
Mereka semua pamit meninggalkan Betrand dengan segudang kesibukannya
" Nona.. Sekarang kita mau kemana? " tanya supir menunggu perintah
" Pah.. Mah.. Kalian sekarang mau kemana? " tanya balik Bella
" Terserah... Terserah kamu Papah dan Mamah ikut aja. " jawab Pak Indra yang merasa bersalah puas.
Siang itu mereka melakukan tour berkeliling kota yang ramai dan padat, begitu banyak kendaraan berlalu lalang mengantri dengan kemacetan, gedung-gedung yang berlomba menunjukkan keangkuhannya, butik-butik dan distro saling melambai menyambut semua orang, riuh padatnya pedangan menjajarkan padagangannya ,asap-asap saling berlomba dengan berbagai keharuman makanan.
Pak Indra dan Bu Tina semakin larut dalam keramaian kota yang menyambutnya. Hingga mereka memasuki salah satu distro pakaian yang menawarkan berbagai merek, satu persatu mereka mencoba pakaian gaya masa kini.
Senyum lebar terpancar bahagia dari wajah kedua orang tua Bella, langkah kaki gembira melayang melatunkan nada indah,
hingga disatu kedai mereka beristirahat menikmati sajian pengganjal perut.
" Pah... Mah gimana makanannya? " tanya Bella yang penuh dengan makanan dimulutnya
" Enak... Enak.. " ucap Pak Indra dengan merekah
Malam pun menjelang Perut Pak Indra dan Bi Tina sudah terisi penuh menikmati surganya kuliner kota, saatnya mereka kembali mengistirahatkan badan yang lelah, Diapartemen Bi Wina menyambut hormat dan memberikan segelas air hangat untuk meredakan lelahnya mereka sesudah menjalani tour.
" Betrand belum datang" sesaat pak Indra sadar melirik sekeliling ruangan yang sepi
" Tuan biasanya pulang larut malam. " jawab Bi Wina yang masih memegang nampan
" Bella...Kamu telpon sana tanya apa dia sudah makan belum,? Terus tanyakan dia mau pulang engga, kalau mau pulang biar Papah tunggu. ?" Pak Indra memerintah Bella dengan khawatir
Bella mengangguk berdiri mengambil ponsel dan meneleponnya, dalam percakapan wajah Bella mulai sedikit menunjukan memerah malu dan sesekali menggigitkan ujung jari telujuk dengan mata berkeliling menunduk.
Setelah selesai Bella kembali menghampiri Pak Indra yang menikmati hangatnya kopi hitam panas
" Pah.. Betrand malam ini lembur kemungkinan akan tidur dikantor. " jawab Bella secara garus besar
Pak Indra mengangguk menyeruput kembali
" Pah... Mamah bangga sama menantu kita. " tutur Bu Tina
" Iya.. Papah juga... Sekarang Papah tenang melepaskanmu sayang, kamu mempunyai calon suami yang baik. " ujar Pak Indra bangga dengan masa depan anak yang akan selalu bahagia.
Pagi harinya mereka memulai menyantap sarapan yang dibuat Bi Wina. Bu Tina yang sedikit khawatir berkali-kali matanya menatap kearah pintu depan.
" Mah...Ada apa? " tanya Bella yang mengerutkan alis memperhatikan mamahnya
__ADS_1
" Apa Betrand belum datang? "ucap Bu Tina
" Belum Mah... Biasanya kalau sedang ada proyek bisa engga pulang selama dua hari. " jawab Bella mengalas nasi goreng keatas piringnya
" Dua hari! " Pak Indra terkejut
" ...Kalau makannya gimana? " lanjut Pak indra
yang terhenti saat makan
" Biasanya Sekertaris Adi atau Asisten Tia yang melayani, kadang Bella datang membawa bekal saat di kafe tak sibuk. " ujar Bella menjelaskan
" Sebenarnya, besok Mamah dan Papah udah harus pulang. Tadinya Mamah ingin pembicaraan tentang pernikahan kalian nanti. " ucap Bu Tina yang kecewa
" Ya.. Apa boleh buat, menantu kita sibuk." sesal Pak Indra yang tak terwujud.
" Udah... Engga apa-apa. Apa kita ke kantornya aja lagi " Bella memberikan ide
" Engga usah.. Kantor bukan untuk hal seperti ini. " sanggah Pak Indra
Hari itu mereka tak melakukan tour keliling kota, hanya diam dirumah merasa kenyamanan apartemen yang lengkap.
Tiba disore hari, Betrand pun datang dengan lingkar mata menghitam, wajah yang lelah.
Disaat kedua orang tua Bella sedang menikmati waktu santainya.
" Betrand...Sudah datang ,cepat-cepat Bella kasih Betrand minum air hangat dan siapkan juga air hangat untuk dia mandi " perintah Pak Indra mendorong Bella dengan cepat.
Dengan gugup Bella menghampiri menyambut Betrand
" Ini minumnya. " sambut Bella
" Makasih. " cakap Betrand menerima dan meminumnya.
" Ayo.. Cepat... Cepat...Mandi biar segar. " Pak Indra mendorong Bella dan Betrand masuk kedalam kamar. Bella dan Betrand hanya diam tercengung saling menatap masuk kedalam kamar.
Keadaan pun semakin canggung Betrand terdiam memegang segelas air hangat dan tas dikedua tangannya sedangkan Bella mulai memainkan secuil baju.
" Emm... A-aku mandi dulu. " gugup Betrand memberikan gelas dan berjalan cepat ke dalam kamar mandi.
Bella hanya tertegun diam tak tahu harus berbuat apa aku harus gimana? gumam Bella diam seperti patung.
Setelah selesai mandi dengan menggosok rambutnya yang masih basah Betrand kaget melihat Bella masih Berdiri didepan pintu memandangnya
__ADS_1
" Mami... Ada apa engga keluar? Apa masih nunggu Papi cium Mami. " celetuk Betrand menggoda.
"Aku lupa. " jawab Bella terperanjat keluar dari kamar.
Dengan wajah memerah Bella menahan rasa malunya hatinya berdetak kencang setelah kedua orang tua menatap senyum
" Mana Betrand, kita makan bareng, Papah udah lapar. " ucap Pak Indra memegang perut
" Maaf Pah, sudah lama menunggu. " ucap Betrand menuruni anak tangga dengan cepat
" Engga apa-apa " sambut Pak Indra merangkul pundak Betrand mengajaknya makan bersama
" Betrand besok Papah dan Mamah mau pulang. " ucap pamit Pak Indra.
" Kenapa sebentar " potong Betrand yang merasa bersalah
" Papah dan Mamah banyak kerjaan, kasihan Ciko sendirian mengurus toko. " sanggah Pak Indra
" Pah...Mah maafkan Betrand tak bisa menyambut kalian dengan baik. " keluh Betrand
" Engga apa-apa, Papah juga mengerti dengan apa kesibukan kamu. " sahut Pak Indra
" Papah dan Mamah jangan kapok, sering-seringlah kemari agar Bella tak kesepian. " ucap Betrand
" Iya.. Nanti setelah kalian menikah kita akan lebih sering berkunjung. " sahut Pak Indra
" ...Nak sebenarnya kita berkunjung, selain ingin tahu tempat tinggal dan tempat kerja kalian, kita mau menanyakan tentang pernikahan kalian, bagaimana? " ujar Pak Indra
" Tentang pernikahan kami, saya serahkan seluruhnya sama Bella, tema apa? dan apa yang dia inginkan ,biar Bella yang mengatur dan untuk pendanaan serahkan semua kepada saya. " ujar Betrand menjelaskan
" Terima kasih sebelumnya ,tapi menurut adat di negara kami untuk biaya pernikahan ,pihak perempuan pun harus mengeluarkan." ucap Pak Indra
" Pah, jangan... Saya tak mau membebani Bella, saya hanya ingin membahagiakan dia. Biarkan semua keinginan Bella saya penuhi. " sanggah Betrand
Mendengar hal ini Pak Indra dan Bu Tina semakin bahagia
" Baiklah, kalau begitu mulailah kamu tentukan tema apa yang akan inginkan di hari pernikahanmu dari sekarang. " ucap Bu Tina memengang tangan Bella dengan haru.
Keesokan harinya Pak Indra dan Bu Tina telah siap dengan dua koper dan kantong oleh-oleh yang sudah dipersiapkan sebelumnya, Betrand pun meluangkan waktu untuk mengantar kedua orangtuanya sampai dibandara, Bella yang terlihat sedih saat berpamitan memeluk sang Mamah dengan erat
" Jaga dirimu baik-baik, dan perhatikan calon suamimu jangan sampai sakit ya.. Nanti Mamah berkunjung lagi" ucap Bu Tina sambil mengusap airmata di pipi Bella
" Betrand jaga kesehatanmu, jangan terlalu fokus dengan pekerjaan ,dan Papah serahkan Bella jaga dia baik-baik. " ucap Pak Indra memeluk Betrand
__ADS_1
" Baik Pah, jangan lupa setelah sampai kabar kami. " sahut Betrand membalas pelukan.
Kedua orang tua Bella akhirnya pergi meninggalkan negara B dengan rasa puas dan bahagia.