
Pagi itu Mereka menikmati gairah asmara yang sangat membara, yang membuat mereka terbuai dalam aktivitas roman yang seakan tidak berkesudahan. Mereka melakukan aktivitas yang sangat romantis dan selalu menyenangkan. Dunia seakan menjadi milik mereka berdua, orang lain hanya menumpang saja di dunia milik mereka itu, sembari persiapan terus mereka lakukan untuk menyempurnakan pesta satu kali untuk seumur hidupnya.
Di depan kampus semua sahabat sudah menunggu menyambut dua sejoli yang telah rujuk, mereka semua mengumbar senyum takala mobil sport merah memasuki area parkir
" Selamat datang.. " sambut Steve bertepuk tanganya menghampiri Betrand dan Bella keluar dari mobil
" Wah... Kalian seger amat. " Jojo meledek sambari merangkul steve
Betrand yang mendengarnya tertunduk dengan wajah yang memerah
" Lihat sang playboy kita malu, " tunjuk Viko menepuk tangan sembari menggelengkan kepala
" Apa suamimu bisa kita pinjam? " tanya Viko merangkul Betrand memisahkan mereka
Bella pun mengangguk melepaskan pegangannya
Betrand berjalan lebih dulu dengan sesekali menatap Bella layaknya orang yang sedang jatuh cinta
"Sudahlah istrimu engga akan hilang. " ucap steve meledek mendorong Betrand
" Apa sih Lo... kepo banget. Hehe " jawab Betrand tertunduk malu dan membalas jailan steve
Pagi itu para pria terlihat bahagia, disamping itu Bella yang berjalan santai dengan sahabatnya tak luput dari ejekan.
" Bella cantik banget, apa....Ada... sesuatu selama rujuk.?" Vivian menggoda Bella
" Apa sih.... " sahutnya dengan wajah memerah
" Wah... bener nih ada yang rujuk! " sambung Yuanita
" Udah... Udah... Cepat ke kelas. " ucap Salsa memotong percakapan mereka seraya tersenyum
di koridor kampus para playboy yang sedang asik berjalan santai di datangi oleh dua mahasiswa junior
" Kakak... Boleh saya minya tanda tangannya? " ucap Yesi dengan wajah imut menyodorkan buku tepat dihadapan Jojo
" Buat apa? " tanyanya
" Kita lagi ada perkenalan organisasi, senior kita memberikan tugas untuk meminta 20 tanda tangan senior-senior disini. " ujar Yesi dengan dandan rambut di ikat dua
sejenak jojo menatap sendu , entah kenapa jantungnya langsung berdebar
" Kalau mau minta tanda tangan kita ada syaratnya? " ucap Viko dengan menggoda
" Apa Kak...? " ucap Yesi menjawab dengan senang
" Tolong nyanyikan lagu potong bebek angsa pake gaya dan semuanya huruf vokalnya pake O... Gimana? " Viko memberi tantangan
" Baik... Kak" jawabnya dengan semangat
Maka Yesi dan temannya pun menyanyikan lagu yang mereka minta
Setelah selesai
Jojo segera mengambil dan mendatang tangani, dia tau jika tak dihentikan pastilah yang lain akan terus membullynya.
" Punya kita engga mau ? " Viko yang percaya diri menawarkan diri
" Boleh... Boleh.. " jawabnya dengan antusias
" Kakak... Kita boleh minta photo selfi engga.? " tanya teman Yesi
" Boleh.. sini. " jawab Viko melambai dengan bersemangat
" Kalian tau kami?" lanjut Viko
__ADS_1
" Tau... Kalian cowok populer di kampus, sama iya kita engga kenal " jawab Yesi menunjukkan senyum manis nya
" Terutama Kak.. Betrand seluruh kampus mengidolakannya. " sambung teman Yesi
" Makasih tapi maaf saya sudah ber istri " jawab Betrand menunjukkan cincin di jari manis nya
" Ya sayang.. " keluh Yesi menampakkan wajah penyesalannya seraya sedikit meledek
"... Tapi engga apa-apa, kan yang aku idolakan bukan kakak Betrand. " lanjutnya
" Terus siapa? " sahut Betrand sambil melipat tangan
" Kak Jojo" jawab Yesi dengan wajah berbinar-binar
" Uuuuuhh... ada penggemar baru nih. " sontak semuanya menutup hidung dengan dua jari meledek Jojo
" Trand.. seperti istri punya penggemar juga? " tujuk Steve ke arah luar gedung
" Mana? " Betrand menatap penasaran
" Tuh.. Lihat" lanjut Steve menunjuk dengan mulutnya
Hari itu di kampus memang sedang mengadakan acara ke organisasian untuk para mahasiswa junior
" Biasalah kalau suaminya terkenal pasti istrinya juga" sahut Betrand dengan bangga sambil sedikit mengangkat kedua tangan nya
" Eh.. Entar dulu liat istrimu mau dicuim orang?!" tepuk Viko ke pundak Betrand yang masih menyombongkan diri.
" Mana mungkin?" sambungnya dengan pe-de
Ketika dia memfokuskan matanya dari jauh terlihat laki-laki itu mendekat dan memiringkan kepalanya begitu juga dengan Bella, tentu saja hal ini membuat Betrand naik darah dan bergegas berjalan cepat menghampiri mereka
" Kalian lagi apa! " ucapnya dengan lantang, wajahnya mulai mengeras, tangannya mengepal emosi
" Kalian...!" tunjuk Betrand dengan mendekat, bibir mengigit menahan amarah yang sudah sampai di ubun-ubun
" Kak udah dulu ya.. " ucap Laki-laki pamit menampakkan wajah takutnya
" Ta-tadi kalian ngapain? " Betrand menanyakan kembali, matanya mulai bermain gugup
" Cemburu nieh! " ledek Yuanita yang sambil melipat tangan
" Tenang aja cowok itu bantuin istrimu buang ulat di pundaknya " sambung Vivian menunjuk ulat yang sudah mati di tanah
mereka semua menahan rasa tawanya melihat kecemburuan yang tampak di wajah Betrand
" Oh.. " sahut Betrand sambil yang memerah melipat bibirnya dan pandangannya tertunduk malu.
" Kenapa cemburu? " tanya Bella mendekat dengan sedikit membungkuk menatap manja serta tangannya yang disimpan di belakang punggungnya.
" Engga " sahut Betrand sambil berbalik membuang muka lalu dia berjalan gugup
" Cemburu " ucap Bella meledek kembali langkah Betrand
sahabat Bella ikut tersenyum melihat kelakuan Betrand yang seperti anak kecil
ledekan itu terus berlanjut sampai dalam kelas muka Betrand terus tertunduk malu.
Selesai kelas Betrand dan Bella serta semua sahabatnya berjalan santai menuju kantin
disana Betrand berusaha memanjakan Bella dengan membawakan menu masakan berkuah
Betrand menyodorkan makanan sembari tidur memiringkan badannya ke pundak Bella agar Bella mau bersender menepel
" Sayang nanti pulangnya aku diajak anak-anak ke keklub zero, engga apa-apa kan? " ucapnya
__ADS_1
" Ya udah, jangan malam-malam, nanti engga dikasih pintu. " ucap Bella seraya mengancam.
" Okey sebelum tengah malam aku pasti udah di rumah." jawab Betrand sembari mencium tangan Bella
" Ada yang sutri nih! " ledek Viko sambil menyeruput sofy drink
" Apa sutri? " sambung Steve
" Suami takut istri...Haha.. " jawab Viko yang terbahak-bahak
" Sialan kamu Vik... " ucap Betrand melemparkan perkedel ke dada Viko
Siang itu mereka semua bisa tertawa lepas, masalah diantara sahabatnya pun telah hilang
saling ejek, saling sindir terus menggema diantara mereka tak terkecuali Yuanita dan Steve yang pernah berpacaran pun terlihat udah move on.
Di klub Zero para pria berkumpul, seperti biasa para gadis sangat antusias saat mereka memasuki gebang Klub sampai di tempat duduk, pelayan pun dengan sigap menghampiri memberi menu seraya berkata
" Kemana aja... Udah lama nih kalian engga datang"
" Biasalah sibuk. " jawab santai Viko
" Mas kita pesan yang biasa ya.. " ucap Jojo menutup buku menu
" Mau dengan leadis klubnya..? " tanya pramusaji
" Engga... " ucap Betrand yang terpotong
" Engga usah dia udah punya istri. " potong Steve menunjuk dengan ibu jarinya
Betrand hanya tersenyum bangga
" Hari ini aku yang traktir! " ucap semangat Steve
" Wih.. Ada angin apa nih? "
" Sebenarnya aku lagi jatuh cinta. " lanjutnya sembari tertunduk malu
" Jatuh cinta.. Gila abis dua cowok ganteng kita udah insaf. " ledek Viko merebahkan badannya
" Sama siapa ?" tanya Betrand
" Lusi. "
" Lusi yang aku lihat di bandara! " ucap kaget Betrand
Steve hanya tertunduk malu
" Oh ya aku juga mau kasih kabar baik, " ucap Betrand
" Apa? "
" Bulan depan kita akan menikah, tepatnya akhir bulan depan. " ucap Betrand
" Asli... Trand.! " ucap Viko dengan mata melotot
Betrand mengangguk
" Kemarin aku dengan keluarga besar Bella Inggris untuk menentukan tanggal pernikahan. " lanjut Betrand
" Selamat... Selamat semoga kalian bahagia. " ucap Jojo
" Okey sekarang kita bersulam untuk teman kita yang sedang jatuh cinta dan yang akan menikah.! " Viko mengangkat gelas
" Cheess" ucap mereka dengan kompak
__ADS_1