
🍀 Kebahagian 🍀
"Siapa yang datang?"tanya Arumi.
"Hanya sebuah paket baju couple.bersiaplah aku akan mengajak mu dan putra kita!"
"Dady..kita akan pergi?"
Yes handsome.dady akan membuatmu dan mama bahagia selalu.Yeeiiy...oce danzel sayang dady.aku habiskan makanan dady dulu yang paling lezat sedunia dulu ya?ucap Danzel.Ok..sebuah mata sebelah kanan ia kedipkan pada sang putra.
Satu jam berlalu, Arumi berada di awak kapal jet pribadi. Ia terpana akan kebahagian yang tak pernah ia rasakan seumur hidupnya. Bagai mimpi memiliki pasangan kembali, dan terikat adanya Danzel, menuntunnya pada pria yang berkorban jauh dan menunggunya. Hanya dalam semalam semua itu menjadi real ketidakpuraan dan kegelisahan ketakutannya, ia harus mencoba untuk mendapat perhatian agar oma Seiyen merestuinya. Kejadian semalam harus ia pertahankan dan percaya penuh, Gilang terbaik yang tuhan kirim untuknya. Ia tak ingin kembali kehidupannya gagal dan hancur begitu saja.
"Mam..aku happy."
"Ya sayang, mama juga," Gilang sang suami pun merangkul erat agar kepala Arumi bersandar pada pundaknya. Sementara Danzel berada dalam pangkuan sang Dady. Kapal pun terhenti dan mendarat tak lama.
Sebuah villa dipelabuhan, Ia masuk kedalam villa mewah indah di tepi pesisir pantai yang berwarna hijau dan biru tua. Arumi mengingat pantai sama hal bersama dengan sahabatnya itu.
"Gil..ini adalah pulau komodo?"
"Ya benar...kebahagianku kemanapun, aku akan mengajak selalu Danzel dan tak akan meninggalkannya sedetikpun. Meski kita bersama sedang berbulan madu seperti semalam!"
"Gil..ucapanmu di depan Danzel, hentikan!"
Arumi merasa malu,bagus saja angin kencang dan Danzel masih cerewet akan perkataan ocehan yang ia selalu tanyakan. Ini tempat apa, itu apa...? Gilang pun menggendongnya.
dan mereka menyusuri tempat itu dengan baik dan hari libur ini ia manfaatkan untuk bersenang.
Waktu telah hampir sore, mereka melakukan seindah mungkin selepas bermain pasir. Terlihat Danzel mengantuk dan mereka membawa nya ke kamar. Sedikit Arumi mengingat kebersamaannya bersama keiiyra, karti. Termasuk ada pria yang pernah masuk kekehidupannya.
Arumi yang telah membersihkan diri, dengan kucuran air shower diatasnya. Ia hanya membasuh kaki dan tangannya. Tak lama sebuah tangan menariknya.
"Sayang..bagaimana kita berenang, masih ada waktu beberapa jam. Danzel sedang pulas,apa sebaiknya kita manfaatkan sebaik mungkin waktu terbatas ini? Tapi aku ingin sarapan tubuhmu yang membuat aroma gairahnku selalu lapar!"
"Gil...jangan aku takut Danzel terbangun, Tapi ia melihat tirai kamar tertutup."
__ADS_1
Gilang merengkuh membawa Arumi kedalam kolam, ia hanyutkan sebuah kecupan dari atas hingga kebawah. Di dasar tangga yang berendam air kolam. Adanya rasa dingin dan sebuah suatu benda masuk kedalam bagian sensitifnya.
Nafas nya tersenggal senggal. Sangat sulit bermain di dalam air, Arumi tak bisa menahan. Tubuhnya kedinginan dalam dua puluh menit. Gilang pun mengangkat tubuh Arumi dan membalutnya dengan baju handuk.
Tak terasa ia telah berada dikamar ruang berbeda. Sebuah ruangan serba putih terang.
dengan kasur yang sangat besar. Gilang membawanya berendam bersama dikamar mandi. Dengan bak mandi ukuran besar berbentuk kotak. Dengan air hangat mereka berendam bersama.
Sebuah gairah mereka berpacu dan bermain disana. Mereka kembali bermain disofa bed dengan gulatan penuh. Mereka melakukan sebaik mungkin. Terlihat arumi sangat lemas.
Aroma harum ditubuh mereka bercampur keringat. Dan aroma parfum serta lilin aromatheraphy di sudut kamar yang membuatnya tenang.
"Terimakasih sayang!"lirih Gilang.
Arumi pun tersenyum. Tak menunggu lama mereka pun membersihkan diri,dan kembali ke kamar. Di mana sang putra masih terlelap. Ia bersandar tidur bersama. Sementara Gilang memeluk tubuh arumi yang telah terpejam lemas dan memeluk Danzel.
.
.
Arumi telah kembali di kediaman rumah bandung. Terlihat Danzel memeluk oma Yani.
namun hari itu, gilang pamit terbang ke paris selama dua hari karna klien penting bersama Fandi.
"Dady aku akan merindukanmu. Cepatlah kembali!"ucap sang anak. Ok handsome dady akan kembali dengan selamat bertemu dengan mu, dan mamamu ini sayang.
"Eheuuum..."
Suara oma yani,dan Fandi terkejut berdeheum.
Arumi menunduk dan menutup wajahnya karna malu. Gilang tertegun diam dan senyum. Ia lupa keberadaan Fandi, dan oma yani. Tapi tidak pada anak usia yang menginjak lima tahun itu ia antusias bahagia. Hingga mereka pun pamit dan berlalu.
Beberapa jam kemudian, "Mii oma senang jika kamu membuka hati pada gilang?"
Uhuuuk...suara batuk Oma semakin terdengar parah, wajahnya sedikit pucat. Arumi pun khawatir. Ia memanggil suster lani. Seketika ia mencari obat, dan menghubungi dokter untuk datang kerumah.
__ADS_1
"Oma yani, hanya perlu banyak beristirahat. Tak boleh lelah dan banyak pikiran. Ini resep yang harus ditebus!" ucap Dokter.
Arumi pun menitipkan Danzel pada suster lani. Dan babysister yang menjaga Danzel ikut kemana Danzel pergi. Ia adalah asisten kepercayaan dari oma Seiyen. Namun saat mereka berlibur bertiga. Danzel penuh hanya pada Arumi dan Gilang sementara babysister libur dirumah menemani oma Yani.
Arumi berlari ke apotik, saat keluar ia terkejut akan tatapan seorang pria menghadangnya. ia menatap seorang pria yang pernah ia cintai dan mengkhianatinya tepat di hadapannya.
"Dani..sedang apa kamu disini?" tanya Arumi.
"Bisakah aku berbicara padamu?" pinta Dani.
Arumi mencoba menghubungi Gilang. Ia berusaha untuk terus terang, setiap apa yang ia temui dan ia lakukan. Agar Gilang tak salah paham. Namun sulit ia hubungi terlebih Fandi pun susah di hubungi. Kemana dua pria ini kenapa sulit sekali tak mengabarkan apapun.
"Maaf aku tak bisa dani!" Arumi berlalu melangkah.
"Dua puluh menit arumi aku mohon!" pinta Dani.
Ia pun tak bisa menahan, rasa kepedulian Arumi. Akhirnya hanyut dan lemah.ia pun duduk didepan apotik dan memesan dua coffe tak jauh dari apotik.
"Apa yang ingin kamu tanyakan dani?aku harus cepat kembali.oma yani sedang sakit!" Baiklah tapi.. uhuuuk Dani pun tak lama pingsan.
sehingga membuat arumi cemas terkejut.
"Dani..apa yang kamu lakukan, kamu kenapa?"
Aaakh..bagaimana ini, Ia pun berteriak meminta tolong bantuan.Toloong... teriak arumi. Seketika itupun Arumi meminta suster lani menyusul ke apotik. Ia menitip pesan untuk menunggu dan menjaga oma dan Danzel di rumah bersama babysister.
Dua jam berlalu,dani berada dirumah sakit umum bandung. Ia dirawat dan telah diberikan penanganan cepat pada sang dokter.terlihat kurus,pucat dan seperti tak punya kehidupan.
"Aku pikir aku menceraikan dan meninggalkanmu, kamu akan lebih jauh baik dan bahagia. Mengapa kau seperti ini?" gumam Arumi. Ia duduk menatap dan menunggu Dani siuman.
Tak lama kemarahan dan ketukan seseorang pun tiba, kira kira siapa dia ?.
Tunggu update selanjutnya ya, terimaksih untuk readers setia. Tekan love dan sedikit bolehlah poin nya untuk Dady Danzel.
----bersambung---
__ADS_1
🌹 Happy Reading 🌹