
Sementara itu dikampus semua berjalan seperti biasa ,semua melakukan kegiatan masing-masing, tepat di sebuah kafe terlihat Yuanita yang sedang bingung, karena hari ini dia dipaksa oleh kedua orang tuanya menjalani kencan buta.
Satu persatu laki-laki datang berkenalan dari berbadan tinggi sampai pendek, dari berbadan kurus hingga gemuk ,dari berotak pintar sampai berotak oon.
Raut wajah Yuanita benar-benar kusut ingin rasanya dia kabur menghilang dengan jurus ninjanya, soft drink yang dia pesan pun telah habis 4 gelas untuk mendinginkan otak dan dirinya dari rasa jenuh dan kesal.
Dari jauh seberang jalan ibundanya tersenyum menunjukan ponsel yang mengisyaratkan masih panjang antrian wawancara. Dengan mengembungkan pipi melepaskan napas panjang Yuanita tertunduk pasrah.
Sampai saatnya datang seorang yang tak terduga Riko yang berjalan santai memasuki kafe seorang diri.
" Hai! " sapa Yuanita melambaikan tangannya menghentikan langkah Riko
" Siapa ya? " tanya Riko dengan sedikit mengerutkan dahi mendekat
" Gue... Gue Yuanita, inget engga sabahatnya Bella? " ucap Yuanita memasang wajah imut membantu mengingat
" Oh... Ya ada apa? " Riko lanjut bertanya
tanpa basa-basi Yuanita dengan cekatan menarik Riko dan mendudukkannya tepat berhadapan.
"Lo... Bisa bantu Gue? " tanya Yuanita
" Ada apa? " tanya Riko yang mulai bingung
" Aku mohon kamu berpura-pura jadi cowok gue atau Lo ikut acara ini aja, okey. " ucapnya dengan semangat
" Acara apa? " Riko yang makin bingung dengan mata yang pelenga-pelongo lirik kanan-kiri
" Gue dipaksa bunda mengikuti kencan buta, mereka bilang usia gue udah terlalu kolot, dan harus segera menikah padahal Lo tau sendirikan Gue ini belum lulus. " keluh Yuanita menahan wajah Riko dengan kedua tangannya menetapkan pandangannya
" Terus kenapa Lo...Engga bilang aja kayak gitu.? " balas Riko sembari melepaskan telapak tangan Yuanita
" Apa boleh buat orang tua gue kekeh, mereka bilang itu engga jadi masalah, jadi gue mohon bantu keluar dari sini, jujur aja gue udah sumpek tau.. " ucap Yuanita yang kesal
" Terus imbalannya? " sambut Riko memberi signal
" Emmm.... Gue traktir kamu dua hari, gimana? " Yuanita memberi tawaran.
sejenak Riko terdiam menatap Yuanita dan ibundanya yang duduk diseberang.
" Oke ...Tapi ingat janji Lo. " jawab Riko menyakinkan janji Yuanita
" Makasih.... Makasih banget. " ucap Yuanita yang senang
mulailah mereka membuat sandiwara hingga ibunda Yuanita pun mendekati mereka yang sedang asik mengobrol
" Halo... Anda? " tanya bunda Tiwi
" Saya... Oh nama saya Riko. " sambutnya sambil berjabat tangan
" Kamu...? "
" Saya.... " jawabnya yang terpotong
" Dia pacar aku Bun... " ucap Yuanita memotong pembicaraan
" Sejak kapan? "
" Udah... Udah 2 bulan... " Yuanita yang mulai berakting, dia berpindah berdiri disamping Riko dan menggandeng tangannya
" Kok.. Bunda engga tau? "
" Soalnya.... Soalnya... " jawab Yuanita yang gugup
" Saya baru datang dari luar kota, maaf saya baru bisa berkenalan dengan anda. " Riko membalikkan memotong jawaban Yuanita
" Sebenarnya besok saya mau kerumah tante untuk berkunjung, tapi siapa sangkan kita malah ketemu disini,, Sayang kamu engga bilang kalau kita pacaran. " lanjut Riko merangkul Yuanita seperti tak ada beban
__ADS_1
" Maaf.... Maaf " jawab Yuanita memberi setengah senyumnya
" Kamu kerja dimana? " Bunda Tiwi mulai menginterogasi
" Saya... "
" Dia seorang karyawan... "jawab Yuanita
" Karyawan.... Karyawan di perusahaan mana?
" Di... "jawab Yuanita dengan memainkan mata
" Di perusahaan SF. " jawab Riko
" Di bagian apa? "
" Di bagian... "
" Manager pemasaran. " jawab Yuanita kembali memotong jawaban Riko
" Bunda kita boleh pergi engga Riko mau ajak Nita jalan-jalan. " ucap Yuanita mengakhiri percakapan
Sejenak Bunda Tiwi terdiam memandang seperti yang ditutupi dengan mereka
" Ya sudah...Kalian hati-hati ya dijalan dan jangan malam-malam. " jawab Bunda Tiwi dengan tersenyum mengizinkan mereka untuk pergi.
Dengan memasang wajah kaku Yuanita dan Riko keluar dari kafe berjalan menuju parkiran
" Fuh... lega makasih ya udah bantuin gue. " ucap Yuanita mengusap dada dan melepaskan genggaman tangannya di lengan Riko
Riko pun mengangguk
" Sekarang Lo mau kemana? "
" Gue mau pulang ke kampus....Oh ya tenang aja Lo.. Pasti Gue traktir dech. " ucapnya sambil menepuk pundak Riko yang tinggi
" Yuk... dah.. " lanjut Yuanita melambaikan tangannya
melihat itu Riko menggelengkan kepala dan memberi senyuman tipis lalu masuk ke dalam mobil.
Keesokannya
"Nita! Nita bangun... Nih anak tidur apa pingsan sich! " ucap Salsa yang mulai kesal dengan Yuanita
" Apa sih Sa... ini kan masih pagi." jawab Yuanita yang menarik lagi selimbut
" Pagi apaan udah jam 7.30 ..Ayo bangun!
Halo... Iya... Oke bentar lagi aku kesana. " ucap Salsa yang terpotong dengan menerima telpon
" Ada apa Sa... " tanya Yuanita dengan mengaruk-garuk kepala
" Kata Jojo... Steve sakit kita disuruh ke rumahnya."
" Engga ah, males kamu aja yang kesana. " tolak Yuanita mentah-mentah
" Ayo lah kita cepat kita pergi! " ajak Salsa menarik tangan Yuanita
" Iya... Iya... " jawabnya dengan terpaksa, lalu Yuanita pun pergi untuk menyegarkan diri kemudian berdandan ya... Walaupun terpaksa.
Sesampainya di apartemen Steve
Tok... Tok.. Tok..
" Masuk... " sambut Jojo membuka pintu
" Kenapa dengan Steve? " tanya Salsa
__ADS_1
" Biasa masuk angin. " jawab Jojo dengan enteng
Salsa dan Yuanita pun meranjak masuk ke kamar Steve, benar saja terlihat dari jauh badan Steve yang sedikit gemetaran dan suhu badan yang tinggi
" Apa kalian udah bawa dia ke dokter?" tanya Salsa
" Mana mau dia dibawa ke dokter! " jawab lugas Yuanita yang sedikit cuek
" Eh... Kalian makasih ya... Udah jenguk aku. " ucap Steve yang sedikit bernada rendah dan melirik lembut ke arah Yuanita
" Iya, sama-sama.... Maaf kita engga bawa apa-apa cuman ini. " sahut Salsa memberikan sekeresek buah jeruk dan apel
" Makasih... " jawabnya
" Kamu engga ke dokter? " tanya Salsa
" Engga usah besok juga sehat. "
" Udah minum obat? "
" Udah... " lanjut Steve menjawab dan mengangguk
Hari itu mereka terlubat percakapan yang sedikit hangat, Steve terdiam masih merasa bersalah dengan kelakuan terhadap Yuanita saat mereka melakukan percakapan pun Yuanita selalu membuang muka seakan rasa sakitnya masih tertanam di hatinya.
" Sa... Kita pulang yuk.. Udah sore. " ajak Yuanita
" Bentar.... Bentar... " sahut Salsa menolak ajakan Yuanita
tak lama dering telpon berbunyi
' Ya.. Halo.... Oke. " jawab singkat Yuanita
" Siapa? "
" Bunda... Dia mau ketemu dengan pacar baruku. "jawab Yuanita dengan enteng
" Pacar baru siapa! " tanya Salsa yang kaget
" Mau tau aja. Yuk... Aku duluan ya... " pamit Yuanita melambaikan tangannya
pacar baru siapa? tapi engga masalah dia bukan lagi pacarku, wajar kalau dia punya pacar lagi gumam Steve yang penasaran dengan mata menatap lurus ke arah pintu keluar.
Yuanita terpaksa pulang ke rumah, setibanya disana ayah dan bundanya sudah duduk tegak diruang tamu menyambut dingin sang anak
" Ayah... Bunda... Aku pulang. " sapa Yuanita dengan suara lantang
" Mana pacarmu? " sambut Bunda dingin
" Pacar... "
"Iya.... Jangan bilang yang kemarin pacar sewaan... " ucap kecam Bunda Tiwi
" Oh bukan... Bukan... Dong Bun... Dia... Bukan pacar sewaan.. " jawab Yuanita
" Terus mana dia... " tanya nya sekali lagi
" Dia... Dia lagi kerja.. Masa harus keluar kantor nanti kan ,bisa kena SP dari atasan. " jawabnya dengan sombong
" Okey.. bilang sana dia besok malam, dia di undang ke rumah, kalau engga Bunda pastikan kamu bakalan tunangan dengan orang pilihan Bunda. " ancam Bunda Tiwi
" Tapi Bun... Ayah tolong Nita dong! " rengeknya
" Maaf Ayah engga bisa bantu, kamu tau sendirikan Bundamu seperti apa? " sahut Ayah dengan pasrah.
ya ampun gimana nih, aku lupa minta no telponnya, ke kantor juga aku engga tau dia dibagian mana.... Habislah... gumam Yuanita melepaskan napas panjang.
pembaca author yang imut, maaf baru update
__ADS_1
Author sedang sibuk di dunia nyata dari mohon maaf atas keterlambatannya ya....🙏🙏🙏😉