Cowok Playboy Itu Pacar Ku

Cowok Playboy Itu Pacar Ku
Jahil


__ADS_3

BAB 6


Keesokan harinya


Bella yang berjalan dengan santai menuju kelas sedikit terhalang oleh penjaga kampus yang memanggilnya "Bella ya! kamu dipanggil ke ruang administrasi ..?" panggil penjaga kampus.


"Iya pak, saya kesana sekarang. "jawab Bella yang bergegas pergi ke ruang administrasi.


Sementara didalam kelas perkuliahan pun udah di mulai.


*Tok...tok... tok...  *


  "Ya masuk.. " ucap dosen berdiri menerangkan


Dengan perlahan pintu dibuka dan bella pun masuk


" Maaf ,pak saya telat..? "ucap Bella sedikit membungkuk


"Darimana kamu jam segini baru datang? " tanya dosen dengan menyempitkan mata curiga.


"Tadi saya dipanggil ke ruang administrasi pak.."jawab Bella, dosen itu pun mengangguk dan mempersilahkan Bella untuk duduk.


Setelah di kelas. "Tadi kamu di panggil ada apa? " tanya Salsa menengok penasaran .


"Biasalah apalagi kalau bukan masalah uang. Udah lah jangan tegang gitu kali yuk... Aku mau langsung ketempat kerja ku." jawab enteng Bella yang melihat Salsa dengan raut wajah khawatir.


"Kamu jadi kerja di kafe kakaknya Vivian? " tanya Yuanita.


" Jadi dong, kemarin aku udah mulai. " jawab Bella mempercepat membereskan buku dan memasukkannya kedalam tas setelah mengikuti pelajaran yang sedikit membosankan


" Bella kamu mau ikut kita ke kantin atau langsung ke kafe?" tanya Salsa


" Kayaknya aku langsung ke kafe aja udah terlalu siang. " sahut Bella sambil menoleh kearah jam tangannya yang menunjukan pukul 1siang


" Ya udah ... Yuk kita pergi?" ajak Yuanita yang sudah berdiri terlebih dahulu.


Bella mengangguk, sewaktu  akan berdiri terasa ada yang aneh dalam diri Bella matanya menyempit badannya terasa kaku  kok aku susah bangun Kata Bella dalam hati


"Bella ayo cepat nanti kamu telat datangnya loh! " seru Vivian yang sudah lebih dulu berdiri.


"Iya-Iya tapi tunggu dulu! " ucap Bella yang tertahan kesusahan


"Ada apa Bella??" tanya Salsa yang kebingungan mendekati Bella.


"Engga tau nih, kok susah bangun kayak nya aku ngedudukin lem." ucap Bella yang bingung sambil berkali-kali menarik badan agar bisa berdiri.


Teman temannya menghampiri dan melihat keadaan Bella yang berusaha berontak, dengan sekuat tenaga Bella melepaskan diri dari lem tersebut hingga terdengar suara "Reekkkk" . Rok  yang dipake Bella sobek hingga terlihat ****** ********. sontak Bella kaget  dan marah "siapa yang melakukan ini!!! " teriak Bella marah sambil menggebrak meja

__ADS_1


Dalam keadaan marah, tak lama kemudian datang  para cowok dari depan pintu. Betrand dan sahabat-sahabatnya menertawakan Bella dengan puas dan keras karena rencana jahil nya berhasil mereka lakukan


"beeeeetttraaaannnd awas ya aku bakal balas semua ini tau.!!! " teriak Bella yang marah ekpresi wajahnya mengeras sambil berteriak hingga terdengar keluar kelas.


"Bella... Bella udah... udah." ucap Salsa menenangkan Bella yang emosi.


"Terus gimana nih  kasian kan Bella apalagi kita juga ga bawa jaket. " Yuanita yang bingung melihat sahabatnya.


" Tenang.. Tenang ada aku ,kebetulan aku bawa sweater tadinya aku mau ketempat kakak ku nih pake... . "ucap Vivian bangga sambil mengeluarkan sweaternya dari dalam tas.


Kemudian sweater pun dililitkan dipinggang Bella untuk menutupi roknya yang sobek.


Dia merapatkan bibirnya ,pembuluh darahnya telah sampai ditenggorokan seperti gunung berapi akan meletus. Dendam akan Betrand pun semakin meluap luap.


 


Entah setan dari mana Betrand mendapatkan ide gilanya mengingat saat ruang kampus masih sepi, Betrand mengendap-endap masuk dan mengolesi bangku dengan kaleng lem dengan wajah puasnya dan senyuman miring serta sadis dia akan menonton aksi yang bisa membuat setiap orang menjadi turun derajat


Di parkiran Betrand yang bersinar matanya merasa puas dengan ide jailnya.


"Kamu engga akan apa apa nanti,udah jahili Bella? " tanya Steve sedikit bingung dengan tingkah Betrand.


"Emang aku pikirin... Yang penting aku sekarang puas melihat muka Bella yang kayak tomat  Ha... Ha... Ha.. "ucap Betrand yang puas akan kejahilannya.


"Hai Betrand udah pulang yuk.. aku udah laper nih ?"ucap Victoria mendekati dari belakang tanpa ragu memeluk


"Pesta apa ya? "tanya Victoria dengan tersenyum manja


"Pesta keberuntungan ku." jawab Betrand sambil merangkul Victoria dan menciumnya.


lalu mereka pergi meninggalkan sahabat sahabatnya yang masih berdiri tanpa berpamitan.


"Jo... Aku merasa aneh dengan kelakuan Betrand, baru loh sama cewek gitu-gitu amat biasanya langsung menjauh ini malah di lanyanin " ucap Viko.


Mereka pun hanya menggelengkan kepala saja.


Sementara di asrama putri.


Bella yang begitu marah, mengingat wajah setan yang tertawa lepas, kekesalan pun dia bawa sampai dalam kamar asrama sepanjang jalan dia hanya bisa uring uringan terus.


"Udah Bell... Nanti kita balas dendam dech sekarang kamu siap siap sana...  Pasti telat " ucap Vivian membujuk Bella yang masih kesal dengan kelakuan Betrand. Dengan rasa kesal yang sudah sampai ditenggorokan Bella menutuskan untuk pergi ke kafe, ya.. minimal untuk menghibur diri lah


Sesampainya di kafe..


"Siang kak..  " ucap Bella.


 "Eh Bella baru datang, lagi sibuk ya jam segini baru kesini. " ucap Alex.

__ADS_1


Bella hanya tersenyum kesal mengingat kejadian tadi. Dengan rasa gendok


Bella segera berganti seragam dan melanyani  pelanggan, untungnya hari itu kafe sedang ramai sampai malam pengunjung nya pun tak henti hingga Bella dapat sedikit melupakan kejahilan Betrand.


Dimalam hari nya..


"Makasih ya udah dibantuin, baru loh hari ini pelanggan nya banyak.. kamu bawa keberuntungan..? " ucap Alex sambil tersenyum.


"Ach kakak  Alex bisa aja.." jawab Bella yang terlihat lelah.


"Oh ya Ka... Saya pulang duluan ya  udah malam belum ngerjain tugas.. " bergegas Bella pamit.


"Nanti lagi kalau ada tugas bawa aja kesini, jadi kalau lagi sepi kamu bisa kerjain. " ujar Alex.


Bella pun mengangguk serta pamit dan langsung pulang ke asrama.


Diasrama


" Baru datang Bel.. " sambut Salsa yang baru keluar dari kamar mandi.


" Iya nih tadi dikafe pengunjungnya banyak jadi aku sedikit sibuk. " jawab Bella yang melepaskan tas dan merebahkan badan diatas ranjang melepas rasa lelah.


" Syukur dech kalau gitu berarti kamu udah melupakan kejadian tadi siang dong.. " ucap Vivian yang keceplosan.


" Apa!... kejadian tadi siang.. Engga akan pernah aku lupain, aku bakal balas dendam, liat aja nanti.!" ucap Bella yang kembali menggebu-gebu penuh dendam.


" Kamu sih ungkit-ungkit liat tuh jadi lagikan.!" senggol Yuanita berbisik ketelinga Vivian.


" Ya udah kamu cepat mandi sana udah malam. " ucap Salsa membantu mendorong Bella masuk ke kamar mandi.


Akhirnya Bella mengikuti perintah Salsa untuk mandi,setelah selesai mandi dengan iseng Vivian terus memancing Bella untuk bisa membuat rencana balas dendam terhadap Betrand.


" Bella nanti kamu mau balas perbuatan Betrand gimana? " ucap Vivian yang iseng


" Aku bakal buat dia dipermalukan satu kampus, sampai dia terus mengingat apa yang dia perbuat ama aku." jawab Bella yang siap berperang


Dalam benaknya ada 1001 cara dia pikirkan sampai sahabatnya bingung dengan perilaku Bella yang senyum-senyum sendiri.


Dalam benak Bella mengambarkan dia berperang sengit ,sampai Betrand bertekuk lutut meminta ampun, lalu apa yang Bella mau semua dia ikuti dan juga Betrand terus memohon ampun meminta kebebasannya, hingga menangis darah.


Sambil Bella berbaring di ranjang nya dia terus senyum-senyum sendiri menunggu hari esok yang menjadi hari kemerdekaan dia.


Pagi harinya Bella siap untuk berperang segala stategi dan rencana dalam otaknya sudah dia susun dengan rapi


sekarang waktunya pembalasan liat aja hari ini kamu bakal aku permalukan ha.. ha.. ha.. ucap Bella dalam hati.


" Udah ah, jangan ngehayal aja cepet nanti kita kesiangan" ucap Yuanita dengan cuek lewati disamping Bella.

__ADS_1


Dan dia pun mengangguk dengan langkah yang penuh percaya diri menuju kampus.


__ADS_2