
Setelah itu mereka pulang ke apartemen. Bella yang mulai berjalan dipapah Betrand sekarang dia tak manja ,Bella tak ingin penilaian dirinya dimata Betrand berkurang karena kelakuan tadi
Betrand membukan pintu dan Bi Wina menyambutnya.
" Selamat datang Tuan muda dan Nona.. Ya ampun Nona kenapa kok semua wajahnya lebam" sambut Bi Wina khawatir kemudian dia membantu memapah Bella masuk kedalam kamar.
" Bi tolong jaga Bella sebentar saya mau ganti baju dulu. " ucap Betrand sambil memberikan satu kresek obat
" Baik Tuan.. " jawab Bi Wina yang sigap mengambil P3K dan mengolesi luka-luka Bella
" Nona kenapa bisa begini? " tanya Bi Wina yang resah sambil mengambil satu ini stel baju ganti.
" Biasa Bi Wina ada anak yang mulai kurang ajar perlu didik. " jawab Bella yang sedikit meringis kesakitan.
" Nona... Saya harap jaga tingkah laku Nona jangan sampai Tuan Dan Nyonya Besar tau. " ucap Bi Wina
astaga aku lupa! gumam Bella kaget
" Tolong jangan sampai orang tua kami tau ya... " ucap Bella menempelkan kedua telapak tangannya memohon
" Engga mungkin saya mengadu, tapi Bibi harap Nona jangan mengulang lagi, jadilah gadis baik-baik dan anggun. " ucap Bi Wina berdiri dan keluar dari kamar
Betrand yang saat itu sudah berdiri didepan pintu melihat Bella dan mendekatinya
" Sayang aku tau , aku yang salah seharusnya aku tak terbawa emosi, jika saja semua diserahkan kepadamu mungkin kejadian tak akan seperti ini. " ucap Bella memelas bersalah
" Sudahlah, semua udah berlalu. Aku hanya khawatir denganmu, disini kamu adalah tanggung jawabku kalau terjadi sesuatu bagaimana aku bisa mempertanggungjawabkan kepada orang tuamu. " ujar Betrand menyelimbutinya Bella
" Sayang sekali lagi maaf. " ucapnya menahan sedih
" Sudahlah, Mami istirahat dulu ,nanti Bi Wina akan mengurus Mami. " sahut Betrand berdiri
" Terus kamu Papi mau kemana? " tanyanya sambil memegang tangan Betrand menahannya.
" Papi masih ada kerjaan, Papi mau ke kantor dulu tadi Sekertaris Adi telpon ada rapat." ucapnya sambil memberi senyuman kecil.
Siang ini Betrand terasa dingin, Bella mengerti kelakuannya bikin dia tak nyaman Bella hanya bisa diam melihat punggung Betrand berjalan hilang.
" Bi...Saya titip Bella kalau ada apa-apa cepat telpon saya. " perintah Betrand dengan pelan
Bella yang bangun dari tempat tidurnya berjalan tertatih-tatih keluar kamar melihat sang calon suami berjalan keluar dari apartemen tanpa menoleh kebelakang.
Bella makin tertunduk menyesal tapi apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur kejadian memalukan tadi tak dapat diulang lagi.
----@----
__ADS_1
Sementara itu Silvia yang siang itu juga berwajah lebam, di jemput oleh supir
" Nona, kenapa dengan anda? " tanyanya khawatir
" Jangan banyak omong antar saya kerumah sakit dan ke salon kecantikan. " Silvia memberi perintah tegas
Supir itupun membungkuk dan membukakan pintu belakang ,setelah Silvia masuk supir itu pun mulai menyetir ke tempat yang di tuju
Setelah dari rumah sakit untuk memeriksa luka-lukanya Silvia pun beranjak pergi ke salon kecantikan langganannya, disana dia sudah ditunggu oleh seseorang yang Silvia telpon sebelumnya
" Sore Non.. " sapa laki-laki berkaos hitam dan bertopi bertampangnya seperti preman bayaran
" Saya perintahkan kamu selidiki gadis ini dan laki-laki ini, saya ingin tau apa benar mereka sudah menikah dan bagaimana kehidupan gadis ini, ingat jangan sampai bocor." tegas silvia yang berlalu masuk ke dalam ruang treatment
Laki-laki tersebut menyanggupinya kemudian bergegas pergi.
lihat aja aku akan buat kalian berdua hancur !geram Silvia dalam batinnya.
----@-----
Malam harinya tak biasa Betrand datang larut malam, Bella dengan sengaja menunggunya di ruang keluarga walaupun badannya terasa sakit dia tak kalau Bertrand membencinya.
Sekitar jam 11 malam Betrand pun datang dengan muka yang sangat lelah, Bella yang melihat bergegas mengambil segelas air hangat dan menyambutnya.
" Mami belum tidur. "ucap Betrand yang kaget
Setelah Betrand meneguk air hangat Betrand berjalan masuk ke dalam kamar tanpa mengatakan apapun.
Bella yang melihatnya merasa sedih.
apa Betrand masih marah...Tampaknya benar dia marah besar, wajarlah dia pasti kecewa sama dengan sifatku tadi. keluh Bella menatap Betrand masuk ke kamar.
Bella yang merasa bersalah tak mau meninggalkan sofanya karena dari situ terlihat jelas pintu kamar Betrand.
Sudah satu jam Betrand masuk ke dalam kamar ,tapi batang hidungnya tak kunjung terlihat hingga Bella tertidur di sofa.
Betrand yang keluar setengah jam kemudian terkejut melihat Bella yang tertidur tanpa memakai selimbut.
Dengan perlahan Betrand menggendong Bella masuk ke dalam kamar dan menyelimbutinya. karena seluruh badan terasa sakit, sedikit saja gerakan ditubuhnya Bella langsung terbangun
" Sayang.. " ucapnya memegang tangan Betrand
" Kenapa masih apa ada yang sakit? " tanya Betrand
" Engga... Engga ada " jawab Bella menutupi rasa sakitnya
__ADS_1
" Sayang malam ini tidur denganku ya.. " pinta Bella dan Betrand menyanggupinya,
Betrand berdiri menutup pintu dan berbaring disebelah Bella
" Apa masih ada yang sakit? " tanyanya sekali lagi
" Engga ...Engga udah engga. " jawabnya memeluk dada Betrand
"....Sayang kamu masih marahnya. " tanyanya terbata-bata
" Mana bisa Papi marah sama Mami. " jawab Bella
" Terus kenapa Papi diam aja dari siang sifat Papi pun menjadi dingin,?"
" Papi hanya sedikit kesal dengan kelakuan Silvia terhadap Mami, Papi menjadi makin khawatir kalau meninggalkan Mami sendirian. " sanggah Betrand mengusap-usap rambut Bella yang lembut
" Papi...Mami tau... Papi engga suka perempuan yang suka bergaduh apa lagi berkelakuan preman... Mami harap Papi bersabar, Mami pasti akan berubah menjadi perempuan anggun, dan elegan dan engga akan ceroboh dalam mengambil keputusan. " ucap Bella menatap wajah Betrand
" Iya.. " jawabnya dengan singkat
senyum Betrand pun mulai terlihat manis, walaupun badan Bella terasa sakit tapi dengan senyuman manis Betrand rasa sakit pun berkurang.
-------
Keesokannya harinya Bella memaksakan bangun dengan tubuh yang makin terasa sakit, dia ingin melanyani Betrand dengan baik, dia ingin membuktikan bahwa dia bisa berubah menjadi seorang istri idaman dan menjadi menantu yang baik dimata keluarga besar calon suaminya.
" Nona, kenapa bangun. Apa Nona sudah sehat? " tanya Bi Wina yang sedang menyiapkan sarapan pagi.
" A-aku sudah sehat selalu Bi... " jawabnya menutupi rasa sakit.
Setelah menyelesaikan pekerjaan pagi Bella berjalan kembali menuju kamar untuk membersihkan diri, setelah selesai dengan lembut dia membangunkan Betrand yang masih terlelap.
" Sayang bangun udah siang? " ucap Bella membelai wajah Betrand
" Jam Berapa sekarang? " tanya Betrand dengan suara khas bangun tidur
" Jam 06.30 ." jawab Bella mencium pipi Betrand sebagai tanda morning kiss
Betrand yang tersenyum setelah mendapatkan morning kissnya memeluk Bella dan membalasnya.
" Bangun hari ini Papi masuk kuliah, maaf Mami engga bisa ikut. " ucap Bella yang melentangkan Badan Betrand
" Engga apa-apa Mami istirahat aja kalau ada tugas nanti Papi kasih tahu ya... " jawab Betrand melipat tangan di belakang kepala.
" Ya udah sana mandi biar lebih ganteng " ucap Bella disela senyum paginya
__ADS_1
Betrand menuruti perintah Bella.