
🍀Mata yang Jahat🍀
"Sayang, apa yang kamu lakukan tadi. Mengapa dirimu ada di kediaman mantan suamimu aku tak tau?"
"Honey, kamu salah paham aku tuh tadi."
Braagh.., Arumi terkaget ketika Gilang meletakkan Kelapa hijau yang ia minum telah kosong, dengan melempar. ia menurunkan Dasi dan menaikan lengan kemeja yang panjang sehingga terlihat macho.Tak lupa ia membuka dua kancing sehingga bidak dada yang sedikit berbulu itu terpampang.
"Honey, Jangan seperti itu. itu membuat mata wanita lain melihatnya!"
Gilang yang duduk menatap sorot wajah istrinya. ia memicingkan bibirnya sebelah.
seolah kesal namun dalam hati ia lucu melihat expresi sang istri. "Bicaralah, aku mendengarkanmu. tapi jangan harap aku melupakan kejadian ini!"
Arumi menelan Saliva, ia tidak fokus
menjelaskan ketika Dasi nya dilepas sempurna.apalagi Gilang membuka kancing sempurna.Sehingga pikiran Arumi meracau bercabang.ia pun bercerita dengan memandang laut ombak.
"Sayang, kamu sopan sekali bicara tapi matamu ke arah lain.Suami mu ada disebelahmu!"
"Honey, biar aku kancingkan ini tak baik!"
Namun Gilang menepis tangan sang istri, ia meminta untuk membiarkannya."Biar saja, apa ada masalah ? aku gerah lihat terik matahari membakar." Arumi pun menatap Awan dan membalas, apanya yang terbakar Terik matahari sore ingin terbenam panas membakar dari mana honey.
"Bilang aja kamu, mau tebar pesona pada wanita di pantai ini!"batin Arumi.
__ADS_1
Selesai Arumi meminta maaf dan menjelaskan, Arumi menatap wajah Gilang yang tak meliriknya. dia meminum air mineral hingga sedikit basah mengenai sebuah dadanya."Honey, aku keringkan!" Gilang pun menatap sang istri yang mengelap dengan sapu tangan pada dagu dan Dadanya. Ada getaran gugup ketika Arumi menahan kesal, dua wanita yang melewatinya menatap pria disampingnya itu.
"Wanita dajjal, apa dia ga mikir aku wanita disampingnya itu istrinya, pake segala berdiri di depan suamiku lagi." batin Arumi. ia menatap dua wanita itu dengan tajam.
"Handsome ya, ga serasi banget itu cewenya apa istrinya." Jepreet .. dua wanita itupun memotret Gilang. Gilang berdiri dan memajukan langkah ke arah dua wanita itu.
sementara Arumi terkesiap, "Honey apa yang ingin kamu lakukan?" Arumi hanya menatap tak jauh apa yang ingin di lakukan Gilang.
"Tidak boleh memotret tanpa ijin!" dua wanita itu berdiri terpana menatap Gilang dengan tersenyum.Sementara Gilang mengambil ponselnya.
"Baiklah maaf Handsome." ucap dua wanita itu. setelah menghapus fotonya. lalu wanita itu pergi dengan senang dan tersenyum melambaikan kedua tangan.
Sekembalinya, Arumi masih tak percaya.ia memajukan bibir seolah ingin bersiul. tapi tak bisa, ingin rasanya balap mobil agar air mata kesal ini tidak sia sia tumpah begitu saja.
"Tunggulah di sini sayang, Aku akan pergi sebentar!"
"Tidak, sebentar lagi sahabatmu datang setelah mereka berdebat di ujung sana." Gilang menunjukan keberadaan Erico dan Keiiyra.
"Honey, boleh aku bertanya. tadi apa yang kamu lakukan pada dua wanita itu. kenapa lama sekali?"
Gilang tersenyum, ia mendekat pada tubuh sang istri. Sehingga Arumi terdiam ketika wajah suaminya mendekat. ia berbisik padanya dan berkata,"Aku hanya menghapusnya dan imbalannya, mereka pergi tapi meminta nomor ponsel suamimu ini dan menamainya Mas Handsome."
Deuugh.. "Apa, mas handsome?"
Gilang tersenyum dan ia pergi menjauh meninggalkan Arumi seorang diri di Gajebo tepi pantai. Tanpa menoleh ke arah belakang, sebenarnya Gilang tersenyum dibalik tubuhnya, ingin rasanya ia membalas rasa cemburunya pada sang istri.
__ADS_1
"Maafkan aku sayang, semoga setelah ini kamu tidak kepanasan!" Gilang berjalan dengan gaya cool. hingga para wanita yang memakai dress pantai mini menatapnya. sementara Arumi masih diam berdiri memandang suaminya tak menolehnya kebelakang.
"Kesal sekali aku, saat ini!"lirih Arumi.
"Heuumph, aku juga sebal sama Erico Mii."
Arumi menoleh menatap sahabatnya itu. ia duduk disamping Arumi dengan menyandarkan bahunya di sisi Gajebo. mengagetkan saja kamu Keiiy, tiba tiba muncul tanpa suara.
"Semua salahmu Keiiyra, coba matamu itu tidak Jahat, pake acara melirik Kries lagi.udah aku senggol tanganmu, masih aja terhipnotis."
"Kok, aku disalahin Mii. lagi pula memang terlihat seksi berwibawa dia bicara. Memang Gilang memarahimu karna masalah aku melirik. Bukannya ia marah cemburu pada mantan suamimu itu, kau yang bilang kalau belum ijin berkunjung kan?"
"Eeekh, apa ia ya. kok aku baru sadar sih Keiiy."
"Hiiikh, dasar Telmi kamu Mii. kebanyakan apa kamu ini, kenapa jadi kaya gini kamu?"
Aku.. aku kenapa ya, Haaaah... Keiiyra lihat.Suamimu di sana! Arumi terkaget menatap suami sahabatnya datang di ujung kanan dengan ...
"Apa... haah, apa yang mereka lakukan? Lihat saja Suamimu itu datang dengan...!" balas Keiiyra.
Arumi dan Keiiyra saling menatap dan mengepal kedua tangannya. Pandangannya berlawanan saling menatap ketika mereka melihat suami mereka sedang.. ?
...........
Hayoo bulan puasa, jangan bercabang ya. Author akan ubah jam update deh😁.Ada yang tau mereka kenapa tinggalkan jejak. Setelah update ini Author akan berikan dua bab meluncur kembali. Jika ada adegan 21+ Author akan up di malam hari. Mohon bijak ya dalam membaca, mohon di lewati bab jika tak berkenan membaca yang amat intim !!
__ADS_1
🌹 Happy Reading 🌹
----bersambung----