
"Betrand.. Kamu lihat ponselku? " tanya Bella yang mengobrak-abrik tasnya.
"Ponsel... " sambung Betrand terdiam saat dia akan membuat susu hangat untuk Bella
Sebelumnya
Betrand yang pagi itu bangun lebih awal, berkali-kali mendengar ponsel Bella yang berdering dengan rasa penasaran Betrand mengambil dan melihatnya
(Hai.. Bella ingat jangan lupa hari ini ditaman kotanya aku tunggu.
pesan dari Riko)
ternyata Riko... gumamnya mematikan ponsel Bella
engga akan aku biarkan Bella diambil orang, dia adalah milikku ,dan akan selalu milikku geram batin Betrand, lalu dia menyimpan ponselnya yang dalam keadaan mati dalam brankas
" Betrand kamu lihat engga? " Bella bertanya sekali lagi
" Aku simpan ponselmu. " jawabnya dengan santai sambil memberikan segelas susu hangat
" Kenapa? "
" Aku hanya engga mau aja ada orang lain dalam kehidupan kita, apalagi sekarang kita lagi rujuk. " jawab Betrand menyeruput kopi hangat
" Tapi Betrand, aku takut ada pesan penting. " geram Bella
" Kalau ada pesan penting pasti akan telpon aku, ya sudah kita berangkat yuk... " ucap Betrand mengakhiri
"Kemana? "
" Nanti juga tau ayo... Sayang cepat dandan yang cantik. " ucao Betrand mendorong Bella masuk lagi ke dalam kamar
Setelah 30 menit
Betrand sudah menunggu rapi diruang keluarga
" Udah siap?" tanya Betrand
" Udah.. Kita mau kemana? " tanya Bella yang penasaran
" Nanti juga kamu tau. " jawab Betrand dengan santai dan memegang tangan Bella keluar dari apartemen
Hari itu Bella tak banyak bicara hanya bisa menatap Betrand yang heran, wajah Betrand sekarang penuh dengan misteri, tingkah lakunya juga menjadi aneh.
Satu jam sudah mereka pergi hingga tiba di gedung rumah sakit
" Betrand... Kamu sakit? " tanyanya yang mulai khawatir
Betrand tak menjawab, dia hanya tersenyum dan mengajak Bella keluar mobil, mata Bella semakin mengeluarkan banyak pertanyaan akan tingkah laku Betrand
Hingga tiba mereka didepan ruang ahli kandungan
" Betrand mau apa kira kesini.? " tanya Bella
__ADS_1
" Nanti juga sayangku tau. " jawab Betrand dengan senyuman
Tak lama
" Nona Bella. " ucap suster memanggilnya
Bella dan Betrand masuk kedalam ruang dokter kandungan
" Iya silahkan duduk. " sapa Dokter
"...Ada keluhan apa? " lanjutnya bertanya
" Dok... Kita mau tes kesuburan. " jawab Betrand
Apa tes kesuburan!, apa dia udah gila buat apa aku melakukan tes ini. gumam Bella yang kaget dengan kata-kata Betrand
" Kalian sudah menikah "
" Iya sudah seminggu yang lalu, Dok... kita ingin punya anak, kita engga mau menundanya lagi. " ucap Betrand dengan percaya diri
Lagi-lagi dia berbohong
" Anak muda jaman sekarang ingin serba instan saja. " sindir Dokter
Betrand hanya tersenyum malu.
" Okey kita sekarang cek dulu spermatozoa mu dulu, setelah itu kita cek ovulasi mu. nanti suster nanti ambil ****** anda untuk kita cek. "
" Kalian kan udah menikah, tenang aja privasi anda kami jaga. " tutur Dokter
"....Suster bawa pasein kita ke ruang VIP. " perintah Dokter
Mereka akhirnya mengikuti langkah suster menuju kamar VIP
" Silahkan masuk...Fasilitas semua sudah sedia, nanti jika sudah di dalam ada botol masuk saja, lalu didalam juga ada tombol panggilan jika sudah selesai tekan saja nanti saya akan kembali untuk mengambil sampel. " tutur suster menjelaskan lalu pergi meninggalkan mereka
" Betrand kita mau apa disini?" tanya Bella sambil memperhatikan seisi kamar
Tak lama lampu kamar mati berganti dengan lampu remang-remang dengan suasana romantis dan televisi didepan mereka menyala
ya ampun film apa ini gumam Bella terkejut setelah dia memperhatikan film dihadapannya
Betrand yang saat itu juga ikut menonton tampak tegang, jantung mulai berdetak kencang dan berkeringat, sang junior pun tampak ingin melakukan petualangannya,
" Betrand apa maksudnya ini? " tanya Bella yang seakan polos, saat Bella melirik Betrand sambil menunjuk ke arah televisi, Betrand yang sudah mulai terpancing melakukan lagi aksinya
" Betrand ini rumah sakit.! " ucap Bella menyadarkannya
Tapi Betrand tak menghiraukan perkataan Bella, dia lebih fokus dengan ujian petualangannya
Setelah beberapa lama, Betrand meninggalkan Bella yang terkulai lemah untuk memberikan botol-botol sampel kepada suster
" Silahkan anda beristirahat, nanti setelah keluar hasilnya saya akan kabari anda. " ucap suster
__ADS_1
Betrand kembali ke dalam kamar untuk menemani Bella dan memeluknya kembali.
" Betrand apa maksudnya ini. ?" tanyanya
" Kita harus tau kesuburan kita, aku ingin cepat-cepat kamu hamil, aku tak mau menundanya. " jawab Betrand
apa udah gila nih anak, aku harus hamil nikah aja belum, sebenarnya apa yang terjadi selama aku engga ada, sampai sifatnya berubah drastis gini. gumam Bella yang merasa aneh dengan kelakuan Betrand
Satu jam telah berlalu hasil laboratorium pun telah keluar
Betrand dan Bella kembali masuk kedalam ruang praktek
" Silahkan.. Sekarang saya akan baca hasil lab anda berdua... Semua baik-baik saja... Hanya saya sarankan untuk tidak stress ,apa anda berdua mengalami stess akhir-akhir ini.? "
ucap Dokter
" Iya kemarin kita baru saja sidang skripsi. " jawab Betrand
" Saya sarankan anda untuk melakukan bulan madu, itu membuat rasa relax dan akan cepat mempunyai momongan." tutur Dokter
Betrand hanya tersenyum menyetujui saran Dokter dan mereka akhirnya keluar dafi rumah sakit
" Sayang sekarang kita mau kemana? " tanya Betrand dengan wajah yang bercahaya
" Terserah. " jawab singkat Bella, hari itu dia udah capek untuk berdebat, hati dan badannya telah telah dengan aksi Betrand yang keji.
" Gimana kalau kita kencan... Kita jalan-jalan ke mall, ke bioskop dan makan malam romantis ." Betrand mengajukan ide sedangkan Bella hanya tersenyum, dengan bahagia Betrand membuka pintu mobil mempersilahkan sang putri hatinya lebih dulu masuk kemudian dia.
Siang itu mereka berjalan-jalan santai didalam mall, Betrand yang saat itu lebih dominan berbicara sedangkan Bella hanya diam merasakan sakit di pangkal paha.
" Kenapa? " tanya Betrand
" Emm... Aku haus dan lapar " jawabnya
" Okey kita makan dulu ya.. " ajak Betrand memegang erat tangan Bella yang menempel. dilengan Betrand
Didalam restoran Betrand benar-benar memanjakan Bella menunya pun semua kesukaan Bella, dia ingin Bella tenang dengan begitu niatnya akan segera terlaksana.
Saat mereka menikmati santap siang dari luar resto Tuan Riko yang sedang berjabat tangan mengakhiri rapat klien tak sengaja menatap Bella
" Okey, kita tunggu kontrak kita selajutnya. " ucap Tuan Riko mengakhiri percakapan dan berjalan mendekati Bella yang dia kira sedang duduk sendiri
" Bella lagi apa? " tanya Tuan Riko dengan semangat
" Riko... Lagi apa kamu disini.? " tanya Bella yang seakan tak memperdulikan Betrand dihadapannya
Betrand yang sedang menikmati pasta terhenti dan menatap sinis
" Kebetulan sekali bertemu denganmu disini. " sapa Betrand dengan dingin
" Betrand, apa saya menganggu. " ucapnya sambil duduk disebelah Bella tersenyum dan memandangnya
" Menurutmu.? "sahut Betrand dengan tatapan menyempit dan melipat kedua bibirnya.
__ADS_1