Dady Danzel

Dady Danzel
BAB 44


__ADS_3

🍀 Kepanikan 🍀


Dani meninggalkan bella di apartment baru, ia mengirim pesan dan meminta nya untuk selalu istirahat dan tenang.Tak sedikit pun dani merasa bersalah,ia selalu bersembunyi pada sang istri yang ia cintai dan berubah sedikit ingin memperhatikan bella."Apa karna bayi dalam kandungan bella, tapi danzel juga anak ku tapi mengapa ?" Dani teremenung dan menatap ponsel, ia menyalakan ponsel nya.Dan mendapati sang istri berkali kali menghubunginya.


"Sayang maafkan aku, aku mengingkari janji kita selalu bersama." Ucap dani dan ia membuka pesan dari Arumi.


~ "Suamiku ... anak kita merajuk ingin tidur menunggu suara dady yang tak kunjung ada,Aku telah mencoba menghubungimu,Jika sudah tak sibuk hubungi kembali." chat pesan Arumi pada dani.


Ketika dani mencoba menghubunginya,kali ini ponsel Arumi.yang sulit,dan selalu sibuk. Dani kesal pun meletakkan ponsel nya.Lalu ia beranjak ke kantor.


.


.


.


Jogja rumah sakit terpadu kasih.


Arumi yang meninabobokan Danzel, ia merenung dan menatap foto pernikahan nya. lalu ia menatap bingkai dengan sahabatnya.


ia menatap foto nya bersama keiiyra dan karti.


"ini kan foto saat di pulau komodo,pertemuan sial ku dengan pria yang mengancam karna menabrak nya,Namun jadi suami sahabatku ini Keiiyra." Arumi pun mengingat semua hal.


Euuum... tak ada salah jika aku tanya keiiyra saja ya, apa sosok dani memang sedikit berbeda atau menurut batin ku saja ia sedikit berubah !" gumam Arumi yang penuh tanya, ia merasa kembali bersama sang suami keputusan salah.Namun ketika ia ingin menghubungi Keiiyra, terlihat di ponsel nya masuk dari nomor yang tidak ia kenal.


"Hallo... Ya siapa ? Apa... ? Baik baik,.saya segera kesana, baik pak terimakasih.!"


Tak lama panggilan kembali,kali ini bukan dari yang tak dibayangkan, " Hallo.. ia saya Arumi,ia Arumi masih kerabat terdekat pak bukan istri, Bagaimana, baik proses nya saya akan tiba dan kesana. Baik pak saya kesana sekarang tunggu saya akan tiba pak !"

__ADS_1


Percakapan Arumi yang terkejut panik,ia bingung dan bulir air mata mengembang namun tak bisa menangis."Bu Arumi titip danzel, Bayu dirumah sakit kecelakaan !


"Apa sayang... ?" tanya pak bagas dan bu bagas.


"Bapak akan temani Arumi ya dan beri kabar pada pak hasan nanti, Jika anaknya kini di rumah sakit, !"tutur pa bagas.


Tapi arumi mampir ke kantor polisi untuk memberi pernyataan, Arumi panik tadi saat angkat telepon, jadi Arumi hanya bilang adik, kerabat terdekat."


"Hati hati nak, !" tutur orangtua angkat arumi yang bersedih melaju langkah dengan mobilnya,sementara pak bagas menyusul dengan orangtua Bayu setelah memberi kabar.


Dua jam kemudian.


Arumi terlihat sedih, menatap bayu ada rasa cemas dan khawatir.sesekali menatap bayu dibalik kaca,dengan balutan pakaian biru dan masker menutup kepala ketika menjenguk dibalik kaca yang tak bisa mendekat ke arah pasein.


"Bayu...sadarlah aku menunggumu aku butuh dirimu !" Mengalir deras arumi saat menatap pria yang selalu peduli dan mencintai nya.Setengah jam berlalu Arumi keluar dan mendapati seorang dokter dan ia mengekor ketika dokter memberi penjelasan.


tapi satu hal yang membuat ia terkejut jika hasil DNA danzel tak cocok dengan Dani ataupun Zack ?


"Apa maksudnya ini, lalu danzel anak siapa ? aku bahkan tak ingat mengapa aku bisa melahirkan dalam waktu lama aku tak sadarkan diri." Arumi menyandar dan melupakan emosi kesal penuh bingung,baginya ia harus mengkesampingkan soal DNA Danzel untuk kepulihan bayu.


Arumi membaca semua pesan dan berkas kegiatan bayu,ia menyelipkan kegiatan secarik kertas kecil,dalam melakukan hal apapun.Ia menatap diary catatan kecil bayu dibuku hitam,ia menuliskan setiap hari kegiatan dengan sempurna.bahkan kegiatan satu hari sebelum ia kecelakaan.Begitu pilu sedih ia membaca dan sesekali menatap arah kaca melihat kondisi bayu yang masih kritis."Maaf kan aku bayu,kamu sekeras ini memperdulikan ku dan anak ku, tapi mengapa aku baru sadar bagaimana dengan statusku aku bisa bantu apa ?" gumam arumi.


"Nak... istirahatlah biar ibu dan bapak yang bantu berjaga malam ini,danzel membutuhkan mu sayang ?" ucap kedua orangtua bayu.


arumi pun menyapu air mata yang telah jatuh untuk kesekian kalinya.Ia tergerak akan sosok bayu entah rasa apa yang membuatnya takut bercampur sedih tak ingin kehilangan bayu.


Arumi pamit dan pergi,ia membawa berkas dari pihak rumah sakit akan barang bayu saat kecelakaan, bahkan sebuah ponsel.Jelas pihak rumah sakit menghubungi arumi karna dari ponsel bayu yang tak dikunci dan nama tertera itu lah,ia bisa menghubunginya.Arumi pun melangkah dengan mobilnya ia menaruh barang dan berkas di jok bangku sampingnya.


tak lama dering notif pesan di ponsel bayu."Siapa ini, tapi aku tidak pantas jika membukanya.Arumi mengabaikan namun dering ponsel berkali kali masuk notif dan panggilan,ia pun mengangkatnya."

__ADS_1


Hallo... ya baik tapi pasein sedang di rumah sakit karna kecelakaan, siapa anda bisa kirim kan pesan jika bayu telah sadar saya akan kabarin bapak ! Tiba saja pria itu diam dan berkata,sudah saat nya nanti kamu akan mengetahui wanitaku.Maaf aku terlambat menemukan mu.


Arumi menutup ponsel dan ia memutar mata,ia yakin jika suara itu hanya salah ia dengar,Namun tak asing tapi siapa ? tak sengaja arumi meletakkan ponsel,dan terlihat walpaper ponsel bayu. Ada dua pria dan satu wanita ditengah yang mirip dengan nya.Arumi berhenti dalam sebuah cafe hanya untuk memarkir dan membuka ponsel bayu." Siapa dia ...Aaaakh sakit sekali kepala ku, kenapa wajahnya familiar dan ia pun menatap segala foto di galeri bayu, seolah mata nya terbuka lebar akan terkejut.Siapa pria ini kenapa menggenggam tangan ku erat, Jika dia ada kaitan dimasa laluku mengapa aku mengingat dani dan zack, "Bayu kamu harus sembuh dan kau harus jelaskan semua ini.!" Arumi pun memutar kembali ke rumah sakit,namun melihat jam besuk hampir selesai ia mengurungkan dan kembali pulang,terlihat pesan bayu berisi.


✉MCEO GILANG


Bayu bagaimana kabar wanita ku, kondisi ku masih melemah dan tak memungkinkan berjalan ku mohon lindungi selalu wanitaku sampai aku tiba menemuinya.


.


.


.


DI RUMAH


Satu jam arumi menemani anaknya danzel,namun ia bingung dalam segala hal catatan bayu,ponsel isi pesan bayu."Kenapa kamu lakukan ini tak terus terang padaku bayu,apa perhatian mu dan keluarga ini ada kaitan nya.. namun mengapa tidak kau katakan


sebelum aku kembali dengan statusku.!"


Arumi menyapu air mata dan tidur disamping


sang anak, ia pun lelah seharian menangis dan menatap ponsel yang bergetar dari sang suami, ia pun meletakkan nya dan merasa kesal karna sang suami yang ia pikir lebih membuatnya bahagia namun ia seperti tak ada perbedaan.


Toook....took...


Mii... sayang ada yang ingin bertemu, keluarlah nak !! Ucap bibi yani mengetuk pintu.Sehingga


arumi yang telah terpenjam bangkit dari kasur tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2