Cowok Playboy Itu Pacar Ku

Cowok Playboy Itu Pacar Ku
Menunggu dengan ikhas


__ADS_3

Selama perjalanan pulang terjadi keadaan yang terbalik, pada saat mereka berangkat dan pada saat mereka pulang, hukuman para pria benar- benar berlaku seperti kehilangan pembicaraan, mereka hanya duduk diam di barisan paling belakang bersama barang-barang para istrinya.


Hingga sampai di rumah para suami masih saja menuruti kehendak para istri, tak ada satu pelayan pun yang membantu mereka


Didepan kamar Bella


" Nyonya... Ini belanjaan anda. " ucap Betrand dengan sopan


" Simpan didalam! " tegas Bella membuka pintu dan menunjukkan agar belanjaan disimpan disamping meja rias


Betrand pun mengikuti masuk dan menuruti perintah Bella.


" Apa ada lagi yang Nyonya, mau? " tanya Betrand


" Sediakan air hangat, saya akan mandi. " jawab Bella


" Baik, Nyonya. " jawab Betrand dan berlalu masuk kedalam kamar mandi, tentu saja bagi Betrand ini adalah kesempatan emas, dengan senyum jahilnya dia mempersiapkan apa yang diinginkan Bella, setelah berapa lama Betrand pun berkata dari dalam kamar mandi


" Nyonya.. Airnya sudah siap?!" ucap Betrand dengan lantang


Bella pun tanpa pikir panjang masuk kedalam kamar mandi dengan menggunakan baju handuk berwarna putih ,setiba di kamar mandi Bella hanya diam terpana, ketika Betrand sudah berendam lebih dulu dengan telanjang dada


" Nyonya... Saya akan berikan pijatan khusus untuk anda, pasti anda merasa lelah setelah seharian shopping. " jawab Betrand yang tersenyum genit sambil menepuk-nepuk lembut bathup


Bella yang terkejut sontak membalikkan badan


" Betrand kamu keluar dulu.! " ucap gugup Bella


" Kenapa saya harus keluar, saya hanya ingin memberi kepuasan atas pelayanan saya. " ujar Betrand yang berdiri dan berjalan mendekati Bella dengan perlahan


" Betrand... Malu nanti ada orang lain yang dengar. " ucap Bella memegang dadanya yang tegang


" Kenapa malu, semua orang juga tau kita ini adalah sepasang kekasih yang akan menikah, lagian Ayah dan Bunda tidak ada, jadi pelayanmu ini ingin memberi pelayanan yang memuaskan. " ujar Betrand yang mulai meraba Bella dari pinggang ke pundak Bella dan menyingkirkan rambut Bella yang panjang lalu mencium leher Bella dengan desahan


Bella pun mulai terhipnotis lagi dengan gairah cinta itu betrand


" Betrand, tolong kita belum nikah. " ucap Bella dalam desahan


" Aku tau, untuk bagian kebawah aku akan ambil setelah akad nikah, tapi yang keatas akan aku ambil sekarang. " ucap Betrand yang mulai menurunkan baju handuk Bella hingga gunung kembarnya terlihat jelas


" Pelanyanmu hanya ingin memandikanmu saja seperti di rumah papah. " jawab Betrand yang langsung menggendong Bella masuk kedalam bathup

__ADS_1


Ini adalah kedua kalinya mereka mandi bersama tanpa melakukan lebih lanjut.


pada waktu begini Betrand hanya bisa menguatkan birahinya ,agar tak melampaui batas


" Betrand, aku mau tanya? " ucap Bella


" Apa? "


" Kita sudah melakukan dua kali mandi bersama, apa kamu engga tergoda untuk melakukan lebih lanjut ?" tanya Bella yang bersandar didada Betrand


" Bagi laki-laki saat seperti ini bohong kalau engga tergoda. " jawab Betrand yang menatap kelangit kamar mandi.


" Terus.. "


" Aku engga ingin kamu membenciku hanya dengan melakukan satu tindakan, aku ingin kamu memberikannya secara ikhlas. Aku menghormatimu. Sudah aku bilang kamu adalah istriku sekarang bahkan dimasa depan,aku ingin kamu bahagia ada disisiku. " jawab Betrand yang menatap Bella dengan lembut dan menciumnya.


Bella yang mendengar semakin jatuh hati, rasanya dia ingin memberikan semua kepada calon suaminya.


semoga kita selalu diberikan kasih sayang dan keharmonisan sampai tua nanti gumam Bella dalam senyuman


Pada malam harinya semua bersiap untuk makan malam bersama. Bella pun telah siap dan keluar dari kamar dengan menggunakan piyama yang baru dia beli, bersamaan dengan Betrand yang memakai pakaian pelayan,


Dengan santai Betrand melewati Bella sembari berbisik


Saat itu Bella tersadar kalau dia belum menjadi menantu dirumah itu gawat bagaimana kalau Ayah dan Bunda marah? nanti mereka pikir yang macam-macam tentangku Bella yang gugup, wajahnya berubah pucat, kaki dan tangan yang kaku dan berkeringat dingin


" Nyonya, silahkan lebih dulu. " Betrand yang sedikit membungkuk mempersilahkan Bella Bella untuk melangkah


" Betrand... Udahnya kamu ganti baju sana. " Bella menarik tangan Betrand


" Kenapa, aku kan udah janji akan menuruti semua permintaan Nyonya. " ucap Betrand


" Udah... Udah jangan panggil Nyonya lagi ya.. Please...Aku mohon. " sahut Bella memohon


Betrand hanya bisa menahan tawanya dan berjalan menuju lantai 1,


Bella yang mengikutinya dari belakang hanya bisa terdiam menunggu ucapan kesal dari calon mertuanya


Di ruang makan Kak Tio dan Kak Hani, Kak Derry dan Kak Liliana sudah siap dimeja makan dengan para istri yang duduk dan para suami yang berdiri dibelakangnya.


Bella yang berjalan perlahan semakin gugup apa yang harus aku lakukan, mereka kan sudah menjadi menantu kalau aku... gumam Bella mendekat.

__ADS_1


Betrand yang menggeser kursi mempersilahkan Bella untuk duduk


Tak lama Ayah dan Bunda beserta Jerry dan Bilqis datang dari kamar utama


" Kenapa kalian memakai baju pelayan? " tanya Bunda sambil duduk memangku Bilqis


" Bunda... Ini adalah hadiah dari suami kami, mereka ingin menunjukkan rasa kasih sayang terhadap keluarga. " jawab Kak Hani


" Terus Betrand, kamu? " Bu Prisillya menatap Betrand dan Bella


Bella semakin gugup, entah apa yang ingin dia katakan kepada calon mertuanya.


" Nenek, pasti Papah sama Om Derry dan Om Betrand, menggoda pada gadis di mall. " jawab celoteh lucu dari bibir kecil Bilqis


" Kok, tau..? "tanya Bu Prisillya


" Iya, dirumah juga gitu kalau Papah nakal pasti sama Mamah menghukumnya menjadi pelayan. " ujar Bilqis dengan polos, tentu saja semua anggota keluarga tersenyum geli mendengar celoteh Bilqis


" Ya sudah.. Sudah, kalau gitu kita makan dulu ya.. " ucap Bu Prisillya mencubit pipi Bilqis


Bella pun terhindar dari 1000 pertanyaan calon suami mertuanya


Sedangkan Pak Arya hanya bisa menahan senyumnya sambil melahap hidangan yang ada dimeja.


Setelah selesai menikmati santap malam, berkumpul mengobrol santai, waktunya mereka untuk beristirahat malam, Bella dan Betrand pun pamit untuk beristirahat.


Didepan kamar Bella,, dia terdiam menatap Betrand saat akan membuka pintu.


" Oh ya, sayang kemari ikut aku. " ajak Bella meminta Betrand untuk memasuki kamarnya


" Ada apa, udah ingin bobo bareng ya.. " ucap Betrand menggoda mengikuti Bella masuk kedalam kamar dan duduk diatas ranjang dengan posisi siap dengan serangan Bella.


" Udah jangan berpikir mesum... Ini Mami kembalikan kartu hitamnya. " cakap Bella


" Kenapa dikembalikan? " tanya Betrand


" Aku kan udah punya kartu pink, ini saja udah cukup. " jawab Bella dengan santai


" Beneran, Mami kembalikan. Udah engga butuh. " Betrand menyakinkan kembali


" Mami tau kelebihan kartu ini... Sayang perhatianmu, kasih sayang dari Ayah dan Bunda, sudah cukup untuk Mami. Apalagi Papi selalu memanjakan Mami,, bagi Mami itu lebih bahagia dibanding semuanya.Mami harap kita akan selalu romantis seperti orang tua kita dihingga ajal memisahkan. " ujar Bella bersandar pada dada Betrand

__ADS_1


" Terima kasih sayang, sudah menjadikanku laki-laki yang sempurna, lelaki yang bisa Mami andalkan." ucap Betrand merangkul Bella.


" ....Mami istrahat ya.. Sudah malam besok pagi kita ngobrol lagi. " pamit Betrand mencium kening dan bibir Bella.


__ADS_2