Mau apa kalian pergi! " teriak Bella berusaha menjauh
" Mau kemana sayang. " ucap salah satu preman mendekati Bella dan memegang pipinya, Bella makin gemetaran dengan buas preman itu menyiksa dan menamparnya , kedua tangan Bella di pegang kuat, salah satu preman dengan gilanya merobek-robek baju, dengan mata yang kelaparan seperti hewan buas.
Preman itu dengan beringas membuka baju dan memperlihatkan tato di sekujur tubuhnya.
" Tolong jangan perkosa saya, saya mohon ,," jerit Bella menangis meminta pengampunan dengan nada yang ketakutan,
" Tenang aja, jangan takut nanti juga kamu menikmati nya ..." ucap preman tersebut yang duduk tepat menindih dan memegang kedua tangan Bella.
" TOLONG! siapapun tolong aku!" teriak Bella yang menjerit ketakutan.
Secara kebetulan Betrand yang saat melewati jalan tersebut hendak pergi ke klub Zero. seperti telah ditakdirkan Betrand mendengar suara perempuan meminta tolong, dia pun menatap dan memperhatikan asal mula suara. ada apa disana? batin Betrand melirik dari dalam mobilnya dengan rasa penasaran dia pun keluar dan menghampiri. Hingga di sampai di asal mula suara
" Hai ada apa ini! " teriak Betrand dari kejauhan dengan melihat tiga preman yang sedang berkerumul.
__ADS_1
Seketika itu para preman berhenti dan menatap Betrand, kemudian dia pun kaget melihat perempuan yang akan mereka perkosa itu adalah Bella . Dengan penuh emosi Betrand yang tanpa pikir panjang dia mendekat dan langsung menghajar ketiga preman tersebut sampai terkapar dan memohon ampun.
Setelah para preman itu lari tunggang langgang, dia membalikkan badan dan mendekati Bella yang duduk disudut gedung ,Entah kenapa dalam hati Betrand tersentuh dengan keadaan Bella yang pucat dan ketakutan.
" Bella, kamu engga apa apa kan? "tanya Betrand dengan lembut, dia pun jongkok melihat keadaan Bella yang kacau.
Saat itu Bella hanya menatap benci karena teringat apa yang Betrand katakan tadi siang. Dengan sedikit keberanian Bella segera mengambil ponselnya dari dalam tas dengan tangan bergetar dan menelepon Alex.
"Halo kak.. Alex tolong jemput saya di jalan M, aku mohon. Kak..? "ucap Bella dengan nada ketakutan.
" Bella kamu kenapa? Tunggu Kakak disana jangan kemana- mana ya...? " jawab Alex yang bergegas pergi menghampiri Bella.
"Bella, kamu engga ga apa apa kan ?Apa kamu terluka kita ke rumah sakit yuk..?? " ajak Betrand dengan lembut.
Betrand berusaha memegang tangan Bella,
tapi Bella menipisnya
" Betrand...Sebenarnya apa salah aku sama sampai kamu sampai tega memperlakukan aku sebegini, kalau memang kamu engga suka aku di kota ini kamu tinggal bilang aja, aku pasti pergi.. !" bentak Bella sembari bergeser mundur dengan mata yang penuh kebencian dan ketakutan pada Betrand..
" Kamu bilang apa aku engga ngerti Bel..?" ucap Betrand yang sangat khawatir terhadap Bella.
"...Kita kerumah sakit yuk.. " ucap Betrand yang makin khawatir mendekatinya lagi lalu memegang tangan Bella yang bergetar menutup badannya dengan baju robek
"Diam kamu! aku sangat benci kamu!, aku benci sifat mu sangat menjijikkan itu tau!! pergi! " teriak Bella sambil menangis dan mendorong Betrand hingga terduduk.
" Ada apa ini! "ucap Alex teriak dari jauh
" Kak... tolong aku aku ingin pulang.. ??" lirih Bella menangis ketakutan.
Alex yang melihat kejadian itu mempercepat jalannya ,menghampiri, menyelimbutinya dengan jaket, merangkulnya dan memapah Bella menjauh dari Betrand yang gemetaran karena ketakutan.
"Bella kamu ga apa-apa? " tanya Alex yang khawatir berusaha menenangkan Bella
" Kak.. Aku anterin aku ke asrama..? " rintih Bella menunduk yang masih menangis.
" Iya... Kamu tenang ya.. " ucap Alex memasukinya kedalam mobil dan mempercepat melajunya.
__ADS_1
Sedangkan Betrand hanya terdiam terduduk melihat Bella pergi, hatinya terasa sakit melihat Bella yang tak karuan.. Tatapan fokus kearah Bella yang masuk kedalam mobil.
Malam itu entah kenapa hatinya menjadi sedih saat Bella mengucapkan kata-kata kasar, matanya memandang Bella yang berlalu mengatakan kata-kata itu yang seakan mengutuknya.