Cowok Playboy Itu Pacar Ku

Cowok Playboy Itu Pacar Ku
Taman


__ADS_3

Gemuruh suara kantin terus


menggema ,teriak-teriak mahasiswa memberi ragam suara disaat Jojo sedang menyantap siang seakan menikmati seperti alunan nada yang saling bertautan


" Kak Jojo..!" terdengar teriak diantara suara-suara riuh mahasiswa ,Jojo seakan tak menghiraukannya dia hanya lebih fokus menatap keluar jendela


" Kak Jojo...Kok sendirian kemana yang lain?" ucap Yesi yang menghampiri bersama temannya dengan membawa nampan makan siang


" Engga tau... " jawabnya santai


" Kak... Boleh duduk disini engga ? " pinta Yesi yang sudah menyimpan nampan di meja


Jojo hanya menjawab dengan anggukan kepala


" Kak... Emang bener ya.. Kak Betrand udah nikah? " keluh teman Yesi


" Iya.. Emang kenapa? "


" Ilang dech satu cogan di kampus. " tunduknya memasang wajah sedih


Jojo yang bersikap tenang hanya menujukkan setengah senyumnya,


Siang itu Yesi terlihat lebih dominan dalam pecakapan sedangkan Jojo bertindak sebagai pendengar yang baik ,Yesi yang asik bercakap dengan sesekali menunjukan senyum manis manjanya.


" Kak. Jojo kita ke kelas dulu dadah.. " ucap Yesi pamit dan Jojo membalas lambaian tangannya,


Jojo pun berjalan menuju kelas ya.. Benar memang siang itu Jojo pun ada kelas tepat di sebelah kelas Viko datang merangkul mengagetkan Jojo


" Sendirian di aja.. " ucap Viko


" Abis mau sama siapa lagi.. " keluhnya sembari tersenyum


" Jo ...Lihat teman kita seperti pamor kita akan segera memudar" tunjuk Viko kearah Betrand dan asik memanjakan Bella dan Steve dengan wajah berbinar-binar menunjukkan rasa jatuh cintanya


Jojo yang melihatnya hanya bisa ikut bahagia


" Jo... Sial nanti sore aku ada pertemuan keluarga !" keluh Viko


" Emang ada apa? "


" Orang tua ku membuat pertemuan untuk menjodohkan aku dengan sahabat papah yang dari Austria. " lanjut Viko mengeluh seakan-akan itu adalah beban terberatnya


" Udah terima aja, siapa tau jodoh. " ucap Jojo meledek


" Kalau aku menurut , ilang lagi pamor kita.. " ucap Viko seakan dia ingin tetap bertahan dengan julukannya


****


malam itu dengan terpaksa Viko menurut keinginan kedua orang tuanya walaupun sedikit menggerutu, sengaja dia datang terlambat agar perjodohannya dihentikan tapi niatnya pun tak kesampaian.


Ditempat parkir dia bertemu dengan cewek cantik bergaun biru yang sedang mengerutu


Viko yang mempunyai sifat alamiahnya mendekati cewek cantik itu dengan maksud menjadi pahlawan kesiangan


"Hai nona sedang apa? " tanya Viko


" Mau apa Lo..! " jawabnya Kasar


" Engga... Tadi aku lihat dari tadi kamu seperti sedang PMS. " ucapnya dengan sedikit menggoda


"Emangnya apa urusannya dengan Lo.. " lagi-lagi cewek itu menjawab dengan kecut


" Engga apa-apa... Aku cuman nanya aja. " jawab Viko yang berjalan menghindar


" Eh, tunggu !" ucapnya dengan lantang


" Apa lagi... " sahut Viko menahan kesal


" Lo... Mau bantuin Gue engga.. " tawarnya


" Emangnya kalau bantuin Lo... Apa imbalan Gue. " Viko yang berusaha menantang

__ADS_1


" Gue... kasih Lo... 5 juta ...Mau engga. " tantang cewek tersebut


" Emangnya Gue harus apa? "


" Lo harus jadi pacar pura-pura Gue... Gimana? "


" Okey... "


" Okey... tunggu kita harus tau nama Lo.. " ucap Cewek tersebut menahan langkah Viko


" Gue... Viko "


" Gue... Cinta. "


Akhirnya mereka pun masuk sambil menggandeng tangan dan masuk ke ruang keluarga VIP, disana dua keluarga sudah menunggu mereka


" Mah... Pah.. " sapa Cinta dengan anggun


" Wah kalian udah kenal. " ucap Bu Desi ibunda dari Viko.


tentu saja kejadian tadi membuat mereka kaget


" Apa! " sontak Viko dan Cinta menjawab kompak


Yang ternyata malam itu kedua keluarga memang sedang menjodohkan Viko dan Cinta


sial kalau aku tau dia cowok yang mau dijodohkan Gue ogah sewa dia umpat Cinta memanyunkan bibirnya


sial ternyata ini Cewek yang dijodohkan sama aku tu gitu ogah da.. Gue bantuin dia Viko mulai mengumpat


" Ya sudah... Sudah... sini sayang? " ajak Bu Tri menyambut Viko dan Cinta


Dengan pasrah mereka akhirnya mengikuti jamuan pertemuan itu walaupun sedikit timbul rasa penyesalan


*****


Siang itu di kampus Viko masih mengerutu mengingat pertemuan malam itu, wajah musam terus terpangpang membuat Betrand dan yang lain ingin membullynya


" Kenapa dengan Viko? " tanya Bella yang baru bergabung


" Udahlah terima nasib aja. " ledek Jojo


" Kalau cewek cantik, anggun, elegan.. aku sih okey-okey aja deh tapi ini.. Ih.. amit-amit dech semoga kalian engga ketemu dengannya. " gerutu Viko


Tapi tak lama dari jauh terlihat Cinta dengan asik tanya-tanya ke setiap mahasiswa yang dia lewati


" Apa aku mimpi. " ucapnya melotot kearah jalan


" Apa? " tanya Betrand yang ikut melirik


" Hai! " lanjut Betrand melambaikan tangan


Cinta yang sedikit heran mendekati


" Kamu cari Viko? " tanyanya dengan santai


" Dari mana Lo.. Tau" ucap jutek Cinta


" Tuh... Dia lagi sembunyi." tunjuk Betrand kearah Viko yang bersembunyi dibalik pohon


" Hai! keledai sini! " teriak Cinta dengan melipat tangan


" Apa keledai! Lo.. Tuh nenek sihir! " sahut Viko yang muncul dan tak keterima ejekan nya


Dan mereka pun saling ejek didepan semua sahabatnya


Betrand dan Bella hanya bisa ikut tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan mereka yang kompak kayaknya anak kecil


" Emang ya kalau jodoh engga akan kemana?Hehe. " sindir Bella


" Bukan! " ucap mereka dengan kompak

__ADS_1


" Iya...Iya kalian bukan jodoh, kenalkan aku Bella. " ucap Bella berdiri memperkenalkan diri


" Sorry.. Gue Cinta. " balas Cinta dengan ramah


" Kalian... " tunjuk Bella


" Bukan... Bukan... Kita engga dijodohkan.. " sekali lagi mereka menjawab kompak


Bella melirik Betrand menahan tawanya


" Kalian mau ikut engga.. Kita mau jalan-jalan? " ajak Betrand memeluk Bella


" Aku... " jawab kaku Viko


" Udah aku yang traktir. " sahut Betrand mendorong Viko menjauh kemudian yang lain ikut di belakangnya


Ditengah perjalanan keluar dari kampus


" Kak Jojo... Kak Jojo... " teriak Yesi menahan langkah para seniornya


" Ada apa? " tanyanya membalikkan badan


" Kalian mau kemana? "


" Kita mau jalan-jalan."


" Yesi boleh ikut engga? "


" Boleh... Lebih banyak lebih ramai. " jawab ramah Bella


Akhirnya mereka berjalan keluar dari kampus


" Kita mau kemana?" tanya Cinta


" Banyak ngomong Lo... Udah diajak aja udah syukur. " ledek Viko


" Kita mau ke kafe taman, disana udara enak banget. Hehehe .." jawabnya menahan senyum


Mereka pun melanjutkan perjalanannya menuju taman kafe tempat Bella san Betrand pernah datangi dulu


Sesampainya disana


" Wah... Kak Bella bangus banget, udaranya pun sejuk. " ucap Yesi dengan semangat menghirup udara segar


Jojo mulai memperhatikan Yesi dari belakang


" Sayang dingin.. "ucap Betrand memeluk Bella dari belakang, Bella pun menggelengkan kepala


Yesi berjalan cepat menarik tangan Jojo ke tengah bunga yang sedang bermekaran


" Kamu dingin. " tanya Jojo


" Sedikit.. " jawab Yesi mengosok-gosokan tangannya.


" Sini... " ucap Jojo menarik tangan Yesi dan menghangatkannya, wajah Yesi berubah menjadi merah, kepalanya pun tertunduk malu.


" Kita jalan-jalan lagi yuk.. " ajak Jojo memasukkan tangan Yesi ke saku jaket Jojo


Sedangkan Viko dari keluar mobil hanya bersin-bersin terus


" Tempat apa ini dingin bener.. " keluh Viko merapatkan jaketnya


" Seger tau..! " ucap Cinta dengan lantang


" Seger kepalamu! "


" Hahaha... dasar anak kecil takut dingin! " ejek Cinta


" Apa kamu bilang aku anak kecil ...Awas Lo.. " tunjuk Viko kesal dan mengejar Cinta


Sedangkan Betrand dan Bella yang tersenyum melihat kedua sahabatnya yang sedang jatuh cinta sambil menyeruput teh hangat.

__ADS_1


" Sayang... Besok pulang dari kampus kita ke studio Photo untuk Photo prewedding.. " ucap Betrand mengingatkan


" Iya sayang... . Aku ingat. " jawabnya dan Betrand pun tersenyum lalu mencium tangan Bella dengan lembut


__ADS_2