
🍀 Seperti kehilangan 🍀
Arumi telah berada di kamar ruang perawatan,dengan selang infus tertusuk di lengannya.Dani merasa khawatir akan istrinya yang amat syok."Sayang aku akan selalu ada bersama mu!"Ucap dani mengusap pipi rambut sang istri.
"Dady... Mama kenapa,apa mama akan sakit seperti paman bayu ?"Tanya sang anak.
namun dani mengatakan penuh senyum di wajah sang anak,Mama pasti akan sehat kembali semua karna mama lelah.
.
.
.
Dua jam kemudian Bayu sadar seperti sediakala,Terlihat sehat entah sungguh keajaiban anugrah sang pencipta."Alhamdulillah kamu sadar Nak...ibu sudah khawatir padamu,saat kamu koma, Arumi menjenguk dengan danzel yang bergembira saat mendapat kabar kamu telah siuman.Tapi begitu sampai,kamu koma kembali Arumi syok dan pingsan."
Bayu terkejut dan ia ingin sekali bicara,namun ia memaksa dengan gerakan tangan saja."Ya tuhan beri aku waktu untuk sedikit berbicara kebenaran siapa arumi dan danzel,ia berhak tau."ucap bayu dalam batin dan tersenyum pada orangtua.
.
.
.
Kediaman erico.
"Hubby cukup kah satu koper untuk keperluan kantor?" Erico pun memeluk sang istri dan berkata.Tak perlu repot sayang kita hanya mengunjungi tiga hari ke jogja.Aku ingin memantau proyek bayu sudah sampai mana,Sebab ini harus segera selesai Jika tidak aku penat berhadapan dengan Ka triistan.
Mendengar nama triistan keiiyra begidik ngeri,karna teringat masa lalu pahitnya,"Baiklah hubby...akan aku hubungi kembali arumi,dari tadi sulit sekali dihubungi...,aku kan ingin mampir juga ke tempat orangtua angkat arumi, Kaico pasti senang jika ada teman nya.Meski tak sebaya."
Erico pun tersenyum angguk,"Sayang mengapa kau tak pernah beri tau jika owzie itu kembar dan bagaimana kau bisa membedakan dia kembar sangat identik, namun bagaimana kamu bisa bedakan dia Owzie atau Gilang ?" Hubby... gilang itu ada tanda lahir di leher kanan dan kebiasaan dia itu kalau stress penat,menghabiskan ayam goreng berekor - ekor.Tapi jika aku tak salah,sebab aku tak terlalu dekat hanya Arumi dan Narti kala itu.
__ADS_1
lagi pula untuk apa membicarakan masa lalu bukan kah kamu tak senang ?.Erico pun senyum dan mengkrilit alis,benar juga aku selalu sebal jika sang mantan istri itu dekat dan selalu bertamu,gumam erico.
Saat keiiyra sedang merapihkan pakaian,Erico pun mendekat ke tubuh sang istri.Namun ketukan pintu membuat padam sang suami,keiiyra pun tersenyum pada sang suami."hubby aku lihat siapa yang mengetuk kamar kita ?" Eheuum baiklah sayang.
"Mami dan papi belum tidur ?" tanya kaico.
"Yes... ada apa boys apa yang bisa papi bantu ?"Sambung erico yang melaju mendekat.
"Kaico ingin tidur bersama mami dan papi,dan ceritakan dongeng baru ini papi,Tapi bahasa inggris seperti biasa !" Tentu sayang tutur sang papi dan merangkul sang anak yang tampan.
.
.
.
Rumah sakit.
oma bagas dan bibi yani.
Arumi meminta sang suami mengantar ke ruang kamar bayu,ia pun mengantarnya.dan tepat ketika itu pun ponsel dani berdering berkali kali."Siapa suamiku,apa dari kantor ?"
tanya Arumi.Namun dani bekata jika hanya rapat kantor tak terlalu penting.Ia bicara bisa dihandle zezii.Dani memode silent ponsel,ia tak ingin bella terus terus an menghubunginya.
Apalagi kini ia telah mengirim pengawal agar bella diantar kemanapun,dan tinggal sementara di kediaman sang mama.Yaitu mama le'un.
"Dok apa pasein bisa saya jenguk ?"Tanya Arumi.Namun dokter memperbolehkan namun hanya satu orang saja.Dani pun memperbolehkan dan ia menunggu di depan kamar.Sementara Arumi didalam,Dani pun menghubungi bella ia menjelaskan jika ia belum bisa kembali ke kota padat karna urusan kantor dan kondisi sang istri.
Arumi menatap bayu yang sedikit pucat namun,Jelas terlihat tubuhnya yang sedikit segar."Bayu bagaimana apa kamu sudah lebih baik...?"Tanya Arumi tapi dalam batin Bayu berkata,andai bisa aku ingin menjelaskannya arumi.
Bayu pun menatap arumi,ia hanya bisa tersenyum dan menggerakan bola mata dan jari nya,Sementara bibirnya masih kaku sulit bicara.
__ADS_1
"Jangan dipaksakan bayu...tunggulah sampai kamu benar benar sehat,Kamu bisa jelaskan jika semua yang kamu katakan di helaian kertas itu gurau dan bohong kan ?"
Arumi tersenyum mendekat dan berbicara panjang,Tapi bayu sedikit menggeleng dan mencoba isyaratkan jika semua yang ia bicara adalah kebenaran."Tuhan aku mohon beri aku waktu sedikit menjelaskan pada arumi wanita baik!"
Lima belas menit arumi terdiam dan lelah ia berkata,Ia pun dikejutkan dengan tangan bayu yang menggapai tangan Arumi."Arumi semua itu adalah kebenaran,maaf aku jatuh hati padamu tapi jelas aku yakin Jika danzel adalah darah daging Gilang... dia anak hasil pernikahan kontrakmu dengan gilang,Bayi tabung itu adalah danzel hasil perjanjian jika kamu akan memberikan anak laki laki untuk keluarga meiylin albaron karna balas budi terhadapmu kamu menyetujuinya !! Di loker pabrik ada buku merah dan foto aku harap semua bisa membantu mu untuk mengingat.Jaga danzel karna ia cucu pewaris oma meiylin yang sedang di carinya kini !"
arumi menatap bayu dengan mata penuh terkejut,ia merasa bersalah dan rasa kesal dan kecewa karna tak ingat sebelumnya.Ingin rasanya jika bayu sehat memukulnya habis habis an.
Arumi pun berkaca,ia tak menyangka namun saat bayu selesai berbicara, bayu pun pingsan tak sadarkan diri.Arumi memanggil dokter dengan tombol urgent.Dani pun menghampiri sang istri dan membawanya keluar untuk menunggu.Jelas dani menatap sang istri yang histeris tak ingin jika bayu terjadi apapun."Sayang bersabarlah bayu pasti akan baik baik saja !" pekik dani yang curiga jika terjadi sesuatu didalam,sehingga membuat sang istri tak menerima jika bayu terjadi sesuatu buruk.
"Tapi dia kini tak sadarkan diri,ia kembali koma,jelas tadi ia bicara sehat aku butuh bayu, dia orang baik !" Tutur arumi,dani pun memeluk sang istri dan paham,ia menenangkan sang istri untuk tetap tegar, sabar karna ia sadar bayu yang selalu ada menolong sang istri dan anak nya ketika ia berpisah lama.
Tak lama dokter pun kembali,dan sudah ramai dengan kedatangan orangtua pasein.Bu hasan, Pak hasan kembali menanyakan keadaan sang anak,Namun arumi masih lemas duduk disebelah sang suami,dani yang memeluk sang istri menatap ke arah dokter."Maaf saya minta maaf kami sudah melakukan sebaik mungkin,Namun pasein sudah tak dapat kami tolong.Ia telah meninggal dunia kami turut berduka cita yang sedalam dalamnya pak dan bu !"lontaran perkataan dokter membuat petir tanpa hujan semua kaku dan menangis pilu.
Histeris sang orangtua bayu,Arumi pun menatap sang suami,bulir air mata kesedihan kehilangan ia rasa.Bayu kamu orang baik mengapa begitu cepat meninggalkan ku,Ini mimpi ini ga nyata kan."Sayang sudahlah cukup tenangkan dirimu,kamu yang sabar." ucap dani pada sang istri.
Namun saat itu pun Arumi kembali pingsan untuk kedua kalinya.ia merasa tidak sanggup akan kenyataan.Dani pun membopong sang istri agar dokter memberi perawatan lebih intensif pada sang istri yang lemah.
Dani mendapat panggilan dari erico,bella, juga zezii.Namun ia tak memperdulikan nya.baginya yang utama adalah arumi sang istri.ia mengkesampingkan urusan kantor,sahabat,dan bella sang istri rahasia.
.
.
All Mampir juga ke karya baru.
🌹 Happy reading 🌹
Thanks semoga kalian selalu beri dukungan terbaik,like rate dan vote agar author semamin bersemangat.
Dady danzel ucapkan banyak terimakasih atas dukungan nya.
__ADS_1