Cowok Playboy Itu Pacar Ku

Cowok Playboy Itu Pacar Ku
Idola


__ADS_3

Betrand siap berangkat ke kampus meninggalkan Bella yang masuk masa skor


dia yakin expectationnya akan baik hari ini dengan adanya cincin di jari tangannya.


Dengan semangat Betrand berkendara menuju kampus dengan sesekali tersenyum manis menatap cincin.


Tapi expectation dan reality sangat lah jauh berbeda dari dia sangka.


Baru saja memasuki gerbang lambaian tangan gadis-gadis genit mulai menggoda walaupun dia tak menyadarinya.


Hingga sampai ditempat parkir Jojo dan yang lain sudah menunggu


" Hai,.. " sapa Betrand yang keluar dari mobil dengan santai


" Wah, sang idola baru datang nih. " sambut Viko


" Idola.? " balasnya dengan heran


" Nih.. " Steve memberikan satu kresek putih penuh


" Apa ini? " lanjut Betrand bertanya


" Lihat aja." jawab singkat Steve


Dengan penasaran Betrand pun mengambil dan melihatnya


" Apa ini? " tanyanya sekali lagi


" Hadiah dari penggemar.. "sambung Jojo


" Coklat dan parfum sebanyak gini, harus aku apakan? " tanya Betrand sedikit bingung


" Terserah mau kamu jual atau mau kamu sumbang...Hehe " ledek Viko


" Nih! ambil aja aku engga butuh. " tolak Betrand memberikan kepada Viko


" Loh apa ini? "


" Ambil aja aku engga mau Bella nanti curiga. " jawabnya menyodorkan tepat didada Viko dan berlalu


" Hei! Harus apakan ini "teriak Viko


" Terserah! " Betrand menjawab lantang dan melambaikan tangan


Jojo dan Steve hanya bisa menahan tawanya dan menepuk pundak dan berlalu.


Selama Betrand memasuki koridor kampus para penggemar fanatik terus saja melambaikan tangan dan menghalangi hanya sekedar memberi pernyataan cinta, mereka tau kalau Bella tidak akan masuk kuliah selama satu minggu itu berarti celah bagi para penggemar mencuri perhatian sang idola


Sampai di dalam kelas Betrand terlihat sangat lelah napasnya terlepas sangat panjang


ya ampun ini lebih berat dibanding aku dibandingkan melakukan presentasi didepan dewan direksi keluh Betrand dalam batinnya.


Baru saja Betrand melepas napas panjang salah satu penggemar datang dengan centil


" Hai, tampan boleh aku duduk disebelahmu? " tanyanya

__ADS_1


Betrand yang sedang sedikit tertunduk menanggahkan kepalanya


Senyum manis terpancar dari wajah Keyna mantan pacarnya.


Betrand tak berbalas dia hanya menundukkan kepala menahan rasa kesalnya.


Sedangkan para sahabat Bella seperti mata dan kuping Bella yang siap bergerak sebagai mata-mata.


Betrand yang hanya bisa melirik mengembungkan pipinya melepaskan rasa kesal menatap Salsa dan yang lain.


Arti tatapan itu mereka mengerti dan tak bisa mereka berbuat selain mengedipkan mata yang isyarat sabar.


" Sayang udah lama tak bertemu, apa kamu masih ingat aku? " tanya Keyna menatap genit


Betrand yang tertunduk menatap wajah Keyna dan berkata " Maaf aku tak ingat. " jawabnya dan menundukkan kembali.


Dan tak lama perkuliahan pun dimulai masa itu bisa dibilang waktu yang paling tenang buat Betrand karena tak ada yang mengganggu dan menggodanya.


Tapi waktu tak berpihak kepadanya jadwal pak Heri lebih cepat dari yang dia duga, setelah selesai mulai kembali para penggemar bergeriliya semua memasang aksi imut dan menggemaskan didepan Betrand,


Betrand yang mulai berdiri melangkah pergi tertahan tangannya dengan sengaja Keyna pegang


" Mau apa? " tanya Betrand menatap menahan rasa kesal


" Kita jalan yuk.. udah lama kita engga hangout. " ajak Keyna berdiri manja


" Maaf aku masih banyak kerjaan. " jawab singkat Betrand dan berlalu, tepat didepan bangku Salsa Betrand mendekat.


" Sa... Tolong jangan bilang sama Bella. Kasihan dia kalau terkena masalah lagi. " ucap Betrand


" Ya udah, makasih ya.. Aku duluan. " pamit Betrand


setelah Betrand pergi


" Sa... Kenapa ya aku jadi Kasihan sama Bella dan Betrand. " resah Yuanita


" Kenapa? "


" Betrand yang selalu berusaha menjadi lebih baik ,tapi sayang teman kita yang terus kena bully sama mantan-mantannya. " ucap Yuanita sembari merapihkan buku


" Sayang... Steve berbeda dari Betrand, kalau aja Steve mau berubah aku rela seperti Bella. " lanjut Yuanita yang sedang mengkhayal


" Sadar Bu... Dia itu engga cocok buat kamu. " ucap Salsa menjewer kuping Yuanita


" Aduh sakit tau! " bentaknya memegang kupingnya yang sakit


" Oh ya Vivian kok belum datang? " tanya Salsa menatap kearah pintu masuk


Dan tak lama Vivian pun datang dengan muka hebohnya.


" Hei, girl kalian mau danger engga berita heboh. " ucap Vivian


" Apa? " tanyanya dengan kompak


" Betrand dikerumuni para gadis, tadi aku liat ada cewek yang melakukan pernyataan cinta.

__ADS_1


" ucapnya dengan sedikit melotot


" Tau.. " jawab Salsa dan Yuanita dengan kompak


" Kalian tau darimana? " tanya Vivian heran


" Kita tau dari dia langsung, dia Dari dia datang sampai dia keluar kelas gadis-gadis itu terus memasang wajah genit, apalagi Keyna datang dan duduk dengan genit disampingnya ." ujar Salsa


" Keyna "ucap Vivian mengerut alis berpikir


" Keyna mantannya yang dulu" sambung Yuanita


" Aku jadi Kasihan sama Bella... Dia menderita tapi.. " ucap Vivian yang terpotong


" Tapi apa? Betrand yang datang dan minta sama kita untuk tutup mulut, dan jangan buat masalah lagi buat Bella nanti dia sedih. itu katanya. " ujar Yuanita menjelaskan


Vivian hanya bisa dia mendengar pesan Betrand


" Kalian mau ke tempat Bella engga? " ajak Yuanita


" Aduh sakit sorry aku engga bisa Mas Erik ajak ketemuan sekarang. " jawab Vivian dengan centil


" Kalau kamu Sa..? "


" Okey aku ikut. " jawab Salsa


" Nanti tolong bilang maaf dari aku ke Bella ya... " teriak Vivian yang pergi berjalan cepat.


--@@@@


Sementara itu di taman kampus Betrand dan sahabatnya berkumpul, menemani Betrand yang terlihat stress


" Udahlah jangan banyak pikiran stress amat" ucap Viko


" Gimana engga aku hampir tak bisa bernapas tau gadis-gadis itu terus aja melakukan pernyataan cinta. " keluh Betrand


" Bukannya kami suka kalau banyak yang menyatakan cinta. " ledek Viko


" Dulu iya.. Sekarang aku merasa sesak aja, coba kalian pikir kalau Bella tau gimana? pasti akan terjadi lagi masalah kan" keluh Betrand kesal


" Ya udah pulang sana kasihan Bella sendiri. " ucap Jojo


" Engga aku mau langsung ke kantor, Salsa dan Yuanita mau datang ke apartemen." jawab Betrand


" Oh ya, kalian jangan bilang sama Bella tentang kejadian hari ini ya.. " pinta Betrand


" Okey... Tenang aja, kita pastikan Bella engga akan tau. " jawab Viko sambil merapatkan bibirnya


" Okey Thank's ya ,aku pergi dulu " pamit Betrand.


" Tunggu ini mau kamu apakan? " lanjut Jojo bertanya sambil memegang 4 kresek besar yang berisi coklat, parfum dan berbagai macam kado.


" Terserah, kalian. " ucapnya dengan singkat


Betrand yang hari itu merasa kesal pergi meninggalkan sahabat

__ADS_1


semoga aja Bella engga tau tentang kejadian di kampus kalau engga bisa fatal akibatnya, sial! Kenapa ini harus terjadi saat aku ingin berubah batin Betrand bergemit sembari menatap cincin di jarinya.


__ADS_2