
Malam pun menjelang ,Jerry dan Bilqis semakin meramaikan seisi rumah suara tawa, jeritan dan tangisan membuat seluruh anggota keluarga tersenyum bahagia
" Jerry... Bilqis... Kakek sudah datang. " sambut Pak Arya dari ruang tamu,tentu saja Jerry dan Biqlis berlari memeluk kakek kesayangannya.
Jerry saat ini berusia 6 tahun dan Bilqis 4 tahun , Bilqis mulai dengan tangisan lucunya menandahkan tangan untuk minta di gendong sedangkan Jerry yang mulai cemberut iri, dengan senyum Pak Arya menggendong keduanya, Bella yang menatap Pak Arya merasa bangga mempunyai mertua yang penuh kasih sayang , betapa tidak dari balik jas ketegasannya Pak Arya tak sungkan menggendong Cucu-cucu kesayangan dari depan ruang tamu
" Sayang turun kasihan Kakek, baru saja datang. " ucap Kak Hani menyambut
" Tidak apa-apa, " jawab Pak Arya yang bahagia
" Bagaimana kabarmu? " tanya Pak Arya
" Sehat...Yah. "
" ....Ayo kita kekamar kakek.!" ucap Pak Arya sambil mencium kedua cucunya dalam gendongan, semua tersenyum melihat kebahagian yang ditunjukkan Pak Arya
Malam kedua dikediaman Pak Arya ,suasana menjadi lebih ramai dengan celotehan Jerry dan Bilqis, Pak Arya tak hentinya menampilkan senyum lebar kebahagian.
Kak Derry memulai video call dengan Betrand dan Kak Tio, suasana pun semakin hangat mendengar Betrand yang mulai saling ejek dengan Jerry, Bella semakin bahagia dengan sedikit menggelengkan kepala dibalik senyumnya melihat dan mendengar calon suami tercinta yang seperti anak sebaya Jerry
" Kapan kalian akan datang? " tanya Pak Arya mengakhiri pertengkaran mereka
" Akhir pekan ini Ayah. " jawab Betrand
" Saya juga.. " lanjut Kak Tio menjawab
Akhirnya percakapan sengit berakhir dengan tidurnya raja dan ratu kesayangan, tampak seluruh keluarga merasa lelah ,semua memasuki kamar masing-masing dengan meninggalkan senyum yang merekah.
Pagi hari itu suasana begitu sepi ,Bella yang sudah terbiasa bangun pagi sedikit heran menatap seisi ruangan perasaan kok sepi banget Bella yang berjalan menuju ruang keluarga, disaat dia akan menikmati udara pagi dan meminum susu hangat dari lantai dua terdengar teriak Jerry yang diikuti babysisternya, Bella menatap senyum menyambut Jerry yang berlari menuruni anak tangga
" Hati-hati, nanti jatuh. " sambut Bella mendekat,
Jerry adalah anak yang riang dia gampang bergaul dengan seluruh anggota keluarga, pagi itupun Jerry mulai akrab dengan Bella
" Tante kita main bola yuk." ajak celoten lucu Jerry
" Ayo.. " jawab Bella memegang tangan mungilnya
Kak Hani yang melihat sambil menggendong Bilqis tersenyum ramah saat Bunda dan Kak Liliana ikut melihat Bella dan Jerry bermain bola
" Tampaknya Jerry akrab dengan Bella. " ucap Kak Liliana.
__ADS_1
" Hei, kalian kesini! " teriak Kak Hani memanggil Bella dan Jerry
" Ibu.. Tante pinter loh, main bolanya. " ucap Jerry
" Oh ya.." sahut Kak Hani yang jongkok menanggapi celoteh Jerry
"Hari ini kita kemana ya...? " tanya Kak Liliana meminta ide
" Gimana kalau kita jalan-jalan ke mall terus kita makan siang ditempat favorit. " Kak Hani mengajukan ide
" Boleh juga kita belanja-belanja disana, sekalian kita beli perlengkapan bayi. " ujar Kak Liliana
" Bella..Kamu ikut ya... Sekalian belanja. " ajak Kak Hani
aduh gimana ini kalau belanja uang tabunganku mana cukup keluh Bella dalam hati
Kak hani yang menatap Bella lalu mendekat
" Kami dikasih engga kartu mantu?" tanya Kak Hani dengan nada iseng
" Kartu mantu. " Bella yang yang bingung dan heran
Bella yang menatap mengerutkan alis,lalu mendekat untuk memperhatikannya dia merasa mempunyai kartu tersebut
" Emmm... Bella engga yakin Kak, tapi tunggu sebentar ya.. Bella ambil dulu dompetnya. " ucap Bella yang berjalan cepat menuji kamar dan kembali membawa dompet
Bella pun membuka dompet itu dan memeriksanya
" Apa yang ini? " tanya sambil menunjukkan kartu pink
Kak Liliana yang melihatnya mendekat lalu mengambil kartu ditangan Bella
" Kapan kamu punya kartu ini? " tanya Kak Liliana dengan penasaran
" Seminggu sebelum saya dan Betrand akan pergi menemui Papah sama Mamah, emangnya kenapa Kak? " ucap Bella heran
Kak Liliana dan Kak Hani saling memandang dan tersenyum
" Itu berarti, kamu udah jadi mantu disini. " ledek mereka berdua, Bella hanya bisa diam tak mengerti.
Kemudian Bunda pun menjelaskan bahwa kartu ini dipesan hanya untuk menantu-menantu keluarga besar Arya saja.
__ADS_1
mendengar penjelasan itu nafas Bella terasa sesak mata dan mulut seakan terkunci tangannya gemetar sedangkan Kedua Kakak iparnya hanya tersenyum geli melihat adik iparnya yang gugup.
" Udah tenang aja, sekarang kita jalan-jalan yuk... " ajak Kak Hani, mendengar ajakan itu Jerry dan Bilqis terlihat bahagia.
Siang itu pertama kalinya Bella memasuki dunia Sosalita yang gemerlap, yang biasa dia hanya makan di warung pinggir jalan sekarang dia menyantap dengan harga yang hampir setengah dari kerja paruh waktunya
dengan rasa malu Bella mendekat Kak Liliana dan Berbisik.
" Kak apa engga terlalu mahal ini makanan? " tanya Bella dengan polos
" Udah kamu makan saja ,nikmat saja" jawab Kak Liliana dengan santai
Kemudian mereka beralih ke butik-butik elit , kedua Kakak iparnya yang sudah terbiasa tampak menikmati saat-saat belanja sedangkan Bella yang mulai melihat-lihat baju tampak terkejut dengan harga yang ditunjukkan di barcode
" Kamu suka?" tanya Kak Hani
Bella yang gugup segera mengembalikan baju yang berwarna biru
" Ti-tidak ...Saya tidak suka" ucapnya
Kak Hani lalu mengambil baju yang Bella lihat
" Lucu juga, coba kamu pakai." pinta Kak Hani
" Tapi Kak.. " Bella yang ingin menolak karena harga baju itu sangat fantastik
tapi Kak Hani terus mendorongnya masuk kedalam bilik pas, dan tak lama Bella keluar melihatkan baju yang dia pilih
" Bunda bagaimana? " tanya Kak Liliana gimana menujukkan
" Bagus. " jawab Bu Prisillya
" Kamu tau kalau Bunda bilang bagus berarti harus dibeli, kalau engga Bunda marah besar " ancam Kak Hani
Bella pun semakin gugup ,dia takut Betrand akan memarahinnya nanti. Dengan berat hati Bella terpaksa membelinya tabunganku saja belum cukup untuk mengganti uang ini ,bagaimana aku menggantinya paling tidak butuh lima tahun untuk mencicil Bella yang menghampiri kasir lalu mengeluarkan kartu hitamnya, saat Kak Hani melihat dia seakan terperanjat dan memegang tangan Bella.
" Ada apa,Kak?" tanyanya dengan bingung
" Kapan kamu punya kartu ini? " tanyanya dengan serius lalu mengambilnya
" Su-sudah lama, waktu itu saya magang di kantor Betrand ,tapi itupun sebentar karena Betrand tak mengizinkan saya untuk berkerja lagi, lalu dia menggantikan kartu ini sebagai uang pengganti saya magang," ucap Bella dengan gugup, dalam hatinya merasa bersalah aduh gimana ini, aku salah ambil coba kalau tadi ambil kartu yang pink pasti engga akan gini. gumam Bella mendekati Bu Prisillya yang sedang duduk bersama cucu-cucunya.
__ADS_1