
"Selamat pagi... Maaf saya kesiangan." sapa Kak Liliana sambil tersenyum yang sedang menuruni anak tangga, dia terlihat sangat cantik dengan memakai baju hamil berwarna biru ditemani seorang pelayan.
Bella membalikkan badannya dan tersenyum mendekati Kak Liliana untuk membantu memapah memegangi salah satu tangannya.
" Terima kasih.. " ucap Kak Liliana memegang lembut tangan Bella
Mereka pun duduk dikursi keluarga dengan hati-hati Bella membantu mendudukkan Kak Liliana yang sedang hamil 7 bulan
" Nona ini susu hangat anda. " ucap pelayan menyimpannya disamping
" Liliana, kapan jadwal periksa kehamilanmu? " tanya Bunda yang duduk didepan Kakak
" Hari ini Bun.. Oh ya Bella, kamu mau ikut? " ajak Kak Liliana sambil memegang perutnya
" Boleh. " jawab Bella dengan senang hati ya itung-itung rekreasi daripada dirumah saja Bella berkata dalam senyum
" Nyonya sarapan sudah siapa dihidangkan. " ucap kepala pelayan
Bu Prisillya pun berdiri pergi menuju kamar utama dan tak lama Bu Prisillya dan Pak Arya pun keluar dari kamar, begitu juga dengan Kak Derry yang melangkah turun.
Mereka semua berkumpul dimeja makan untuk sarapan. Bella yang memperhatikan Ayah, bunda dan Kak Derry serta Kak Liliana hanya bisa tersipu malu karena kedua pasangan ini begitu romantis terutama Ayah dan Bunda yang begitu harmonis. Kedua kepala keluarga itu tak lupa mengecup kening para istrinya pada saat akan berangkat, apakah nanti aku akan begini? Bella yang terhayut bahagia.
Tak lama setelah kedua kepala keluarga pergi, kepala pelayan mendekati Bu Prisillya
" Nyonya, saya dapat berita Nona Hani beserta Jerry dan Bilqis akan datang nanti sore, sekarang mereka sudah berada dibandara. " ujar kepala pelayan memberi kabar bahagia. Tentu saja Bu Prisillya sangat bahagia mendengarnya.
" Pak Tedi, tolong persiapkan makan malam yang istimewa dan jangan lupa masakan kesukaan Jerry dan Bilqis. " ucap Bu Prisillya yang wajah berbinar, segeralah dia berjalan cepat menuju kamar
" Bunda kenapa? " tanya Bella yang terheran-heran
" Biasa...Kalau Kak Hani dan anak-anak datang Bunda senang banget " jawab Kak Lililana
" ....Bunda selalu memproritaskan keluarga walaupun sibuk, apalagi kalau sudah semua kumpul, waktu berkumpul seakan tak terasa. " ujar Kak Liliana yang menggeleng-gelengkan kepala , Bella pun ikut tersenyum bahagia
*****
Pagi itu di apartemen.
Betrand yang baru terbangun dari tidurnya seakan malas ,dia merasa isi apartemen terlalu sepi, Betrand yang tanpa semangat keluar dari kamarnya sejenak dia terdiam memperhatikan pintu kamar Bella yang tertutup. dengan raut wajah kecewa dia melangkah membuka pintu kamar Bella , didalam kamar dia memperhatikan suasana kamar yang rapi, aroma minyak wangi Bella masih tercium harum ,rasa rindunya semakin terasa
" Tuan Muda sarapan dulu." terdengar Bi Wina dari jauh, wangi masakan tercium tapi rasa lapar Betrand berbeda saat Bella ada di apartemen.
Betrand yang melangkah lemas mendekati meja makan, Bi Wina dengan sigap menyajikan sarapan dan mempersilahkannya.
" Bi, aku kangen Bella. " Betrand bernada sedih, tangannya terdiam menatap sesendok nasi
__ADS_1
" Sarapan dulu, setelah itu Tuan bisa bekerja dengan semangat agar cepat jemput Non... Bella. " ucap Bi Wina memberi semangat
Selama dalam perjalanan Betrand tak banyak bicara, pandanganya tak fokus, tangannya terus memainkan ponsel yang tak beraturan, sampai terdengar dering ponsel dengan nada khusus untuk panggilan dari sang kekasih
Wajah Betrand terkejut, matanya berbinar jantungnya berdetak kencang, senyumannya merekah saat Bella meneleponnya dengan gugup Betrand menjawab telponnya
Betrand : Hallo
ucapnya dengan bola mata melirik sana-sini, senyumannya semakin tak tertahan
Bella : Papi, sehat?
ucapan Bella pertama kali terdengar, tentu saja jantung Betrand semakin berdetak kencang
Betrand : Sehat.
Betrand menjawab dengan singkat mulutnya seakan kaku terselimbuti rasa rindu yang mendalam
Bella : Mami kangen Papi.
Betrand yang mendengarnya semakin gugup
Betrand : Papi juga,
Betrand hanya menjwab singkat
Betrand : oh ya, rame dong nanti
Bella : Papi kapan mau datang kesini, kan ramai kalau semua kumpul.
Betrand : Nanti setelah pekerjaan selesai Papi langsung kesana
Terdengar dari suara telpon Kak Liliana mengajak untuk pergi
Bella : Papi...Udah dulu ya Mami mau pergi.
Bella mengakhiri percakapan
Betrand hanya diam hingga terdengar suara ponsel yang telah terputus aku masih kangen... sayang aku kangen, dengan perlahan tanganya berpindah dari telinga ke jok mobil mata dan bibir tak bisa menyembunyikan rasa rindu.
Diperusahaan
Betrand mulai fokus dengan pekerjaannya dalam pikiran hanya ingin cepat-cepat membereskan semua agar lekas pergi ke Inggris
Sedangkan Bella ,Kak Liliana dan Bunda menikmati perjalanan menuju rumah sakit ibu dan anak.
__ADS_1
Kak Liliana semakin bahagia setelah dokter menyatakan bahwa dia dan anak dalam perutnya sehat dan siap untuk menjelang kelahiran
" Sayang, kita ke supermarket dulu ya.. " ajak Bunda . Bella dan Kak Liliana mengangguk.
Selama dalam supermarket Bu Prisillya terlihat banyak membeli makanan ringan dan es krim berbagai rasa
" Bunda, boleh saya bertanya? " ucap Bella mendekati Bu Prisillya dilorong es krim
Bu Prisillya menatap dan mengiyakan permintaan Bella
" Bunda, kok beli es krim banyak buat siapa? " tanyanya yang sedikit canggung
" Ini... Buat Jerry sama Bilqis. " jawabnya dengan mata yang masih tertuju memilih jenis eskrim
"Apa tidak terlalu banyak? " ucap Bella yang semakin canggung
" Kalau segini itu sedikit, biasanya kita beli eskrim lebih dari ini, nanti kita olah untuk berbagai jenis dessert kesukaan cucu-cucu Bunda. " jawab Bu Prisillya dengan santai.
Setelah selesai berbelanja
Mereka bergegas pulang untuk mengolah eskrim.
Dirumah para pelayan semakin sibuk mempersiapkan kedatangan anggota keluarga kesayangan Bu Prisillya, hari tak terasa sudah menjelang sore hari ketika Bu Prisillya dan Kak Liliana sedang duduk menikmati teh hangat, dari pintu depan terdengar suara sorak-sorak anak kecil yang bahagia, langkah kaki terdengar jelas, pintu terbuka lebar saat cucu-cucu kesayangan berlari mendekati Bu Prisillya yang sudah berdiri menyambutnya.
" Nenek! " teriak Jerry dan Bilqis memecah suasana sepi dirumah
" Cucu-cucu... Nenek... Nenek kangen banget. " sambut Bu Prisillya memeluk hangat
Suara saling balas kata terdengar imut ketika Jerry dan Bilqis saling berebut memeluk Bu Prisillya, Kak Hani menampakkan senyum lebarnya dari depan pintu
" Bunda, apa kabar? " sapa Kak Hani mencium pundak tangan Bu Prisillya memberi salam
" Sehat...Kamu bagaimana kabarnya? " Bu Prisillya menanyakan kembali
" Sehat " jawabnya dengan singkat
" Kak...Selamat datang. " sambut Kak Liliana memberi salam, Kak Hani mengangguk
" Ini siapa? " tanya Kak Hani memandang Bella yang berdiri sopan
Bella pun mendekat dan memberi salam
" Saya Bella. " ucapnya
" Bella... Apa kabar lama tak bertemu, kamu sehat? " tanya Kak Hani
__ADS_1
" Sehat, Kak. " jawab Bella
percakapan saat itu terhenti dengan mendengar celoteh Jerry dan Bilqis yang sangat menggemaskan.