
🍀 Tak Sengaja 🍀
Seminggu kemudian, Gilang dan Arumi hanya bisa bertatap melalui ponsel. ia pun tidak jadi pergi karna takut akan ijin yang belum sempurna.
Treeedth...treedth... dering pesan ponsel Arumi. ia pun segera membalas chat dari seseorang.
"Arumi, bisa kah kamu mampir kerumah mama. Dani kritis dan ia ingin sekali bertemu denganmu sayang!" pesan Mama leun.
Arumi begitu lemas, ia bingung karna bisnis perusahaan suami belum pasti, ia pun bergegas dan mengambil tas. ia pun menitipkan pada Clara dan pamit pergi,pada orang rumah.
"Ka Arumi, yakin ga mau tunggu ka Gilang?"
"Udah ijin ko Clara, lagi pula di sana seperti sedikit terhambat. Ka Arumi ga mau ngerepotin, Ka gilang."
"Arumi, Danzel mau Oma bawa, ke pertemuan penting. Jangan ajak Danzel pergi jauh jika tidak ada Dady nya!"ketus Oma Seiyen.
"Tapi oma, nanti oma repot. lagi pula Mii hanya ajak anak mii tidak jauh, Arumi bawa mobil sendiri kok."
"Kalau oma bilang ga perlu, ya ga usah ngebantah dong!"Ketus Oma Seiyen.
Danzel tiba saja datang dengan ranselnya. di temani babysister. Mendengar perintah Oma Seiyen Arumi hanya menurut, ia menarik nafas. lalu mencoba menjelaskan pada sang putra."Untung saja, Danzel tak mendengar oma bicara tadi!"batin Arumi.
"Danzel sayang, mama minta maaf ya. Kayaknya mama harus pergi sendiri. Berhubung pertemuan mama ga boleh dihadiri anak kecil, Danzel ikut oma Seiyen ya. Oma dan Aunty mau ajak Danzel pergi lagi, gpp kan nak?"
Danzel pun memeluk sang Mama."Cepatlah kembali mama. Danzel sayang mama."
Arumi begitu pilu, ia tak mempunyai kuasa penuh terhadap anaknya. setiap apapun kegiatannya di atur oleh Oma Seiyen. ia pun bingung harus bersikap apa, ia hanya bisa menurut dan berdoa. Agar Oma bisa berubah sikap baiknya. ia rindu akan sosok ibu yang menyayanginya.
Clara hanya terdiam dan memeluk Arumi.
"Kaka yang sabar, menghadapi Oma memang perlu extra." lirihnya.
"Ya Clara, ka Arumi akan selalu sabar."balasnya.
.
.
.
Keiiyra yang telah sampai di bandara soetta. ia bersama mama Maya dan kedua anaknya. di dampingi Erico yang selalu memegang erat tangannya. ia pun mengambil ponsel dimana keberadaan Merlin.
"Mer, kamu sudah tiba dimana?"
__ADS_1
"Tunggu kak, aku masih belum terbang. menunggu Honey, bunny, sweety ku. ia pergi ke paris urusan penting. Jadi aku sangat repot mengatur semuanya. tenang saja aku akan segera tiba, di kediaman mama mertuamu!" balas pesan chat Keiiy.
"Gadis terlalu sopan, mama mertuaku itu ibu sambungmu!" Eekh ya, Merlin kan bukan gadis lagi. Pyuuh.. ia memutar mata dan menarik nafas. Lalu ia pun langsung menutup ponselnya. Merasa risih akan telinga sedikit gatal, Jika Merlin amat berlebihan dan lebay jika memanggil suami.
"Haah.., pantas saja Merlin seperti itu, tak jauh beda dengan suamiku!" lirih nya. Tak lama Erico memegang erat pinggul sang istri menghampiri.
"Sayang, aku akan banyak meeting pertemuan penting. Kamu gak apa aku tinggal bersama mama. Jangan menunggu ku jika sudah larut!"
"Ya, hubby.. bolehkan aku pergi sekedar menghilangkan jenuh?"tanya Keiiy.
Erico pun mengangguk, ia menitipkan pada beberapa bodyguard untuk menjaga sang istri.tapi begitu Erico telah pergi. Keiiyra menyuruh sang bodyguard berjaga di rumah saja. menemani keluarga tercinta. Karna ia merasa risih jika di dampingi beberapa orang berjas hitam saat ia pergi ke suatu tempat.
Beberapa jam kemudian.
Arumi yang dalam perjalanan menuju kediaman Mama Leun. ia menelusuri perkotaan padat yang rimbun, Angin yang bertebaran dengan daun daun penuh. Seketika mobilnya berhenti dan mogok.
"Aaakh, kenapa lagi ini mobil?"lirih Arumi.
Arumi memutar sekeliling mobil, tidak ada ban yang kempes. bensin yang masih full. ia pun kebingungan dan kesal. "Kenapa mogok di pertengahan sepi seperti ini sih?"ketus Arumi.
ia pun mencoba mencari bantuan tapi tak ada orang yang lewat, ia harus berjalan menepi ke'arah sudut kanan. Karna mungkin saja di tempat penuh dengan keramaian ia bisa meminta bantu. Jelas saja di sudut sana, memasuki pantai. gumam Arumi.
Setengah jam berlalu, ia menelusuri mencari bantuan. Ponsel yang tiba saja low battery dan lupa membawa charger mobil. ia amat kesal paket komplit. Tak lama tubuhmya terbentur seseorang hingga terjatuh.
"Arumi, kamu disini?"
"Keiiyra, kamu kok bisa disini?" tanya kembali Arumi.
Mereka pun saling bercerita, namun Keiiy menarik tangan Arumi lebih dulu kedalam mobilnya. ia mengumpat dibalik kursi mobil.
sementara Arumi terdiam kebingungan, hingga Setengah jam berlalu. Kepala mereka tak terlihat di bawah setir mobil, sehingga seseorang memutar seperti mencarinya.
Keiiyra menarik nafas, Arumi pun ikut menarik nafas karna ia bertemu malaikat sahabatnya.
sehingga ia menyalakan ponsel dengan mencas didalam mobil Keiiy. Mereka pun tersenyum dan saling menatap.
"Keiiy, kamu kenapa dikejar pria lagi?"
"Heuumph, aku ga tau tadi aku sedang menikmati Angin dan ombak. tiba saja pria aneh bicara aku kekasihnya yang hilang."
"Bhuaahahaa... aneh banget, dunia ini memang sempit. Takdir mu sepertinya selalu dikejar pria asing. Owh ya, mobil ku mogok disana!"
"Senang sekali kamu tertawa seperti itu."
__ADS_1
Keiiyra pun menyetir dan ikut mengantar Arumi berkunjung ke rumah Dani. ia pun mempunyai waktu senggang yang memang free dan bebas.
tak menyangka ia bisa bertemu Arumi. padahal ia tinggal di Bandung saja, memakan jarak yang tidak mungkin Keiiyra berkunjung tanpa suami.
"Owh.. ya, Mii memang kabar Dani seperti apa, lalu Gilang tau kamu mengunjungi atas janji dan Mama leun?"
Arumi menggeleng, ia menceritakan semua nya. Keiiyra pun berhenti dan memeluk sahabatnya itu."Sudah, ada aku mii. tenang aja soal itu, akan aku bantu jelaskan. Jika aku mengajakmu berkunjung jadi Oma seiyen....?tapi jika di kamar berdua bersama suamimu kau perlu jujur terus terang!"
Arumi pun memeluk sahabatnya itu." Aku beruntung banget, punya sahabat kaya kamu Keiiyra."
"Aku juga, sangat bersyukur Mii. andai Karti tidak jauh kita bisa selalu bersama mee time."
Tak lama, saat menepi mobil Keiiyra tiba saja di tabrak oleh seseorang dari belakang saat lampu merah."Sssriiith...braaaagk...,"
Astaga, Hah... begitu syok Keiiyra karna hentakan mobil itu menikam arah punggung mobilnya. ia menatap arah belakang dari balik kaca. Lalu ia saling menatap Arumi dan mereka memegang seluruh tubuh mereka dan berkaca.
"Syukurlah, tidak ada satu body kita yang lecet Mii!"
Arumi menelan saliva, ia pikir akan marah karna mobil mewahnya di tabrak orang lain.
Tapi di saat genting bisa - bisanya. ia mengkhawatirkan dan berkaca jika seluruh tubuh dan wajahnya tak tergores. Keiiyra mengecek satu persatu tidak ada yang lecet.dari hidung, mulut ia menatap wajah dibalik kaca.
"Keiiyra."
"Heuuumph..."
"Lihat itu !" pinta Arumi.
........
Apa yang terjadi pada mereka berdua.
Next ikutin kelanjutan nya terus ya.😉
Makasih untuk Readers semua yang selalu ikutin kisah cinta Arumi.
Jangan lupa mampir karya.
"Wanita Seperti Dia."
"Salah Jodoh."
🌹Happy Reading 🌹
__ADS_1