Cowok Playboy Itu Pacar Ku

Cowok Playboy Itu Pacar Ku
Perkelahian


__ADS_3

Pagi berikutnya Bella sudah merasa lebih tenang dari emosi kemarin, sekarang dia tampil ceria lagi. Pagi itu Bella lebih centil dari biasanya ,didepan pintu kamar Betrand dia mengetuk-ngetuk pintu dengan manja


kok belum bangun ya emang sekarang jam berapa? ucap batin Bella sambil melirik kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 05.30 pagi,


sudah siang kenapa sayangku belum bangun Bella mengetuk-ngetuk kembali dengan lembut, karena pintu lama tak di buka , Bella mengendap-endap masuk kedalam kamar Betrand.


Dalam kamarnya terlihat gelap hanya yang tersisa lampu meja yang sedikit redup, perlahan-lahan Bella memasuki kamar melihat Betrand yang masih tertidur lelap. Sampai dia tepat disamping Betrand, Bella pun jongkok menatap lembut sang calon suami.


matanya indah, hidungnya mancung, bibir merah dan imut, kamu benar-benar ganteng sayang Matanya menatap sambari menyentuh dari jidat turun ke hidung hingga Sampai dibibir merah dengan spontan Betrand mengigit lembut telujuk Bella, tentu saja hal itu membuat Bella kaget.


Dengan senyumnya Betrand memeluk dan menariknya hingga tertidur diranjang


" Jam berapa sekarang? " tanyanya dengan suara serak dan mata yang masih terpejam


" 05.30 ayo bangun udah siang. " jawab Bella


" Bentar lagi Papi masih ngantuk. " sambung Betrand memeluk erat Bella dan mencium keningnya


Bella tersenyum dan menuruti keinginan calon suaminya, kepalanya bergerak mencari kenyamanan didada Betrand yang Bidang.


tak terasa Bella dan Betrand pun terpejam tidur kembali


Dari luar terdengar ketukan pintu berkali-kali dengan keras, Betrand terbangun perlahan mengangkat kepala Bella untuk menarik tangannya setelah dijadikan bantal sang calon istri


" Ada Bi..?" tanyanya dengan sedikit membukakan pintu


" Ada Tuan Adi,. "


" Oh... Tunggu sebentar, aku mandi dulu. " sahut Betrand menutup kembali pintu kamarnya dia engga mau Bella terbangun karena berisik.


15 menit kemudian Betrand sudah terlihat segar, rambutnya yang basah dan wangi sabun tertempel harum di badannya.


Betrand pun keluar dari kamar menenemui Sekertaris Adi yang sudah menunggu lama


" Apa ada berkas yang aku harus tanda tangani? " tanya Betrand berjalan ke meja kerja dan diikuti oleh Sekertaris Adi


" Ini Bos, proyek reality kehidupan artis akan segera kita rilis. " ujar Sekertaris Adi menyodorkan berkas


" Sekertaris Adi, kamu taukan saya masih berstatus mahasiswa? " tanyanya


" Iya. " Sekertaris Adi yang masih berdiri menunggu berkas yang sedang Betrand baca


" Kemungkinan beberapa bulan kedepan saya akan jarang untuk berada dikantor, tolong kamu handel. " ucap Betrand memberikan semua berkas


" Baik , saya kembali ke kantor. " pamit Sekertaris Adi beranjak keluar apartemen.


Bella yang baru terbangun dari tempat tidurnya terus menguap suaranya yang serak disertai mata yang masih saling menempel, keluar dari kamar langkahnya berjalan merayap memegang pagar anak tangga.


" Udah bangun. " ucap Bella sambil terus menguap


" Udah sana mandi bentar lagi kita harus ke kampus, "

__ADS_1


" Jam berapa sekarang? " tanyanya sambil menggosok-gosokkan mata.


" Jangan digosok nanti sakit.. Udah jam 7.30"


jawab Betrand menahan tangan Bella


" Apa jam 07.30 ,kenapa engga bangunin aku !" Bella yang kaget dan bingung kedua tangan mengacak-acak rambutnya yang berantakan


"...Bi sarapan! " teriak Bella


" Sudah Non.." jawab Bi Wina yang sedang menyajikan sarapan


" Sayang tunggu sebentar aku engga akan lama. " Bella menahan Betrand yang sudah rapi lebih dulu


Betrand hanya bisa menahan senyumnya dan menggelengkan kepala, lalu duduk di kursi meja makan.


" Tuan kenapa belum dimakan sarapannya? " tanya Bi Wina menyajikan segelas kopi panas


" Tunggu Bella bi... " jawab Betrand dengan santai


Bella pun keluar dari kamar dengan terburu-buru


" Sayang udah sarapan , maaf aku ketiduran. " Bella yang memelas bersalah


" Kenapa istriku jadi kesiangan? "tanya Betrand memandang gemas


" Abisnya, Papi ajak aku lagi tidur. " jawab Bella


*////


Selama perjalanan ke kampus Bella terus mengurai kemanjaannya di depan Betrand seakan di dunia ini tak ada lagi laki-laki yang setampan dan seimut dia


Sesampainya di kampus Yuanita menunggu Bella dengan resah, Bella yang baru saja datang disambut dengan wajah sahabatnya


yang tak nyaman dari semua sahabatnya.


" Bella sebaiknya kamu pulang aja dech, kalau bisa kamu minta izin sakit satu minggu. " resah Yuanita memegang tangan Bella


" Emangnya ada apa? "Tanya Bella yang terlihat bingung


" Kamu engga baca artikel di forum kampus? " sambung Salsa


" Forum kampus. " ucap Betrand mengerutkan alis


Betrand segera mengambil ponselnya dan membukanya, alangkah terkejut Betrand membaca artikel tentang Bella" PELAYAN vs RATU KAMPUS BEREBUT PANGERAN KAMPUS" beserta photo saat Bella menampar Silvia.


artikel ini membuat Bella naik darah, tanpa basa-basi Bella melangkah kejam mencari keberadaan Silvia.


" Bella kamu mau kemana !" tanya Salsa menahan Bella


" Aku akan cari si pembuat artikel ini.! " tegas Bella dengan berlalu

__ADS_1


" Sa... kita ikutin yuk.. Hati aku engga enak nih. " resah Yuanita dengan keadaan Bella


Mereka semua akhirnya berjalan mengikuti Bella meninggalkan Betrand yang masih diam diparkiran


" Ada apa, para gadis keliatan serius.? " tanya Jojo mendekati Betrand


Betrand yang tampak tak banyak bicara hanya memperlihatkan artikel kampus di ponselnya


" Jo... peretas komputer yang mengunggah artikel ini hapus semua.! " ucap Betrand dengan tegas


" Okey. " jawab Jojo


*////


Hingga dia menemukan Silvia yang sedang berkumpul bersama teman-temannya menunggu kedatangan sang musuh besarnya.


" Silvia apa maksudnya ini" Bella yang geram dengan kelakuan Silvia


" Maksudnya? " Silvia yang menatap sinis


" Lihat ini, apa maksudnya! " lanjut Bella yang mulai terpancing


" Yang mana photo tamparan kah atau kata-kata pembokat. " Silvia menatap mengacam


" Apa urusanmu kalau aku pembokat. " balas Bella


" Eh dengerin, jangan sok merasa kamu cinderella yang bisa meluluhkan Betrand, gara-gara kamu Betrand berubah, dia tak pernah menganggap kita ada, emang kamu pelet dia dengan apa! " sindir Silvia dengan dingin


" Pelet...Kenapa sedih udah engga laku...Udah engga dianggap, kamu tau bagi Betrand kamu itu makan basi udah kadaluwarsa, udah engga menarik makanya kamu ditinggal, udah dech pasrah aja sama nasib kalau aku lebih cantik dan menarik. " sombong Bella


" Apa aku makan basi! " teriak Silvia yang engga terima perkataan Bella lalu menamparnya


" Sial! Kamu berani menamparku! " Bella yang mulai menguatkan rahangnya


Dengan penuh emosi Bella dan Silvia akhirnya memulai perkelahian dengan saling jambak dan tampar hingga terjadi kehebohan dalam kampus


" Betrand cepat ikut aku! " tegas Wildan yang menghampiri Betrand yang sedang duduk dikelas, Betrand tak menyadari kalau akan perkelahian antara Bella dan Silvia, dia hanya mengira Bella akan datang ke kantor BEM ke bagian pemberitaan.


" Ada apa! " balas Betrand dengan tegas


" Pacarmu sedang berkelahi di belakang gedung D! " sambung Wildan yang sudah berjalan lebih dulu.


Mendengar itu Betrand terkejut dan berlari bersama semua sahabatnya


Benar saja Bella dan Silvia saling adu kekuatan, cepat-cepat Betrand melerai mereka , Bella yang masih tak terima dirinya dianggap pembokat terus melakukan perlawanan sampai Betrand harus menggendongnya dan menjauh.


Bella terus berteriak-teriak mengeluarkan kalimat kotor menyumpahi Silvia dengan keras, Silvia pun tak mau kalah bicara.


Akhirnya dosen konseling BEM datang bersama dua dosen lainnya


" Ada apa! " terdengar suara lantang memecah kerumunan mahasiswa yang asik melihat pertarungan gratis

__ADS_1


__ADS_2