Cowok Playboy Itu Pacar Ku

Cowok Playboy Itu Pacar Ku
Sandiwara


__ADS_3

Mendengar perintah Bunda Tiwi hati Yuanita resah, bagaimana tidak jangankan tempat kerjanya telpon Riko pun dia tak punya , sepanjang hari Yuanita mulai berpikir keras mencari jalan keluar agar dia tak dijodohkan dengan laki-laki pilihan orang tua nya.


Pagi-pagi Yuanita sudah bergegas pergi ke perusahaan SF tempat kerja Riko, sejenak Yuanita berdiri terdiam di depan kantor yang menjulang megah,


Kira-kira dia dibagian mana ya... gumam Yuanita bingung, sejenak dia menoleh ke belakang, tampak mobil Riko berjalan melewati Yuanita, itu Dia! Yuanita terbelalak berlari mengejar mobil Riko hingga tiba di depan lobby kantor


" Anda mau apa? " tanya sekurity menghalangi langkah Yuanita yang tepat di belakang mobil Riko


" Saya... Saya mau ketemu dengan Riko. "ucap Yuanita menunjuk kearah mobil


" Riko... Riko siapa? " Sekurity tetap menghadangnya


" Cih... Riko.... Riko...! " teriak di Yuanita dengan lantang


Riko yang mendengar menoleh dan menghampiri


" Kamu... Ada apa? " tanya Riko sambil mengibas-ngibas tangan memberi isyarat agar sekurity menjauhinya


" Gue... Ada perlu sama Lo.. " ucapnya yang sedikit terengah-engah


" Ya udah, ikut .." ajak Riko


Meraka pun melangkah masuk Yuanita yang saat itu berdandan ala anak kampus berjalan gugup matanya sedikit menandahkan memandang sekeliling kantor , semua orang membungkuk memberi hormat


Siapa dia, kenapa memberi hormat tanyanya dalam hati,


Hingga mereka memasuki ruang kantor paling atas


" Masuk... " ucap Riko mempersilahkan Yuanita


gila... Dia direktur, apa engga salah, pantas aja nada bicaranya tegas gitu, angguk Yuanita


" Ada apa? " tanya Riko yang duduk dikursi dan mempersilahkan Yuanita untuk duduk


" Eh... Engga-engga apa-apa... Oh ya Gue mau minta tolong nih... " ucap Yuanita


" Apa.? "


" Orang tua ku ingin ketemu dengan Lo besok, Lo ada waktu? "


" Besok... Jam berapa? "


" Malam.. "


Sejenak Riko terdiam dan memanggil Sekertaris nya


" Ya... Pak.. " ucap Sekertaris Beni


" Besok sore saya ada acara? "


" Besok,..Kosong Pak. "


" Ya sudah, kamu boleh pergi... Okey... dimana kita ketemu ?"ucap Riko mengiyakan permintaan Yuanita


" Nanti Gue kabarin,, Makasih ya.. " jawabnya dengan senang


Riko mengangguk

__ADS_1


" Oh ya lupa, bisa minta no telpon Lo... Biar enak. " pinta Yuanita


" Boleh ..." jawab Riko


" Okey... makasih... Dan Maaf udah mengganggu Tuan Riko. " pamit Yuanita dengan sedikit mengedipkan mata


Riko hanya menjawab dengan senyuman.


Setelah Yuanita keluar dari ruang Riko, Sekertaris Beni meliriknya yang berjalan senang dan menghampiri Riko yang sedang memeriksa berkas


" Siapa? " tanya Sekertaris Beni sambil menyodorkan berkas


" Bukan.. Siapa-siapa....Mana berkas yang harus aku periksa. " ucap Riko dengan santai


" Kamu udah move on? "


" Move on apa... Siapa yang putus cinta. " sahut Riko menutupi


" Ya udah... " ledek Sekertaris Beni berlalu pergi meninggalkan ruangan


Riko memang sedikit sedih saat mendengar Bella memilih Betrand lelaki saingannya, rasa menyesal masih terasa dalam hatinya, saat pernikahan pun Riko tak menghadirnya, hati terlalu perih melihat perempuan yang dia cintai naik ke pelaminan dengan orang lain.


Diluar Yuanita berjalan jingkrak dengan senang tak perduli kelakuannya dilihat banyak orang.


" Pak ini berkas yang harus anda periksa. " ucap Sekertaris Beni menyimpan diatas meja


" Ben... Kalau aku move on bisa engga ya... " ucapnya dengan kosong


" Baguslah, aku harap kamu jangan terlalu larut dengan cinta bertepuk sebelah tangan. " jawab Sekertaris Beni


" Tapi... Perempuan siapa yang bisa buat pak Direktur kita move on.. Apa perempuan barusan. " sindir Sekertaris Beni


" Ya sudah... Nikmati saja dan jangan terlalu dipaksakan... Siapa tau nanti akan datang perempuan yang cocok. " sahut Sekertaris Beni kemudian berlalu pergi meninggalkan ruangan


Malam yang ditunggu datang Yuanita dan Riko sudah janjian ketemuan di depan kampus, tepat jam 5 sore Riko datang dengan setelan rapi, Yunita yang saat itu berdandan santai terlihat bengong dengan dandan resmi Riko baginya Riko terlihat tampan, tiba-tiba dia menelan air liurnya sendiri memandang Riko keluar dari mobil dan menghampirinya


" Aku terlambat.. " sapa Riko


" Emmm. Apa... Engga-engga terlambat. " jawabnya gugup


" Ya udah ... yuk " ajak Riko


" Okey.... Okey... " Yuanita bergegas masuk ke dalam mobil dan mereka pun berjalan menuju tempat yang telah ditentukan


Tepat pukul 7 mereka sampai di restoran XX tempat bertemu Riko dengan kedua orang tua Yuanita , Memang sih mereka satu jam lebih awal dari yang ditentukan, sebenarnya mereka akan melakukan gladiresik agar nanti perkataan tidak bentrok atau salah saat memulai interogasi.


Satu jam pun berlalu kedua orang tua Yuanita datang, Riko yang tadinya tenang tampak sedikit gugup, entah kenapa dia tau kalau ini hanya sandiwara tapi jantung berdebar kencang seperti kejadian sesungguhnya.


" Malam Om.. Tante.. " sambut Riko berdiri menyambut Ayah dan Bunda Yuanita


Mereka hanya tersenyum dan mempersilahkan duduk kepada Yuanita dan Riko


" Om... Tante... Mau pesan apa? " kata yang terucap pertama kali dari mulut Riko yang gugup, keadaan ini sangat terbalik saat mereka bertemu di kafe


" Kalian sudah lama.. " tanya Ayah Yudi


" Belum... Kita belum lama. " jawab Riko

__ADS_1


Akhirnya mereka memulai mengintrograsi Riko dan Yuanita berbagai pertanyaan mereka layangkan dan sesuai dengan latihan sebelum mereka menjawab dengan lancar, dan sepertinya kedua orang tua Yuanita tampak percaya mendukung hubungan mereka


" Nak Riko sepertinya sudah malam Om dan Tante pamit pulang dulu. " ucap Ayah Yudi mengakhiri pertemuan itu


" Iya om.. Terima kasih sudah mau menuangkan waktunya untuk saya memperkenalkan diri. " jawab Riko sembari berjabat tangan dengan Ayah Yudi


" Nita sekarang kamu mau pulang kemana? " tanya Bunda Tiwi


" Nita pulang ke asrama Bun... "


" Nak Riko titip Nita ya... antarkan di sampai depan asramanya. " pinta Bunda Tiwi


" Sudah seharusnya Tante... saya antar Nita " jawab Riko


" Ya sudah kita pulang dulu." ucap Ayah Yudi


dan mereka berlalu


Setelah kedua orang tua Yuanita keluar restoran, Yuanita dan Riko mengeluarkan napas panjang dan saling melemparkan senyum


" Makasih ya... " ucap Yuanita dibalik senyuman manis nya


" Sama-sama. " jawab Riko


" Kita jalan-jalan yuk... " tiba-tiba Riko mengajak Yuanita dan Yuanita mengiyakan ajakan Riko


Malam itu mereka berjalan santai di taman kota sambil mengobrol ringan


" Dingin kah? " tanya Riko yang melihat Yuanita mengosok-gosokkan tangan


" Sedikit.. " jawabnya


Dengan insiatif Riko melepaskan syalnya yang melilit dileher lalu melilitkannya di leher Yuanita, sejenak Yuanita terdiam gugup dengan prilaku sopan Tuan Riko


" Sekarang mau pergi kemana?" tanya Riko


" Mau pulang kenapa, mau anterin aku?" ucap Yuanita sedikit melirik kearah Riko


"Ya... Aku udah dikasih amanat sama orang tua mu untuk anterin kamu sampai ke asrama sama aku langgar. " jawabnya dengan santai


" Mau pulang sekarang. " ajak Riko


" Boleh... " jawab Yuanita mengangguk


Sesampainya di depan Asrama


" Rik... Makasih ya.. udah anter aku.. " ucap Yuanita


" Iya sama-sama "


" Nanti kalau orang tua ku ingin ketemu kamu gimana? " tanyanya yang gugup


" Telpon aja aku, tapi kalau bisa jangan mendadak ya... Bukan apa-apa takutnya aku engga bisa datang dengan kesibukanku. " jawab Riko dengan lembut


Yuanita pun mengangguk


" Hati-hati dijalan, nanti kalau sudah sampai kasih kabar ya... " ucap Yuanita yang keceplosan

__ADS_1


Riko yang mendengarnya terdiam menatap kaget. Yuanita keluar dari mobil dan berjalan cepat masuk kedalam asrama sedangkan Riko hanya diam memandang Yuanita, setelah melihatnya masuk Riko tertunduk tersenyum tipis dan berlalu meninggalkan asrama.


__ADS_2