
Hari pun beranjak petang kedua keluarga, akhirnya mengakhiri pertemuan dengan suasana senang tak terkecuali Bella dan Betrand yang diselimbuti rasa bahagia, senyum lebar dari kedua belah pihak tampak membuat semua orang merasa iri.
" Bella , kapan mau berkunjung ke rumah Bunda? " tanya Bunda sedikit berharap mengucap kata (iya) dari mulut Bella.
" Emm... Kalau Betrand ajak, Saya pasti akan datang. " jawab Bella dengan ringan, lalu
Bunda menatap Betrand, menegaskan pertanyaan yang Bunda lontar kan.
" Bunda...Nanti selesai urusan dikantor dan selesai bimbingan pasti , Betrand ajak Bella ke rumah. " jawab Betrand menegaskan pertanyaan Bunda
" Tapi, kapan itukan lama? " lirih Bunda dengan manja
" Tenang aja Bunda, nanti kalau Bunda ingin...Bella bisa kok sendiri. " sahut Bella menenangkan Bunda dengan mimiknya sedih
" Okey, Bunda tunggu janji Bella. " ucap Bu Prisillya dengan semangat
" Pak Indra sampai bertemu lagi. " ucap Pak Arya yang memulai berjabat tangan tanda perpisahan.
" Iya, pak terima kasih atas jamuannya. " sambut Pak Indra
" Bu Tina, kapan-kapan datang ke Inggris ,nanti kita jalan-jalan disana. " sahut Bu Prisillya dengan ramah
" Pasti.... Pasti... Saya akan berkunjung ke tempat ibu, sebentar lagi kita kan... Besan.. " ucal Bu Tina mengumbar senyum bahagianya.
" Tentu... Tentu saja... kita kan besan.. " sahut Bu Prisillya memeluk hangat Bu Tina
" Bella jangan lupa dengan janjimu ya.. " ucap Bu Prisillya memeluk Bella dan Bella mengangguk tanda setuju.
" Betrand ,kamu mau ikut Bunda atau Bu Tina? " tanya Bu Prisillya
" Saya ikut Bunda aja, biar besok saya ke rumah Mamah sekalian ambil pakaian. " jawab Betrand
" Besok kamu udah mau pulang? " tanya Bu Prisillya
" Iya Bun... Besok siang saya ada rapat jadi saya dan Bella akan pulang lebih awal. " jawab betrand dengan santai.
Pertemuan pun akhirnya berakhir, selama dalam perjalanan pulang, Pak Indra dan Bu Tina tak henti-henti nya menyanjung keluarga Pak Arya, tentu hal ini menjadi berita yang sangat baik untuk Bella.
" Bella emangnya, kamu pernah masuk rumah sakit? " tanya Bu Tina mengingat percakapan Betrand
" Iya, Mah... Waktu kita kelilit hutang ke bank. " jawab Bella yang sedikit gugup.
" Emangnya, kamu kerjanya gimana, sampai sakit?" tanya Bu Tina yang mulai khawatir
" Selama libur, Bella kerja paruh waktu di tiga tempat, mungkin Bella kelelahan, jadi masuk rumah sakit selama 4 hari. " jawab Bella dengan nada tertekan karena khawatir terkena omelan Bu Tina.
" Terus yang menjaga kamu selama dirumah sakit, siapa? " lanjut Bu Tina Bertanya.
__ADS_1
" Hari pertama dan kedua, teman-teman seasrama ,hari ketiga dan selanjutnya Betrand. " jawab Bella yang sedikit kikuk
" Emangnya ,Betrand engga nunggu kamu dari hari pertama, Mamah kira ...Kamu ditunggu sama Betrand? " ucap Bu Tina yang heran.
" Hari itu Betrand lagi di Inggris, dia lagi kerja di kantor pusat, apalagi waktu itu Bella dan Betrand belum pacaran. " sahut Bella
" Yang bayar rumah sakit, siapa?" tanya Bu Tina menatap Bella.
" Betrand... Mah, terus yang membayar pelunasan hutang kita pun Betrand. " jawab Bella.
Bu Tina dan Pak Indra saling berpandangan seakan tidak percaya dengan yang Bella katakan. Setelah itu tak ada pembicaraan lagi selama perjalanan sampai ke rumah, mereka semua hanya terdiam .
Hingga di dalam kamar Pak Indra dan Bu Tina tetap diam karena merasa bersalah kepada Bella. Kenapa tidak , anak perempuan satu-satunya sudah mereka repotkan dengan masalah keuangan keluarganya.
" Pah, mah jadi engga enak sama Bella, bukannya kita ini memfasilitasi pendidikannya, malah kita sengsarakan disana. " ucap Bu Tina yang sedih dan menitikan airmata ,mengingat keadaan anaknya.
" Sudahlah Mah, itukan udah berlalu, apalagi sekarang anak kita ini beruntung mempunyai calon suami dan mertua yang baik. " ucap Pak Indra menghibur sambil mengusap-usap punggung Bu Tina.
Bu Tina pun sedikit lega dengan mengingat pertemuan tadi dan berkata " Iya Pah, anak kita beruntung. Semoga keluarga Betrand selalu sayang sama anak kita. " Bu Tina menghapus airmata dan tersenyum
" Ya sudah, kita tidur...Udah malam, besok anak kita pun akan pulang. Mamah bangun lebih awal siapkan sarapan sama bekal Bella untuk dijalan nanti. " sahut Pak Indra yang mulai merebahkan badannya diranjang.
*****
Keesokan harinya.
" Kamu sudah bangun ,sayang. " ucap Bu Tina menyapa Bella
" Masak apa, Mah? " tanya Bella yang membuka tudung saji
" Ini mamah buat bekal nanti kamu di pesawat. " jawab Bu Tina yang mulai membungkus satu-persatu menu masakan kedalam kotak makan.
" Engga usah, Mah .Nanti di pesawat juga ada. " jawab Bella sambil mencicip masakan Bu tina
" Di pesawat itu mahal. " sahut Bu Tina sambil memukul tangan Bella
" ....Udah Mandi sana!" lanjut Bu Tina
" Iya Mah. " ucap Bella yang melangkah ke menuju kamar mandi
" Bella.... Betrand mau jemput kamu engga? " tanya Bu Tina menghentikan langkah Bella
" Mau, katanya jam 10." jawab Bella yang sedikit memalingkan wajah.
Tok... Tok... Tok
" Ya tunggu sebentar!" ucap Bu Tina melangkah menuju pintu depan
__ADS_1
" Betrand ! Mamah kira ,kamu datang nanti siang.?" tanya Bu Tina menyambut
" Tadinya mau agak siang, tapi saya lupa packing, Mah. " jawab Betrand sambil memberi salam
"....Bella udah bangun? " lanjut Betrand bertanya
" Udah, dia sekarang lagi mandi. " jawab Bu Tina kembali kedapur
kamar mandi ! Wah seger nih dengan badan basah dan wangi sabun ,seksi gumam Betrand yang tersenyum lapar.
" Mah Betrand packing dulu. " ucap Betrand tang bergegas kelantai dua. Bu Tina hanya mengangguk.
Benar saja begitu Betrand ke lantai dua, Bella baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk, tepat didepan pintu kamar Bella dengan cekatan Betrand memeluk dari belakang.
" Aduh, kaget! " ucap Bella yang terperanjat
" Emm... Wangi. " ucap Betrand mencium pundak Bella yang basah
" Udah... Malu nanti Ciko liat! " ucap Bella dengan nada tegas dan pelan.
" Biarin aja, kitakan mau nikah. Paling juga nanti dia yang malu. " ujar Betrand yang terus mencium punggung dan pundak Bella dengan sedikit desahan.
Tak lama terdengar suara pintu Ciko, Bella yang sigap mendorong Betrand sampai terpental ke dinding dan berlari masuk kamar.
Betrand yang kaget hanya terdiam kaku sampai Ciko menghampirinya.
" Kenapa, kak? " tanya Ciko yang seakan tidak tau.
" Engga... Engga a-aku hanya mau masuk kamar... Iya masuk kamar... Mau packing baju. " jawab Betrand dengan gagap dan masuk ke kamar
Ciko pun mengikuti Betrand
" Kak... Bisa kita bicara? " ucap Ciko yang berdiri depan pintu
" Iya ,ada apa? " tanya nya dengan santai
" Kak...Bukan Betrand... Aku mau sedikit ngobrol. " sahut Ciko.
Betrand yang saat itu sedang melipat baju terhenti mendengar nada serius dengan tatapan Ciko yang berdiri tegap.
" Kakakku perempuan baik-baik, dia kakakku satu-satunya. Aku tau latar belakang dan sifatmu dulu, sejujurnya aku masih engga percaya, kalau kamu bisa berubah dan menjalin hubungan yang serius. " ujar Ciko yang saat itu bertindak seperti orang dewasa.
" Terus mau kamu gimana? " tanya Betrand dengan sedikit mengerutkan alis
" Aku hanya mau bilang ,kalau sesuatu terjadi dengan kakakku, sedikit saja dia terluka hatinya, aku bakal buat perhitungan.! " ucap Ciko sambil menunjuk-nunjuk dada Betrand dengan mata yang tajam.
" Tenang aja, akupun tidak rela kalau Bella sampai bersedih apalagi menangis. " tegas Betrand
__ADS_1
" Okey, aku restui. " ucap Ciko dengan memeluk Betrand dan tersenyum meninggalkan kamar.