
BAB 68
" Halo dek, apa kabar? " ucap Alex ditelepon
" Baik ,kak" jawab Bella
" Gimana keadaan mu sekarang? "
" Udah lebih baik"
" Dek,kemarin Betrand kesini kafe dia nanyain kamu?, kakak bilang kamu sakit. dek, kalau kamu udah sehat saran kakak cepet selesai permasalahanmu dengan Betrand, semakin cepat selesai semakin baik, "
" Iya kak, Bella coba nanti selesai kan "
" Ya udah kamu istrahat aja jangan dulu ke kafe, nanti kalau udah tenang kamu kesini nya "ujar Alex memberi saran
" Iya kak, makasih"
" Ya udah kakak tutup dulu telponnya " ucap Alex.
Hati Bella benar benar-benar bimbang rasa kecewa yang Bella alami benar-benar menyakitkan tapi dilain pihak bella sangat menyanyangi Betrand ,selalu teringat dalam benak Bella saat-saat indah bareng Betrand, sambil memeluk bantal bergambar Bella dan Betrand dan memutar-mutar liontin yang diberi Betrand, airmata pun seakan-akan tak terbendung lagi, dan dengan tatapan kosong, sahabat sahabat nya semakin khawatir dengan keadaan Bella
" Bella, kalau aku boleh kasih saran, mendingan besok kamu temuin Betrand selesaikan semuanya " ucap Yuanita
" Iya Bell, aku sedih liat kamu gini terus" sahut Vivian duduk disamping Bella
" Aku masih bingung, sakit hati, kecewa dengan apa yang Betrand lakukan, kalau memang udah ga sayang, ga cinta kenapa ga minta putus aja, bukan di giniin! " ucap Bella yang masih kesal bercampur sedih dengan menitiskan airmata
" Udah, udah tenang. Menurut aku juga bener kuat ga kuat kamu besok harus selesaikan baik-baik dengan Betrand, ya?" ucap Salsa
" Ga tau ach, pusing!! " ucap bella dengan nada kesal dan langsung menarik selimbut dan sahabat sahabat nya hanya saling pandang
Keesokan harinya
" Hai, udah mau berangkat " ucap Rebecca dengan semangat masuk ke dalam kamar Bella
" Loh, kalian mau pada kemana? Bella emang kamu udah sembuh? " tanya Rebecca mendekati Bella
" Iya aku udah sembuh, aku mau pergi kuliah? " ucap Bella tersenyum kecil
" Ya udah kalau kamu udah sehat, aku ikut senang .aku pulang dulu ya " ucap Rebecca pamit
__ADS_1
" iya, Rebecca makasih ya" ucap bella
" Iya sama-sama " jawab Rebecca tersenyum meninggalkan kamar bella ,
dikamar Rebecca
( " Bella hari ini masuk kampus " )
Dilain pihak
Pagi itu Betrand sedang bersiap-siap pergi ke kantor karena Betrand merasa pesimis dengan kehadiran Bella dikampus, ketika Betrand akan berangkat kerja
Bip..Bip..Bip..
betrand membuka pesan dari Rebecca, dengan cepat Betrand pun pergi kampus menemui Bella
" Halo, Adi hari ini aku ga akan kerja kantor, aku mau selesaikan masalah dengan Bella. aku serahkan semua urusan kerja " ucap Betrand yang langsung telponnya
" Iya Siap " jawab sekertaris Adi.
Dengan cepat Betrand pergi ke kampus berharap bertemu dengan Bella dan menyelesaikan semuanya,
Betrand langsung berlari mencari Bella, dia seperti orang yang kebingungan berlarian kesana kesini seisi kampus dia cari, ada rasa putus asa dalam benak Betrand dalam mencari bella sehingga Betrand akhirnya melihat Bella sedang berjalan ditaman kampus dengan sahabat sahabat nya. Betrand tanpa pikir panjang langsung mendekati Bella
" Hai Bella, apa kabar? " tanya Betrand dengan nafas terputus-putus
" Baik" jawab Bella berlalu melewati Betrand
" Bel, aku mau bicara ama kamu? "ucap Betrand memegang tangan Bella
" Nanti kita selesaikan semuanya sesudah kuliah. " jawab Bella sambil melangkah
" Aku ikut kamu? " ucap Betrand mengikuti Bella masuk kelas.
Selama perkuliahan Bella dan Betrand tak berbicara sepatah kata pun mereka terdiam, kemana Bella melangkah selalu diikuti Betrand sampai selesai kuliah
" Bella ikut aku ya? " ajak Betrand tersenyum
" Iya aku ikut kamu" jawab Bella,
merekapun pergi untuk menyelesaikan kesalahpahaman diantara mereka.
__ADS_1
Hingga tiba di sebuah taman
" bella.. " ucap Betrand yang terpotong dengan kata-kata Bella
" Aku mau kembalikan kalung ini, jujur ini terlalu menyiksaku " ucap Bella sambil memberikan kalung berliontin berlian ketangan Betrand, hati Betrand semakin sedih
" Bella, aku kenal Viona 5 tahun yang lalu, dulu aku laki-laki cupu yang menyukai perempuan terpopuler di sekolah .berbagai Cara aku lakukan untuk mendapatkan perhatian Viona, setelah beberapa bulan aku berhasil mendapatkan perhatian Viona dan kita jadian, setelah beberapa bulan kita jadian dia mulai selingkuh ,walaupun aku tau aku selalu diselingkuhin aku tetap menjadi sandaran hatinya, aku lakukan semua apa yang Viona inginkan, aku enggak pernah bilang kalau aku putra arya anggara, hingga Viona menganggap aku laki-laki miskin,,3tahun aku pacaran dengan viona dalam 3 tahun itu juga aku selalu diselingkuhin dan aku hanya terdiam karena aku sangat cinta dia, tapi disaat kuliah dia pergi dengan laki-laki lain dengan alasan ingin berubah keadaan karena dengan aku ,dia ga mau jadi miskin, sampai aku menjadi dendam aku coba semua perempuan tapi mereka hanya ingin wajah dan materi ku aja. Setahun kemudian Viona datang dia bermesraaan di depanku walaupun dia dicampakkan dan kembali pada aku , aku selalu menerima nya, tapi tetap aja aku hanyalah penghibur bagi dia,Sampai aku ketemu dengan kamu, aku mulai yakin Ada perempuan yang ga memandang aku hanya wajah dan materiku aja jadi aku mohon kita jangan putus ya " ucap Betrand menjelaskan semuanya
" Tapi Betrand kamu sama Viona belum putus aku ga bisa jadi orang ketiga diantara kalian " ucap bella
" Bukan, bukan kamu yang menjadi orang ketiga tapi dia yang jadi orang ketiga, " ucap Betrand memegang tangan Bella
" Betrand kamu inget ga waktu kamu datang kenegaraku dan menjadikan kita sedikit salahpaham, sebenarnya waktu itu aku mulai suka ama kamu tapi aku kasih punya Zaki, sampai aku putuskan untuk berpisah dengan Zaki untuk bisa menjalin hubungan dengan kamu, begitu pun sekarang kalau memang kamu masih ingin kita berhubungan, selesaikan urusanmu dengan Viona " ucap Bella
" Baik, aku pasti selesaikan urusanku dengan Viona tapi kamu masih maukan kita pacaran " ucap Betrand
" Iya aku masih mau" jawab bella,
seketika itu Betrand sangat bahagia dengan kata-kata Bella, Betrand pun langsung mencium bibir bella, terasa dalam bibir Bella getaran rasa bahagia meluap melalui bibir Betrand dan setitik airmata Betrand menempel ke pipi Bella dalam hati Bella ( mungkinkah ini airmata seorang laki-laki playboy) ,
setelah selesai berciuman Bella mengusap sisa airmata Betrand di pipi " sayang aku maafin jangan sedih lagi ya " ucap Bella menenangkan betrand
, Betrand pun mengangguk
" sekarang kita makan dulu ya " ajak Bella senyum
" Iya kita makan" Betrand menyetujuinya,
akhirnya mereka pergi ke kafe terdekat didalam kafe tersebut
" Bella, jangan kamu lepasin lagi ya kalung ini " ucap Betrand sambil menyematkan kalung ke leher Bella dan mencium pipi Bella
" Iya " jawab Bella tersenyum
" Bella sekali lagi maaf ,harusnya dari awal aku jelasin bukan menunggu sampai keadaan nya jadi gini" ucap Betrand menyesal
" Tenang aja, setiap orang pasti punya saat-saat dipersimpangan jalan, rasa kebimbangan pun selalu datang, memang kita juga butuh yang namanya keberanian untuk memutuskan dalam sesuatu hal dan yang pasti sesuatu itu tidak membuat kita mengatakan Kata penyesalan di kemudian hari " ucap Bella memegang tangan Betrand dan Betrand menciumnya
" I love you, I really really love you " ucap Betrand
" I love you too "
__ADS_1