Dady Danzel

Dady Danzel
Bab 74


__ADS_3

🍀Malam Panas 🍀


Harap bijak dalam membaca part yang terlalu romantis dan intim.Jika pembaca masih dibawah umur harap dilewati.khusus 21+.


"Kenapa,kau menolak tak menginginkannya?"tanya Gilang.ia menatap bola mata Arumi tertunduk penuh pucat,keringat dingin.


"Aku tak ingin kita melebihi batas,maaf."


Nampak tilas wajah Gilang kecewa.


ia paham pria dihadapannya sedang menginginkan.Arumi merasa tak enak hati,ia membenarkan posisi duduk dan merapihkan bajunya.sekilas ia menatap Gilang kembali duduk dan kembali bekerja.ruangan pun hening ia tak bisa berkata,ciuman panas itu membuat sikapnya diam.terlebih ketika arumi menolak ketika dia menginginkan lebih."Maaf aku tidak bisa,soal tadi lupakan saja!"Arumi pun beranjak dan pergi.


Gilang tertegun diam,ia meremas ngepal jari ketika Arumi bangkit dan berdiri,ketika jalan sudah tiga langkah ia ingin menutup pintu ruang kerjanya.Sebuah tangan menarikanya.


Gilang menutup pintu kunci dengan rapat.


"Aku tak ingin ada penolakan,malam ini aku ingin menginginkannya!"Tapi aku harus kembali ke kamar,aku takut Danzel terbangun dan mencari kita.balas Arumi.


Aku tak akan melepaskanmu begitu saja,aku akan segera menikahimu.lirih batin Gilang.perasaan rindu,cinta nya tak bisa ia tahan lagi.sudah cukup ia menunggu lama.hampir satu tahun ia bersabar menunggu, ia paham keraguan wanita nya itu takut akan gagal asmara.tapi malam ini Hujan deras. arumi menatap jendela dan sedikit memohon untuk tak melakukannya.Tapi cengkraman Gilang sangat erat menghimpit tubuhnya dibalik pintu.


"Aku ingin melihat Danzel,aku ingin menyelimutinya lebih dulu!"Gilang pun melepas dan membiarkan arumi pergi ke kamar.saat dikamar arumi menatap sang putra yang pulas,ia meletakkan sebuah minum dan menyelimutinya.Agar tubuh anaknya itu hangat.perasaan degub kencang itu mulai tak beraturan,ia segera ke kamar kecil untuk membersihkan diri.ia menatap cermin dan memoles segala banyak hal untuk mempersiapkan.


"Kenapa aku harus melakukannya padanya."batin Arumi.segera ia berendam air hangat dan mengguyur tubuhnya yang terasa kaku nafas tersenggal tak beraturan.ia masih memegang bibir yang masih terasa hangat dan panas itu.


Setengah jam berlalu,Arumi membuka ruang kerja Gilang.ia hampiri dengan melangkah sedikit untuk tidak gugup.Gilang terpana dan melepas kacamatanya yang sedang serius.ia berdiri menghampiriku dengan tersenyum.


"Kau mandi,untuk apa memakai baju tidur tipis ini,apa kau yakin..aku tak akan memaksa Jika kamu belum siap Arumi,beristirahatlah!"


"Maaf aku tadi menolakmu,aku terlalu banyak berfikir karna restu memikirkan oma.aku takut Gilang."


Gilang pun memeluk wanita itu,"Aku tak akan pernah mengkhianatimu.kita akan segera mendapat restu oma.asalkan kamu kuat untuk melewati mendekati oma,ia pasti akan luluh dan merestui!"Tatapan itu membuat arumi terhanyut.tanpa menunggu Gilang menariknya ke suatu pintu rahasia,terlihat rak buku besar ia dorong.Arumi terpana akan kamar rahasia dibaliknya.

__ADS_1


Sebuah ciuman mendarat gilang mengecup kening,dahi dan seluruh tubuh Arumi hingga ia merasakan getaran sangat tak beraturan.ia mendapat gerakan rilexs disuatu mulut yang hangat.masih bermain seperti sedang menari balet yang berputar.namun sebuah kedua tangan gilang masih meraba seluruh tubuhnya.


ia hanyut dalam buaian Gilang,tak terasa dua puluh menit berlalu seolah waktu sudah terlalu lama ia meninggalkan sang putra dikamar sendirian.Ia menatap jam yang sudah larut pagi.


"Kamu khawatir danzel terbangun mencari kita?"Heuuum...ya gilang.balas Arumi.pria itupun tersenyum memencet tombol dari ruang kerjanya,ia menatap layar yang tersambung pada kamera cctv kamar.ia menatap sang putra masih tertidur,sebuah tombol biru ia nyalakan dan tersambung langit langit cahaya lampu bergaya langit dan indah.Arumi dibuat kagum,"Apartmentmu mempunyai banyak pintu rahasia,bagai dongeng saja?"senyum Arumi.


"Kamu lebih rahasia,wanita penuh rahasia.jika kau melakukannya malam ini.dirimu sudah terkunci,dan tak bisa melakukan apapun sendiri.ingat masalahamu adalah masalahku,


berbagilah aku akan senang."ucap Gilang.arumi tersenyum dan berkata "Ya".


Mereka pun melanjutkan,gilang membuka pangkal paha Arumi.sebuah pakaian dalam sekejap Gilang tebas,tak menunggu lama.Arumi menutupinya karna malu.namun Gilang menatap nya tersenyum dan melebarkan bermain disana.sehingga membuatnya merasa tak bisa menahan,hal itu membuat Gilang semakin menggila.tak lama ia tinggikan AC diruangan itu,ia redupkan sedikit pencahayaan yang amat terang.dengan satu tombol.ia buka seluruh pakaiannya hingga mereka sama seperti bayi.melihat ukuran yang tak kecil,ia sedikit menganga dan menoleh kesamping.Tapi Gilang merengkuh tubuh dan meremas jari tangan kanan kiri nya bersentuh saling mengepal.sementara tangan kanan arumi ia tarik agar tangannya itu menyentuh kepemilikannya.arumi merasa syok dan tak bisa berkata,bagaimana mungkin ia memasukan kedalam mulutnya.namun sambaran bibirnya dikecup manis dengan semakin panas.


"Sudah terlambat.jika seperti ini untuk menolak,apa aku salah.pria ini benar erotis jika sudah dalam keadaan seperti ini!"batin Arumi.


Setengah Jam berlalu,pemanasan telah usia.


"Aaakh... sakit."teriakan Arumi menetes bulir air mata bercampur keringat,Gilang memacunya dengan perlahan namun sangat cepat semakin ganas.Sebuah ayunan dan benda itu semakin dalam membuat Arumi hilang keseimbangan.


tubuhnya semakin lemas dan membeku karna aliran gerakan Gilang yang luar biasa."Lupakan hal yang membuatmu sakit,kamu akan terbiasa jika aku melakukannya sering,aku tak akan membuatmu kesakitan,maafkan dan terimakasih kamu tidak menolak!"Oowh suara desis Gilang ditelinga arumi.seperti merasakan kepuasan untuk malam ini,namun masih memainkannya dengan cepat.


"Gil..aku...?"lirih Arumi."Tenang sebentar lagi aku akan menyelesaikannya!"aku sudah tak kuat,dengan suara terpenggal.Aaaakh... suara panjang lembut terdengar.sebuah mata dan mulut Arumi menjerit akan sesuatu yang hangat tumpah,seluruh tubuhnya bergetar dan membeku tak beraksi.jemari arumi mengepal sprei dengan kuat,tubuhnya remuk dan tergontai lemas.Gilang terdiam tak berdaya diatas punggung Arumi.ia berbaring miring dan menghentikan.Gilang mengucapkan terimakasih bertubi tubi.ia mencium dahi serta tangan jemari wanitanya yang lemas.hingga mereka terpejam bersama.


.


.


.


"Mam.. ayo bangun,Danzel laper kita sarapan!"


sebuah mata yang mengantuk,tubuh yang terasa lemah ia segera membukanya.

__ADS_1


"Handsome mama sudah bangun sayang?"baiklah mam akan bangun..ia menyibak selimut.Aaakhw... rasa perih kaki yang sedikit masih terasa kaku.ia menatap dirinya sudah dengan baju tidur piyama dan berada dikamar.


"Apa semalam aku pindah sendiri,atau ?"


kejadian semalam membuat ia bingung bagai mimpi.


"Dady dimana sayang?"ucap Arumi.


"Dady,sedang membuat sarapan sebentar lagi selesai,ayo kita kedapur Danzel mau sarapan bareng!"Oce..baiklah Danzel tunggu ya.mama akan mandi sebentar tak akan lama."Baiklah mam..danzel tunggu!


Dua puluh menit berlalu,tanpa polesan make up.ia hanya memakai lipbalm putih dan terlihat warna bibir pink muda.dan sedikit parfum.


rambut yang sedikit basah ia berjalan keluar menyusuri dapur.Danzel menarik tangan sang mama dan duduk berdua di meja.sementara ia menatap Gilang yang sedang lihai membulak balikan teflon,dan meletakan makanan itu kewadah piring dan mangkuk putih ceper.


"Sial.. melihat Gilang lihai memasak,membulak balikan itu,aku jadi teringat tubuhku semalam,


kenapa aku jadi menginginkannya.pria yang jelas bukan hal pertama baginya,tapi ia paling berbeda."batin Arumi.


"Selesai,ayo sayang kita makan!"Gilang pun meletakan celemek,dan bercuci tangan.duduk bersama melingkar seperti segitiga.ia menyuapi Danzel dan tak lama menyuapi kilat pada bibir manis Arumi.sontag gilang menatapnya amat bergairah,hanya menatap bibir polos itu,Jika saja Danzel tak ada mungkin aku sudah memberinya sarapan kembali seperti semalam.


"Maaf kamu pasti lelah,aku memindahkanmu!"


Gilang mengusap tangan arumi,sementara tangan kanannya masih menyuapi Danzel.yang makan dengan lahap.


Arumi tersenyum,semoga kebahagian ini ia lihat bukan mimpi dan sementara.ia tak menyangka sosok pria kaka kelas di masa lalu yang ia kejar,akan seromantis dan seperfect saat ini.Wajar wanita di masa lalu mengejarnya tergila gila padanya,dan saat itu ia tak menoleh melirik ku.


Tak lama,sebuah bel berbunyi arumi pun terkejut,ia takut dan terpikir itu adalah oma seiyen."Gilang apa yang harus aku lakukan,aku..?"Sudahlah kesayanganku.


tenanglah jangan gugup...Danzel temani mam..ya!Oke Dady jawab polos sang anak.dengan melahap brokoli dengan ayam satu tumpuk garpu.


Kira kira siapa yang datang ya ?.

__ADS_1


Thanks readers masih setia,semoga selalu menunggu update terbaru nya ya.Jangan lupa tinggalkan jejak,dan tombol love di klik.agar tak tertinggal update terbarunya.


🌹Happy Reading🌹


__ADS_2